0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Tawaran Bantuan Online Ilegal Marak Akhir Banyak Karyawan Kena Phk

Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengawasi maraknya penawaran pemberian online ilegal dari fintech lending tidak berizin selama merebaknya pandemi Covid-19 dan memasuki bulan bulan mulia.

pinjaman online ilegal

Bukan hanya pertolongan online ilegal, satgas juga meminta penduduk berhati-hati terhadap penawaran investasi ilegal yang juga menjamur.

“Saat ini marak penawaran fintech lending ilegal yang sengaja memanfaatkan kesulitan keuangan sebagian penduduk untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari” ujar Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing, dikutip dari laman OJK.

Tongam menyebut target kejahatan penyedia perlindungan online ilegal yakni penduduk yang memerlukan uang cepat untuk memenuhi kebutuhan primer atau kebutuhan konsumtif.

Di tengah keadaan banyaknya perusahaan yang memotong honor hingga merumahkan karyawannya demi efisiensi, penyedia pertolongan online ilegal kian gencar beraksi mempergunakan situasi.

Merugikan Masyarakat

Menurut Tongam, penawaran bantuan online dari fintech lending yang tidak berizin sungguh merugikan penduduk dari dua sisi.

Pertama, sumbangan online ilegal akan mengenakan bunga yang sungguh tinggi dengan rentang waktu sumbangan pendek. Kedua, penyedia perlindungan online ilegal juga biasanya meminta saluran semua data kontak di handphone korbannya.

“Ini sangat berbahaya, alasannya adalah data ini mampu disebarkan dan digunakan untuk alat mengintimidasi dikala penagihan,” kata Tongam.

Sepanjang bulan April lalu saja, Tongam mencatat Satgas Waspada Investasi yang dipimpinnya menemukan 81 fintech peer to peer lending ilegal.

Sehingga total yang telah dikerjakan Satgas Waspada Investasi semenjak tahun 2018 sampai April 2020 sebanyak 2.486 entitas sumbangan online ilegal.

Tongam juga meminta supaya penduduk yang memanfaatkan pinjaman fintech lending memakai dananya untuk kepentingan yang produktif dan bertanggungjawab untuk mengembalikan bantuan tersebut sesuai waktu perjanjian.

(Baca juga: Cara Jitu Mendapat Relaksasi Cicilan Pinjol, Biar Lebih Nyaman Pakai KTA Bank Permata)

Kamu tentu sudah mampu membedakan mana layanan tunjangan online aman yang mengantongi izin resmi dari OJK, dengan layanan sumbangan online ilegal bukan?

Kalau telah lupa, dengan bahagia hati CekAja.com akan mengingatkan memori kau lagi apa saja Ciri-ciri Pinjaman Online Ilegal tersebut:

1. Cenderung Memaksa

Penyedia santunan online ilegal umumnya mendekati ‘calon’ korban lewat SMS atau telepon dengan menunjukkan komitmen dana cepat cair. Namun, oknum tersebut tidak menawarkan gosip secara lengkap perihal identitas perusahaannya. Ia bahkan bersifat memaksa biar korban mau mengajukan pinjaman.

2. Syarat Sangat Praktis

Pinjaman online ilegal biasanya membuka susukan bagi siapapun yang membutuhkan dana cepat namun tidak dapat mengakses layanan perbankan yang resmi.

Cukup dengan mengisi data diri, nomor telepon, email, KTP, dan menyerahkan data nomor kontak di ponsel, maka kamu sudah bisa mendapatkan santunan yang diperlukan.

3. Dipotong Uang Muka

Mengajukan sumbangan terhadap layanan bantuan online ilegal kamu wajib mengikuti ketentuan yang mereka buat. Salah satunya, yaitu mengenakan uang tampang atas perlindungan yang kau olok-olokan dengan alasan biaya administrasi, materai dan lain sebagainya.

Misalkan kamu ingin meminjam uang sebesar Rp50 juta, namun diminta duit paras sebesar Rp1 juta atau lebih dengan argumentasi biar dana yang hendak dipinjam cepat cair.

4. Tidak Terdaftar di OJK dan Identitas Perusahaan Tidak Jelas

Ketika kamu mendatangi situs perlindungan online yang resmi, tentu mampu dengan mudah mencari nomor kontak yang lengkap semoga kandidat nasabah dapat dengan gampang menelepon pribadi pihak perusahaan.

