0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Wajib Nonton, Penting 5 Film Indonesia Terlaris Sepanjang Kala

Di tengah gempuran film-film luar negeri ke bioskop Indonesia, ternyata film-film bikinan anak negeri juga mendapatkan apresiasi yang tak sedikit dari para pencinta film di Tanah Air. Terbukti, beberapa film bisa menarik perhatian jutaan pasang mata sehingga menjadi film terbaik sepanjang era.

film indonesia dengan produksi termahal

Bulan Maret bisa jadi salah satu bulan yang ditunggu-tunggu oleh para pencinta film di Tanah Air. Sebab, di penghujung bulan ini, tepatnya tanggal 30 Maret, diperingati sebagai Hari Film Nasional.

Berbagai film menarik umumnya diputar ulang di aneka macam stasiun televisi. Bahkan komunitas-komunitas pencinta film juga menggelar acara nonton bareng film-film Indonesia yang telah usang tak muncul di layar beling guna memperingati hari film tersebut.

Dalam memperingati Hari Film Nasional itu, ada baiknya kita lihat lagi beberapa film Indonesia yang mampu dikatakan selaku film terlaris sepanjang kala. Kamu telah tonton semua atau belum? Yuk simak filmnya apa saja!

1. Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1

Kehadiran Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! seolah menjadi pengobat rindu para pencinta film Tanah Air dalam menyaksikan akting-akting konyol grup lawak legendaris Indonesia, trio Dono, Kasino, dan Indro.

Dirilis pada tahun 2016 di bawah buatan Falcon Pictures, film ini berhasil menyingkirkan film terlaris Indonesia sebelumnya. Yups, jumlah penonton film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 mencapai angka yang menakjubkan. Film ini sukses menggaet 6,8 juta penonton.

Menariknya, sebanyak 6,5 juta penonton sukses digaet oleh film yang sutradarai oleh Anggy Umbara ini cuma dalam 22 hari. Capaian total jumlah penonton ini sudah mengantarkan Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 selaku film Indonesia terlaris sepanjang kala sejauh ini.

Dilakoni oleh Abimana Aryasatya selaku Dono, Vino G. Bastian sebagai Kasino, dan Tora Sudiro selaku Indro, film ini mengajak penonton untuk mengikuti perjalanan tiga sekawan itu yang menjadi anggota CHIPS.

Membantu polisi dalam menuntaskan banyak sekali problem yang terjadi di masyarakat, ketiganya ditugaskan menanggulangi persoalan pembegalan yang tengah marak terjadi. Dalam melaksanakan tugas itu, Dono-Kasino-Indro pun dibantu oleh Sophie (Hannah Al Rashid), seorang anggota CHIPS cabang Perancis yang elok nan seksi.

Sebagaimana film Dono-Kasino-Indro biasanya, alih-alih membantu peran polisi, tiga sekawan ini justru malah menambah masalah. Sederet peristiwa yang mengguncang perut pun terus meningkat .

2. Dilan 1990

Diadaptasi dari novel karya Pidi Baiq berjudul Dilan: Dia yaitu Dilanku Tahun 1990, film Dilan 1990 bercerita perihal Dilan (Iqbaal Ramadhan) yang berupaya mendekati Milea (Vanesha Prescilla), siswi pindahan dari Jakarta.

Berlatar di Bandung pada tahun 1990, Dilan yang seorang panglima geng motor dengan percaya diri mendekati Milea dengan cara-cara yang tidak biasanya dilaksanakan seorang laki-laki kepada perempuan idamannya.

Hal-hal yang tidak disangka-sangka serta rayuan-rayuan Dilan telah menciptakan Milea penasaran hingga risikonya luluh dan jatuh cinta pada laki-laki ├óÔéČ┼ôaneh├óÔéČ┬Ł ini. Segenap pertentangan pun turut hadir dalam perjalanan korelasi mereka, mulai dari kedatangan pacar Milea dari Jakarta, kedatangan guru les privat Milea yang juga menaksirnya, sampai perang antar-geng yang melibatkan Dilan.

(Baca juga: Beda Jaket dan Motor Presiden Jokowi vs Dilan, Yuk Cek!)

Disutradari oleh Fajar Bustomi dan Pidi Baiq di bawah buatan Max Pictures, cerita ihwal manisnya dongeng cinta sampaumur yang disuguhkan film├é┬áDilan 1990├é┬ásudah turut ├óÔéČ┼ômeluluhkan├óÔéČ┬Ł penonton lintas generasi.

Tidak tanggung-tanggung, film yang dirilis pada 2018 ini telah sukses menggaet sebanyak 6,3 juta penonton. Jumlah penonton itu telah mengantarkan Dilan 1990 sebagai film Indonesia terlaris kedua sepanjang kurun hingga ketika ini.

