0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Waspada Penipuan Cek Corona, Penduduk Perlu Tahu Hal Penting!

Bulan Maret 2020 ini seolah menjadi bulan yang cukup menegangkan bagi dunia, terutama lagi di Indonesia. Hal ini tak lain alasannya penyebaran virus Corona yang mengakibatkan banyak kematian terjadi di dunia. Padahal tak usang lagi umat muslim akan menyambut bulan Ramadhan yang biasanya disambut dengan sarat suka cita. Tapi apalah daya, Indonesia tak bisa menyingkir dari jangkitan virus dari mancanegara ini.

penipuan cek corona

Ditetapkan menjadi pandemi dunia, virus Corona terus menyebar di nyaris semua negara di dunia. Sampai ketika ini telah ada 662.073 masalah yang terkonfirmasi kasatmata dengan mereka yang telah sembuh ada 139.426 orang. Sementara itu ada kurang lebih 30 ribu orang meninggal dunia balasan terinfeksi virus yang pertama didapatkan di Wuhan ini. Dengan keadaan dunia yang seperti ini, banyak orang yang merasa cemas dan khawatir.

Sekarang Amerika Serikat menjadi negara yang paling banyak masalah positif Covid-19 ini. Di negara super power ini setidaknya sudah ada 123.271 orang yang terinfeksi. Sebelumnya Italia menjadi negara kedua yang terbanyak sehabis China. Tingkat kematian di Italia masih yang tertinggi dimana dilaporkan dalam satu hari ada lebih dari 900 nyawa menghilang alasannya virus Corona ini. Meskipun telah dijalankan lockdown nyatanya tingkat kematian di Italia menjadi yang tertinggi. China sebagai negara yang paling banyak kasus bengkak sebelumnya melaporkan tidak ada penambahan perkara faktual dalam sepekan. Namun saat ini China kembali dihadapkan dengan gelombang kedua virus Corona yang kembali memukul mereka. Sekarang mereka berada di urutan ketiga dengan jumlah masalah sebanyak 81.394.

Virus Corona di Indonesia

Indonesia juga tak luput dari nanah virus yang disangka berasal dari hewan kelelawar yang dikonsumsi di Wuhan, China. Dari permulaan bulan Maret saat pertama kali diumumkannya masalah positif di Indonesia, sekarang pada selesai Maret telah terdapat 1285 masalah konkret dengan yang sembuh sebanyak 64 orang dan meninggal dunia 114 orang. Dan masalah konkret diprediksi masih akan terus bertambah mengingat banyak masyarakat Indonesia yang malah pulang kampung ke kampung halaman.

Banyaknya masalah nyata di Indonesia menjadi dasar bahwa usulan WHO perihal Physical Distancing masih belum maksimal. Sementara itu dari segi ekonomi terang berefek. Banyak orang yang kesudahannya dirumahkan alasannya adalah kawasan mereka bekerja mulai tutup. Para pekerja harian pun menjadi resah. Hal ini memang menambah kecemasan di masyarakat. Kondisi psikologis mereka terperinci terguncang dari kejadian pandemi virus Corona yang berimbas pada banyak hal di kehidupan.

(Baca juga: Aplikasi yang Membantu Kerja dari Rumah)

Untuk menghindari penyebaran virus Corona kita senantiasa diusulkan untuk mencuci tangan dengan sabun. Penyemprotan desinfektan juga menjadi cara supaya mampu mematikan virus dan kuman. Banyak masyarakat yang balasannya melakukan upaya penyemprotan mandiri. Namun sayangnya di kondisi yang mirip ini masih ada saja yang mempergunakan kesempatan untuk berbuat jahat. Sebuah pesan singkat di satu aplikasi sedang beredar luas wacana berhati-hati penipuan cek Corona.

Pada pesan singkat yang sudah tersebar luas disebutkan bahwa jikalau ada petugas yang memperlihatkan penyemprotan desinfektan tanpa keterangandari pihak berwenang, dalam hal ini sekurang-kurangnyaRT/RW seharusnya tidak dibukakan pintu. Ditakutkan mereka cuma modus untuk melaksanakan kejahatan perampokan. Memang belum ada laporan terperinci perihal benar atau tidaknya masalah tersebut. Tapi pihak kepolisian dari beberapa kawasan menghimbau masyarakat untuk waspada dan memajukan kewaspadaan saat kondisi dunia yang mirip ini.

