0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Segini Ongkos Denda Ganjil Genap Jakarta Terbaru Beserta tips Mengurusnya

Sejak 10 Agustus kemudian, Ditlantas Polda Metro Jaya memberlakukan aturan sanksi dan ongkos denda ganjil genap Jakarta terbaru. Aturan ini berlaku kembali pasca PSBB final diterapkan di ibu kota pada permulaan April 2020.

Selama 4 bulan kemarin, terhitung dari April sampai Agustus, hukum ganjil genap tidak diberlakukan lantaran masalah Corona yang abad itu kian memuncak di daerah DKI Jakarta.

Namun, sesudah sosialisasi perihal sanksi sekaligus ongkos denda ganjil genap Jakarta terbaru yang selsai pada 9 Agustus 2020.

Aturan tersebut kembali diberlakukan, mengingat periode PSBB transisi yang menciptakan volume kendaraan kembali wajar .

Sehingga untuk menyiasati situasi mirip itu, Ditlantas menganggap bahwa hanya kebijakan ganjil genaplah yang mampu menekan laju volume kendaraan di jalan raya. 

Polda Metro Jaya Lakukan Sosialisasi Sebelum Aturan Biaya Denda Ganjil Genap Jakarta Terbaru Berlaku

Sebelumnya, seperti yang dikutip dari laman Kompas.com, Polda Metro Jaya telah lama melaksanakan sosialiasi perihal hukum ganjil genap beserta besaran biaya dendanya.

Kegiatan ini dijalankan selama 3 hari, terhitung sejak 3 sampai 5 Agustus 2020 tersebut.

Dalam sosialisasi yang berlangsung di persimpangan Sarinah, tim Polda Metro Jaya menurunkan sejumlah Polwan di kawasan tersebut, sembari membentangkan spanduk sosialisasi pemberlakuan aturan pembatasan kendaraan ganjil genap.

Selain itu, petugas juga mengimbau terhadap para pengendara untuk tetap menaati protokol kesehatan di masa New Normal ini.

Mulai dari selalu memakai masker ketika berkendara, mempertahankan jarak dengan orang lain, hingga selalu menjaga kebersihan tangan dengan rutin mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer.

(Baca Juga: 25 Lokasi E-Tilang Sepeda Motor di Jakarta)

4 Hal yang Perlu Diperhatikan dari Aturan Ganjil Genap Jakarta

Nah, sebelum kita membicarakan tentang besara ongkos denda ganjil genap Jakarta terbaru, kurang afdal rasanya jika tidak mengetahui akan detil dari hukum tersebut.

Mulai dari kebijakan plat nomor hingga titik penilangannya. Dan berikut informasinya seperti yang dihimpun tim CekAja dari berbagai sumber.

1. Kebijakan plat nomor

Dalam aturan ganjil genap, pemerintah DKI Jakarta mengikuti kalender nasional.

Berarti, jikalau di tanggal genap, hanya kendaraan roda empat yang berplat genap sajalah yang boleh melintasi daerah tertentu yang masuk dalam hukum tersebut.

Begitupun sebaliknya, tanggal ganjil cuma boleh dilewati oleh pengendara dengan kendaraan berplat ganjil.

2. Waktu berlakunya aturan ganjil genap

Sejatinya penerapan waktu aturan ganjil genap sudah dikontrol dalam Peraturan Gubernur.

Dalam aturan tersebut, ganjil genap cuma berlaku di hari kerja saja, yakni dari Senin sampai Jumat dengan waktu aturan terbagi menjadi dua sesi, pukul 06.00-10.00 WIB dan pukul 16.00-21.00 WIB.

Sementara untuk libur nasional, aturan ganjil genap ditiadakan.

3. Tidak semua kendaraan diberlakukan hukum ganjil genap

Uniknya, aturan sekaligus biaya denda ganjil genap Jakarta terbaru ini enggak selamanya berlaku pada kendaraan roda empat di wilayah ibu kota tersebut.

Ya, aturan ini bisa menjadi pengecualian bagi 13 jenis kendaraan.

Mulai dari ambulance, mobil pemadan kebakaran, kendaraan pejabat, mobil listrik, kendaraan pejabat negara abnormal, tamu negara mirip forum internasional, sepeda motor, hingga kendaraan dinas operasional dengan plat berwarna dasar merah.

4. Titik penilangan

Terakhir, info yang enggak kalah penting untuk dikenali oleh pemilik kendaraan roda empat yaitu mengenai titik penilangan.

Setidaknya ada 25 lokasi razia yang masuk dalam hukum ganjil genap, mulai dari jalan protokol sampai jalan penghubung.

