0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Tips Cerdas Menyingkir Dari Gali Lubang Tutup Lubang

Gali gali gali gali lobang…,

Gali lobang tutup lobang…,

Begitulah kiranya sepenggal lagu legendaris dari Rhoma Irama. Penyanyi dangdut yang menerima julukan raja dangdut ini berhasil mempopulerkan lagu Gali Lobang ini di tengah penduduk Indonesia. Wajar, karena isi liriknya sungguh bersahabat dengan kehidupan masyarakat Indonesia, yang secara umum dikuasai memang berada di kelas ekonomi menengah ke bawah. Dan istilah gali lobang tutup lobang ini sering digunakan pada perkara pinjam meminjam uang untuk melunasi hutang lainnya.

cara menghindari gali lobang tutup lobang

Kaprikornus, berhutang itu sudah menjadi hal umumdi tengah masyarakat. Baik itu alasannya kondisi ekonomi dan keuangan yang jelek, atau alasannya keinginan untuk menyebarkan bisnis tetapi modal masih minim. Bahkan untuk sekelas bisnis besar pun mereka tak akan terlepas dari hutang. Namun tak siapa saja berhutang berhasil menyelesaikan hutang mereka, malah justru ada yang keadaan ekonominya makin memburuk sebab hutang.

Ada baiknya kita tahu cara agar terhindar dari hutang

Untuk menghindari hutang, salah satunya ialah dengan bersikap proaktif dalam mengurus uang. Menghindari hutang mewajibkan kamu untuk membuat planning keuangan yang sehat dan menghindari gaya hidup mewah yang menjinjing kepuasan jangka pendek, tetapi kesusahan jangka panjang pada rekening bank. Karena kita tahu bahwa menciptakan pengeluaran tak terkendali itu sungguh mudah, misalnya saja kalau kamu pemegang kartu kredit, kamu akan sungguh mudah berbelanja barang-barang yang benar-benar tidak mampu kau bayar. Gaya hidup yang boros dapat mengancam stabilitas keuangan. Setelah bertahun-tahun tagihan yang tidak dibayar dan sumber daya yang tidak mencukupi, kebangkrutan mungkin menjadi satu-satunya opsi yang hendak kamu alami.

Ada baiknya, untuk menyingkir dari hutang kau bisa ambil pendekatan proaktif dan manfaatkan waktu dan duit yang kau miliki dengan lebih baik. Itu mampu memungkinkan kau mengeluarkan uang untuk kuliah, menjaga pekerjaan tetap, mungkin meluncurkan bisnis kecil dan membeli kendaraan beroda empat atau rumah tanpa takut mereka disita atau diambil alih. Membayar untuk mengambil inisiatif, mengawali lebih awal dan melindungi keuangan kamu. Selain itu, dengan membelanjakan dengan bijak dan konsentrasi pada tujuan keuangan, maka itu mampu membantu kau memakai duit untuk hal-hal yang terpenting bagimu. Tentu saja tanpa menanggung beban hutang.

Meskipun pinjam meminjam adalah hal yang sudah lumrah dalam kehidupan kita. Dalam rangka untuk menyanggupi kebutuhan yang serba kekurangan meminjam menjadi suatu solusi. Ada banyak pihak yang menunjukkan santunan kepada kita. Mulai dari pihak bank, forum keuangan non-bank hingga platform Peer to Peer Lending. Khusus Peer to Peer Lending ini berbagai peminatnya sebab ini menjadi solusi bagi para peminjam yang tidak menjangkau pinjaman di bank.

(Baca Juga: Pinjaman Dana 10 Juta Untuk Pendapatan Rendah)

Platform P2P lending ini memperlihatkan proses yang sangat cepat dan syarat mudah menjadikannya menjadi sumber perlindungan yang paling dicari. Hanya dari smartphone dan bermodalkan KTP saja dana sumbangan sudah bisa ditangan. Dalam waktu kurang dari 2×24 jam kamu mampu menerima dana derma itu. Ketika kita melaksanakan santunan ini pasti ada pertanggungjawaban untuk membayar cicilannya. Tetapi tampaknya ada banyak orang yang cenderung meremehkan sehingga hutang mereka malah tambah banyak.

