0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Tips Mengorganisir Dompet Digital Paling Tepat Biar Gak Boros

Sudah beralih ke dompet digital? Kalau iya, yuk intip sederet tips mengorganisir dompet digital di bawah ini supaya penggunaannya gak boros!

Dompet Digital Kian Digandrungi Terutama oleh Usia Produktif

Beberapa tahun belakangan, dompet digital atau istilahnya e-wallet kian diminati oleh masyarakat usia produktif, utamanya yang tinggal di kota-kota besar terutama Jakarta.

Kehadiran layanan ini pastinya bakal mempermudah para penggiat cashlees society untuk bertransaksi. .

Kepraktisannya enggak cuma dicicipi oleh pengguna saja tetapi juga penjual.

Dengan adanya dompet digital, para pedagang menganggap bahwa layanan ini membuat mereka tak perlu lagi repot mempersiapkan duit kembalian.

Karena secara otomatis, transaksi yang dikerjakan langsung menyesuaikan dengan nominal yang ditetapkan.

Namun dibalik keunggulannya tersebut, dompet digital juga mampu menjadi malapetaka bagi kehidupan finansial kau lho. Kok bisa?

Soalnya, penggunaan dompet digital yang enggak diimbangi dengan pengetahuan akan cara mengelola keuangan yang benar, mampu menciptakan penggunanya kalap terus-menerus.

Alih-alih ingin untung, kerugianlah yang justru akan kau rasakan. Enggak ingin kan keadaan itu terjadi?

(Baca Juga: 5  Tips Belanja Online dengan Tokopedia)

7 Tips Mengelola Dompet Digital

Menerapkan tips mengorganisir dompet digital bantu-membantu mampu saja dilaksanakan.

Selama kamu berkomitmen dan tahan akan godaan belanja, sederet tips mengelola dompet digital ini tentunya bakal menunjukkan laba bagi kondisi keuanganmu.

1. Gunakan saat “butuh” saja

Tips mengorganisir dompet digital yang pertama yaitu dengan menggunakan layanan tersebut hanya ketika kamu sungguh-sungguh butuh saja. Hal ini mesti kau pertanyakan dulu pada diri sendiri.

Maksudnya, apakah menggunakan dompet digital cuma untuk mengeluarkan uang layanan ojek online atau dipakai untuk berbelanja di marketplace, maupun membayar berbagai tagihan bulanan.

Kalau telah paham akan fungsi penggunaannya, kau bisa dengan mudah untuk menertibkan seberapa besar nominal yang mesti dimasukkan ke aplikasi dompet digitalmu.

Misal, jikalau e-wallet ini hanya untuk mengeluarkan uang ongkos transportasi, itu memiliki arti kamu mampu memasukkan uang ke dalam e-wallet tersebut kira-kira sekitar Rp500 ribu saja.

Nominal ini telah termasuk asumsi untuk mengeluarkan uang ongkos ojek online selama satu bulan sarat dengan jumlah yang dilebihkan sedikit.

Berbeda halnya jikalau penggunaan dompet digital ini untuk berbelanja atau membayar tagihan bulanan.

Karena berarti, kamu mesti tahu seberapa besar nominal yang dibutuhkan untuk dua transaksi tersebut, sehingga pengeluarannya masih bisa kau batasi.

2. Jangan mempunyai lebih dari satu e-wallet

Tips mengelola dompet digital selanjutnya yakni dengan tidak memiliki banyak aplikasi e-wallet itu sendiri.

Meskipun susah, hal ini harus kau terapkan, karena banyak aplikasi otomatis menciptakan duit disimpan tidak hanya di satu kawasan saja.

Ujung-ujungnya, pemborosanlah yang justru kau lakukan, terlebih bila jumlah yang dimasukkan ke masing-masing dompet digital cukup banyak.

Soalnya nih, rata-rata anak milenial jaman kini lebih memilih untuk “belanja dulu baru nabung”, apalagi ketika tanggal gajian datang.

Kalau seperti itu terus, lantas kapan waktunya kau menyisakan uang untuk ditabung?

3. Promo,promo, dan promo

Menghemat pengeluaran sesudah bertransaksi dengan dompet digital mampu saja kamu kerjakan, dengan catatan menggunakan promo.

Selain harganya jauh lebih hemat biaya, penggunaan promo pun bisa membuat pengeluaran jauh lebih stabil tanpa mengalami pemerosotan, apalagi di tanggal-tanggal tertentu.

