0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

tips Mengorganisir Kartu Jkn-Kis Hilang, Ikuti tipsnya!

Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat merupakan acara pemerintah untuk memperlihatkan jaminan kepada masyarakat untuk mampu mendapatkan layanan kesehatan jika sakit.

cara mengurus jkn-kis hilang

Masyarakat wajib mengikuti acara jaminan ini dengan membayar iuran per bulan sesuai dengan kelas yang dipilih, dan bahkan ada kelompok masyarakat yang tidak perlu membayar iuran alasannya pemerintah yang menjamin.

Bukti kepesertaan JKN-KIS atau yang sering juga disebut BPJS Kesehatan berupa kartu keanggotaan yang perlu dibawa pada setiap kali menjalani proses pengobatan di kemudahan kesehatan.

Akan namun, alasannya adalah bentuk keanggotaannya berupa kartu, sering kali ada penduduk yang mengalami kehilangan kartu kepesertaan, sehingga perlu mengurusnya kembali. Banyak pula yang gundah karena tidak tahu bagaimana cara mengurus kartu JKN-KIS yang hilang.

Untuk itu, berikut ini yaitu metode mengelola kartu kepesertaan JKN-KIS yang hilang:

Bisa diurus secara online

Di masa teknologi digital dikala ini, apapun bisa dikerjakan dengan mudah secara online, tergolong untuk mengurus ataupun mengubah kartu BPJS Kesehatan yang hilang, tanpa perlu datang ke kantor BPJS Kesehatan serta tidak perlu mengelola surat kehilangan dari kantor polisi.

Kamu bisa mencetak sendiri kartu e-ID BPJS Kesehatan lewat aplikasi mobile JKN yang bisa diunduh di Playstore ataupun Appstore.

Kartu e-ID ini berfungsi sama dengan kartu fisik BPJS Kesehatan yang menampung info kepesertaan yang sama, sehingga bisa dipakai untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Cara yang bisa dilaksanakan untuk mencetak kartu e-ID ialah selaku berikut:

  1. Unduh aplikasi mobile JKN
  2. Lakukan registrasi dengan mengisi data eksklusif penerima mirip nomor kartu BPJS, KTP, nomor telepon dll
  3. Login memakai nomor kartu/username/email dan password yang sudah dibuat
  4. Pilih menu “peserta BPJS yang ingin dicetak kartu e-ID nya
  5. Pilih ikon email dan ikuti prosesnya
  6. Cek email kamu dan peroleh file yang dikirim BPJS Kesehatan
  7. Unduh, Cetak dan laminating kartu e-ID

Cara di atas mampu dilaksanakan jikalau kau ingat dengan nomor kartu BPJS Kesehatan. Kalau kamu lupa, maka jalan satu-satunya untuk menerima kartu pengganti yakni dengan mengorganisir langsung di kantor cabang BPJS Kesehatan.

Mengurus kartu BPJS Kesehatan yang hilang secara offline

Cara lain mengurus JKN-KIS yang hilang yaitu dengan datang ke kantor BPJS Kesehatan untuk mengelola kehilangan kartu tersebut dengan membawa dokumen yang menjadi patokan.

Dokumen yang harus disediakan antara lain:

  1. Kartu Keluarga (KK) baik orisinil dan fotocopy
  2. Kartu Tanda Penduduk (KTP) baik orisinil maupun fotocopy
  3. Surat pernyataan kehilangan yang kau buat sendiri dan ditandatangani di atas materai Rp 6.000. Format bebas mampu diketik atau ditulis tangan.

