0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Toxic Relationship: Pemahaman, Ciri Dan Solusinya Yang Wajib Diketahui

Toxic relationship atau hubungan yang tidak sehat, rasanya sudah menjadi kalimat yang tidak lagi ajaib didengar. Pasalnya, ketika ini banyak sekali pasangan yang terlihat memperlihatkan kasih sayangnya, dengan cara memperlihatkan perhatian lebih dan menertibkan aktivitas pasangannya, namun berujung pada sifat posesif yang bahwasanya itu yakni tanda, bahwa pasangan tersebut berada pada toxic relationship.

Toxic Relationship: Pengertian, Ciri dan Solusinya yang Wajib Diketahui

Terkadang, membedakan toxic relationship dengan rasa sayang ikhlas, memang sedikit susah. Terlebih, kalau kau dan pasangan sudah menjalani korelasi yang cukup usang, sekitar hitungan bulan atau tahun, maka perbedaan antara rasa sayang ikhlas dan toxic relationship, sudah tidak lagi terlihat jelas.

Lantas, apa bahu-membahu toxic relationship? Lalu apa saja ciri-ciri dan solusi untuk keluar dari bulat toxic relationship? Di peluang kali ini, CekAja.com akan mengulasnya secara lengkap satu persatu khusus untuk kamu. Yuk, simak bersama-sama!

Pengertian Toxic Relationship

Pengertian Toxic Relationship

Hal pertama yang akan dibahas tentang toxic relationship yakni pengertiannya. Yang mana, ungkapan ini sejatinya merujuk pada suatu kekerabatan tidak sehat, yang ditunjukkan dengan beberapa perilaku “menyimpang”, yang mampu merusak keadaan fisik dan menyakiti perasaan diri sendiri maupun pasangan.

Maka dari itu, hubungan yang berada dalam lingkaran toxic relationship, lazimnya didominasi oleh perasaan cemburu dan rasa memiliki yang berlebihan, hingga perasaan senantiasa direndahkan yang balasannya berujung pada kekerasan, baik kekerasan ekspresi, fisik maupun psikologis.

Padahal, suatu hubungan seharusnya berlangsung dengan baik, yang ditandai dengan sikap-perilaku sehat, mirip saling menghormati, perhatian, menunjukkan rasa kasih sayang, menerima kelemahan dan keunggulan masing-masing pasangan dan lain sebagainya.

(Baca Juga: 10 Cara Buat Hubungan Cinta Makin Dalam)

9 Ciri Toxic Relationship

9 Ciri Toxic Relationship

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, bahwa pasangan yang berada dalam korelasi toxic relationship lazimnya tidak mengenali, kalau dirinya sedang menjalani relasi yang tidak sehat.

Hal tersebut umumnya disebabkan oleh lamanya relasi yang telah dijalani. Namun, bahu-membahu kamu bisa menyadari bahwa sebuah kekerabatan sudah tidak sehat, dengan mengenali sembilan ciri toxic relationship yang di antaranya, yaitu:

1. Rasa cemburu yang berlebihan

Rasa cemburu yang berlebihan menjadi salah satu penyebab utama, timbulnya relasi yang tidak sehat. Pasalnya, jika sebuah relasi telah dinodai dengan rasa cemburu yang berlebihan, maka beberapa sikap irasional satu persatu akan muncul.

Mulai dari melacak eksistensi pasangan, meretas akun media sosial dan email pasangan, menciptakan jam malam, melarang pasangan untuk beraktivitas dengan lawan jenis, dan hal-hal lainya yang ujungnya menyebabkan sifat posesif.

2. Mengungkit kesalahan pasangan

Ciri korelasi yang tidak sehat berikutnya ialah mengungkit kesalahan pasangan. Hal ini menjadi hal yang sangat fatal, alasannya dapat memicu perdebatan antara kau dan pasangan. Sehingga, hubungan yang awalnya baik-baik saja, menjelma korelasi yang sarat dengan amarah dan rasa kecewa.

Alangkah lebih baik, kalau terjadi suatu persoalan dalam kekerabatan, kau dan pasangan membicarakannya secara baik-baik, untuk mendapatkan solusi dari problem tersebut. Dengan begitu, kamu dan pasangan akan saling memaafkan dan kekerabatan pun akan kembali baik mirip sedia abad.

3. Selalu dipandang serba kekurangan

Siapa di antara kau yang bahagia dipandang serba kekurangan oleh pasangan? Rasanya tidak ada. Setiap orang telah niscaya ingin dilihat sebagai sosok yang tepat di mata pasangannya. Namun, kalau kamu tidak menerima itu dari pasangan, maka relasi pun tidak akan berjalan baik.

