0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Untung Rugi Bisnis Perbankan Kartu Kredit Dikala Corona

Pandemi Covid-19 yang sudah berkembang di Indonesia semenjak permulaan Maret lalu menimbulkan keadaan ekonomi goyang, utamanya ketika sejumlah kota besar mirip Jakarta memberlakukan PSBB (Pembatasan sosial berskala besar) yang memaksa masyarakat harus berguru, bekerja dan beraktifitas dari rumah.

Untung Rugi Bisnis Perbankan Kartu Kredit Saat Corona

Aturan ini mau tidak mau menciptakan sejumlah bisnis menghentikan produksinya. Bagi perusahaan besar dengan keuangan kuat, merumahkan karyawan sementara jadi opsi mereka. Sementara untuk usaha kecil rata-rata menetapkan untuk menutup perjuangan demi menghindari kerugian yang lebih besar.

Berbagai sektor bisnis mulai dari retail, pusat perbelanjaan, properti, pola hidup, sampai perbankan dan produk keuangannya pun terdampak secara pribadi. Pengurangan jam kerja dan melemahnya daya beli masyarakat menciptakan keuntungan menyusut bahkan nyaris merugi.

(Baca juga: Membeli Kebutuhan Saat Corona dengan Kartu Kredit)

Salah satu yang kini jadi sentra perhatian ialah bisnis perbankan kartu kredit. Baru-baru ini Bank Indonesia menciptakan kebijakan yang cukup mengguncang, adalah dengan menurunkan suku bunga kartu kredit mulai dari suku bunga pertolongan sampai denda keterlambatan.

Penurunan Bunga Kartu Kredit oleh BI

Pemerintah menerangkan bahwa kebijakan menurunkan suku bunga kartu kredit yakni bab dari upaya mereka menjaga pasar biar tetap konsumtif di tengah pandemi Corona yang membuat sejumlah kelompok lebih menentukan “saving” dibanding belanja.

Ada beberapa poin penting yang ada dalam keputusan BI terkait penurunan bunga kartu kredit yaitu:

  • Penurunan suku bunga kredit menjadi 2% perbulan, yang semula 2,5%
  • Penurunan minimum pembayaran menjadi 5% perbulan, yang semula 10%
  • Penurunan denda keterlambatan menjadi 1% perbulan, yang semula 3%
  • Perpanjangan jangka waktu pembayaran

Aturan ini terhitung berlaku mulai Mei 2020 dan rampung pada Desember 2020, dan akan melalui kajian lebih lanjut. Pemerintah berharap kebijakan ini dapat menghemat beban bagi para pemegang kartu kredit yang berpengaruh secara pribadi oleh Covid-19. Sehingga tidak mengganti drastik teladan konsumsi yang umum mereka kerjakan dengan begitu bisnis kartu kredit tetap menjanjikan.

Meski kebijakan ini diperlukan mampu menjadi stimulus di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang lesu. Namun berdasarkan sebagian besar kalangan kebijakan ini belum pro untuk kelompok menengah yang jarang memakai kartu kredit dalam belanja harian.

Tak heran bila masih banyak kalangan pesimis bahwa kebijakan penurunan suku bunga ini bakal berimbas aktual pada bisnis perbankan kartu kredit. Sebaliknya, justru bisa menciptakan kerugian baru bagi industri perbankan sebab profit yang terus menurun.

Untung Rugi Bisnis Perbankan Kartu Kredit Saat Corona

Aturan penurunan suku bunga dukungan kartu kredit menguras perhatian banyak kelompok. Sebagian besar menganggap aturan ini terlalu terburu-buru, sementara ada pendapat lain yang menyampaikan bahwa stimulus ini justru bisa menjadi boomerang yang mematikan usaha perbankan.

Kabar penurunan suku bunga kartu kredit memang disambut bangga oleh nasabah, tetapi tidak bagi perbankan. Sebab ada sejumlah implikasi negatif yang kemungkinan timbul akibat kebijakan ini. Meskipun tetap ada kemungkinan menunjukkan efek kasatmata untuk industri keuangan.

Sejumlah keuntungan yang bisa didapat bisnis perbankan kartu kredit dikala pandemi Corona yakni perbankan dapat diuntungkan alasannya di tengah krisis Covid-19 ini, NPL dari sisi kartu kredit ini akan mampu berkurang karena beban suku bunga yang makin kecil.

