0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Wajib Tahu! Penting Laba Yang Diperoleh Perusahaan Asuransi

Asuransi intinya yakni sebuah bisnis. Dimanapun bisnis tentunya mengharapkan profit atau keuntungan. Lantas bagaimana perusahaan asuransi mampu mengambil untung besar dari para nasabahnya?

Wajib Tahu! Ini Keuntungan yang Diperoleh Perusahaan Asuransi

Dewasa ini masyarakat telah makin paham akan pentingnya asuransi bagi perlindungan diri. Beragam jenis asuransi mulai dari kesehatan, pendidikan, perlindungan, kendaraan dan asuransi jiwa laris bagus dipasaran. Pada nasabah asuransi berharap bisa menerima sumbangan ekstra dari perusahaan terebut dengan imbal balik seminim mungkin.

Rata-rata nasabah mungkin hanya mengenali bahwa perusahaan asuransi mendapat untung dari ongkos administrasi yang disetor para nasabahnya setiap bulan.

Namun bayangkan berapa laba yang bisa diraup dengan biaya administrasi yang berkisar antara Rp 100 sampai 200 Ribu pertahun ini? Tentunya tidak banyak. Jangankan memberikan laba, ongkos operasional saja mungkin tidak bisa berjalan.

(Baca juga: Asuransi Bebas Riba, Inilah Beberapa Penyedia Asuransi Syariah)

Karena tidak bisa mengandalkan iuran nasabah semata, maka perusahaan asuransi mencari cara lain pastinya yang legal untuk menghasilkan keuntungan sehingga perusahaan mampu bertahan, mengeluarkan uang klaim besar yang mereka janjikan terhadap nasabah.

Perlu Anda tahu, setidaknya perusahaan asuransi mesti mempersiapkan nyaris dua kali lipat dari total premi yang dibayar nasabah asuransi jiwa. Tanpa perhitungan matang maka perusahaan tersebut cuma akan merugi karena duit yang ada hanya cukup untuk mengeluarkan uang klaim nasabah. Lantas bagaimana perusahaan asuransi mendapatkan keuntungan?

Keuntungan yang Diperoleh Perusahaan Asuransi

Nyatanya perusahaan yang berjanji memberikan uang pertanggungan meraih miliaran, tidak hanya mengandalkan dana premi para nasabahnya untuk mengganti klaim.

Mereka mendapatkan laba dengan memutar total premi nasabah yang dikumpulkan di banyak sekali investasi keuangan. Tentunya produk yang diseleksi jenis high risk, lantaran hanya investasi high risk yang juga mampu memberikan return tinggi. Ada dua cara yang umum dipakai perusahaan asuransi untuk menerima laba.

  • Menaikkan Premi

Pertama, ialah dengan menarik lebih banyak uang dari nasabah dengan cara memaksimalkan premi. Jumlah premi ini kemudian yang hendak diputar di banyak sekali instrumen investasi.

Perusahaan tersebut punya trik sendiri semoga tak terlihat menaikkan premi, salah satunya yaitu dengan menciptakan jenis asuransi berdasarkan tingkatan premi.

Coba Anda amati, pada sebuah industri asuransi untuk satu produk proteksi jiwa saja biasanya terbagi kedalam tiga atau jenis. Misalnya asuransi jiwa untuk perlindungan satu keluarga, individu atau anak saja.

Nah pengklasifikasian ini akan memaksa nasabah untuk menentukan premi yang mampu melindungi seluruh orang terdekat, dalam hal ini yakni keluarga.

Tentunya harga premi untuk satu keluarga ini amat besar, sehingga ongkos manajemen yang dibebankan tidak mengecewakan tinggi. Industri asuransi dapat mengambil untung dari celah ini. 

  • Menawarkan Premi Kelompok

Trik lain industri asuransi mendapat laba adalah dengan memberikan premi kelompok dalam jumlah besar dan premi lebih hemat biaya, dibanding pembelian asuransi secara individu.

Biasanya praktek semacam ini disediakan ke berbagai perusahaan dengan karyawan ratusan. Sehingga perusahaan bisa menerima premi yang lebih murah untuk para pekerjanya, tetapi berharap mendapatkan faedah besar.

Premi kelompok juga mampu menjadi pembeli jangka panjang, sehingga perusahaan asuransi bisa mendapatkan laba pasti untuk beberapa tahun. Salah satu asuransi dengan premi kalangan yakni asuransi FWD untuk karyawan dan asuransi kesehatan karyawan dari AIA Financial Indonesia.

  • Menciptakan Insurance Float

Insurance float yakni selisih antara premi yang dikumpulkan oleh perusahaan asuransi dengan klaim yang mesti dibayarkan pada nasabah. Mirip seperti laba, tetapi kalau laba perusahaan dijumlah tahunan, float dijumlah setiap bulan. Float ini kemudian akan dimanfaatkan untuk sejumlah investasi sektor lain demi meraih keuntungan komplemen.