Sebab, orang yang tidak pernah merasa puas dan selalu merasa kekurangan atas apa yang dimiliki pasanganya, akan selalu menuntutmu untuk melaksanakan hal lebih untuk menandakan, bahwa kau memenuhi ekspektasinya dan pantas untuk bersanding dengannya.

Hal itu pasti membuatmu merasa letih, bukan? Karena kamu senantiasa dipandang sebagai sosok yang tidak cukup rupawan, tidak cukup dewasa, tidak cukup bijak, tidak cukup baik dan lain sebagainya. Hal itu menjadi tanda, bahwa kau sedang berada di hubungan yang tidak baik-baik saja.

4. Memiliki komunikasi yang jelek

Ciri toxic relationship yang keempat yaitu kamu dan pasangan mempunyai komunikasi yang jelek. Seperti yang dikenali, komunikasi ialah hal penting yang sudah semestinya dimiliki oleh setiap pasangan.

Dengan komunikasi yang bagus, maka relasi kamu dan pasangan akan tetap baik-baik saja, meski sedang terjadi persoalan. Hal tersebut dikarenakan, kamu dan pasangan akan sama-sama memperlihatkan kritik dan usulan yang membangun untuk relasi kedepannya.

Bukan justru saling menyalahkan, mengucilkan bahkan mengeluarkan kata-kata agresif kepada pasangan, yang hendak memiliki pengaruh buruk pada korelasi kedepannya.

5. Tidak ingin dikalahkan

Rasa tak ingin dikalahkan juga menjadi salah satu penyebab “hancurnya” korelasi. Bagaimana tidak, suatu hubungan seharusnya dipenuhi dengan rasa saling mendukung dan saling menyemangati antar pasangan, untuk menggapai cita-cita dan keinginan.

Namun, jika realitanya pasanganmu tidak mirip itu, dan justru memiliki rasa kompetitif yang tinggi, maka hal itu hanya akan menciptakan suasana kekerabatan menjadi tidak baik. Sebab, hubungan hanya dipenuhi dengan rasa tak inginkalah, iri, dengki dan lain sebagainya.

6. Selalu direndahkan

Kamu sering direndahkan oleh pasangan? Atau bahkan hal apapun yang kau kerjakan dan kenakan selalu dipandang tidak baik? Eits hati-hati, itu ialah tanda bahwa hubunganmu tidak sehat.

Jika kamu mempunyai pasangan dengan ciri seperti itu, lazimnya ia sering melontarkan kata-kata yang mengandung makna merendahkan, seperti contohnya “masa kamu gitu aja nggak mampu sih? Lemah banget”.

Kata-kata yang dilontarkan tersebut, tentu membuatmu merasa drop saat itu juga atau bahkan merasa tidak berkhasiat. Padahal, sesuatu yang berdasarkan pasanganmu gampang dan biasa itu ialah sesuatu hal menurutmu sukar dan tidak bisa kau kerjakan sendiri.

7. Selalu dijadikan pelampiasan amarah

Buat kau yang selalu sabar dijadikan tempat pelampiasan amarah pasangan, sekarang saatnya untuk kamu berhenti melakukannya. Pasalnya, hal yang kau kerjakan tersebut salah dan cuma akan menyakiti perasaanmu saja.

Ketika hal itu terjadi, maka pasanganmu tidak menganggapmu sebagai seseorang yang dia cintai, sayangi dan lindungi. Melainkan, ia memandangmu selaku media untuk melampiaskan amarahnya.

Jika pasanganmu melaksanakan hal ini terus-menerus, maka kau mesti secepatnya menghentikannya dengan cara membicarakannya langsung ke pasangan dan memintanya untuk berhenti. Apabila pasanganmu tidak mampu mendapatkan, maka satu-satunya jalan terbaik untuk melindungi diri adalah dengan melepaskannya.

8. Adanya ancaman kekerabatan

Hubungan yang tidak sehat juga ditandai dengan sifat pasangan, yang kadang kala memperlihatkan ancaman untuk mengakhiri hubungan ketika terjadi masalah.

Padahal, langkah terbaik yang harus dijalankan setiap pasangan dalam mengatasi persoalan ialah mendinginkan dan menenangkan pikiran apalagi dulu.

Karena pada dasarnya, sebuah problem dapat dituntaskan dengan baik apabila kedua pihak telah hening satu sama lain. Sebab, dengan asumsi yang damai, komunikasi antara kau dan pasangan akan berlangsung lebih tanpa gangguan. Dengan begitu, kamu dan pasangan dapat dengan mudah berdiskusi untuk mendapatkan solusi, dan kekerabatan pun kembali baik mirip semula.

9. Tidak bisa menjadi diri sendiri

Ciri hubungan tidak sehat yang terakhir ialah kamu tidak bisa menjadi diri sendiri. Hal ini biasanya terjadi, dikala kau mendapatkan banyak tuntutan dari pasangan. Entah itu permintaan dalam bertingkah maupun berpenampilan.

