0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

tips Budidaya Jamur Tiram Termudah Hingga Menciptakan Panen Bermutu

Sebagai pengganti daging, jamur tiram sekarang banyak disantap sebab faedah baiknya untuk tubuh. Sehingga tak heran jika tingkat permintaan atas jamur tiram di pasaran meroket. Nah, untuk mempergunakan peluang ini, kau mampu loh mulai mempelajari aneka macam hal perihal cara budidaya jamur tiram.

Cara Budidaya Jamur Tiram Termudah hingga Menghasilkan Panen Berkualitas

Jamur tiram mempunyai ciri khas tersendiri yang mana bentuknya persis seperti cangkang tiram dan lebar serta berwarna putih. Salah satu dari jenis jamur yang mampu dikonsumsi ini mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi dan rendah kalori.

Bahkan untuk yang sedang menjalani program pembatasan makanan , mengonsumsi jamur tiram ialah opsi yang tepat alasannya adalah masakan ini tidak memiliki lemak, dan justru mengandung vitamin D serta B12.

Melihat keuntungannya yang sungguh banyak itu, tak aneh jika kini banyak orang yang karenanya kesengsem untuk mengonsumsi jamur tiram. Bahkan enggak sedikit dari produsen jamur tiram yang meraup untung besar alasannya meningkatnya keperluan akan jamur tiram di pasaran.

(Baca Juga: 5 Cara Budidaya Bawang Merah)

Keunggulan Budidaya Jamur Tiram

Gimana, udah mulai penasaran untuk menjajal cara budidaya jamur tiram? Atau masih ragu-ragu untuk memulainya? Eits, mendingan kau simak dulu pembahasan di bawah ini terkait kelebihan budidayan jamur tiram supaya nantinya kamu percaya untuk mengawali bisnis ini.

  • Cocok di segala ekspresi dominan

Sebetulnya cara budidaya jamur tiram itu mudah, alasannya jamur jenis ini sungguh dekat dengan segala trend yang ada di Indonesia. Bahkan, bila kau berada di kawasan dengan iklim panas pun, bukan menjadi penghalang untuk melaksanakan budidaya jamur tiram.

Dengan sifatnya yang toleran terhadap animo ini, budidaya jamur tiram sangat cocok dikerjakan untuk kau yang pengin meraup pundi-pundi rupiah setiap tahunnya.

  • Dapat dibudidayakan di pekarangan rumah

Tidak punya lahan kosong untuk mulai budidaya jamur tiram? Tak dilema! Karena bisnis ini mampu kau lakukan di lahan sempit bahkan pekarangan rumah sekalipun. Soalnya budidaya jamur tiram sendiri biasa menggunakan metode bertingkat atau memakai tata cara gantung baglog ketika proses budidayanya.

Kaprikornus, tidak memerlukan banyak kawasan untuk memulainya.

  • Tidak memerlukan modal besar

Sudah dibilang, cara budidaya jamur tiram itu simple. Sehingga kau pun enggak perlu mengeluarkan banyak uang untuk memulai bisnis ini. Soalnya nih, rata-rata materi baku dan peralatan yang dipakai untuk budidaya jamur tiram relatif mudah didapat dan murah. Mulai dari serbuk kayu, jerami, ampas tebu, bekatul, bonggol jagung, dan masih banyak lagi.

Cara Budidaya Jamur Tiram Termudah

Sudah siap mengikuti seluruh cara budidaya jamur tiram di bawah ini? Nah sebelum itu, tentukan kamu sudah mempersiapkan bahan-materi yang diperlukan ya.

Mulai dari rak, pH meter, kompor minyak tanah, thermometer, sprayer, lampu sitrus, baskom plastik, sekop, ampas tebu, serbuk kayu atau serbuk gergaji, dedak halus, pupuk, bibit jamur, htepung jagung, hingga air. 

Kalau seluruh materi dan peralatan tersebut telah tersedia, yuk kita mulai cara budidaya jamur tiram berikut hingga menghasilkan panen yang berkualitas.

1. Pilih Bibit Jamur Tiram yang Paling Bagus

Pemilihan bibit sejatinya menjadi penentu kesuksesan pada budidaya jamur tiram yang dikerjakan. Tidak sedikit dari usahawan jamur tiram yang balasannya merugi karena salah diawal mengawali cara budidaya jamur tiram ini.