Selain itu ada kemungkinan transaksi akan sedikit meningkat, alasannya adalah bunga yang ditetapkan rendah utamanya transaksi belanja keperluan domestik terkait Corona.

Diharapkan dengan adanya stimulus ini, pemegang kartu kredit tidak ragu untuk bertambah banyak melakukan transaksi, mulai dari mengeluarkan uang tagihan bulanan, belanja bulanan bahkan kepemilikan barang mewah.

Pelonggaran Kartu Kredit

Namun berdasarkan Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) kebijakan Bank Indonesia terkait pelonggaran kartu kredit justru mampu mematikan bisnis perbankan pelan-pelan.

Sebab aturan ini mampu menciptakan Sebab bisnis perbankan kartu kredit sulit meraih double digit pada tahun ini. Tanpa adanya penurunan suku bunga saja, industri kartu kredit belum tampakmengalami peningkatan memiliki arti. Kebijakan ini bakal membuat pasar perbankan yang mengeluarkan kartu kredit lesu.

Ketua AKKI Steve Martha memastikan jika bisnis perbankan kartu kredit ketika ini terus mengalami perlambatan seiring dengan kian merebaknya virus Corona di Indonesia. Perlambatan ini bukan hanya karena kebijakan bunga saja namun juga bagaimana nasabah dan masyarakat menggunakan kartu kredit.

Berikut yakni beberapa kerugian bisnis perbankan kartu kredit ketika pandemi corona terjadi:

1. Tidak ada Nasabah Baru

Kerugian paling aktual dari adanya pandemi corona adalah perbankan mustahil mencapai sasaran jumlah nasabah baru hingga tamat tahun ini. Kemungkinan besar tidak ada apply untuk kurun waktu ketika ini, alasannya penduduk fokus untuk melaksanakan saving demi menjaga keadaan ekonomi di era mendatang.

Hilangnya target nasabah baru, artinya perbankan mesti mempertimbangkan ulang mengenai taktik bagaimana meraup laba yang besar di tengah wabah yang kian meluas tidak hanya di kota besar melainkan telah merasuk ke banyak sekali desa kecil di Indonesia.

Tidak bijak pula bagi perbankan untuk menggelontorkan biaya besar demi membuat stimulus hadirnya nasabah baru, padahal pendapatan nasabah juga mampu jadi tengah menyusut. Bukan tidak mungkin gelombang penutupan kartu kredit akan segera bermunculan mengingat kian banyak orang berpenghasilan tidak tetap.

2. Berkurangnya Transaksi Nasabah

Sementara itu dari sisi transaksi juga penggunaannya berkurang terutama untuk pemakaian limit besar yang umum dilakukan para nasabah yang melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri. Padahal dari sisi ini lazimnya perbankan mendapatkan margin laba yang cukup besar.

Transaksi belanja, tarik tunai dan bahkan cicilan diprediksi bakal berkurang sebab masyarakat mulai menghemat ongkos konsumtifnya demi mempertahankan keuangan keluarga tetap stabil. Padahal dari ongkos tarik tunai dan bantuan bank bisa mendapatkan 2-3% laba setiap transaksi yang dilakukan nasabah.

Memang kini banyak nasabah menggunakan kartu kredit untuk belanja keperluan domestik secara online. Namun jumlahnya tidak besar, lagi pula para pemilik kartu kredit pun berupaya menekan pengeluaran supaya tagihan kartu kreditnya tidak membengkak yang dapat menyulitkan keuangan mereka di periode pandemi Corona ini.

3. Margin Kartu Kredit yang Semakin Terbatas

Ekonom PT Bank Permata Josua Pardede memprediksi bahwa pemangkasan bunga kredit dapat makin menekan rasio kredit memiliki masalah atau Non Performing Loan (NPL) perbankan di tengah kondisi pelemahan ekonomi.

Penurunan suku bunga kartu kredit akan membuat perbankan kehilangan salah satu takaran pemasukannya alasannya margin kartu kredit yang semakin terbatas. Tentunya perbankan tanah air telah mengetahui dan memahami betul berbagai resiko yang muncul terhadap bisnis kartu kredit selama wabah Corona berlangsung.

Itulah beberapa untung rugi bisnis perbankan kartu kredit ditengah pandemic Corona dikala ini. Jika tidak mau terus tergerus maka perbankan wajib mempunyai solusi atau plan gres biar mampu tetap menciptakan keuntungan di tengah lesunya pasar.