Parahnya banyak yang malah meminjam lagi ke P2P yang lain untuk mengeluarkan uang hutang sebelumnya. Istilahnya gali lubang tutup lubang. Membayar hutang dengan cara berhutang lagi. Kegiatan ini malahan cuma akan merusak keadaan finansial kita. Mungkin hutang sebelumnya mampu dibayarkan tetapi hutang selanjutnya juga mesti dibayarkan kan? Jika kita terus menerus melaksanakan hal ini maka tekanan hutang yang tiada final bisa meneror hidup kita.

Kali ini kita akan memberi info kiat cerdas menyingkir dari gali lubang tutup lubang (berhutang). Terutama jika kita sedang dalam mengambil tunjangan online ya. Simak yuk tips di bawah ini.

Buat hutang menjadi prioritas

Jika kita sedang mengambil suatu pinjaman maka pengeluaran bulanan kita juga akan bertambah. Ingatlah selalu bahwa hutang itu harus kita bayarkan. Selain pengeluaran untuk keperluan, pengeluaran untuk membayar hutang juga penting. Maka dari itu buatlah daftar prioritas dari pengeluaran kita dengan membayar cicilan hutang berada di urutan atas. Kalau kita lebih memprioritaskan mengeluarkan uang cicilan hutang maka kita akan menjadi lebih cermat saat mengurus uang bulanan. Kita bisa mengurangi di beberapa pos kebutuhan yang bukan prioritas untuk mengeluarkan uang cicilan hutang itu.

Bayar cicilan sempurna waktu

Sudah banyak orang yang selalu mengesampingkan mengeluarkan uang cicilan hutangnya. Mereka lebih memilih untuk berbelanja barang-barang lain yang bukan prioritas. Sehingga cicilan hutangnya malah dilupakan. Uang untuk membayar cicilan hutang telah terpakai. Secara tidak sadar ini hanya akan membuat cicilan bertambah banyak karena bunga akumulasi dan denda keterlambatan. Jika kita menempatkan cicilan hutang di urutan atas maka ketika ita menerima honor tentu akan segera menyisihkan duit dulu untuk cicilan hutang tersebut.

Hidup irit

Banyak orang yang menganggap remeh untuk hidup irit. Tetapi tidak sayang untuk mencampakkan uang demi menjaga pola hidup serta gengsi yang tinggi. Padahal dengan hidup ekonomis ini akan menyehatkan keadaan finansial kita loh. meskipun kita menghendaki ini itu tetap harus ingat bahwa kita masih ada kewajiban untuk mengeluarkan uang cicilan hutang. Dengan demikian kita akan lebih meminimalkan hal-hal yang tidak perlu dan mencampakkan-buang uang. Misalnya saja minimalisir untuk jalan-jalan ke mall, hangout di kafetaria mahal atau belanja barang-barang yang tidak begitu diharapkan. Pintar-pintar untuk mencari promo jika ada barang yang harus dibeli ya!

Pakai kartu kredit secara bijak

Tips cerdas menyingkir dari gali lubang tutup lubang selanjutya yaitu memakai kartu kredit secara bijak. Memang tidak dipungkiri di zaman serba digital ini kita dimudahkan untuk mengeluarkan uang segala sesuatu memakai kartu kredit. Apalagi sistemnya adalah belanja dahulu bayarnya nanti. Konsep ini sesungguhnya ialah kita berhutang juga terhadap bank. Mungkin ketika kita mengeluarkan uang belanjaan dengan kartu kredit tidak akan terasa namun setelah itu kita mesti bayar cicilan baru terasa berat. Apalagi bila kita memiliki tanggungan pembayaran hutang lainnya. bukankah ini cuma akan memperbesar hutang saja? Makara stop pakai kartu kredit untuk keperluan konsumtif ya!  Kamu mampu siasati dengan menggunakan kartu kredit cuma untuk belanja bulanan saja.

Cari pemasukan suplemen lain

Tak ada salahnya mempunyai pekerjaan tambahan. Ketika kita merasa ternyata pemasukan yang kita terima tidak cukup untuk pemenuhan kebutuhan dan bayar cicilan hutang maka penyelesaian tepatnya ialah mencari sumber pemasukan tambahan yang lain. Bukan malah pinjam ke P2P Lending lain ya. Mencari pendapatan tambahan sekarang tidak perlu modal yang besar. Bahkan kita bisa mengawali dengan tanpa modal. Agar berlangsung lancar, pilih pekerjaan tambahan yang sesuai minat dan hobi seperti misalnya fotografer lepas, penulis lepas, reseller dan yang lain. Kita bisa mendapatkan laba yang lumayan besar loh dari pekerjaan-pekerjaan itu. Bahkan bila ditekuni dengan serius, penghasilan dari pekerjaan perhiasan itu bisa melampaui pekerjaan utama.

