0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

tips Aman Melakukan Kpr Untuk Kau Millenial Yang Produktif!

Beberapa waktu kemudian, Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate semoga perbankan juga mampu melakukan pembiasaan sehingga penduduk bisa lebih banyak melakukan konsumsi, termasuk berbelanja rumah. Apalagi, kurangnya pasokan (backlog) rumah di Indonesia sejak 2014 meraih 13 juta unit.

cara aman melakukan kpr

Sayangnya, generasi milenial yang mendominasi masyarakatIndonesia justru tidak begitu ingin memiliki rumah. Mereka lebih suka menyewa dan berada di sentra kota sehingga mobilitas bisa lebih gampang.

Meski begitu, pengetahuan perihal cara kondusif melaksanakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) juga penting loh. Pasalnya, banyak pula orang yang ingin membeli rumah kerap tertipu, contohnya dengan pengembang bodong atau pun ternyata legalitas yang belum tercukupi.

Agar Aman, Kumpulkan Informasi Sebanyak-banyaknya

Jangan malas, apalagi dikala ini zaman telah sangat maju. Untuk menerima gosip, kau tidak perlu pergi dari satu bank ke bank lain.

Kamu cuma perlu mengenali banyak hal mengenai cara aman melaksanakan KPR secara online. Hal-hal yang perlu kamu cari tahu misalnya mencakup, proses pengajuan, besaran bunga dan cicilan, atau sejumlah penalti.

Usahakan untuk mengumpulkan berita dari beberapa bank, baik konvensional maupun syariah, semoga tumpuan mampu lebih lengkap dan kau punya banyak waktu yang kau rasa paling tepat untuk kamu.

Membeli rumah bukan hal yang main-main, konon, rumah ialah salah satu jenis barang yang hanya dimiliki satu seumur hidup. Hal itu tentu saja sungguh mungkin, mengingat tanah di dunia tidak bertambah sementara manusianya bertambah setiap waktu.

Bandingkan dan Pilih yang Terbaik

Setelah mengumpulkan informasi yang cukup dan memadai, cobalah lakukan perbandingan untuk mencari yang terbaik. Pada tahap ini, setidaknya telah mesti mempunyai dua atau tiga opsi bank yang mungkin akan menerima pengajuan KPR, baik konvensional maupun syariah. Cari tahu mana yang paling tepat untuk kau dan kantong kau.

Memiliki lebih dari satu bank juga memungkinkan kau untuk mengajukan pada bank kedua kalau bank pertama menolak dan seterusnya.

Punya cadangan juga membuat kamu leluasa untuk memastikan jikalau bank yang kau pilih memang terbaik, bukan cuma asal bisa mendapatkan kredit yang kau olok-olokan.

Jangan lupa, untuk menanyakan pada petugas secara rincian tentang berbagai hal yang dianggap penting. Misalnya, jumlah dana KPR yang mampu ditemukan, jumlah uang wajah yang wajib disiapkan, besaran bunga, hingga tenor dukungan.

Jangan lupa untuk menanyakan biaya-biaya yang mau muncul jika KPR disetujui. Meski jarang terjadi, tanyakan pula pinalti yang harus kamu bayar kalau kau ingin melunasi lebih singkat dari tenor kamu dan tata caranya.

Datang dengan Persyaratan KPR secara Lengkap

KPR merupakan salah satu kredit dengan era tenor yang paling panjang. Sehingga tidak aneh jikalau standar kredit ini pun cukup banyak dan bermacam-macam dokumen.

Jenis dokumen ini terdiri atas dokumen langsung, penghasilan, dan bukti kepemilikan rumah yang akan ditransaksikan.

Secara lebih rinci, berikut ini yakni ketentuan dan kriteria pengajuan KPR yang biasanya diminta oleh bank.

  • Fotokopi KTP (suami istri)
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Surat informasi kerja dan slip honor asli
  • Fotokopi rekening Koran 3 Bulan terakhir
  • Fotokopi NPWP Pribadi / SPT PPH 21

Selain itu, kau perlu merencanakan Dokumen Jaminan Properti, yang meliputi: akta, Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan dokumen lain terkait legalitas rumah yang hendak dibeli.

Di pengembang, tentukan semua legalitas terkait rumah juga telah jelas dan tanpa duduk perkara. Sehingga ada baiknya bila developer rumah yang hendak dibeli sudah kerjasama dengan bank.

Biasanya bank telah memeriksa legalitas developer tersebut. Pengambilan kredit di bank yang telah bekerja sama dengan developer juga relatif lebih gampang.

Apalagi jikalau status rumah masih indent atau belum jadi, lazimnya hanya bank yang telah bekerjasama dengan developer yang hendak memberikan KPR.

Proses Akad

Seperti juga orang menikah, janji kredit KPR akan menentukan jika rumah akan segera jadi milik kamu. Sebagai penghulu bank akan menunjuk notaris untuk mengorganisir semua tolok ukur.

Meski begitu, kau harus menanggung biayanya sebagai kandidat pembeli, atau sesuai kesepakatan dengan bank.

Tarif notaris ini mencakup jasa pengurusan dokumen Perjanjian Kredit (PK), Akta Jual Beli (AJB), ongkos balik nama, pajak, cek akta, Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT), dan lain-lain. Kemudian, tanda tangan akad kredit.