Setelah semua dokumen kamu lengkapi, berikutnya kamu bisa mengikuti tindakan berikut ini:

  1. Datanglah ke cabang BPJS terdekat atau ke kantor BPJS kawasan kamu mendaftar sebagai peserta sehingga proses mampu berlangsung lebih mudah dan cepat
  2. Seandainya kamu sedang merantau, cobalah hubungi call center BPJS untuk menanyakan informasi lebih lanjut
  3. Saat tiba di kantor BPJS kau mampu eksklusif menuju sentra layanan dan memberitahukan jika kartu BPJS hilang dan minta dibuatkan duplikatnya
  4. Petugas umumnya akan eksklusif meminta segala dokumen persyaratan untuk kebutuhan manajemen dan pencocokan identitas
  5. Saat semua dokumen dianggap valid, maka pembuatan kartu BPJS baru akan segera dikerjakan. Proses pencetakan kartu lazimnya menyantap waktu satu hari. Kamu pun mesti datang kembali keesokan harinya.

Apabila kartu BPJS KEsehatan rusak atau patah, maka yang perlu dilaksanakan ialah dengan membawa kartu BPJS Kesehatan yang rusak tadi ke kantor BPJS Kesehatan terdekat, sampaikan keinginan kamu untuk mengubah dengan kartu yang gres.

Kemudian, petugas akan memberikan cetak ulang kartu BPJS Kesehatan untuk mengganti kartu BPJS yang rusak tadi dan kartu BPJS baru yang kamu dapatkan akan sama dengan kartu BPJS yang rusak atau hilang, sebab kartu BPJS yang baru merupakan cetak ulang kartu BPJS sebelumnya, bukan mengganti atau menciptakan ulang.

Hal yang perlu dimengerti terkait data identitas BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan ialah acara jaminan sosial yang diselenggarakan oleh negara. Oleh sebab itu semua data dan isu yang anda berikan memiliki konsekuensi aturan jikalau sampai di salah gunakan. Oleh alasannya adalah itu amati beberapa hal berikut ini:

  • Nomor Kartu BPJS dan tanggal pendaftaran BPJS Anda akan disimpan di server BPJS. Makara jangan pernah coba-coba untuk memalsukan kartu BPJS Kesehatan, atau meminjam kartu BPJS orang lain untuk berobat ke rumah sakit
  • Agar tidak terjadi kehilangan atau kerusakan, sebaiknya simpan kartu BPJS di tempat yang aman
  • Fotokopi kartu BPJS Kesehatan Anda seperlunya. Jika Anda E-id BPJS, itu juga mampu dipakai untuk berobat ke tempat tinggal sakit

Cara memeriksa aktivasi BPJS Kesehatan

Selain problem kartu yang hilang atau rusak, duduk perkara lain dari BPJS Kesehatan yakni ketika akseptor berobat ke fasilitas kesehatan adalah kepesertaan yang belum aktif karena aneka macam hal.

Oleh alasannya adalah itu, mengetahui status kartu anda apakah telah aktif atau belum bisa cek dengan cara antara lain:

  • Untuk akseptor BPJS Kesehatan yang gres mendaftar, kartu BPJS Kesehatan akan aktif 14 hari semenjak pembayaran pertama. Kaprikornus menurut aturan, kau tidak bisa langsung menikmati faedah BPJS Kesehatan sebelum 14 hari kepesertaan.
  • Cara mengevaluasi kartu BPJS Kesehatan aktif atau tidak bisa kamu lakukan lewat 2 cara, ialah dengan SMS dan telepon untuk memastikan kartu BPJS Kesehatan kamu bisa dipakai untuk berobat Gunanya mengecek BPJS aktif atau tidak adalah untuk memastikan kartu BPJS bisa digunakan untuk berobat.

Perbedaan JKN dan BPJS Kesehatan

Mungkin masih banyak yang galau apa bedanya JKN-KIS dengan BPJS Kesehatan walaupun fungsinya sama-sama untuk memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat.

BPJS Kesehatan ialah abreviasi dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan yang bertanggung jawab eksklusif kepada Presiden dan memiliki tugas untuk menyelenggarakan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi seluruh rakyat Indonesia.