Keuntungan Kartu Kredit untuk Pengusaha

Saat pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan gelombang PHK tak mampu disingkirkan terutama bagi industri kecil dan menengah yang masih mengandalkan laba jangka pendek.

Ada Pula yang masih bertahan dengan mencari pemberian semoga bisnis tetap berputar. Namun tidak banyak yang tahu bahwa kartu kredit dapat digunakan para pengusaha untuk menerima dana segar yang dibutuhkan.

Memang kartu kredit identik dengan pola hidup yang konsumtif alasannya lebih banyak digunakan untuk transaksi belanja. Tapi jikalau cerdik mengorganisir keuangan sesungguhnya kartu kredit mampu menjadi penyelamat saat kita terdesak, khususnya bagi para pengusaha dengan resiko besar.

Berikut ialah beberapa laba dari kartu kredit yang dapat dinikmati oleh para usahawan, di tengah lesunya bisnis akhir virus Corona.

  • Kemudahan pengajuan KTA

Kredit Tanpa Agunan (KTA) memang menjadi santunan favorit para pengusaha kecil dan menengah, alasannya adalah tidak ada permintaan untuk mempunyai jaminan atau agunan untuk mendapatkan sejumlah pinjaman.

Selain pengajuan yang gampang, KTA terkenal alasannya adalah jumlah sumbangan yang dapat diajukan cukup besar dengan tenor panjang. Nah salah satu kriteria untuk menerima tunjangan KTA ini yakni punya riwayat penggunaan kartu kredit setidaknya selama tiga bulan terakhir.

  • Transaksi keluar negeri lebih mudah

Seperti kita tahu sejak PSBB berjalan ada banyak pabrik bahan baku yang tutup, libur atau bahkan bangkrut. Hal ini acap kali menjadi kendala bagi para pebisnis kecil dan menengah untuk terus memproduksi barangnya.

Nah, ada alternatif lain untuk menerima materi baku yakni dengan membelinya dari mancanegara, dan transaksi yang dikerjakan lazimnya menggunakan kartu kredit

Selain memesan bahan baku, Anda juga bisa meng perluasan bisnis ke skala global lewat e-commerce, dan lagi-lagi kartu kredit diperlukan untuk membuat sejumlah akun pembayaran online mirip paypal.

  • Pengeluaran yang terukur

Saat kondisi ekonomi yang terus memburuk, tentunya kita mesti kian pilih-pilih mengeluarkan dana. Penggunaan kartu kredit untuk setiap transaksi bisnis dapat membantu mengendalikan pengeluaran agar lebih terukur.

Anda mampu memeriksa konsumsi bulanan untuk bisnis lewat e-statement yang dikirim melalui email dan dalam bentuk fisik ke rumah Anda. E-statement ini yakni riwayat transaksi kartu kredit selama satu bulan terakhir.

  • Menjadi bukti riwayat kredit

Jika Anda memerlukan bantuan dalam jumlah banyak, ada dua jenis kredit yang mampu dipilih adalah KTA dan Multiguna. Pinjaman multiguna ini cuma bisa didapat jika Anda mempunyai jaminan yang seimbang dengan jumlah kredit yang diajukan.

Nah jikalau Anda tak mempunyai barang berharga yang layak dijaminkan makan KTA jadi pilihan utama. Namun menerima bantuan KTA juga tidak mudah, salah satu barometer penilaian bank untuk menerima atau menolak pengajuan KTA yaitu riwayat kartu kredit.

Jika Anda tergolong nasabah yang aktif menggunakan kartu kredit, tidak pernah menunggak cicilan maka kemungkinan besar akan jadi usulanbank mendapatkan pinjaman.

Riwayat kartu kredit yang jelek tentu akan jadi masukan untuk bank menolak pinjaman Anda, sebab tergolong nasabah yang berisiko mengalami kredit macet.

Itulah beberapa keuntungan penggunaan kartu kredit untuk usaha Anda. Ditengah era pandemi Corona yang makin tidak menentu ini kita harus bijak mengurus keuangan.

Kartu kredit yang identik dengan gaya hidup konsumtif justru mampu jadi juru selamat saat Anda membutuhkan dana segar baik untuk menyambung hidup maupun memutar roda bisnis. Percayakan memilih kartu kredit yang tepat untuk anda hanya di Cekaja.com, mempunyai teknologi yang mutakhir dan sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tentunya menunjukkan anda kenyamanan dan keamanan. Tunggu apa lagi, secepatnya olok-olokan kartu kredit di Cekaja.com