0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Rapid Test Coronavirus Yang Dilaksanakan Pemerintah, Perlu Dimengerti!

Penyebaran virus korona (Coronavirus/Covid-19) dikala ini sudah sangat mencemaskan dan menjadi pandemic global dengan lebih dari 140 negara terserang.

Rapid Test Corona

Penyebaran virus yang bermula di Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China ini mulai menciptakan masyarakat Indonesia khawatir. Karena makin banyaknya jumlah pasien faktual virus korona di Indonesia.

Per tanggal 25 Maret, sudah ada 790 kasus konkret virus korona di Indonesia dengan 31 pasien sembuh, dan 58 pasien meninggal dunia.

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang tata cara pernapasan. Penyakit sebab nanah virus ini disebut COVID-19. Virus Corona mampu menyebabkan gangguan pada tata cara pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih diketahui dengan nama virus Corona yaitu jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja

Salah satu upaya pemerintah meredam penyebaran virus korona yaitu dengan menerapkan social distancing. Sehingga aktivitas mencar ilmu, bekerja, dan beribadah diimbau untuk dilakukan di rumah, supaya meminimalisasi pergerakan orang di luar rumah.

Selain itu, pemerintah juga telah siap menerapkan rapid test coronavirus guna menghalangi penyebaran virus tersebut lebih lanjut. Berikut ini adalah klarifikasi perihal rapid test coronavirustersebut:

Tujuan dari Rapid Test

Rapid test juga bisa diartikan sebagai tes massal virus korona terhadap masyarakat secara luas. Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan virus Corona Achmad Yurianto mengungkapkan, tes cepat akan dijalankan tidak hanya di Jakarta melainkan juga hampir di seluruh daerah Indonesia.

Nantinya, alat-alat yang dipakai untuk melakukan pengujian, diantarsecara sedikit demi sedikit ke provinsi-provinsi di daerah Indonesia

Beberapa yang telah memberikan kesiapan untuk menggelar tes cepat untuk mendeteksi COVID-19 ini, semisal DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Rapid test dijalankan sebagai langkah deteksi awal seseorang terinfeksi virus atau tidak. Rapid test dijalankan dengan sistem investigasi antibodi yang ada di dalam darah. Sehingga spesimen yang diambil adalah darah.

Indonesia menerapakn rapid test coronavirus berbasis wilayah yang mau dijalankan di kawasan yang ditemukan perkara nyata corona dan dianggap berpotensi terjadi penularan.

Sebagai acuan, raid test dikerjakan di Jakarta Selatan, yang telah dipetakan dan identifikasi, akan jadi prioritas. Pelaksanaan tes akan desentralisasi di semua akomodasi kesehatan kawasan itu, misal di puskesmas, laboratorium kesehatan daerah, rumah sakit yang ada di kawasan tersebut

Cara kerja Rapid Test

Cara kerja rapid test dilaksanakan oleh petugas kesehatan dengan mengambil sampel dari hidung atau dahak, atau yang sering disebut tes swab, untuk melihat kecocokan aba-aba genetik dengan COVID-19.

Selanjutnya, hasil tes dibawa ke laboratorium dan dilanjutkan dengan uji polymerase chain reaction (PCR). Sebelum dimasukkan ke mesin PCR, sampel tersebut akan diekstrak material genetiknya.

Teknik PCR ini digunakan untuk menyaksikan material genetik agar virus mudah dideteksi. Michael Harrison, Ahli Patologi dari Sullivan Nicolaides, menyatakan proses ekstraksi hingga hasil tes biasanya memerlukan waktu hingga enam jam. Sharon Lewis, Direktur Doherty Institute, menjelaskan bahwa teknik PCR juga digunakan untuk virus yang menimbulkan influenza, HIV, serta Hepatitis C.

Bahan-bahan yang diharapkan untuk mengets penyakit COVID-19 juga dipakai untuk tes virus yang lain. Tetapi, ada satu komponen yang disebut ‘primer’ atau ‘hook’, untuk mencocokkan material genetik dengan virus novel Corona, yang hanya ada di tes tersebut.

(Baca Juga: Alat Deteksi Corona, Akankah Asuransi Menanggung?)

Selain swab tes tenggorokan, tenaga medis juga akan melaksanakan tes darah untuk mendekteksi apakah sebelumnya orang tersebut telah terkena virus. Tes itu mampu digunakan untuk menyaksikan apakah orang bersangkutan telah mengembangkan kekebalan badan.

Pemerintah sejauh ini telah mendistribusikan 125 ribu kit untuk rapid test di 34 provinsi di Indonesia. Pemerintah menerangkan bila seseorang melaksanakan rapid test coronavirus, dan akhirnya negatif, bukan berarti tidak terinfeksi virus korona.

Bisa saja terinfeksi, tetapi pada tahap-tahap permulaan alasannya antibodinya belum terbentuk. Dibutuhkan waktu 6-7 hari untuk terbentuknya antibodi yang lalu mampu kita identifikasi sebagai nyata dalam pemeriksaan rapid ini.

Oleh alasannya adalah itu, bila dalam investigasi pertama ditemukan hasil negatif, akan dilaksanakan pemeriksaan ulang sehabis 10 hari. Jika pada investigasi kedua seseorang yang diperiksa dinyatakan negatif lagi, maka bisa diyakini bahwa orang tersebut tidak terinfeksi virus.