Waspada penipuan cek Corona

Nah untuk mempertahankan dan mengantisipasi tindak kejahatan mirip yang dijelaskan di pesan berantai tersebut penduduk harus tahu beberapa hal tentang prosedur penyemprotan desinfektan. Berikut beberapa hal yang harus penduduk pahami agar berhati-hati penipuan cek Corona.

  1. Jika ada yang mengaku petugas medis yang hendak melakukan penyemprotan, jangan langsung dipersilahkan masuk apalagi jika tidak ada pemberitahuan sebelumnya oleh RT atau RW setempat. Karena ketika ini eranya digital, biasanya setiap RT atau RW pun memiliki grup di social media, jadi tentukan ada gosip valid dari RT dan RW ya mengenai penyemprotan ini yang di share lewat grup media sosial.
  2. Tanyakan surat tugas petugas tersebut. Semua petugas yang melakukan kegiatan sosialisasi atau penyemprotan atau pengecekan akan dibekali dengan surat tugas dari dinas terkait. Jadi jangan ragu untuk menanyakannya, bahkan bila memang benar maka tanpa diminta petugas penyemprotan pun akan menunjukkannya sebagai ijin untuk melaksanakan penyemprotan disinfektan.
  3. Untuk cek corona, jangan lupa cek identitas pribadi dari orang tersebut. Masyarakat harus jeli untuk waspada penipuan cek Corona ini sehingga diizinkan untuk meminta identitas langsung jikalau ada orang yang mengaku petugas.
  4. Jika merasa ada yang abnormal dan janggal masyarakat diminta untuk melapor kepada kepolisian setempat atau pihak pemerintah mirip keselamatan desa dan sejenisnya.

Keinginan untuk melakukan cek Corona memang pantas kita rasakan, alasannya dengan mengenali keadaan kita, maka kita akan mampu kian berjaga-jaga. Mengingat virus ini keberadaannya tak mampu dilihat begitu saja, dan gejalanya pun tak selalu sama pada setiap orang. Bahkan ada juga yang telah terserang, tetapi tidak memperlihatkan gejala apapun. Hal mirip inilah yang lebih menciptakan kita khawatir. Selain itu, bila hasil cek menyatakan aktual, maka penanganan lebih dini pun mampu dilakukan, apalagi lagi kita jadi waspada untuk tidak menularkan pada orang lain.

(Baca Juga: Cara Cek Hasil SKD CPNS 2020)

Dan masuk akal saja bila sekarang ada yang batuk sedikit, atau flu sedikit, eksklusif dikatakan Corona. Tentu ini sangat tak menyenangkan bukan. Jadilah cek Corona sangat diperlukan. Tapi tetap saja di tengah kondisi seperti ini, ada orang-orang yang jahat akan selalu memanfaatkan keadaan penduduk yang sedang dilanda kecemasan tinggi akhir dari adanya wabah penyakit virus Corona ini. Orang-orang ini akan rela sibuk-sibuk melaksanakan penyamaran selaku petugas medis padahal sesungguhnya mereka akan menguras harta benda kita. Masyarakat memang mesti waspada penipuan cek Corona. Ketika petugas medis resmi akan melaksanakan pengecekan atau kroscek kepada orang yang dipantau/ orang dalam pemantauan (ODP) dan orang tanpa tanda-tanda (OTG) akan didampingi oleh petugas keamanan lokal dan pihak pemerintahan daerah.

Jadi bagi masyarakat yang mendapatkan anjuran untuk penyemprotan atau pengecekan Corona lebih baik untuk waspada. Pesan atau himbauan dari pihak kepolisian juga telah disebarluaskan melalui jejaring sosial. Dalam kondisi masyarakat yang dilanda kecemasan, mengembangkan kewaspadaan diri dengan melaporkan jika ada tamu yang mencurigakan supaya mampu terhindar dari tindak kejahatan pencurian atau perampokan dengan modus pengecekan Corona. Dari kepolisian juga akan terus berpatroli untuk mengantisipasi kesempatantindak kejahatan dengan segala modus operandi yang mempergunakan kecemasan pandemi virus Corona.