3. Dilan 1991

Berselang setahun, sekuel dari Dilan 1990 pun dirilis. Ya, mengusung judul Dilan 1991, film kisah cinta Sekolah Menengan Atas antara Dilan (Iqbaal Ramadhan) dan Milea (Vanesha Prescilla) ini mulai hadir di bioskop Indonesia pada akhir Februari 2019.

Meski tak seintens pada film pertamanya, rayuan-rayuan gombal Dilan terhadap Milea pada film keduanya ini tetap membuat penonton luluh. Keduanya telah resmi berpacaran.

Di tengah relasi percintaan itu, konfilk pun tak luput hadir dalam cerita mereka. Sebagai panglima geng motor, Dilan kian menggila dengan gengnya sampai Milea melaksanakan pelarangan akan hal itu dengan bahaya putus. Kehadiran sejumlah huruf baru pun turut mewarnai konfilk dalam kisah Dilan 1991.

Kolaborasi sutradara Fajar Bustomi dan Pidi Baiq yang punya cerita begitu apik dalam menginterpretasikan novel menjadi film. Keduanya mampu membuat penonton generasi 90-an mengalami kilas balik akan manisnya kisah cinta kurun Sekolah Menengan Atas, yang masih berhubungan dengan generasi 2000-an.

Hal itu telah berhasil mengantarkan Dilan 1991 selaku film Indonesia terlaris ketiga sampai ketika ini dengan total jumlah penonton meraih 5,2 juta orang.

4. Laskar Pelangi

Meski dirilis pada 2008 lalu, hingga saat ini film Laskar Pelangi masih bertahan sebagai salah satu film Indonesia terlaris sepanjang masa. Disutradarai oleh Riri Riza, film ini diubahsuaikan dari novel dengan judul yang serupa karya Andrea Hirata.

Belatar di Pulau Belitung pada akhir tahun 1970, film Laskar Pelangi dimulai dengan harap-harap khawatir dua guru yang hebat beserta 9 orang calon murid gres di SD Muhammadiyah pada hari pembukaan kelas baru. Kedua guru itu ialah Bu Muslimah (Cut Mini) dan Pak Harfan (Ikranagara).

Mereka cemas karena sekolah akan ditutup jikalau murid yang mendaftar tidak mencapai 10 orang. Kehadiran Harun, murid ke-10 yang istimewa, memecah ketidakpuasan itu. Nama Laskar Pelangi disematkan oleh Bu Muslimah kepada 10 murid tersebut. Dari sini, cerita yang merepotkan untuk dilupakan pun bermula.

Kehadiran film Laskar Pelangi berhasil menjamah dan memberi inspirasi banyak orang untuk menggapai apa yang dicita-citakan. Menampilkan situasi alam Belitung yang indah serta kuatnya semangat dan persahabatan Laskar Pelangi, film ini bisa menggaet 4,7 juta pasang mata. Capaian jumlah penonton ini mengirimkan film Laskar Pelangi sebagai film Indonesia terlaris keempat sepanjang abad sejauh ini.

5. Habibie & Ainun

Habibie (Reza Rahardian) yang berkuliah di Jerman kembali ke Indonesia. Di Bandung, dia bertemu dengan sahabat SMP-nya Ainun (Bunga Citra Lestari). Mereka saling jatuh cinta kemudian menikah.

Ainun pun menemani Habibie melanjutkan hidupnya di Jerman. Habibie ialah seorang ahli pesawat terbang, sedangkan Ainun yakni seorang dokter muda yang pandai.

Kisah cinta mereka pun tak berjalan mulus. Banyak rintangan yang mesti dihadapi di perjalanan hingga ajal memisahkan mereka.

(Baca juga: Mengenal Sineas Lokal Dibalik Kebangkitan Film Indonesia)

Sutradara Faozan Rizal mampu meramu cerita cinta sejati Presiden Indonesia yang ketiga ini ke dalam film yang begitu menjamah. Dirilis pada tahun 2012, film di bawah bikinan MD Pictures ini sudah ditonton oleh 4,5 juta pasang mata. Jumlah itu menciptakan film Habibie & Ainun masuk ke dalam daftar film Indonesia terlaris sepanjang kurun di urutan kelima sejauh ini.

Itu beliau lima film Indonesia terlaris sepanjang era. Apa kamu sudah menonton seluruhnya? Mumpung pemerintah masih menganjurkan semoga kita tetap #DiRumahAja sampai tornado Corona mereda, gunakan kartu kredit untuk menonton film-film tersebut secara online di sejumlah aplikasi dan layanan pemutar film yang ada di Indonesia.

Pilih dan usikan kartu kredit sesuai kebutuhan kau melalui CekAja.com, kini juga!.