Dengan banyaknya tuntutan tersebut, kamu pasti berupaya mengganti diri kamu sesuai dengan ekspektasi pasangan. Yang risikonya, kau tidak menjadi diri sendiri dan perubahanmu pun tidak bertahan lama, sebab hanya ditujukan untuk pasangan.

Nantinya, dikala korelasi kau dan pasangan rampung, maka kau akan kembali menjadi diri sendiri dan pergeseran yang selama ini kamu lakukan, menjadi hal yang tidak mempunyai arti lagi.

Solusi Toxic Relationship

Sebenarnya, salah satu solusi ampuh untuk terlepas dari kekerabatan yang tidak sehat yaitu menetapkan korelasi itu sendiri. Namun, untuk mampu mengambil keputusan tersebut, kedua pihak harus benar-benar mengenali bahwa relasi tersebut sudah tidak baik dan tidak bisa diteruskan.

Karena, apabila korelasi terus dipaksakan untuk berlanjut, hal itu hanya akan memperburuk kondisi kekerabatan dan menyakiti hati atau bahkan fisik satu sama lain. Sehingga, jalan terbaik untuk terlepas dari hubungan yang tidak sehat yaitu menetapkan hubungan itu sendiri.

Tetapi, bila kau dan pasangan merasa betul-betul tidak bisa mengakhiri kekerabatan, karena telah sudah biasa bareng dan berat untuk meninggalkan satu sama lain. Maka, kamu dan pasangan bisa melakukan beberapa hal, mirip:

  • Berkomitmen untuk sama-sama berganti, dan tidak lagi melaksanakan hal-hal yang memicu kekerasan
  • Akan lebih sering mengkomunikasikan urusan dalam korelasi tolong-menolong untuk ke depannya
  • Meminta santunan keluarga atau konselor untuk mendapatkan penyelesaian atas relasi yang tidak sehat
  • Berkomitmen untuk saling mendapatkan keunggulan dan kekurangan pasangan, saling yakin serta saling memperlakukan pasangan dengan baik dan sarat kasih sayang
  • Menerapkan prinsip untuk lebih menyayangi diri sendiri, sebelum mengasihi orang lain
  • Mengerti dan mengerti isi hati diri sendiri yang sebetulnya
  • Menyadari dan mengakui bila sedang berada di dalam relasi yang tidak sehat
  • Dan lain sebagainya.

(Baca Juga: Hal yang Wajib Dibicarakan Pasangan Sebelum Nikah)

Semua cara tersebut bisa kau dan pasangan kerjakan, asalkan ada niat dari kedua belah pihak untuk menuntaskan toxic relationship dalam kekerabatan.

Pasalnya, bila relasi tidak sehat tersebut dibiarkan begitu saja terus menerus, maka akan menimbulkan beberapa imbas bagi kau dan pasangan, baik dari sisi fisik maupun mental.

Untuk imbas dari segi fisik sendiri, kamu bisa saja mengalami memar maupun luka-luka pada badan, akhir dari tindak kekerasan yang dilaksanakan pasangan.

Tidak cuma itu, imbas fisik berbentukgangguan jantung dan pembuluh darah juga dapat timbul, akibat dari menahan perasaan kesal dan murka terlalu lama.

Sementara, untuk pengaruh mentalnya, kamu mampu mengalami stres berat, stress hingga gangguan kecemasan. Jika telah seperti itu, maka orang pertama yang dapat menyelamatkanmu dari keadaan tersebut yakni dirimu sendiri.

Kecuali, kau mempunyai mental yang besar lengan berkuasa untuk menuntaskan kekerabatan dan meminta perlindungan kepada orang tua atau konselor. Karena, untuk bisa meminta derma, kau perlu mengenang kembali periode-abad kelam yang pernah terjadi dan menceritakan seluruhnya, untuk mendapatkan pengobatan.

Tentu, untuk melakukan semua ini, kamu tidak hanya memerlukan mental yang kuat, namun juga ongkos pengobatan yang tidak sedikit. Sebab, ongkos untuk satu kali konseling terbilang cukup mahal.

Namun, selama kau mempunyai asuransi kesehatan, kau tidak perlu cemas. Sebab, asuransi kesehatan akan menjamin semua ongkos pengobatan dan perawatan selama kamu sakit. Untuk itu, buat kau yang belum memiliki asuransi kesehatan, mampu langsung mengajukannya secara online lewat CekAja.com.

Di sana, tersedia banyak produk asuransi dari perusahaan ternama dan terpercaya, yang mampu kau pilih sesuai keperluan dan kesanggupan finansial.

Tidak hanya itu, proses pengajuannya pun gampang, cepat dan aman alasannya sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi, buat kamu yang belum memiliki asuransi kesehatan, yuk ajukan kini!