0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Syarat Menikah Saat New Wajar Di Luar Kua, Boleh Gelar Pesta!

Sudah ngebet nikah? Sebaiknya baca dahulu nih, syarat menikah dikala new normal di luar KUA, berikut ini. Karena, sekarang kamu telah diperbolehkan menggelar pesta pernikahan di rumah, masjid, maupun di gedung loh. Namun, tetap patuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan ya!

Pesta Pernikahan Boleh Digelar di Masa PSBB Transisi/New Normal

Syarat menikah saat new normal di luar KUA, kini sudah dikeluarkan. Adapun sebelumnya, yaitu dikala Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih dipraktekkan, pernikahan wajib dijalankan cuma di KUA.

Selain itu, pasangan dan keluarga juga dilarang menggelar resepsi ijab kabul di rumah atau gedung, untuk menangkal penyebaran Covid-19.

Nah, di abad PSBB transisi ini, syarat menikah saat new wajar telah mulai mampu diterapkan. Yakni dengan catatan, mesti mengikuti mekanisme dan persyaratan dari Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama RI.

Adapun standar menikah saat new normal ini, telah tercantum dalam Surat Edaran Nomor 06 Tahun 2020.

Selain itu, Surat Edaran tersebut diterbitkan juga mempunyai tujuan, agar mampu menunjukkan rasa kondusif, sekaligus tetap mendukung pelaksanaan pelayanan nikah, meski masih dalam kurun pandemi.

(Baca Juga: 7 Dekorasi Pernikahan Sederhana dan Murah)

Di dalam Surat Edaran tersebut, juga meliputi tutorial pelaksanaan nikah pada kurun pandemi. Namun, tetap berpedoman pada peraturan Menteri Agama Nomor 20 Tahun 2019, ihwal Pencatatan Pernikahan.

Yuk, buat kau yang punya planning menikah dalam waktu dekat ini, seharusnya ketahui dulu syarat menikah saat new wajar , berikut ini.

Syarat Menikah saat New Normal

1. Datang ke KUA Terdekat

Syarat menikah dikala new wajar yang pertama yakni tiba ke layanan pencatatan nikah, di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan. Adapun pelayanan ini dilakukan saban hari kerja dengan jadwal mengikuti ketentuan tata cara kerja yang sudah ditetapkan;

2. Melakukan Pendaftaran

Syarat menikah saat new wajar yang berikutnya yaitu melakukan registrasi. Untuk pendaftaran nikah dapat dilakukan secara online, adalah melalui situs web simkah.kemenag.go.id.

Pendaftaran juga bisa dilaksanakan melalui sambungan telepon, e-mail atau secara eksklusif ke KUA Kecamatan;

3. Saat Pencatatan di KUA dan Pendaftaran Wajib Perhatikan Protokol Kesehatan

Sebagaimana yang dimaksud dalam poin 1 dan 2, terkait proses registrasi nikah, investigasi nikah, hingga pelaksanaan ijab kabul, wajib dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Seperti tetap jaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, hingga pemeriksaan suhu badan. Hal tersebut dijalankan semaksimal mungkin, untuk menghemat kontak fisik dengan petugas KUA Kecamatan;

4. Akad mampu Digelar di KUA maupun di Luar KUA

Berbeda dikala masih PSBB, syarat menikah sata new wajar , terutama pada pelaksanaan pernikahan, sudah dapat diselenggarakan di KUA maupun di luar KUA;

5. Perhatikan Jumlah Perserta dikala Akad di KUA

Untuk jumlah peserta pada prosesi pernikahan, yang dilaksanakan di KUA atau di rumah, dianjurkan diikuti sebanyak-banyaknya 10 (sepuluh) orang.

6. Perhatikan Jumlah Peserta ketika Akad di Luar KUA

Peserta prosesi pernikahan sekaligus pesta atau resepsi, yang dilaksanakan di Masjid atau gedung pertemuan, cuma boleh diikuti sebanyak-banyaknya 20 persen dari kapasitas ruangan, atau tidak boleh lebih dari 30 (tiga puluh) orang.

7. Pihak KUA Wajib Mengatur Penyelenggaraan Pernikahan

Syarat menikah ketika new wajar berikutnya yaitu KUA Kecamatan, wajib mengontrol hal-hal yang berafiliasi dengan petugas, pihak calon pengantin, waktu, dan kawasan, biar pelaksanaan ijab kabul dan protokol kesehatan mampu berjalan dengan sebaik-baiknya.

Makara, jangan membuat pesta ijab kabul tanpa ada penjagaan dari pihak KUA ya.

8. Acara Pernikahan di Luar KUA akan Dikendalikan oleh Bantuan Aparat

Tidak hanya pihak KUA, untuk pelaksanaan pernikahan di luar KUA, Kepala KUA Kecamatan mampu berkoordinasi dan berhubungan dengan pihak terkait dan/atau pegawanegeri keselamatan.