Proses ini dilakukan di hadapan notaris di waktu yang sudah ditetapkan. Ada beberapa pihak yang harus hadir saat tanda tangan komitmen kredit, antara lain: pihak pembeli, penjual, perwakilan bank, dan notaris.

Saat semua proses berlangsung tanpa hambatan, maka dokumen akad kredit akan ditandatangani dan pihak bank akan mentransfer dana ke pihak penjual.

Sedangkan notaris akan mengurus proses balik nama sertifikat nama, AJB ke pemilik rumah gres. Surat-surat itu juga nantinya akan diserahkan notaris ke bank bersamaan dengan surat izin mendirikan bangunan (IMB) selaku jaminan kredit dan biasanya memakan waktu tiga hingga enam bulan sehabis akad kredit.

Selain hal-hal proses pengajuan KPR yang aman namun cukup memakan waktu ini, ada beberapa hal yang harus diamati biar kredit kamu mampu disetujui oleh perbankan.

BI Checking

BI Checking yaitu Informasi Debitur Individual (IDI) Historis yang mencatat tanpa hambatan atau macetnya pembayaran kredit (kolektibilitas) seseorang.

Bagi kau yang tengah mempunyai kredit lain dan kerap menunggak kelihatannya cita-cita kamu untuk mempunyai rumah akan sedikit menjauh, sebab hal itu umumnya membuat BI Checking kamu gagal alias kredit kau ditolak.

Saat kau telah percaya membeli rumah, cobalah untuk tidak sedang memiliki kredit lain, terlebih yang bersifat konsumtif. BI Checking juga menjadi salah satu hal yang membuat paling banyak orang ditolak kreditnya.

Kalau kamu kurang yakin dengan bagaimana catatan kau diperbankan, kau bisa mengajukan pengecekan isu debitur ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau BI sebagai pihak yang menyimpan semua data-data debitur di Indonesia. Cukup siapkan KTP dan datang ke kantor OJK. OJK akan memperlihatkan hasil pengecekan informasi debitur milik kau.

Bukti Penghasilan atau Slip Gaji

Kalau kamu milenial dan melakukan pekerjaan sebagai freelance, kau mungkin akan sedikit kesusahan dalam mengajukan KPR. Pasalnya, perbankan sangat memerlukan bukti penghasilan atau slip gaji sebagai buktinya.

Slip gaji ini lazimnya juga diserahkan bersama rekening koran selama tiga bulan terakhir.

Pengajuan kredit KPR ke bank dimana kau memiliki rekening gaji atau payroll biasanya lebih gampang disetujui sebab bank tersebut tahu persis ajaran gaji. Bagi bank sungguh penting mengetahui SOR (source of repayment) dari nasabah yang dikucurkan kredit.

Meski begitu, ketika ini BI tengah mengkaji supaya elemen slip honor dihilangkan dari syarat pengajuan kredit karena mulai tidak relevan bagi milenial yang suka bekerja di sektor informal.

Ajukan Selagi Muda

Kecuali kamu adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) dan TNI/Polri bank menetapkan syarat usia pengajuan KPR untuk mampu mengajukan kredit. Umumnya, batasan mulai dari 21 tahun sampai dengan 55 tahun dan di luar batasan itu, bank biasanya akan langsung menolak.

Yang perlu diamati yakni batasan usia paling tua dijumlah dikala cicilan KPR akhir. Artinya, kamu harus menyertakan usia saat ini dengan rencana tenor santunan untuk menerima usia maksimum.

Misalkan, usia kini 45 tahun dan rencana mengambil KPR selama 15 tahun, maka kemungkinan besar pengajuan pinjaman KPR akan ditolak karena melebihi usia maksimum, 55 tahun, saat pinjaman rampung.

Ajukan KPR selagi muda dan selagi usia produktif!

(Baca Juga: 3 Jenis KPR untuk Milenial! Dp Mulai 1 Persen)

Siapkan Uang Muka

Down Payment (DP) atau uang wajah kerap menjadi masalah, bahkan dikala BI sudah mengeluarkan kebijakan kalau uang paras mampu hingga 0% atau sesuai ketentuan bank dan developer, banyak orang yang gagal pada hal ini. DP menjadi jaminan bagi bank sebagai keseriusan.

Sayangnya, sebelum ada pelonggaran Loan to Value (LTV) bank dan pengembang kerap meminta DP hingga 30% tetapi sekarang, calon pelanggan sudah mampu memiliki rumah dengan DP 10% dari harga rumah.

Selain DP, cobalah untuk menyiapkan dana-dana untuk biaya-biaya seperti provisi dan administrasi. Meski biaya materai cuma Rp6.000 biasanya minimal 10 materai akan digunakan untuk hingga ke proses kesepakatan kredit.

Belum lagi, dana yang cukup besar untuk premi asuransi kebakaran, premi asuransi jiwa dan ongkos notaris. Kelak, pelunasan biaya ini menjadi prasyarat untuk pencairan kredit.

Meski terlihat panjang dan rumit untuk cara kondusif melakukan KPR, cobalah untuk mempunyai rumah secepatnya, pasalnya harga rumah makin mahal dan opsi akan kian ke pinggir, apalagi jika kau punya aktivitas tinggi, hal tersebut tentu tidak akan membuat kamu tenteram. Pilihlah rumah yang tepat kebutuhan yah!