0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

tips Budidaya Tumbuhan Singkong Termudah Bebas Hama

Singkong ialah salah satu jenis makanan pokok yang juga mampu diolah menjadi banyak sekali produk makanan. Proses penanaman yang mudah menciptakan banyak orang kepincut untuk membudidayakannya. Berikut cara budidaya tanaman singkong selengkapnya.

Cara Budidaya Tanaman Singkong Termudah Bebas Hama

Kondisi Lahan yang Cocok untuk Budidaya Tanaman Singkong

Singkong atau yang dikenal juga dengan nama ubi kayu berasal dari Brasil. Persebarannya kemudian masuk ke negara-negara tropis lain seperti Afrika, India, Madagaskar, Tiongkok, dan juga Indonesia.

Di Indonesia, sentra utama singkong berada di tempat Jawa Tengah dan Jawa Timur. Masyarakat Indonesia menggunakan singkong selaku kuliner pokok, materi masakan lain (mirip kolak, keripik, dan lain-lain), serta selaku materi baku tepung tapioka.

Selain cara budidaya tanaman singkong yang cukup mudah, pemanfaatan flora singkong juga sangat lengkap. Semua bab dari tumbuhan ini dapat dipakai untuk aneka macam kebutuhan.

Misalnya bagian umbi untuk sumber masakan pokok, daunnya untuk dijadikan sayur yang lezat, serta batangnya dapat dijadikan kayu bakar atau selaku bibit budidaya tumbuhan singkong kembali.

Sebelum mengetahui cara budidaya tumbuhan singkong, ada baiknya jika kau mengetahui kondisi lahan, iklim, serta hal-hal lainnya yang mampu dibilang cocok untuk menanam ubi kayu ini.

Singkong mampu ditanam di lahan dengan kondisi-kondisi sebagai berikut:

  • Tempat penanaman berada di ketinggian 10 hingga 1.500 mdpl.
  • Jenis tanah yang mampu ditanami yakni jenis podsolik merah kuning, mediteran, grumosol, andosol, atau aluvial latosol.
  • Struktur tanah gembur dan banyak materi organik (subur).
  • Kadar pH tanah berkisar antara 4,5 hingga 8,0.
  • Memiliki iklim tropis dengan curah hujan 1.500 sampai 2.500 mm per tahun.
  • Suhu udara tidak lebih rendah dari 10 derajat Celcius, dan tingkat kelembaban udara sekitar 60 persen sampai 65 persen.
  • Lahan disinari matahari setidaknya selama 10 jam dalam sehari.

(Baca Juga: Cara Budidaya Jamur Tiram Termudah)

Cara Budidaya Tanaman Singkong

Cara Budidaya Tanaman Singkong

Berikut ini cara budidaya flora singkong yang perlu dilakukan sekaligus cara pembasmian hamanya.

1. Menyiapkan Bibit

Cara budidaya tumbuhan singkong yang pertama yaitu dengan mempersiapkan bibit berbentukstek batang bab bawah sampai tengah.

Bibit yang dipilih ini berasal dari flora induk yang berumur 10 hingga 12 bulan, dengan diameter sekitar 2,5 cm. Pastikan bahwa tumbuhan induk belum ditumbuhi tunas-tunas baru.

Jumlah bibit yang mau ditanam mesti diadaptasi dengan luas area lahan.

2. Menyiapkan Media Tanam

Kemudian, kau mesti menyiapkan media tanam dengan mengukur kadar pH tanah memakai kertas lakmus, pH meter, dan cairan pH tester. Jangan lupa untuk mengecek kandungan bahan organic dan bagian hara tanah tersebut.

Cara budidaya tumbuhan singkong selanjutnya yakni membersihkan lahan dari gulma, pembajakan tanah, lalu bentuk bedengan tanah.

Jika tanah telah tamat digarap, taburkan kapur kalsit atau kaptan (CaCO3) dengan takaran 1 sampai 2,5 ton per ha. Fungsi pengapuran sendiri adalah untuk menaikkan kadar pH pada tanah yang asam atau tanah gambut.

3. Menanam Bibit

Bibit telah ada, tanah pun telah siap. Maka ini cara budidaya tumbuhan singkong lanjutannya yakni menanam bibit. Carany, runcingkan ujung bawah stek batang, lalu tanam dengan kedalaman 5 hingga 10 cm. Untuk tanah yang berair atau lembab, stek batang cukup ditancapkan tidak terlalu dalam.

(Baca Juga: Tips Berhasil Budidaya Porang, Umbi yang Banyak Dicari)

4. Melakukan Pemeliharaan

Cara budidaya tumbuhan singkong yang satu ini berisikan beberapa tahap berikut ini:

  • Penyulaman

Yang pertama, kerjakan pengecekan pada bibit stek batang yang mati atau tumbuh tidak normal. cabut bibit yang gagal, lalu ganti dengan sisa bibit yang kamu miliki.

