0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Tangkal Corona, Intip 7 tips Memajukan Imunitas Anak

COVID-19 masih terus mengintai dunia. Dalam beberapa bulan saja, puluhan ribu nyawa melayang hasilnya. Meski penyakit ini lebih rentan berisiko kepada orang lanjut usia, para orangtua yang memiliki anak kecil tetap saja dibentuk was-was. Mengetahui cara mengembangkan imunitas jadi satu-satunya jalan untuk menyingkir dari virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut.

Cara Meningkatkan Imunitas Anak

Menurut Charles Subin, Profesor Pediatrik dari Universitas Maryland, Amerika Serikat setiap bayi memang lahir dengan metode kekebalan tubuh yang belum tepat. Perlahan, kemampuan imunitas badan dalam melawan bakteri, virus, dan organisme jahat lain akan bertambah sendirinya.

Di ekspresi dominan penyakit mirip ini, tentunya setiap orangtua kini sedang berusaha untuk menjaga kesehatan anak supaya terhindar dari penularan virus. Intip cara mengembangkan imunitas untuknya berikut ini, yuk!

1. Rutin berikan sayur dan buah

Sayur dan buah sangat kaya akan faedah, salah satunya yakni meningkatkan daya tahan badan anak sehingga virrs pun enggan mendekat. Usahakan pilih buah dan sayur yang banyak mengandung vitamin C, karena terbukti mampu mengoptimalkan produksi sel darah putih yang ampuh melawan virus.

Tak cukup sampai di situ, berkala mengonsumsi buah dan sayur juga mampu melindungi anak dari penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan kanker ketika sampaumur. Sajikan wortel, kacang hijau, jeruk, stroberi, dan brokoli pada menu makanannya. Untuk makanan ringan, kamu bisa siapkan yogurt, salad buah, atau kacang-kacangan.

Namun, pastikan bahwa porsi makanannya sesuai dengan usianya, ya. Sebab terlampau banyak makan bisa membuat balita rentan memiliki berat tubuh berlebih, yang jelas tidak baik bagi kesehatan tubuhnya kelak.

2. Ajari mencuci tangan

Secara garis besar, bersungguh-sungguh mencuci tangan tidak secara teknis dapat memajukan daya tahan tubuh anak. Namun, hal ini ampuh menangkal hadirnya berbagai penyakit dari tangan yang kotor. Mengutip dari ThoughtCo, faktanya sekitar 1500 kuman per sentimeter persegi ada pada kulit tangan. Terlebih anak balita sedang aktif-aktifnya mengeksplor lingkungan sekitar.

Ajari anak-anak mencuci tangan dengan sabun, baik sebelum maupun setelah makan. Pun setelah bermain di luar, sesudah memegang hewan peliharaan, dan sehabis melaksanakan acara lain yang memungkinkan tangan mereka terkontamintasi basil atau virus.

(Baca Juga: Walaupun di Rumah Aja, 7 Ide Pesta Ulang Tahun Ini Bikin Anak Happy!)

3. Imunisasi lengkap

Imunisasi ialah sebuah tindakan menyuntikan vaksin kedalam badan guna menerima sistem kekebalan badan terhadap penyakit. Semua jenis vaksin mempunyai agenda dan waktu yang telah ditentukan. Maka itu, jangan sampai skip imunisasi.

Ketika lahir, umumnya anak akan wajib diimunisasi yang mencakup vaksin BCG, hepatitis B, polio. Selanjutnya vaksin DPT diberikan saat beliau menginjak usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, dan 18 bulan. Vaskin tersebut dapat mencegaj 3 jenis penyakit sekaligus, di antaranya difteri, pertusis dan tetanus. Lalu ada pula imunisasi campak di usia 9 bulan.

Mengacu pada ketentuan Permenkes No. 12 Tahun 2017, bayi juga ditekankan untuk mendapat beberapa imunisasi embel-embel di luar lima vaksin tadi, antara lain meliputi MMR, Rotavirus, PCV, Varicella, Tifoid, Hepatitis A, dan Influenza. Semua demi mengembangkan imunitas si kecil, biar tak rentan terserang virus penyakit.

4. Usahakan perbanyak ASI

Setiap ibu mungkin dianugerahi kapasitas ASI yang berlainan-beda. Namun jika memungkinkan, usahakan untuk terus menyusui secara pribadi sampai maksimal anak berusia 2 tahun. Dengan begitu, kau mampu meminimalisir sampai jutaan rupiah sebab tak harus membayar untuk membeli susu formula.

ASI sendiri mempunyai kandungan antibodi yang lengkap yaitu, Immunoglobulin A, Immunoglobulin D, immunoglobulin E, immunoglobulin G, serta immunoglobulin M. Manfaatnya bagi anak hebat, yakni untuk meningkatkan imunitas dan menangkal aneka macam penyakit.

5. Berjemur

Saat badan kelemahan vitamin D, perkembangan akan terhambat, termasuk dalam pembentukan sistem kekebalan tubuh sehingga mudah terinfeksi virus maupun basil. Saat badan kelemahan vitamin D, kemajuan akan terhambat, tergolong dalam pembentukan sistem imun sehingga gampang terinfeksi virus maupun kuman. Oleh alasannya itu, rutin berjemur dengan anak saban hari ampuh meningkatkan imunitasnya.

Untuk waktu berjemur paling efektif, ialah saat bayangan tubuh lebih pendek dari tinggi badan, dengan durasi berjemur sekitar 10 sampai 15 menit. Jangan lupa gunakan sun screen khusus balita atau anak ya, supaya kulit tetap kondusif terlindungi.

6. Rajin membersihkan mainan dan perabotnya

Mungkin secara teknis, cara ini juga tidak berafiliasi langsung dalam mengembangkan imunitas tubuh anak. Namun sebagai upaya pendukung, rajin membersihkan mainan dan perabotnya pasti mampu menghalapi paparan bakteri atau virus secara pribadi. Apalagi jikalau anak sedang memasuki fase oral alias semua benda dimasukkan ke dalam lisan. Kontaminasi berbagai sumber penyakit makin mudah terjadi padanya. Untuk mencuci semua perkakas si kecil, kamu mampu menggunakan sanitizer spray atau sabun pencuci botol.

7. Anak harus tidur cukup

Terakhir, usahakan agar si kecil cukup tidur. Anak-anak yang kurang tidur akan lebih mudah tertular penyakit, lho! Sebab, kurang tidur mampu meminimalkan jumlah sel penangkal penyakit di dalam tubuh yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan penyakit berbahaya seperti kanker. Lalu, sesungguhnya berapa lama kebutuhan tidur yang diperlukan oleh mereka?

Menurut peneliti Kathi Kemper, M.D. dari Pusat Pendidikan dan Penelitian Pediatrik Holistik di Boston, normalnya untuk bayi baru lahir, mereka memerlukan waktu tidur 18 jam sehari, balita perlu 12-13 jam, dan anak prasekolah perlu tidur 10 jam saban hari. Hal ini penting dipraktekkan, agar imunitasnya senantiasa terjaga dengan baik.

Penuhi gizi anak dari kuliner-masakan bernutrisi tinggi. Meski tak boleh kemana-mana alias di rumah aja, kau mampu tetap belanja di e-commerce sayur dan buah secara online. Gunakan kartu kredit Citibank untuk membuat lebih mudah setiap transaksinya, apply melalui CekAja.com.

(Baca Juga: Pilihan Aktivitas Bareng Anak Biar Gak Boring di Rumah)