0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Tidak Cuma Corona, Waspadai Juga Demam Berdarah

Penyebaran virus novel corona atau Covid-19 sudah masuk di Indonesia. Saat ini telah 6 orang yang dinyatakan nyata menderita virus yang berasal dari Wuhan, Cina tersebut. Meski begitu, kamu juga tetap harus waspada akan hadirnya penyakit lain. Pasalnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah menetapkan status berhati-hati untuk salah satu penyakit yang tidak kalah mematikannya, Demam Berdarah Dengue (DBD).

Asuransi DBD Terbaik dari Adira, Ini Syarat dan Ketentuannya!

Adapun pihak yang memberikan pertumbuhan terkini terkait corona adalah orang nomor satu di Republik ini, Presiden Joko Widodo. Virus tersebut dimengerti tiba di Indonesia semenjak tanggal 2 Maret lalu.

Awalnya diinformasikan hanya ada 2 warga negara Indonesia (WNI) yang kedapatan kasatmata novel corona. Namun seiring berjalannya waktu, bertambah lagi 2 orang WNI yang dinyatakan terjangkit Covid-19.

Teranyar pada hari ahad (8/3), pemerintah memaparkan terdapat 2 WNI yang gres terserang Corona.

Menyikapi hal tersebut, masyarakat diminta untuk terus menjaga kebersihan diri dan juga lingkungan. Hal itu dimaksudkan biar corona enggan dan susah masuk ke badan penduduk .

(Baca juga: 6 Langkah Cegah DBD di Musim Hujan)

1. DBD Menghantui

Ketika orang disibukkan dengan corona, virus yang tidak kalah mematikannya Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai menghinggapi beberapa penduduk .

Perhatian yang selama ini konsentrasi untuk menghadapi ancaman virus “asing” tersebut, mulai terusik karena Kemenkes sudah menetapkan status berhati-hati atas serangan DBD.

Hingga permulaan Februari kemudian, jumlah penderita DBD sudah mencapai 16.692 jiwa. Angka tersebut tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 169 orang dinyatakan meninggal. Dalam periode waktu satu bulan, jumlah penderita DBD telah meningkat sebanyak 3.009 orang.

Sementara korban meninggal akhir DBD bertambah sebanyak 36 jiwa dibanding Januari 2020.

Peningkatan jumlah penderita yang signifikan tersebut menerangkan bahwa kesadaran akan kesehatan diri masih jauh dari harapan. Pasalnya penyakit DBD sendiri timbul dari gigitan nyamuk aedes aegypti.

Nah habitat aedes aegypti berada di lingkungan yang higienis dan tergenang. Seperti di terusan air, pot bunga, kaleng bekas ataupun wadah air yang lain yang bisa membuat nyamuk tenteram dan risikonya menetapkan untuk beranak pinak di wadah tersebut.

2. Belum ada vaksin untuk DBD

Sama seperti Corona, hingga ketika ini penyakit demam berdarah juga belum mempunyai vaksin.

Pengobatan yang diberikan di rumah sakit juga bertujuan untuk memajukan imunitas tubuh biar mampu menang melawan virus dengue.

Virus tersebut biasanya hidup subur di negara yang memiliki iklim tropis, mirip Indonesia, India, Negara lain di Asia Tenggara, Taiwan, Kepulauan Pasifik dan banyak negara yang lain.

Karena belum ada vaksin yang mampu menghalangi serangan virus tersebut, otomatis santunan berasal dari diri sendiri.

Mulai masuk isu terkini hujan mirip kini, biasakan untuk memakai lotion anti nyamuk dan juga tutup semua wadah yang berpotensi memuat air, mirip bak mandi ataupun kaleng-kaleng bekas yang ada di luar rumah.

Menurut beberapa sumber, virus dengue dilaporkan berasal dari Asia. Mewabahnya virus tersebut diawali dengan adanya temuan demam yang dibarengi dengan pendarahan pada tentara Jepang Uni Soviet di daerah Manchuria pada tahun 1930 silam.

Nahasnya tentara tersebut, demam yang diderita hasilnya berujung pada kematian.

Kurangnya berita wacana penyebab penyakit dan juga cara penanganan yang tepat membuat para prajurit tersebut harus menyerah dan pasrah pada serangan dengue.

Sejak dikala itu, penyebaran virus dengue menjadi makin masif. Para peneliti bahkan menyampaikan bahwa setiap tahunnya terjadi 50 sampai 100 juta perkara DBD di dunia. Virus itu diketahui masuk ke Indonesia pada tahun 1968 lalu.

(Baca juga: Musim Hujan Tiba, Lakukan Hal Ini Agar Tidak Terserang DBD)

3. Lengkapi peralatan kesehatan diri kau

Selain melakukan langkah-langkah menutup semua wadah, kamu juga perlu melengkapi diri dengan peralatan kesehatan.

Seperti thermometer dan juga obat penurun panas non aspirin. Gejala yang muncul dari demam berdarah dengue mirip dengan penyakit balasan virus kebanyakan, ialah panas tinggi yang diikuti dengan mual dan juga sakit kepala.

Namun kala inkubasi virus terjadi pada rentang 4 sampai 6 hari. Jadi kau gres bisa dimengerti terkena DBD atau tidak setelah jangka waktu tersebut.

Meski begitu, terdapat gejala khusus pada penderita DBD yang berlawanan dengan demam pada umumnya, yaitu adanya ruam kulit di 2 hingga 5 hari pasca demam.

Supaya budget kamu tidak terganggu untuk belanja perlengkapan kesehatan, kamu mampu berbelanja barang tersebut dengan platform Kredivo.

Dengan begitu, kau juga bisa menertibkan tenor yang dikehendaki dengan suku bunga kompetitif.

Tidak perlu pakai kartu kredit untuk menggunakannya. Selain itu kau juga bisa mendapatkan dana tunai melalui kredit digital tersebut.