Selain dicabut, bibit gagal itu juga mampu disulam dengan bibit sulaman pada pagi atau sore hari. Waktu penyulaman yang tepat adalah dikala ahad pertama atau ahad kedua setelah menanaman bibit permulaan.

  • Pencabutan Gulma

Segala jenis rumput liar atau gulma harus dicabut untuk mempertahankan budidaya tanaman singkong tetap berlangsung baik.

  • Penggemburan Tanah

Tanah yang sebelumnya sudah digemburkan sebelum penanaman bibit niscaya telah mengalami perubahan setelahnya. Oleh sebab itu, pantau keadaan tanah dan jaga kualitasnya dengan penggemburan tanah yang mampu kau kerjakan di hari yang sama dengan waktu mencabuti gulma.

  • Pemangkasan Tunas

Tanaman singkong yang memiliki 2 hingga 3 cabang harus dipangkas. Selain agar tunas tidak berkembang terlalu besar dan menyantap kawasan, fungsi pemangkasan juga berkhasiat untuk dijadikan bibit simpanan di kala penanaman berikutnya. Kaprikornus, bibit tak perlu kamu beli lagi.

  • Pemupukan

Jenis pupuk yang dipakai pada cara budidaya tanaman singkong ialah pupuk urea, pupuk TSP dan pupuk KCI. Pemberian pupuk dilaksanakan ketika masa tanam 2 sampai 3 bulan, dengan perbandingan N:P:K = 1/3 : 1 : 1/3.

Sedangkan di era tanam selanjutnya hingga sebelum panen, pupuk diberikan dengan perbandingan 2/3 : 0 : 2/3.

  • Penyiraman

Di dalam cara budidaya tumbuhan singkong, kondisi tanah harus dalam tingkat kelembaban yang pas. Tidak terlalu kering, namun juga tidak terlalu becek. Pada kurun tanam permulaan hingga 5 bulan, kondisitanah mesti selalu lembab.

Selanjutnya, cara penyiraman tanamn singkong yang baik ialah dengan pengairan dengan metode genangan yang dijalankan dua ahad sekali. Makara, jangan siram langsung air di atas tanaman singkong, ya.

  • Penyemprotan Pestisida

Penggunaan pestisida pada cara budidaya tanaman singkong cuma perlu dijalankan seperlunya, sesuai dengan jenis penyakit tumbuhan yang diidap. Misalnya bercak daun sebab basil, layu daun karena kuman, bercak daun berwarna cokelat, atau bercak daun konsentris.

Perlu diketahui, penggunaan pestisida secara berlebihan akan membuat organisme yang bagus untuk perkembangan flora juga ikut mati. Penyemprotan dijalankan pagi hari (sesudah embun hilang) atau di sore hari.

5. Membasmi Hama

Jenis hama yang umum ditemukan pada cara budidaya tumbuhan singkong yakni hama uret dan tungau merah.

Hama uret berada di dalam akar tanaman singkong, yang kemudian menciptakan akar batang dan umbi rusak sehingga tumbuhan singkong mati sebelum periode panen. Untuk mengatasinya, bersihkan sisa materi organic dikala permulaan era tanam. Atau, kau juga bisa mencampur cairan insektisida (sevin) pada dikala tahap pembuatan tanah (sebelum bibit ditanam).

Sedangkan hama tungau merah menyerang permukaan bawah daun sehingga membuat daun menjadi kering. Untuk mencegah hadirnya hama ini, pilihlah bibit permulaan yang berkualitas yang toleran terhadap tungau merah. Serta semprotkan air dalam jumlah yang banyak.

6. Memanen

Cara budidaya tanaman singkong yang telah diterapkan selama 6 hingga 12 bulan periode tanam mampu dipanen. Untuk varietas singkong genjah, maka tanaman mampu dipanen dikala umur 6 sampai 8 bulan. Sedangkan untuk varietas singkong dalam mampu dipanen dikala mencapai usia 9 hingga 12 bulan.

Cara panen cuma dengan mencabut batang beserta umbi singkong dengan cangkul atau garpu tanah. Sortir umbi singkong antara yang berwarna higienis dan segar, dengan yang cacat atau mempunyai bercak hitam.

Mulai Bisnis Budidaya dengan Modal KTA

Itulah ulasan lengkap tentang tata cara budidaya tumbuhan singkong. Bisnis budidaya memang sangat mempesona sebab menguntungkan dan memberi tugas konkret dalam membantu ketahanan pangan dalam negeri.

Mulai usaha budidaya apapun dengan mempergunakan modal usaha yang bisa kamu peroleh dari Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang tersedia di CekAja.com. Plafon kredit yang tersedia beragam, dengan cicilan ringan dan suku bunga kompetitif.

Dana KTA mampu segera kau dapatkan tanpa perlu menjaminkan aset apapun. Selain itu, penggunaannya tak terbatas alasannya adalah mampu dipakai untuk keperluan apa saja.

Yuk, bandingkan dan olok-olokan produk KTA dari aneka macam lembaga perlindungan legal lewat CekAja.com!