Inudstri asuransi mampu menerima keuntungan besar berkali lipat dengan bagan insurance float ini. Namun klaim yang dijanjikan terhadap nasabah tidak ditambah. Artinya nasabah tidak mendapatkan keuntungan dari hasil premi yang merek bayar setiap bulan.

  • Investasi ke Produk Keuangan

Ini yaitu cara yang paling umum dipilih perusahaan asuransi di Indonesia. Perusahaan memasarkan asuransi melebihi nilai yang diharapkan. Kemudian perusahaan asuransi “meminjam” duit premi yang disetor para nasabahnya untuk lalu diinvestasikan ke berbagai produk keuangan mirip saham, retail, sukuk dan obligasi. 

Praktik meminjam uang nasabah ini pasti sangat menguntungkan. Karena industri asuransi dapat menyingkir dari “bunga”, yang umum dipraktekkan perbankan terhadap para debiturnya. Namun tentunya hal tersebut mesti dibalas dengan manfaat sepadan yaitu klaim yang tidak berbelit dan sesuai perjanjian.

Selain itu perusahaan asuransi yang masuk ke investasi keuangan besar, wajib mempunyai likuiditas yang mencukupi dan nilai aset jangka panjang. Agar dapat mengatasi aneka macam kerugian yang muncul akhir kerugian investasi. Tanpa likuiditas yang baik, industri asuransi memiliki potensi gagal bayar klaim dan mengalami kebangkrutan.

Itulah beberapa laba yang diperoleh perusahaan asuransi dari para nasabahnya. Kaprikornus, kalau Anda berpikir bahwa perusahaan asuransi tidak bisa untung, anda salah besar. Kepiawaian mereka mengorganisir dana dan mengembangkannya adalah kunci bagaimana perusahaan asuransi bisa terus bangkit, meningkat dan memiliki nasabah yang loyal.

Keuntungan Nasabah Perusahaan Asuransi

Asuransi ialah sebuah bisnis dimana semua bisnis haruslah menguntungkan kedua belah pihak dalam hal ini perusahaan asuransi dan nasabahnya. Karena itulah meski perusahaan asuransi berupaya meraup untung sebanyak mungkin dari para pemegang polis. Namun, mereka juga tetap menyediakan faedah sarat bagi para nasabah.

Tanggung jawab industri asuransi yaitu menentukan bahwa seluruh nasabah mendapatkan haknya ialah pertanggungan. Karena itu bila Anda masih berpikir bahwa asuransi cuma menguntungkan perusahaan saja Anda salah besar. Karena pada dasarnya asuransi ada untuk mengalihkan resiko finansial yang dialami tertanggung terhadap penanggung.

Ada beberapa keuntungan atau faedah yang mampu nasabah dapatkan dengan memilih asuransi yang sempurna, yakni:

  • Memberikan rasa kondusif

Saat berbelanja polis asuransi itu artinya Anda sedang melakukan kesepakatanpengalihan resiko dari Anda selaku tertanggung dan perusahaan asuransi sebagai penanggung.

Makara, dikala di era depan Anda mengalami kecelakaan atau terjebak tragedi yang menyebabkan menurunnya kesehatan, hilangnya jiwa dan harta benda resiko finansial yang muncul akibat hal tersebut menjadi tanggungan pihak asuransi. Anda Pun dapat menjalani hari-hari dengan perasaan lebih kondusif.

  • Membantu mengatur keuangan

Bagi mereka yang sulit menabung, mempunyai dana darurat yang mampu dipakai sewaktu-waktu adalah hal tidak mungkin. Dibutuhkan kiat khusus untuk memaksa diri menyisihkan pendapatan setiap bulannya. Sebab dana darurat ini sungguh penting untuk menutup kerugian saat kita tertimpa masalah keuangan.

Nah asuransi mampu menolong Anda mengontrol keuangan tersebut. Dengan premi yang dibayar setiap bulan, pertanggungan dari perusahaan asuransi ini mampu menjadi penyelamat saat Anda tertimpa petaka.

  • Sarana menabung

Tahukah Anda bahwa asuransi juga bisa kita jadikan sebagai sarana menabung? Beberapa jenis asuransi menyediakan nilai tunai yang mampu kita ambil sewaktu-waktu, jenis asuransi tersebut ialah whole life atau endowment dan unit link ialah asuransi yang juga menawarkan hasil investasi.

Asuransi endowment atau asuransi dwiguna yakni jenis asuransi jiwa dengan jaminan sumbangan jumlah dana pertanggungan pada ketika tertanggung meninggal dunia ketika masih dalam abad kala tertentu.

  • Jaminan dihari renta

Kehadiran asuransi juga mampu menyelamatkan hari renta kita dimana kita tak lagi produktif dan berpenghasilan. Dengan mengeluarkan uang premi dalam jangka waktu tertentu Anda bebas memilih apakah ingin mendapatkan pertanggungan secara bulanan atau sekaligus. Melalui asuransi anda menjajal menginvestasikan duit yang Ada agar mampu meningkat dan dicicipi sampai usia senja.