Namun, bukan mempunyai arti orang tersebut mampu terbebas dari virus korona. Sehingga sungguh mungkin bisa terinfeksi jika kemudian mengabaikan upaya-upaya untuk melakukan pencegahan terhadap penularan.

Gejala virus korona yang perlu dikenali

Infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menjadikan penderitanya mengalami gejala flu, mirip demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan pusing, atau gejala penyakit bengkak pernapasan berat, mirip demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.

Secara biasa ada 3 gejala umum yang mampu mengambarkan seseorang terinfeksi virus Corona, adalah:

  • Deman dengan suhu tubuh di atas 38 derajat celcius
  • Batuk
  • Sesak napas

Menurut penelitian, gejala Covid-19 timbul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu sesudah terpapar virus Corona.

Apabila kamu merasakan gejala infeksi Covid-19 mirip di atas, secepatnya konsultasi ke dokter, khususnya jika gejala muncul 2 minggu sehabis kembali dari tempat yang memiliki kasus Covid-19 atau terinteraksi dengan penderita infeksi virus Corona.

Menular dengan Berbagai Cara

Bila kau mungkin terpapar virus Corona tetapi tidak mengalami gejala apa pun, tidak perlu pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan diri, cukup tinggal di rumah selama 14 hari dan membatasi kontak dengan orang lain.

Seseorang dapat tertular Covid-19 lewat berbagai cara, yakni:

  • Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita Covid-19
  • Memegang lisan atau hidung tanpa mencuci tangan apalagi dulu sehabis menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita Covid-19
  • Kontak jarak bersahabat dengan penderita Covid-19, contohnya bersinggungan atau berjabat tangan

Infeksi virus corona atau Covid-19 belum mampu diobati, namun ada beberapa langkah yang mampu dilaksanakan dokter untuk meredakan gejalanya dan menangkal penyebaran virus, adalah:

  • Merujuk penderita Covid-19 untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah sakit yang ditunjuk
  • Memberikan obat pereda demam dan nyeri yang kondusif dan sesuai kondisi penderita
  • Menganjurkan penderita Covid-19 untuk cukup beristirahat
  • Menganjurkan penderita Covid-19 untuk banyak minum air putih untuk mempertahankan kadar cairan badan

Pada masalah yang parah, bisul virus corona bisa menjadikan beberapa komplikasi serius mirip pneumonia, infeksi sekunder pada organ lain, gagal ginjal, acute cardiac injury acute respiratory distress syndrome, dan akhir hayat.

Upaya pencegahan virus korona

Hingga saat ini memang belum ada vaksin yang bisa dipakai untuk mencegah semoga tidab terinfeksi virus korona atau Covid-19. Oleh karena itu, perlu melaksanakan beberapa upaya pencegahan untuk mampu terhindar dari faktor-faktor yang bisa menyebabkan terinfeksi dari virus tersebut.

Beberapa hal yang perlu dilaksanakan untuk menangkal nanah virus korona antara lain dengan menghindari bepergian ke tempat-kawasan biasa yang ramai pengunjung melalui social distancing.

Selain itu, gunakan masker dikala beraktivitas di kawasan lazim atau keramaian, serta rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol sekurang-kurangnya60% setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.

Kemudian, jangan menyentuh mata, lisan, dan hidung sebelum mencuci tangan. Perlu juga untuk menghindari kontak dengan hewan, khususnya binatang liar. Bila terjadi kontak dengan binatang, cuci tangan setelahnya.

Kamu juga perlu mengolah makanan daging hingga benar-benar matang sebelum dimakan. Tutup ekspresi dan hidung dengan tisu ketika batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.

Selain itu, perlu juga untuk menyingkir dari berdekatan dengan orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek, serta jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.

Langkah Pencegahan Virus Corona

Untuk orang yang disangka terkena Covid-19 atau tergolong klasifikasi ODP (orang dalam pemantauan), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan supaya virus Corona tidak menular ke orang lain, yaitu:

  • Jangan keluar rumah, kecuali untuk menerima pengobatan• Periksakan diri ke dokter hanya kalau kamu mengalami tanda-tanda gangguan pernapasan yang diikuti demam atau memenuhi patokan PDP (pasien dalam pengawasan)
  • Usahakan untuk tinggal terpisah dari orang lain untuk beberapa waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berlawanan dengan yang digunakan orang lain
  • Larang dan cegah orang lain untuk mendatangi atau menjenguk kau hingga betul-betul sembuh
  • Sebisa mungkin jangan melaksanakan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit
  • Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta peralatan tidur dengan orang lain
  • Pakai masker dan sarung tangan jika sedang berada di kawasan lazim atau sedang bersama orang lain
  • Gunakan tisu untuk menutup verbal dan hidung jika batuk atau bersin, lalu secepatnya buang tisu ke kawasan sampah

Di tengah kondisi saat ini, upaya untuk mempertahankan kebersihan sangat penting. Agar penyebaran virus korona tidak kian meluas, ikuti usulan pemerintah untuk melaksanakan social distancing dan tidak keluar rumah kalau tidak mendesak.

Semoga wabah pandemic virus korona ini mampu segera berlalu. Sehingga kegiatan kehidupan bisa kembali wajar seperti sebelumnya.