0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Virus Corona Penyebab Resesi Dunia? Penting Kata Imf

Seperti yang kita pahami, semenjak Covid-19 muncul di Wuhan, China, virus ini menciptakan setidaknya perekonomian China terhenti, terlebih mereka juga menerapkan lockdown secara nasional. Tidak usang kemudian, virus ini menyebar sampai ke beberapa negara mirip ke Korea Selatan, Iran, Italia, Malaysia, hingga Indonesia, yang membuat perekonomiannya juga ikut frustasi. Bahkan, banyak pertimbangan bahwa virus corona penyebab resesi dunia.

resesi ekonomi karena corona

Apa Itu Resesi?

Bagi kau yang masih awam dengan istilah resesi mungkin akan galau. Nah, dalam ilmu ekonomi makro resesi atau kemerosotan merupakan keadaan dikala produk domestik bruto (GDP) menurun, atau juga bisa disebut kemajuan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun.

Selain itu, resesi juga mampu menimbulkan penurunan secara simultan pada seluruh acara ekonomi mirip lapangan kerja, investasi, dan laba perusahaan. Resesi bahkan sering diasosiasikan dengan turunnya harga-harga (deflasi), atau sebaliknya, memajukan harga-harga secara tajam (inflasi), dan dalam proses yang yang diketahui selaku stagflasi.

Apakah dunia yang saat ini sedang dilanda petaka berupa pandemi corona, juga bisa memengaruhi terjadinya resesi di dunia? Ini kata IMF atau International Monetary Fund.

Seperti yang dilansir wartaekonomi.co.id, Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF), menyatakan penyebaran Covid-19 atau virus corona di sejumlah negara, telah mendorong ekonomi global ke dalam resesi.

Apakah Setiap Pandemi, Mengakibatkan Resesi?

Kenyataannya, resesi dunia ternyata tidak hanya terjadi ketika ini, yaitu ketika virus corona muncul dan menjadi pandemi di seluruh dunia. Pasalnya, hubungan antara virus dan resesi ekonomi sudah terjadi berulang kali.

Bahkan, dilansir dari laman katadata.com, Lembaga riset nirlaba asal AS, National Bureau of Economic Research pernah melaksanakan studi, di mana mereka mendapatkan paling tidak ada dua insiden flu, yang berakhir dengan kejatuhan kondisi ekonomi.

(Baca Juga: Imbas Corona, Walt Disney Rumahkan Karyawan Sebanyak 43.000)

2 Pandemi ini Pernah Menyerang Dunia

Wabah yang menjadi pandemi pertama ialah Flu Rusia pada 1889-1890, di mana pandemi ini memakan korban hingga satu juta orang, secara global. Flu yang pertama kali didapatkan di Saint Petersburg ini pribadi menginfeksi banyak orang, dan menimbulkan resesi pada kawasan itu.

Wabah yang kedua yaitu pandemi flu Spanyol yang terjadi pada 1918. Di mana flu ini terjadi pada simpulan Perang Dunia I, dan sebelum resesi kembar pada 1918-1919 dan 1920-1921.

Meski begitu, ternyata tidak semua wabah menjadikan resesi. Pasalnya, di tahun 2002-2003, wabah SARS juga pernah muncul di Tiongkok, dan Hongkong. Namun, wabah tersebut tidak sampai membuat ekonomi global kolaps.

Bahkan, dilansir katadata.com, laman Observer.com menuliskan bahwa kepanikan sebab virus sungguh menular, hingga mematikan , dimana hal tersebut cenderung mendorong ketidakstabilan ekonomi. Nah, di tahun ini, pandemi corona yang menyerang sejumlah negara menciptakan cemas orangnya, terlebih terkait ekonomi.

Sehingga, negara-negara harus menyikapi dengan pengeluaran stimulus yang sungguh besar untuk menghindari kebangkrutan dan gagal bayar utang.

Selain itu, Direktur Pelaksana IMF, adalah Kristalina Georgieva mengatakan, negara-negara meningkat mungkin akan membutuhkan setidaknya USD2,5 triliun untuk melalui krisis, hingga dipakai sebagai cadangan internal setiap negara.

Dunia sendiri juga pernah mengalami resesi global, yang terjadi pada tahun 2009. Bahkan, resesi 2009 tidak lebih jelek dari resesi yang terjadi di tahun ini.

Untuk jangka waktu pemulihannya sendiri, krisis balasan virus corona mungkin akan lebih lama, atau setidaknya pada 2021, dibandingkan krisis keuangan global pada 2008-2009 kemudian.

Apa Dampaknya Terutama bagi Negara Berkembang?

Kondisi terburuk memang masih belum terjadi bagi banyak negara berkembang, namun mereka menderita. Hal tersebut dikarenakan arus modal keluar, berkurangnya permintaan untuk ekspor mereka dan penurunan tajam dalam harga komoditas.

Apa Langkah IMF di Tengah Pandemi Corona Saat ini?

Seperti yang diketahui, bahwa lembaga dunia seperti IMF dan Bank Dunia, ialah forum yang memang diciptakan untuk menolong para negara, yang sedang mengalami krisis atau bencana. Sehingga, hingga sejauh ini, sudah ada 81 negara yang sudah meminta atau mengajukan pertanyaan perihal pembiayaan darurat dari IMF.

81 negara tersebut di antaranya, 50 negara berpenghasilan rendah, dan 31 negara berpenghasilan menengah, termasuk Pakistan, Ghana, Iran, dan Kirgistan. Di mana 4 negara tersebut juga merupakan negara yang diberikan bantuan pertama.

Selain itu, IMF juga telah memfokuskan upaya pada serta langkah yang bisa dilakukan dengan segera. Salah satunya terkait penggandaan pembiayaan darurat menjadi USD100 miliar dan penciptaan akomodasi likuiditas jangka pendek baru.

(Baca Juga: Inspiratif, Ini 5 Miliuner Dunia Paling Banyak Berdonasi Atasi Corona)

Apakah Ada Nilai Positif dari Terjadinya Resesi?

Dihimpun TheBalance.com, dari katadata.com, tidak semua hal berpengaruh negatif, tetapi dari terjadinya resesi ini setidaknya ada satu dampak aktual, adalah mampu menyembuhkan inflasi.

Di mana pemerintah dan politisi akan memfokuskan sebuah budget dan belanja negara untuk merangsang ekonomi. Kebijakan tersebut bisa lewat penurunan pajak, meningkatkan pemberian atau program sosial, dan mengabaikan defisit anggaran.

Tidak cuma itu, imbas dari resesi yang lain yakni setiap negara memiliki pembelajaran utama, yakni resesi senantiasa dibarengi dengan pemulihan yang cukup besar atau rebound di pasar saham.

Sehingga, bagi para pelaku pasar, bekerjsama tidak mampu diam merenungi nasib alasannya harga saham turun. Justru ketika ini merupakan peluang bagi mereka untuk mengatur ulang portofolio, biar mampu menjangkau rebound cepat dan kuat.

Bahkan, Otoritas Jasa Keuangan menghimbau masyarakat tidak perlu khawatir, mengingat fundamental ekonomi Indonesia masih terbilang bagus.

Nah, bicara soal saham atau investasi, bagi kau yang masih ingin mencoba berinvestasi, tidak ada salahnya loh. Intinya, kau jangan mudah terpengaruh kondisi pasar, menyaksikan ketepatan waktu berinvestasi, sampai lakukan investasi secara terjadwal.

Untuk mendapatkan info terkait produk-produk investasi, yang mampu kau pilih seperti reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain, kamu bisa pribadi kunjungi situs CekAja.com.

[widg-inv]