Berikut berita lebih jelasnya:

  • Jalan Pintu Besar Selatan
  • Jalan Gajah Mada
  • Jalan Majapahit
  • Jalan Hayam Wuruk
  • Jalan Medan Merdeka Barat
  • Jalan Jenderal Sudirman
  • Jalan MH Thamrin
  • Jalan Sisingamangaraja
  • Jalan Panglima Polim
  • Jalan Fatmawati
  • Jalan Balikpapan
  • Jalan Suryopranoto
  • Jalan Kiai Caringin
  • Jalan Tomang Raya
  • Jalan Jenderal S. Parman
  • Jalan Gatot Subroto
  • Jalan MT Haryono
  • Jalan HR Rasuna Said
  • Jalan DI Pandjaitan
  • Jalan Jenderal Ahmad Yani
  • Jalan Pramuka
  • Jalan Salemba Raya Sisi Barat dan Sisi Timur
  • Jalan Stasiun Senen
  • Jalan Gunung Sahari
  • Jalan Kramat Raya

Biaya Denda Ganjil Genap Jakarta Terbaru

Pasti inilah pembahasan yang sedari tadi kau tunggu-tunggu. Ya, terlebih kalau bukan wacana ongkos denda ganjil genap Jakarta modern.

Perlu dimengerti, bila hukum ganjil genap yang kembali diberlakukan ini bukan hanya digelar tilangan secara manual saja. Akan namun pihak Ditlantas juga bakal menggelar tilang E-TLE alias tilang elektronik.

Kedua jenis tilangan ini dilakukan menurut ruas jalanan. Kaprikornus dari 25 lokasi penilangan, setidaknya 13 diantaranya memakai sistem tilang elektronik, sementara sisanya yaitu 12 lokasi menggunakan tata cara tilang manual.

Nah, untuk biaya denda ganjil genap Jakarta terbarunya sendiri, pelanggar hukum tersebut bakal diberi hukuman sesuai dengan Pasal 287 Ayat 1 UU No. 2 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Di mana pelanggar aturan ganjil genap akan dikenakan denda terbesar Rp500 ribu, atau dipidana penjara selama kurang lebih dua bulan lamanya.

Bagaimana jika Tidak Mengikuti Aturan Biaya Denda Ganjil Genap Jakarta Terbaru?

Jika kau tidak mengikuti hukum ongkos denda ganjil genap Jakarta modern, terlebih jikalau penindakan yang terjadi yaitu e-tilang, maka denda yang dibayar otomatis bakal diakumulasikan dikala pemilik kendaraan melaksanakan pembayaran pajak.

Artinya, ketika kau mengeluarkan uang pajak, biaya denda ganjil genap sebesar Rp500 ribu tersebut juga harus dibayarkan saat itu juga.

(Baca Juga: Ini Cara Kerja Tilang E-TLE dan Pembayarannya)

Beda Cara Mengurus Tilang Manual dan Tilang Elektronik

Seperti yang kita tahu, penilangan aturan ganjil genap umumdilaksanakan dengan dua penindakan, adalah tilang manual dan tilang elektronika.

Untuk tilang manual, pelanggar akan diberi tilang slip biru yang nominal denda tilangannya mampu dibayarkan lewat bank BRI di sekeliling lokasi peristiwa, tanpa perlu mengikuti persidangan.

Apabila pihak pelanggar menolak dakwaan dan tidak mau mengeluarkan uang denda optimal ialah Rp500 ribu, petugas biasanya akan eksklusif meminta si pendakwa untuk mengikuti prosedur persidangan dengan tanggal yang sudah diputuskan.

Sementara untuk tilang elektronika, tata cara dalam kamera kemudian lintas akan secara otomatis menjepret pengendara yang melanggar hukum ganjil genap.

Kemudian hasil tersebut akan eksklusif masuk ke tata cara milik Ditlantas Polda Metro Jaya.

Setelah itu, pihak Ditlantas akan eksklusif mencocokkan kendaraan dengan data yang ada pada pihak kepolisian.

Jika kesannya sesuai, selanjutnya petugas bakal mengirim surat yang menyatakan bahwa pihak terdakwa pada hari dan jam yang sesuai dengan data di kamera, sudah melanggar hukum ganjil genap.

Dari surat tersebut, pemilik kendaraan mampu langsung mengonfirmasi penerimaan suratnya lewat website https://etle-pmj.isu/id/.

Adanya sistem konfirmasi ini diklaim bakal membuat lebih mudah petugas untuk mengenali siapa sesungguhnya yang menjadi subjek pelanggaran.

Nah, itu tadi sederet isu perihal aturan sekaligus biaya denda ganjil genap Jakarta terbaru.

Ada baiknya dikala berkendara, kamu lebih tertib dan memperhatikan hukum yang berlaku. Sehingga risiko kecelakaan pun bisa diminimalisir.

Untuk merasa lebih kondusif saat berkendara, enggak ada salahnya untuk melindungi diri sendiri dengan asuransi yang ditawarkan oleh CekAja.com.

Lewat layanan kami, kau bisa membandingkan serta berbelanja asuransi dengan bantuan super lengkap dan bantuan klaim cepat.

Yuk, tunggu apalagi? Miliki asuransi dari CekAja dan peroleh penawaran premi setahun irit 2 bulan