Hal tersebut dikerjakan biar pengendalian pelaksanaan pelayanan pernikahan, dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat;

9. Penghulu Berhak Menolak, Jika Protokol Kesehatan pada Poin 5 dan 6 Dilanggar

Dalam hal protokol kesehatan yang sudah ditentukan pada poin 5 dan 6, pihak pengantin wajib menerapkannya. Jika tidak protokol kesehatan tidak dipenuhi, maka Penghulu wajib menolak pelayanan nikah.

Penolakan pelayanan nikah, dibarengi argumentasi penolakannya secara tertulis yang dikenali oleh abdnegara keamanan sebagaimana form terlampir.

Selain itu, Kepala KUA Kecamatan melaksanakan kerjasama wacana planning penerapan tatanan normal gres pelayanan nikah kepada Ketua Gugus Tugas Kecamatan.

Untuk tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, juga wajib melaksanakan pemantauan dan pengendalian pelaksanaan tatanan normal baru, pelayanan nikah di daerahnya masing-masing.

Adapun, ketentuan tersebut dibentuk dengan maksud menangkal dan meminimalisir risiko penyebaran wabah Covid-19.

(Baca Juga: List Perawatan Calon Pengantin Wanita dan Pria)

Nah, itu dia beberapa syarat menikah dikala new normal, yang perlu kandidat pasangan pahami. Nggak mau kan, pesta pernikahanmu datang-tiba dibubarkan, karena tidak menerapkan protokol kesehatan, sesuai ajuan KUA?

Meski dalam era pandemi, ternyata banyak juga calon pengantin, yang ingin menggelar pesta pernikahan. Hal tersebut dikarenakan, kurun pandemi bisa dipilih sebagai waktu yang sempurna, untuk melangsungkan pernikahan, karena bisa sekaligus berhemat.

Tips Menggelar Pernikahan di Masa Pandemi

  • Menggelar akad nikah secara online

Setelah mengetahui syarat menikah di saat new wajar , kamu juga mesti tahu bagaimana tips menggelar akad nikah di abad pandemi seperti ini.

Salah satunya buatlah pesta ijab kabul online. Terlebih, dikala pandemi kau dilarang memanggil lebih dari 30 tamu, sehingga menggelar pernikahan secara online yakni pilihan yang tepat.

  • Gunakan desain sampai dekorasi acara yang praktis namun tetap sakral

Tidak perlu glamor, kau mampu menggunakan desain ijab kabul yang sederhana, simpel, tetapi tetap sakral, dan intimate.

Pilihlah lokasi di ruangan terbuka, semoga tingkat risiko penyebaran virus tidak terlalu besar

Seperti yang dimengerti, penyebaran virus sungguh rentan terjadi di ruangan tertutup dan ber-AC. Sehingga menentukan lokasi pernikahan di ruang terbuka dan banyak sirkulasi udara, yakni pilihan yang tepat.

  • Konsep catering memakai wadah, box, atau rantang

Agar kuliner bisa kondusif dan tetap sehat, tanpa terkontaminasi virus dan bakteri, sebaiknya kamu memakai konsep catering dengan wadah tertutup, seperti pakai box atau rantang.

Adapun, pengeluaran biaya pernikahan di abad pandemi, tidak begitu besar. Karena, kamu tidak butuhmenyewa gedung yang besar, mengundang tamu yang banyak, sampai mengolah makanan masakan dalam jumlah banyak.

Terlebih, pendapatan para pekerja selama kala pandemi, juga sungguh terbatas. Entah sebab gaji dipotong, pekerja dirumahkan beberapa hari, sampai di PHK.

Sehingga, pendapatan juga mampu mempengaruhi rencana pernikahanmu. Namun, tak perlu khawatir akan gagal menikah, meski pemasukan belum mencukupi untuk melakukan ijab kabul.

Mumpung lagi periode pandemi, kau bisa mempergunakan waktu untuk menggelar ijab kabul sederhana. Jika tabunganmu belum memadai untuk menggelar pernikaham, CekAja.com siap menolong menangani masalahmu, dengan rekomendasi aneka macam dukungan dana untuk menikah.

CekAja.com, mempunyai banyak rekomendasi produk derma dana, dari banyak sekali perusahaan P2P lending sampai bank terkemuka Indonesia. Sehingga, telah ditentukan aman, sebab telah terdaftar juga di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kamu bisa menemukan sumbangan dana untuk menikah, yang sempurna dan sesuai dengan keperluan. Kaprikornus, kau juga tidak akan merasa keberatan atau merasa dirugikan.

Makara, yuk segera ajukan santunan dana terbaik untuk menikah, cuma di CekAja.com!