(Baca Juga: Jangan Panik, Begini Cara Mengurus Kartu BPJS yang Hilang)

Sementara JKN merupakan singkatan dari Jaminan Kesehatan Nasional yang ialah salah satu program jaminan sosial yang diberikan negara kepada rakyat Indonesia untuk memberikan kepastian finansial bagi penduduk dikala membutuhkan pelayanan kesehatan.

Sedangkan KIS ialah abreviasi dari Kartu Indonesia Sehat. KIS yaitu tanda kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diterbitkan oleh BPJS Kesehatan yang dipergunakan untuk menemukan pelayanan kesehatan yang komprehensif pada kemudahan kesehatan lewat prosedur metode referensi berjenjang dan atas indikasi medis.

Hak dan keharusan dalam kepesertaan BPJS Kesehatan

Setiap peserta BPJS Kesehatan memiliki hak dan keharusan yang perlu dimengerti oleh setiap pesertanya. Program JKN lewat BPJS Kesehatan wajib diikuti oleh seluruh warga negara Indonesia.

Hak penerima BPJS Kesehatan yang perlu diketahui yaitu:

Hak penerima:

  1. Mendapatkan kartu peserta selaku identitas peserta untuk mendapatkan pelayanan kesehatan
  2. Memperoleh faedah dan berita tentang hak dan keharusan serta prosedur pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  3. Mendapatkan pelayanan kesehatan di akomodasi kesehatan yang melakukan pekerjaan dengan BPJS Kesehatan,
  4. Menyampaikan unek-unek / pengaduan, kritik dan anjuran secara lisan atau tertulis kepada BPJS Kesehatan.

Kewajiban Peserta

  1. Mendaftarkan dirinya dan anggota keluarganya selaku peserta BPJS Kesehatan
  2. Membayar iuran
  3. Memberikan data dirinya dan anggota keluarganya secara lengkap dan benar
  4. Melaporkan pergeseran data dirinya dan anggota keluarganya, antara lain pergeseran kelompok, pangkat atau besaran gaji, ijab kabul, perceraian, maut, kelahiran, pindah alamat dan pindah fasilitas kesehatan tingkat pertama
  5. Menjaga kartu penerima biar tidak rusak, hilang atau dimanfaatkan oleh orang yang tidak berhak
  6. Mentaati semua ketentuan dan sistem pelayanan kesehatan.

Kewajiban Pemberi Kerja

  1. Mendaftarkan dirinya dan pekerjanya sebagai Peserta Jaminan Kesehatan kepada BPJS Kesehatan
  2. Menghitung dan memungut iuran yang menjadi kewajiban peserta dari pekerjanya lewat pemotongan honor/upah pekerja
  3. Membayar dan menyetorkan iuran yang menjadi tanggung jawabnya kepada BPJS Kesehatan
  4. Memberikan data perihal dirinya, pekerjaannya dan anggota keluarganya secara lengkap dan benar mencakup
  5. Data pekerja berikut anggota keluarganya yang didaftarkan sesuai dengan data pekerja yang dipekerjakan
  6. Data upah yang dilaporkan sesuai dengan upah yang diterima pekerja
  7. Data kepesertaan dalam program jaminan sosial sesuai dengan pentahapan kepesertaan
  8. Perubahan data Badan Usaha atau Badan Hukumnya, mencakup: alamat perusahaan, kepengurusan perusahaan, jenis tubuh usaha, jumlah pekerja, data pekerja dan keluarganya, dan pergeseran besarnya upah setiap pekerja.

Itulah beberapa cara cara mengurus jkn-kis hilang. Berdasarkan informasi di atas, maka mampu dikenali pentingnya dan manfaat dari menjadi anggota dari BPJS Kesehatan. Oleh karena itu, jika telah terdaftar menjadi anggota dan memiliki kartu kepesertaan, jaga sebaik-baiknya kartu tersebut agar mampu dipakai pada saat melakukan pengobatan di akomodasi kesehatan.

Karena tanpa kartu tersebut, akan sulit untuk bisa menerima layanan kesehatan dengan jaminan dari BPJS Kesehatan.