Sementara itu, oknum perlindungan online ilegal umumnya akan menutupi sebisa mungkin berita yang berhubungan dengan perusahaan mereka.

Jika ada pun, identitas tersebut bisa saja artifisial, seperti alamat kantor bayangan, nomor telepon memakai ponsel dan alamat email menggunakan email pribadi.

Selain itu, kamu tidak akan menemukan nama perusahaan tersebut selaku perusahaan penyedia bantuan yang mengantongi izin dari OJK. Kaprikornus alangkah baiknya, sebelum memutuskan meminjam dana dari layanan sumbangan online, untuk menilik perizinan perusahaan yang bersangkutan melalui laman OJK.

Informasi perihal daftar perusahaan yang tidak memiliki izin OJK dapat diakses melalui  www.sikapiuangmu.ojk.go.id.

5. Meminta Informasi Pribadi

Lembaga pinjol legal biasanya cuma akan meminta gosip seputar nama peminjam, nomor telepon yang aktif dan alamat email. Sekalipun meminta nomor rekening, hanya diperlukan untuk mengecek riwayat kredit dan pencairan dana kandidat peminjam.

Sementara, layanan pertolongan online ilegal akan meminta kau memberikan data nomor-nomor telepon orang-orang terdekat kamu. Bisa jadi nomor pasangan, bawah umur, orang renta dan keluarga yang lain, teman-sahabat kantor, sampai nomor atasan kamu.

Orang-orang yang ada di daftar nomor kontak tersebut, sebuah saat akan dihubungi jika kau telat membayar cicilan utang kepada mereka dengan bunga yang bombastis besarnya.

Investasi Bodong

Selain mendapatkan banyak layanan pinjaman online ilegal, Satgas Waspada Investasi OJK juga menghentikan 18 kegiatan perjuangan investasi yang diduga beroperasi tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat.

Modus penawaran investasi 18 perusahaan ini sungguh merugikan karena mempergunakan ketidakpahaman masyarakat untuk membohongi dengan mengiming-iming dukungan imbal hasil yang sungguh tinggi dan tidak masuk akal.

(Baca juga: Mengenal JULO, Aplikasi Pinjol Resmi dengan Bunga Terendah)

Selain itu banyak juga acara yang menduplikasi laman entitas yang memiliki izin sehingga seakan-akan laman tersebut resmi milik entitas yang memiliki izin.

Dari 18 entitas tersebut di antaranya melakukan aktivitas sebagai berikut:

  • 12 Penawaran Investasi Uang tanpa izin;
  • 2 Multi Level Marketing tanpa izin;
  • 1 Perdagangan Forex tanpa izin;
  • 1 Cryptocurrency atau crypto asset tanpa izin;
  • 1 Kegiatan Undian berhadiah tanpa izin; dan
  • 1 Investasi emas tanpa izin.

Perhatikan 3 Hal Sebelum Berutang atau Berinvestasi

Menurut Tongam, Satgas Waspada Investasi terus meminta kepada penduduk biar sebelum mengajukan pinjaman online atau berinvestasi di sektor keuangan untuk memperhatikan 3 hal berikut ini:

  1. Memastikan pihak fintech lending  yang memberikan pinjaman online atau investasi tersebut memiliki perizinan dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dikerjakan.
  2. Memastikan pihak yang menawarkan pinjaman fintech lending dan produk investasi, memiliki izin dalam memperlihatkan produk investasi atau tercatat selaku kawan pemasar.
  3. Masyarakat mampu menelepon Kontak OJK 157 atau 081157157157 atau email ke [email protected] dan [email protected] untuk menanyakan info mengenai perusahaan fintech lending ataupun entitas investasi yang sudah memiliki izin.

Memang sih kedatangan perlindungan online bisa membantu menangani urusan finansial di penduduk . Namun jangan sampai kamu gegabah dalam mengajukan derma ke layanan derma online ilegal yang tidak bertanggung jawab.

Alih-alih terbantu dengan uang bantuan yang diberikan, kau justru bisa terlilit utang dan dirugikan oleh bantuan online ilegal.

Untuk itu, cari rujukan kredit dalam bentuk pemberian online tanpa agunan (KTA) atau perlindungan online yang resmi dan terdaftar di OJK, Bank Indonesia, serta Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) lewat CekAja.com.