0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Tak Cuma Corona, Penting Daftar Peristiwa Pengguncang Ekonomi Dunia

Banyak peristiwa yang terjadi selama masa waktu 20 tahun terakhir atau sejak periode milenium pertama kali dimulai. Beragam kejadian mulai dari petaka, aksi terorisme, wabah penyakit, berita politik, hingga isu ekonomi banyak terjadi pada kurun waktu tersebut.

Tak Cuma Corona, Ini Daftar Peristiwa Pengguncang Ekonomi Dunia

Pergantian tahun dari kala 90-an menuju milenium atau 2000-an, memang menunjukkan cita-cita gres bagi kehidupan insan.

Era baru tersebut dibutuhkan bisa menawarkan berkah tersendiri bagi setiap orang, tetapi pada kenyataannya justru tidak berjalan secara mulus.

Peristiwa-kejadian yang terjadi pada medio 2000-an menunjukkan efek tersendiri bagi sendi-sendi kehidupan manusia, tak terkecuali pada sektor ekonomi dunia.

Banyak kejadian yang terjadi justru mengguncang perekonomian dunia. Guncangan terhadap ekonomi dunia itu pun mengakibatkan efek domino pada sektor lainnya.

Tak heran jikalau insiden-peristiwa yang terjadi selama periode tersebut masuk ke dalam catatan sejarah dunia. Berikut ini beberapa peristiwa yang pernah mengguncang perekonomian dunia selama 2 dasawarsa ke belakang.

1. Tragedi 11 September 2001

Tragedi 11 September 2001 - Tak Cuma Corona Ini Daftar Peristiwa Pengguncang Ekonomi Dunia

Mungkin masih lekat di benak banyak orang, betapa mencekamnya Tragedi 11 September 2001 atau yang kerap disebut Serangan 9/11.

Kala itu, empat pesawat komersil yang sarat dengan penumpang dibajak oleh kelompok teroris Al-Qaeda dan lalu ditabrakkan ke Gedung World Trade Center (WTC) yang ada di New York, Amerika Serikat (AS).

Sejarah mencatat bahwa Al-Qaeda menabrakkan empat pesawat eksklusif ke Gedung WTC yang kemudian meruntuhkan struktur bangunan tersebut dan menimbulkan ribuan korban jiwa, baik luka-luka maupun meninggal dunia.

Meski terjadi di AS, imbas mengerikannya begitu terasa di seluruh dunia. Salah satu yang paling terpukul adalah sektor ekonomi lantaran pasar saham di seluruh dunia pribadi ditutup demi mengantisipasi adanya kemungkinan aksi teror lainnya.

Pemerintah AS pun juga langsung menutup Bursa Efek New York sesaat sehabis Gedung WTC luluh lantah pada 9 September 2001 siang. George Walker Bush yang abad itu menjadi Presiden AS bahkan menyiapkan US$100 miliar untuk mengantisipasi terjadinya krisis ekonomi.

Dampak yang lain dari serangan 9/11 yakni penurunan tajam kurs dolar AS terhadap beberapa mata duit mirip Yen, Euro, dan Poundsterling.

Selang sehari setelah bencana tersebut, beberapa pasar saham di Eropa mengalami penurunan. Di Inggris turun 5,7 persen, Spanyol turun 4,6 persen, dan di Jerman turun sampai 8,5 persen.

Depresiasi juga turut terjadi di pasar saham Amerika Selatan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Brasil sempat turun 9,2 persen, kemudian di Argentina sebesar 5,2 persen, dan di Meksiko sebesar 5,6 persen.

Serangan 9/11 juga menciptakan harga emas dunia berkembangtajam, dari sebelumnya US$215,5 per gram menjadi US$287 per gram.

Pada saat yang serupa, Indeks Dow Jones dan Nasdaq pun turun ke titik terendahnya. Indeks Nasdaq yang ialah bursa untuk memperdagangkan saham perusahaan-perusahaan kecil terbanting ke level 1.470,93 dan itu ialah posisi terendahnya sejak Oktober 1998.

The Fed, bank sentral AS pun sempat memotong suku bunga menjadi hanya 3 persen balasan peristiwa itu guna mendorong pemilik duit menggunakan dollarnya untuk hal-hal produktif.

2. Bangkrutnya Lehman Brothers

Bangkrutnya Lehman Brothers - Tak Cuma Corona Ini Daftar Peristiwa Pengguncang Ekonomi Dunia

Lehman Brothers ialah salah satu bank investasi terbesar nomor 4 di AS pada medio awal 2000-an. Pesatnya pertumbuhan Lehman Brothers tak terlepas dari gairah pasar perumahan Negeri Paman Sam pada 2001, terutama sejak peristiwa serangan 9/11.

Pasar perumahan yang sungguh meningkat kala itu, menciptakan Lehman Brothers tergiur dengan segala manfaatnya.

Hal itu membuat Lehman Brothers turut menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ke masyarakat dengan berpenghasilan tetap, maupun tidak tetap dengan sejarah kredit jelek atau belum memiliki sejarah kredit sama sekali, yang disebut selaku subprime mortgage.

Subprime mortgage sendiri memiliki risiko tinggi. Karena tinggi akan risiko kredit dilema atau non-performing loan (NPL) balasan ketidakmampuan membayar cicilan oleh masyarakat.