Tidak hanya belahan harga. Biasanya, merchant-merchant yang bekerja sama dengan dompet digital juga enggak tanggung-tanggung memberikan promo seperti cashback, kalau transaksinya dilaksanakan dengan aplikasi tersebut.

Tapi sebelum memakai promo, kamu juga mesti membaca keseluruhan syarat dan ketentuan yang diberlakukan ya.

Karena tidak semua promo mampu digunakan secara cuma-cuma, dan bahkan ada yang menetapkan nominal transaksi.

4. Selalu monitor transaksi

Ketika tanggal gajian datang, susah memang menahan harapan untuk tidak memakai uang yang ada di dalam dompet digital.

Terlebih kalau tiba-datang sahabat kantor mengajakmu untuk berbelanja segelas es kopi susu atau delivery kuliner dengan memakai promo yang menggiurkan.

Itulah kenapa kau butuh tips mengurus dompet digital yang satu ini.

Monitor selalu history transaksi mampu menciptakan kau mengerti sisa saldo yang ada dalam akun e-walletmu.

Pengecekan ini mampu kamu kerjakan paling tidak sepekan sekali, atau tepat di dikala tanggal gajian datang.

Dengan begitu, kau mampu mengetahui seberapa banyak kira-kira duit yang dihabiskan dalam satu bulan.

Tak cuma untuk mengenali pengeluaran saja. Dengan menerapkan kiat ini juga kau jadi lebih bisa memperbaiki sistem keuanganmu, dan risiko untuk melakukan pemborosan bisa lebih diminimalisir.

5. Konsisten dalam memilih batas-batas saldo

Tidak hanya memonitor history transaksi saja, kau juga harus konsisten dalam memilih nominal saldo yang hendak di top up lho.

Soalnya saldo yang melampaui jumlah keperluan per bulan justru berujung mubazir, jikalau tidak dipakai.

Apabila dipakai pun takutnya kau tidak mampu menertibkan aktivitas belanjamu sendiri, dan akibatnya kau menjadi lebih konsumtif.

6. Tentukan waktu top up saldo

Waktu top up saldo yang berulang-ulang sungguh tidak diusulkan karena justru mampu bikin kau merugi.

Tips mengelola dompet digital yang satu ini enggak boleh kamu sepelekan, kalau tak ingin kondisi finansial makin boncos terutama di tamat bulan.

Akan lebih baik lagi kalau kau sudah memilih kapan waktu isi ulang saldo.

Misal, dikala gajian atau satu hari setelahnya dengan batas-batas nominal yang telah ditetapkan sebelumnya.

Dengan begitu, kau enggak perlu beberapa kali mengisi saldo, dan ingat jangan berbelanja barang yang sekiranya tidak terlalu diperlukan hanya sebab adanya promo. 

7. Jangan ketergantungan

Menjadi cashless society kadang era memang menguntungkan. Namun, bukan bermakna kau tidak lagi memakai uang tunai untuk transaksi.

Pasalnya, pemakaian dompet digital yang dilakukan terus-menerus bisa membuat penggunanya ketergantungan.

Alhasil, ketika saldo habis mereka tak lagi berpikir panjang untuk top up, bahkan dengan jumlah nominal yang besar.

Untuk itu, semestinya cobalah mengimbangi antara penggunaan e-wallet dan uang cash agar keduanya sama-sama menciptakan kondisi finansial tetap stabil.

(Baca Juga: 6 Tips Memilih Kartu Kredit Limit 2 Juta)

Nah, itulah ragam informasi tentang tips mengorganisir dompet digital supaya kau enggak boros.

Selain memakai dompet digital, kau juga bisa memanfaatkan kartu kredit supaya transaksi yang dijalankan lebih irit.

Bahkan kartu kredit ini tak cuma bisa digunakan untuk membeli kebutuhan lho.

Namun kamu juga bisa menggunakan kartu kredit untuk travelling, alasannya adalah dilengkapi banyak sekali fitur khusus mulai dari pecahan harga tiket pesawat hingga asuransi perjalanan.

Belum punya kartu kredit? CekAja.com solusinya!

Di CekAja, kau mampu apply atau bahkan membandingkan dulu produk kartu kredit dari mitra bank yang paling sempurna dan sesuai kebutuhanmu.

Terus, kamu juga bisa menikmati penawaran sampai promo modern untuk dipakai dikala bertransaksi.

Hanya dengan bandingkan dan olok-olokan, maka kamu telah mampu berhemat untuk keuangan sendiri.

Gimana, menguntungkan bukan? Yuk, apply kartu kredit di CekAja dan peroleh penawaran gratis iuran tahun pertamamu di sini.