Nah tadi telah disebutkan bahwa untuk menghalangi virus Corona menyebar yaitu dengan penyemprotan desinfektan pada permukaan benda-benda yang sering kita sentuh. Karena virus Corona ini menular melalui percikan air dari batuk dan bersin dari orang yang membawa virus Corona. Untuk itu dengan penyemprotan desinfektan diharapkan virus itu mampu mati. Tapi untuk menghalangi penularan ada banyak cara yang direkomendasikan oleh pemerintah dan WHO loh. Yuk kita simak cara pencegahan penularan virus Corona ini.

1. Sering mencuci tangan

Disarankan untuk mencuci tangan sesering mungkin dengan air mengalir dan sabun. Mencuci tangan yang dianjurkan sebaiknya selama 20 detik dengan 6 langkah sampai sela-sela jari. Jika jauh dari sumber air mengalir dan tidak ada sabun mampu menggunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol paling rendah 60 persen agar bisa melindungi tangan dari bakteri dan virus. Jangan menyentuh wajah, lisan dan hidung kita tanpa mencuci tangan ya. Dan perlu diketahui, sebab virus Corona ini dilapisi dengan lemak, jadi jikalau mencuci tangan dengan sabun akan membantu menghilangkan virus.

2. Jangan melaksanakan kontak dekat

Hindari melakukan kontak dekat jika ada orang lain yang sakit. Jangan bersalaman atau berpelukan karena setiap orang potensial untuk melaksanakan penularan. Melakukan kontak kulit mampu menjadi fasilitas untuk virus berpindah ke badan kita. Lebih baik menjaga kan? Karena kita tahu bahwa sudah menjadi kebiasaan orang di Indonesia saat bertemu melakukan jabat tangan, salam, berpelukan, bahkan mencium tangan. Untuk sementara, hindari dulu kebiasaan ini ya.

3. Etika saat bersin dan batuk

Jika kita sedang sakit batuk atau ingin bersin semestinya lakukan dengan adat. Yaitu menutupi dengan tisu atau lengan bab dalam saat batuk maupun bersin. Ini untuk menjaga biar kita tidak membuatkan virus alasannya adalah percikan liur kita yang menjinjing virus. Dan menggunakan masker dikala ini wajib pakai jikalau sedang sakit.

4. Rajin membersihkan barang di rumah

Untuk menghalangi penularan virus Corona ini memang kita dituntut untuk senantiasa bersih. Bukan cuma di tubuh kita namun juga tentang barang-barang di rumah kita. Pakai cairan desinfektan untuk membersihkan barang-barang kita. Cairan desinfektan juga mampu kita buat sendiri yaitu air yang ditambah dengan cairan pemutih. Kita bisa mengelap permukaan barang-barang seperti gagang pintu, handphone, laptop, meja, furnitur dan lainnya semoga bebas kuman, bakteri dan virus.

5. Melakukan physical distancing

Untuk menyingkir dari penularan virus Corona yang sungguh cepat ini, seharusnya lakukan physical distancing. Jaga jarak setidaknya 2 meter dari orang lain, baik di rumah dan di tempat umum. Ini untuk menghindari adanya kontak akrab yang mampu menjadi proses penularan penyakit virus Corona.

Jadi, mulai kini, tingkatkan kebiasaan hidup higienis yang sungguh penting untuk menunjang kesehatan kita. Jika beberapa waktu lalu mungkin kita malas malasan mencuci tangan, mulai ketika ini agar saja tidak ya. Karena penularan virus banyak terjadi melalui kontak fisik dan tangan. Dan ingat, untuk senantiasa berhati-hati jika akan mengikuti cek Corona, mengenang banyak oknum yang mempergunakan momen ini selaku moment untuk menemukan keuntungan, bahkan lahan bisnis baru. Seperti halnya cek corona artifisial, atau bahkan perdagangan alat kesehatan, masker, hand sanitizer yang harganya tak manusiawi.

Nah itu beliau beberapa hal yang perlu kita tahu supaya waspada penipuan cek Corona yang mungkin mampu marak terjadi selama pandemi virus Corona ini. Selain waspada penipuan cek Corona, penduduk juga harus bisa menerapkan waspada terhadap penyakit tersebut dengan melaksanakan hal-hal yang disarankan pemerintah untuk menekan penyebaran virus. Semoga artikel ini mampu memperbesar wawasan bagi kita yang sedang dilanda kecemasan ini. Tetap sehat ya!