Nah itu beliau kiat cerdas menyingkir dari gali lubang tutup lubang yang bisa kita rekomendasikan untuk yang terjerat perlindungan online. Tentunya kita semua tidak mau berhutang ya. Keinginan untuk berhutang bisa kita tekan loh sehingga kita mampu menghindari yang namanya berhutang. Cek kebiasaan-kebiasaan di bawah ini untuk menyingkir dari gali lubang tutup lubang ya!

1. Hentikan belanja sebagai hobi

Ayolah, membeli itu seharusnya menjadi satu kebutuhan, bukan cita-cita. Makanya cukup mengherankan bila ada banyak orang yang mengaku kegemaran membeli. Sebenarnya mereka hanya menuruti keinginannya saja. Antara cita-cita dan kebutuhan terang jauh berlawanan. Kemudahan dalam belanja online serta kartu kredit ini yang menciptakan acara belanja menjadi sesuatu yang impulsive. Pembelian barang-barang tak diharapkan menjadi makin tak terbendung dengan segala akomodasi-fasilitas itu. Bisa jadi kita malahan berhutang banyak karena pemakaian kartu kredit untuk belanja kita yang impulsif.

2. Membuat anggaran untuk acara khusus

Kebiasaan yang bisa dilakukan untuk menyingkir dari gali lubang tutup lubang yaitu dengan senantiasa menciptakan anggaran untuk acara khusus. Ini berarti kita mesti mempunyai duit tunai yang cukup. Acara khusus seperti liburan, ulang tahun, dan pernikahan mesti dianggarkan jauh-jauh hari. Tentunya ini agar kita tidak harus berhutang untuk melakukan acara khusus itu. Bahkan jika perlu kita mampu memangkas anggaran untuk acara acara ulang tahun atau pesta lainnya yang bukan merupakan kebutuhan pokok.

3. Bayar tunai jika memungkinkan

Membayar dengan tunai pasti akan menyingkir dari kita dari praktik hutang. Untuk itu mempunyai arti kita mesti tahu persis barang-barang yang prioritas. Jika cuma menuruti keinginan mampu saja kita membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan. Membayar tunai atas pembelian juga dilarang melampaui batas dari anggaran ya.

4. Hindari punya kartu kredit lebih dari dua

Mempunyai kartu kredit bermakna kita memiliki terusan untuk berhutang kepada bank dengan lebih gampang dan cepat. Sebaiknya hindari mempunyai kartu kredit lebih dari dua, jadi bila sekarang kamu punya lebih dari dua, lebih baik tutup deh lainnya. Karena setiap kartu kredit ini akan senantiasa membayar cicilannya jikalau dipakai. Bayangkan bila mempunyai lebih dari dua kartu kredit, akan ada lebih banyak cicilan ke bank kan? Ini menciptakan kita terjebak hutang loh. Dan bila pun tidak digunakan, maka akan ada biaya tahunan yang juga mesti dibayar.

5. Jangan bawa kartu kredit kemanapun

Kebiasaan menyimpan kartu kredit di dompet tampaknya mesti ditinggalkan deh, terlebih jikalau kau adalah tipe orang yang mudah tergoda dikala melihat diskon dan promo. Maka akan lebih baik bila kita cuma menenteng uang tunai secukupnya jika berbelanja. Dengan begitu kita tak akan terpengaruhi untuk berbelanja barang lain yang bukan keperluan utama kita. Jika kita menenteng kartu kredit saat belanja niscaya ada perasaan ingin berbelanja ini itu sebab ada kartu kredit. Hutang kita mampu malah menumpuk kan? Dan hal ini kadang tak disadari, sebab kemudahannya.

Itulah ia pembahasan tentang tips pintar menyingkir dari gali lubang tutup lubang dikala ada dukungan serta kebiasaan untuk menyingkir dari hutang yang bisa kita sarankan. Dengan melaksanakan kiat dan kebiasaan di atas semoga kita bisa menjaga kondisi finansial kita ya! Katakan tidak untuk gali lubang tutup lubang. Karena bila terlalu sering dan jadinya menjadi kebiasaan, maka kondisi keuangan tak akan sehat.