  • Menjamin aset terlindungi

Beberapa asuransi mirip asuransi kendaraan dan properti menawarkan jaminan pertolongan aset dan ganti rugi untuk kehilangan dan kerusakan. Sehingga seluruh aset yang Anda miliki mampu terjaga dengan baik. Aset-aset mirip lukisan dan barang seni yang lain juga bahkan mampu diasuransikan. Namun umumnya untuk jenis karya seni tertentu yang sangatlah mahal.

Cara Kerja Perusahaan Asuransi

Lantas bagaimana cara kerja perusahaan asuransi sampai mampu memperlihatkan faedah terhadap para tertanggung sekaligus mendampuk laba?

Umumnya, cara kerja perusahaan asuransi adalah dengan menginvestasikan hasil pembayaran premi para nasabah yang diputar di pasar keuangan, hasil keuntungan inilah yang dipakai untuk mengeluarkan uang premi. Secara umum begini cara kerja perusahaan asuransi dari mulai pengerjaan polis hingga santunan klaim.

1. Penawaran produk

Langkah pertama yang dilakukan perusahaan asuransi yaitu dengan memperlihatkan produk asuransi terhadap masyarakat, baik secara langsung melalui agen dan broker maupun secara daring dan media massa lain. Mereka akan mengenalkan produk dengan faedah yang dijamin. Biasanya info yang diberikan terhadap kandidat nasabahnya ialah selaku berikut:

  • Jenis produk.
  • Premi yang harus dibayar. 
  • Masa tertanggung asuransi. 
  • Tata cara pencairan klaim. 
  • Nilai klaim yang hendak didapat. 
  • Risiko yang ditanggung.

2. Perjanjian

Setelah sukses mendapatkan nasabah, perusahaan asuransi akan memberikan persetujuanantara kedua belah pihak, tertanggung dan penanggung.

Isi perjanjian ialah kewajiban penanggung mengeluarkan uang ganti rugi kepada risiko finansial yang dialami tertanggung, tetapi dengan syarat tertanggung membayar premi.

Perjanjian asuransi dibentuk dalam suatu dokumen yang diistilahkan sebagai polis asuransi atau kontrak asuransi. Polis inilah yang harus ada saat klaim diajukan oleh tertanggung. Isi persetujuan tersebut secara rincian antara lain:

  • Data pemegang polis

Data pemegang polis ialah hal utama yang memastikan bahwa Anda berhak mendapatkan pertanggungan dan tidak dapat diwakilkan oleh orang lain.

Biasanya di dalam polis berisi nama pemegang polis, nama tertanggung, jumlah premi, nama penerima faedah atau jago waris, jumlah pertanggungan, nama penerima faedah atau mahir waris berikut dengan uang pertanggungan yang diterima, saat mengalami risiko.

  • Manfaat yang ditawarkan

Pada sebuah polis juga terdapat rincian manfaat yang ditawarkan berikut pasal pengecualian, adalah hal-hal yang tidak ditanggung perusahaan asuransi. Biasanya manfaat yang disediakan dibagi kedalam dua jenis, ialah faedah utama dan manfaat suplemen (rider). Jika ingin mendapatkan faedah rider ada komplemen premi yang harus dibayar.

  • Pengajuan klaim

Di dalam polis juga terdapat informasi tentang tindakan pengajuan klaim. Jadi nasabah tidak butuhmenanyakan kembali kepada pihak perusahaan karena semua yaitu dalam buku polis.

3. Pembayaran premi

Langkah berikutnya dari cara kerja asuransi adalah sesudah polis ditandatangani, tertanggung harus sudah mulai membayar premi. Jumlahnya sudah disepakati kedua belah pihak dan tidak akan berganti sampai kurun persetujuanusia.

Biasanya ada perusahaan asuransi yang menerapkan periode tunggu, adalah waktu dimana kita belum mampu mengajukan klaim. Rata-rata abad tunggu nasabah gres yakni 30 hari.

4. Pembayaran klaim

Setelah tertanggung berkala membayar premi dan tertimpa musibah, saatnya pengajuan klaim. Jika tertanggung bisa melengkapi dokumen kriteria yang diharapkan maka pembayaran klaim bisa dilakukan. Umumnya perusahaan asuransi membutuhkan waktu hingga 7 hari kerja untuk pembayaran klaim kepada tertanggung.

Itulah cara kerja perusahaan asuransi dari mulai menawarkan produk hingga pembayaran klaim. Untuk memastikan klaim terang dibayarkan sebaiknya pilih perusahaan asuransi yang punya track record baik, likuiditas sehat dan tentunya terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Itulah beberapa keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan asuransi, telah tahu manfaatnya kan? Sekarang kau bisa ejekan asuransi dengan mudah di CekAja.com!