Oleh karena itu, sebelum melangkah terlalu jauh nih tentukan kamu sudah menentukan bibit jamur tiram yang kualitasnya paling anggun.

Lantas, bagaimana menentukan bibit jamur tiram yang anggun?

Pertama-tama saat menentukan bibit jamur, pastikan kamu mengambil bibit yang sungguh-sungguh telah teruji kualitasnya berdasarkan nilai biological efficiency ratio (BER) jamur.

BER ini ialah persentase untuk membandingkan antara jumlah berat jamur dan berat media tanam jamur. Idealnya, BER jamur tiram ialah 75 persen.

Jangan pilih bibit jamur tiram yang miseliumnya berkembang tidak stabil, apakah terlalu padat atau terlalu tipis. Sebab bibit jamur yang manis memiliki miselium yang berkembang merata ke seluruh bagian media tumbuh.

Terakhir, ketika menentukan bibit jamur tiram, pastikan periode kadaluarsanya belum rampung. Karena kian lama, terlebih saat umur bibit jamur menginjak empat minggu, maka kian menurunlah kualitas dari bibit jamur tersebut.

2. Siapkan Kumbung Jamur

Kumbung mampu juga diartikan selaku rumah bagi kemajuan jamur tiram. Kumbung sendiri dapat dibentuk dari bambu ataupun kayu, yang mana seluruh bab dinding kumbung biasanya yang dibuat dari papan dan atap memakai material sirap.

Mempersiapkan kumbung dengan sempurna juga menjadi aspek penentu kesuksesan cara budidaya jamur tiram loh. Kaprikornus, sebisa mungkin kamu amati beberapa kiat suksesnya dalam menciptakan kumbung jamur.

Di dalam kumbung atau rumah jamur lazimnya diisi dengan rak bambu untuk menyimpan baglog. Rak yang dipakai biasanya mempunyai lebar 40 cm dan tiap ruas rak mempunyai panjang 1 meter. Untuk satu rak, kau bisa mengisi sekitar 80 baglog atau menyesuaikan dengan ukuran dari rak yang dibuat tersebut.

Usahakan menaruh rak secara sejajar antara satu dan lainnya dan jangan lupa beri pembatas, berupa lorong sebagai perawatan. Nah sebelum memasukkan baglog ke dalam rak ini, tentukan kumbung maupun rak penyimpanan telah dibersihkan.

Serta tak lupa melakukan pengapuran dan menyemprotkan fungisida guna membunuh hama penyakit yang bisa menempel di jamur tiram nantinya.

3. Menyiapkan Media Tanam

Bisa dikatakan ini ialah tahapan tersulit dalam cara budidaya jamur tiram. Media tanam pada jamur tiram sendiri adalah baglog, yang mana nantinya media tanam ini bakal mempengaruhi proses kemajuan dari jamur tersebut.

Kamu bisa menciptakan baglog dari berbagai materi seperti serbuk gergaji, bongkol jagung, sekam padi, ataupun jerami. Namun biar hasilnya lebih optimal, diusulkan untuk menggunakan serbuk gergaji, bekatul, kapur, dan sekam padi.

Soalnya keempat bahan tersebut sudah mengandung lignin, lignoselulosa, maupun serat.

Apabila kau masih pemula dalam bidang ini, seharusnya gunakan serbuk gergaji sebanyak 80 persen, bekatul 15 persen dan kapur kira-kira 3 persen saja untuk membuat baglog.

Campurkan ketiga materi tersebut dengan air kira-kira sekitar 60 persen dari berat bahan media tanam. Masukkan ke dalam kumbung dan tutup dengan plastik.

(Baca Juga: 5 Cara Budidaya Ternak Kambing Etawa)

4. Lakukan Proses Fermentasi

Agar hasil panennya maksimal, kamu bisa melaksanakan proses fermentasi pada media tanam. Caranya cukup mudah, kamu hanya perlu mendiamkan baglog kira-kira selama 5 sampai 10 hari, agar nantinya proses pelapukan mampu terjadi dengan benar pada media tanam.

Selama proses ini dilakukan, pastikan suhu udara di sekitar media tanam meningkat hingga 70 derajat Celsius

Kamu juga harus selalu membalikkan media tanam tersebut semoga proses pelapukan mampu terjadi secara merata di semua bab media tanam.

