0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Tips Puasa Untuk Odp Dan Pdp Corona, Maksimalkan Dengan Asuransi Kesehatan Cigna

Pandemi Covid-19 tampaknya belum rampung hingga memasuki bulan suci bulan puasa. Di minggu ke-3 puasa, jumlah orang yang terpapar virus corona masih terus bertambah. Bahkan sudah menyentuh angka belasan ribu perkara, yaitu sebanyak 15.438.

Tahun ini puasa memang terasa amat berlawanan. Apalagi bagi mereka yang mesti berjuang melawan virus corona. Mulai dari kategori orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pantauan (PDP), sampai pasien yang dinyatakan konkret. Ketahui serba-serbi puasa untuk pasien corona selengkapnya di sini!

ODP dan PDP Corona, Mungkinkah Berpuasa?

ODP mencakup mereka yang memiliki gejala ringan contohnya demam dan batuk. Ada juga mereka yang berstatus ODP namun tidak memiliki gejala sebab riwayat kontak dengan pasien, melakukan perjalanan  atau tinggal di zona merah.

Sedangkan ODP yang masih menanti hasil pemeriksaan atau mempunyai gejala ringan atau tanpa gejala saja tidak persoalan untuk puasa. Kalau memiliki tanda-tanda batuk, dicek lagi tingkat keparahannya. Namun bila telah demam di atas 38,5 derajat celsius, tidak direkomendasikan berpuasa.

Sementara PDP atau pasien dalam pengawasan, orang tersebut umumnya mencicipi gejala pada kanal pernapasan bawah yang ditandai dengan sesak napas. Pasien ini sudah dikategorikan sakit, sehingga dianjurkan untuk tidak berpuasa.

Meski ada yang menyebut puasa mampu meningkatkan daya tahan badan lewat detoks, tetapi lain kisah bagi yang kesehatannya telah drop duluan. Lebih baik tak puasa untuk memperbaiki metode imun dengan mengonsumsi banyak makanan bergizi.

(Baca Juga: Saat Corona, Kartu Kredit BNI MasterCard Gold Beri 4 Keuntungan Ini)

Hukum Puasa Bagi Pasien Corona

Berbicara mengenai aturan puasa bagi pasien corona, Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammad Munif  memberi informasi. Mengutip DetikHealth, orang sakit yang telah ada informasi atau usulan dari dokter untuk tidak puasa, maka orang tersebut diusulkan untuk menurutinya.

Terlebih kalau telah dinyatakan ODP atau PDP corona, dikhawatirkan imunnya akan kian melemah. Namun, tetap wajib untuk membayar fidyah serta mengganti puasa ketika ia telah sembuh nanti.

Pendapat berbeda dilontarkan oleh dr Faisal Dalfi dari RS Burjeel, Abu Dhabi. Mengutip Gulf News, ia mengatakan bahwa pasien corona dengan gejala ringan disarankan untuk tetap berpuasa, kecuali sudah menawarkan gejala demam tinggi hingga sesak napas.

Tips Aman Puasa untuk ODP dan PDP Corona

Jika kondisi badan masih bisa ditolerir, serta tidak menunjukkan tanda-tanda serius mirip pasien klasifikasi OTG (Orang Tanpa Gejala), tak ada salahnya untuk menjajal berpuasa. Akan tetapi, jangan sembarang pilih ya. Ingat, kondisimu tetaplah berbeda alasannya telah terpapar virus corona. Maka itu, jaga kesehatan semaksimal mungkin dan puasalah dengan kiat-kiat berikut ini:

1. Asupan kuliner sehat

Konsumsi masakan sehat mirip sayuran, buah, dan cukup air putih. Sempatkan untuk mengonsumsinya setiap kali sahur dan berbuka. Hal ini dilaksanakan guna mempertahankan imunitas tubuh tetap berpengaruh.

2. Tidur cukup

ODP/PDP corona bergejala ringan disarankan untuk istirahat yang cukup selama berpuasa. Tidurlah setidaknya tujuh jam saban hari. Sebab dengan tidur, proses restoratif dalam badan akan berlangsung lebih optimal sehingga efektif melawan virus.

3. Berhenti merokok

Sementara itu, dr Fernanda Bonilla yang menjadi dokter penyakit menular di Cleveland Clinic Abu Dhabi menyampaikan ada bukti yang memperlihatkan bila perokok bisa terkena imbas parah dari COVID-19.

4. Minum banyak air putih

Penuhi selalu kebutuhan cairan seperti biasa, ialah 2 liter sehari. Mengingat selama berpuasa, air berperan penting dalam mempertahankan tubuh dari rasa lemas. Pasien mampu dapat membagi porsi minumnya dengan 4 gelas dikala sahur dan 4 gelas dikala berbuka.

(Baca Juga: Ciri-Ciri Asuransi Kesehatan Berkualitas, Ciputra Life Masuk Kriteria!)

Bila merasa tidak enak tubuh atau gejalanya memberat ketika berpuasa, secepatnya batalkan. Segera hubungi hotline Covid-19 di 119 Ext. 9 untuk menerima pengarahan lebih lanjut.

Maksimalkan Perlindungan dengan Asuransi Kesehatan Cigna

Menyikapi kasus virus corona di Indonesia, Cigna menjadi salah satu perusahaan asuransi yang berinisiatif memperlihatkan  derma kesehatan secara menyeluruh atas klaim-klaim penyakit akibat Covid-19.

Selain itu, asuransi ini juga akan menanggung setiap tes kesehatan yang dianggap perlu dan dianjurkan oleh tenaga medis.

Cigna menawarkan banyak sekali produk asuransi kesehatan yang menawan. Di antaranya meliputi Cigna EaziHealth, Cigna Infinite HealthCare, Cigna Family Care Optima, Cigna Family Care, Cigna Premium Health Protection, Cigna Proteksi Sehat, Cigna Proteksi Sehat Optima, Cigna Health Protection, Cigna Senyum Sehat, dan Cigna Save & Care. Fitur Asuransi Kesehatan ini sangat lengkap, karena bukan cuma memberikan proteksi satu individu tetapi juga satu keluarga.

ODP dan PDP corona jangan patah semangat. Demi memaksimalkan perlindungan kesehatan sekaligus ibadah puasamu di tengah pandemi, segera miliki asuransi kesehatan Cigna. Ajukan kini juga melalui CekAja.com, lebih mudah dan cepat!