(Baca Juga: 5 Perusahaan Besar yang Tadinya di Atas Angin dan Berakhir Bangkrut)

Subprime mortgage ini sendiri, ialah awal terciptanya krisis ekonomi global pada 2008 dan Lehman Brothers menjadi salah hal korban, sekaligus yang menciptakan krisis tersebut meluas.

Kebangkrutan yang terjadi pada September 2008, menciptakan Lehman Brothers menjadi bank investasi besar pertama, yang sungguh-sungguh mengalami kolaps semenjak terjadinya krisis pada tamat 2007.

Bangkrutnya Lehman Brothers pun menimbulkan intensitas krisis yang lebih meluas ke seluruh dunia, dan juga menekan pasar saham di negara-negara di luar AS. Pengumuman bangkrutnya Lehman Brothers sontak membuat pembukaan perdagangan di Wall Street abad itu penuh dengan kepanikan.

Pasalnya, Dow Jones Industrial Average (DJIA) merosot hingga 300 poin sesaat setelah adanya pengumuman tersebut. Saham Lehman Brothers pun jatuh 93 persen menjadi cuma US$26 sen per lembarnya.

Sementara itu, Indeks Nasdaq Composite juga terpangkas 3,6 persen abad itu dan menjadi penurunan terburuk sejak Maret 2003.

Di Eropa, indeks FTSE London pun ikut turun sebesar 3,92 persen, indeks Paris CAC 40 terperosok 3,78 persen dan membuatnya yang terburuk semenjak peristiwa serangan 9/11.

Kebangkrutan Lehman Brothers juga berpengaruh pada terguncangnya Bursa Efek Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ketika itu ditutup dengan penurunan sebesar 4,7 persen atau 84,81 poin ke level 1.719,25, yang menjadikannya sebagai penurunan terburuk sejak Maret 2007.

Hal itu pun diikuti dengan aksi jual higienis alias net sell, oleh para investor dengan melepas 444.776.992 unit saham.

Dampak paling parah pastinya diterima AS, sebab resmi dinyatakan dalam kondisi resesi oleh National Bureau of Economic Research (NBER) pada November 2008.

Pada Desember 2008, The Fed menurunkan suku bunganya hingga level 0,25 persen yang ialah level terendah dalam sejarah.

3. Wabah Virus Corona

Wabah Virus Corona - Tak Cuma Corona Ini Daftar Peristiwa Pengguncang Ekonomi Dunia

Peristiwa selanjutnya yang mengguncang perekonomian dunia yaitu wabah virus Corona. Pada permulaan 2020, dunia dikejutkan dengan wabah virus Corona yang berasal dari Wuhan, China.

Penyebarannya yang sungguh cepat dan banyaknya korban yang meninggal, membuat dunia dalam kepanikan hebat.

Hanya dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan, wabah virus Corona telah menyebar ke banyak negara di Benua Asia dan Eropa.

Berbagai efek akhir wabah virus Corona pun mulai bermunculan, tak terkecuali terhadap ekonomi global.

Banyak jago ekonomi kemudian yang menyatakan, bahwa dampak virus Corona bisa lebih buruk dari krisis global 2008 jikalau tidak dikerjakan dengan baik.

Seperti kita ketahui, bahwa China adalah pabrik bagi banyak produk-produk kenamaan dunia.

Adanya wabah virus Corona ini pun mau tak mau memiliki pengaruh pada perusahaan-perusahaan seperti Apple, Jaguar, Land Rover, dan Volkswagen yang pabriknya ada di China.

Akibat virus Corona, pabrik di China hanya beroperasi 60 persen hingga 70 persen dari kapasitas mereka.

(Baca Juga: Cara Pinjam Uang Lewat UangTeman dan Serba-serbinya)

Sektor ponsel pintar menjadi salah satu yang paling terpukul balasan wabah virus Corona ini, mengenang China ialah produsen dan pengekspor terbesar smartphone beserta perangkatnya di dunia.

Adapun iPhone Apple menjadi salah satu smartphone yang mengalami duduk perkara tersebut, alasannya adalah mempunyai pabrik di China.

Apple sendiri bahkan pada 17 Februari 2020 menginformasikan bahwa pasokan iPhone di seluruh dunia akan dibatasi untuk sementara waktu, imbas dari wabah virus Corona.

Hal tersebut semakin dikuatkan dengan riset dari Canalys, yang menyebutkan bahwa ada penurunan pengantaran ponsel pintar di China sampai 50 persen selama Oktober 2019 hingga Maret 2020.

Sementara itu, wabah virus Corona juga ikut menunjukkan imbas negatif kepada perdagangan saham dunia.

Saham Australia dan Selandia Baru masing-masing turun 2,2 persen dan 3,2 persen pada awal jual beli Senin kemudian. Hal sama juga terjadi pasar saham Jepang yang dibuka turun 1,4 persen.

Dalam keadaan mirip kini, ekonomi Indonesia dan dunia boleh saja terguncang. Tapi jangan hingga ekonomi keluarga kamu ikutan bergoyang ya.

Cara paling kondusif, yaitu mencari penghasilan sampingan dengan berdagang. Untuk modal awalnya tidak butuhdipusingkan, kau bisa mengajukan tunjangan melalui layanan bantuan online UangTeman, yang telah terdaftar dan memiliki izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ajukan derma UangTeman lewat CekAja.com, sekarang juga!