0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Tren Industri Otomotif Ketika Corona Menurun? Penting Kebijakan Pemerintah

Wabah virus corona nyatanya tidak cuma mempunyai pengaruh pada kehidupan sosial masyarakat saja, namun juga berdampak pada industri otomotif. Di Indonesia sendiri, tren industri otomotif dikala corona mengalami penurunan.

tren industri otomotif saat corona

Indonesia sejatinya setiap tahun memiliki sasaran penjualan sebanyak 1 juta unit, tetapi rasanya sekarang harus terputus. Lantas, apa saja yang menjadi penyebab menurunnya tren industri otomotif dikala corona?

Berikut ulasan yang sudah CekAja.com rangkum khusus untuk kamu. Simak gotong royong, yuk!

Tren Industri Otomotif saat Corona

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, alasannya adanya wabah virus corona, tren industri otomotif mengalami penurunan.

Salah satu faktornya ialah alasannya orang-orang sedang sibuk mengkarantina diri untuk menghentikan persebaran virus Covid – 19.

Maka dari itu, fokus dan minat orang-orang kepada pembelian otomotif berkurang.

Penyebab penurunan yang lain yakni terletak pada suku cadang. Seperti yang diketahui, bahwa tidak ada produsen otomotif yang memproduksi seluruhnya sendiri, mulai dari materi baku sampai suku cadangnya.

Dalam memproduksi otomotif, semua produsen saling bergantung dalam suatu tata cara rantai pasok global. Di Indonesia sendiri, untuk suku cadang rata-rata mengimpor dari negara-negara yang memproduksi materi baku dan suku cadang seperti China.

Sedangkan, beberapa pabrik otomotif di China terlihat masih belum beroperasi sampai ketika ini. Hal tersebut dikarenakan kebijakan pemerintah China yang memerintah seluruh pengusaha di China untuk tetap tutup sesudah libur tahunan.

Kebijakan itu dibentuk dengan tujuan untuk membendung penyebaran virus Covid – 19, yang mulanya timbul di Negeri Tirai Bambu ini.

Tutupnya beberapa pabrik otomotif di China, tentu sungguh mengusik rantai pasok global dan industri otomotif global secara khusus.

Hal itu terlihat dari banyaknya pembuat mobil yang kini terancam kekurangan sparepart. Sebab, keadaan China dikala ini sungguh mempengaruhi perekonomian global.

Melansir otomotif.bisnis.vom, perekonomian China sendiri sekarang mencapai 17 sampai 18 persen, mirip yang dikatakan oleh Yohannes Nangoi sebagaiKetua Umum Gaikindo.

(Baca Juga: Biar Dompet Gak Boncos di Musim Corona, Tinggalkan 5 Kebiasaan Ini)

Kebijakan Pemerintah Indonesia Menangani Tren Otomotif saat Ini

Minimnya pasokan suku cadang dari negara penyuplai karena wabah virus Corona, pasti sungguh mengganggu buatan otomotif. Terlebih, hal itu juga akan berefek pada menjulangnya harga sparepart.

Jika harga suku cadang telah melambung, maka beban ongkos sparepart tersebut dimasukkan ke dalam harga final kendaraan. Dan sudah niscaya hal tersebut akan menjadi beban pelanggan nantinya dikala berbelanja sebuah kendaraan.

Nah, untuk menanggulangi hal semacam itu, pemerintah telah berupaya untuk melaksanakan relaksasi pajak di bidang manufaktur, di antaranya adalah relaksasi Pajak Penghasilan Pasal 21 (Pph Pasal 21), relaksasi Pajak Penghasilan Pasal 22 Impor (PPh Pasal 22 Impor), relaksasi Pajak Penghasilan Pasal 25 (PPh Pasal 25) dan relaksasi restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Adanya kebijakan relaksasi pajak memang sengaja ditujukan, untuk mempermudah industri domestik dalam mencari bahan baku ke negara-negara lainnya, sesuai dengan keperluan operasional masing-masing.

Oleh alasannya itu, relaksasi pajak tersebut rencananya akan diberlakukan selama enam bulan.

Namun tidak cuma itu, pemerintah juga akan melindungi industri otomotif dalam negeri, khususnya produsen untuk kendaraan komersial dengan cara tidak memperlihatkan izin masuk untuk impor truk-truk bekas ke pasar domestik.

Optimisme Menteri Perindustrian terkait Industri Otomotif

Dari semua aspek melemahnya tren industri otomotif saat corona, Agus Gumiwang Kartasasmita selaku Menteri Perindustrian menegaskan bahwa peningkatan kinerja industri otomotif nasional tetap mesti berjalan demi pembangunan ekonomi nasional.

Salah satu caranya ialah lewat program Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC). Acara yang diselenggarakan pada 5-8 Maret 2020 kemudian ialah bazar otomotif yang digelar setiap dua tahun sekali.

Melalui program ini, asosiasi industri otomotif Indonesia berharap mampu membangkitkan industri otomotif nasional di segmen komersial yang sempat menurun pada 2019.

Begitu pula yang diharapkan Menteri Agus Gumiwang, di mana industri otomotif untuk tahun ini mampu mencapai pertumbuhan sebesar 6 persen dibandingan tahun kemudian.

Pasalnya, kendaraan komersial saat ini sungguh menjanjikan, khususnya kendaraan berjenis bus, truk dan pick up.

Jika menyaksikan data tahun 2019, jenis kendaraan tersebut telah berhasil terjual di pasar domestik sebanyak 232 ribu unit dari total bikinan sebesar 241 ribu unit.

Maka dari itu, meski Indonesia tengah berada di dalam wabah virus corona, tetapi Menteri Agus Gumiwang percaya bahwa industri otomotif mempunyai peluangyang besar dan mampu menekan defisit neraca perdagangan lewat peningkatan ekspor.

Acara GIICOMVEC dianggap sebagai momentum yang sempurna dan ajang untuk memperlihatkan akidah diri para pelaku industri nasional. Lebih dari itu, acara ini juga dinilai mampu menolong memajukan perekonomian Indonesia dari sektor otomotif.

(Baca Juga: Mengapa Rupiah Melemah dikala Wabah Corona? Ini Jawabannya!)

Namun perlu diingat, bahwa peningkatan perekonomian Indonesia dari sektor otomotif akan terjadi jika daya beli masyarakatnya kembali seperti semula sebelum adanya wabah virus corona.

Maka dari itu, hal pertama yang wajib kau kerjakan adalah dengan menerapkan kebijakan pemerintah yaitu social distancing.

Di mana, untuk saat ini kau sebaiknya melaksanakan semua kegiatan di rumah, kalau tidak ada kebutuhan mendesak yang mesti dilaksanakan di luar rumah.

Kebijakan tersebut bertujuan untuk mempertahankan kesehatan masyarakat Indonesia. Lebih dari itu, alangkah baiknya jika kau juga melindungi diri dengan asuransi kesehatan.

Kamu tidak perlu cemas kalau belum memilikinya, sebab kau mampu mengajukannya dengan gampang dan cepat cuma di CekAja.com. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, usikan kini!