Fermentasi ini dijalankan untuk memusnahkan jamur liar yang mampu mengganggu proses tumbuh kembang jamur tiram. Apabila proses ini berjalan dengan lancar, maka media tanam akan berubah warna menjadi cokelat kehitaman.

5. Penyusunan Baglog yang Tepat

Cara budidaya jamur tiram yang berikutnya ialah dengan melaksanakan penyusunan baglog atau media tanam. Terdapat dua cara untuk menyusun baglog, adalah secara vertikal dan horizontal.

Keduanya mempunyai kekurangan masing-masing sehingga kau harus menyaksikan situasi ini dengan jeli, sekiranya mana cara yang sungguh-sungguh tepat dan sesuai dengan kondisi kumbung yang dibuat.

Jika memakai cara vertikal, bermakna kamu bisa menciptakan arah lubanh baglog menghadap ke atas. Akan tetapi cara ini akan menciptakan intensitas siraman air jadi meningkat sehingga nantinya air susah masuk ke dalam baglog secara merata.

Sedangkan cara horizontal adalah dengan membuat lubang baglog menghadap ke arah samping yang mana cara ini dianggap terlalu makan tempat, sehingga kamu perlu ruangan lebih besar untuk menyimpan baglog. 

6. Lakukan Perawatan Pada Baglog

Cara budidaya jamur tiram selanjutnya yaitu dengan mempertahankan kualitas dari media tanam atau boglog itu sendiri. Perawatan ini mampu dilaksanakan dengan beberapa tahapan, diantaranya seperti:

  • Melakukan proses sterilisasi dengan cara mengukus baglog dalam suhu 100 derajat Celsius selama kuranhg lebih 5 jam.
  • Lakukan penyiraman paling tidak 3 kali sehari. Apabila lantai kumbung terbuat dari tanah, maka gunakan teknik kabut saat menyiram baglog semoga tingkat kelembapannya tetap terjaga.
  • Potong bab ujung gablog dan diamkan 3 hari biar media tanam tersebut mampu tumbuh dengan baik.

7. Jamur Tiram Siap Dipanen

Ini ia yang paling dinantikan-tunggu dikala kau sudah mengikuti seluruh cara budidaya jamur tiram di atas. Apalagi bila bukan era pemanenan.

Pada tahapan ini lazimnya permukaan baglog sudah tertutup tepat dengan miselium, di mana waktu tunggunya hanya sekitar 2 ahad dan jamur siap dipanen.

Kamu mampu memanen baglog jamur tiram paling tidak 8 kali, itupun jikalau kamu melaksanakan perawatan dengan benar. Musim panen jamur tiram biasanya dikala ujung jamur sudah terlihat runcing, berwarna putih dan mekar, serta tudungnya belum pecah.

Ketika ekspresi dominan panen ini tiba, kamu mesti eksklusif mengambil jamur tiram tersebut dari baglognya karena jika melewati setengah hari saja, jamur tiram akan berubah warna menjadi kuning kecoklatan. Hal ini tentu saja bakal mensugesti kualitas dari budidaya jamur tiram yang telah dikerjakan.

Tertarik Melakukan Budidaya Jamur Tiram? Penuhi Dulu Modalnya di CekAja.com!

Nah itu tadi pembahasan perihal cara budidaya jamur tiram termudah untuk menciptakan panen yang berkualitas. Gimana, terpesona untuk mengawali cara budidaya tersebut? Atau belum memiliki modal usaha untuk memulainya? Eits, jangan pesimis dahulu!

Soalnya kamu bisa menyanggupi modal usaha untuk budidaya jamur tiram ini melalui produk sumbangan dana tunai dari CekAja.com. Pilihan produk tunjangan yang ditawarkan oleh CekAja sungguh beragam loh, mulai dari KTA hingga pertolongan kilat, dan tentu saja dari bank maupun perusahaan fintech terkemuka.

Masih bingung untuk memilih produk pinjamannya? Bandingkan saja dahulu di CekAja.com. Dijamin deh sesudah itu kau akan pribadi yakin untuk apply pinjaman modal usaha.

Yuk, segera susukan laman CekAja.com dan ajukan pinjamanmu guna menyukseskan budidaya jamur tiram yang kau lakukan!