0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Prihatin, Perusahaan Besar Mulai Potong Gaji Karyawan Di Tengah Pandemi

Bertahan supaya mampu terus hidup di tengah pandemi balasan Covid-19 bukanlah suatu hal yang gampang untuk dijalankan. Serangan virus Corona di lebih dari 200 negara, tergolong Indonesia sudah menciptakan banyak orang mengalami kesulitan.

Ari Ashkara Garuda

Banyak orang kehilangan pekerjaan baik karena dipecat maupun terkena PHK massal. Di segi lain, banyak yang masih melakukan pekerjaan , tetapi mendapatkan pemotongan honor lantaran cuma melakukan pekerjaan dari rumah atau work from home.

Pandemi Corona yang tiba begitu datang-datang menciptakan banyak sektor usaha yang tidak siap, bahkan ada perusahaan yang terpaksa gulung tikar lantaran tidak mendapatkan pendapatan selama pandemi.

Di satu segi yang lain, ada perusahaan yang tetap bangkit tetapi memangkas honor para karyawannya. Hal itu dikerjakan agar perusahaan bisa terus beroperasi dengan impian mereka mampu terus bertahan sampai pandemi Corona ini selsai.

Tidak cuma perusahaan skala kecil yang memotong gaji para karyawannya akibat pandemi Corona. Perusahaan-perusahaan besar dengan skala nasional dan telah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pun menerapkan kebijakan tersebut. Biaya operasional yang terlampau besar membuat mereka mau tidak mau memotong gaji karyawannya di saat kondisi krisis seperti sekarang.

Bagi para pekerja atau karyawan, tidak ada pilihan lain selain mendapatkan keputusan pemotongan honor tersebut. Buat mereka, lebih baik gaji dipotong daripada tidak memiliki pekerjaan sama sekali terlebih dalam keadaan krisis seperti ini.

Berikut ini beberapa perusahaan di dalam negeri yang memotong honor para karyawannya di tengah pandemi Corona.

1. Garuda Indonesia

Garuda Indonesia - Prihatin Perusahaan Besar Mulai Potong Gaji Karyawan di Tengah Pandemi

Industri penerbangan menjadi salah satu sektor perjuangan yang paling terpukul balasan adanya pandemi Corona ini. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pun tak mampu mengelak dari serangan virus Corona tersebut.

Kebijakan lockdown yang diterapkan banyak negara menciptakan Garuda Indonesia terpaksa membatalkan banyak agenda penerbangan. Hal tersebut pun memiliki dampak pada pemasukan perusahaan, sementara pengeluaran untuk ongkos operasional mirip perawatan pesawat dan honor karyawan tetap harus dibayarkan.

Demi bertahan dari tekanan ekonomi akhir pandemi Corona, salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menetapkan memangkas gaji para karyawan mereka. Dilansir dari CNN Indonesia, keputusan perusahaan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Garuda Indonesia Nomor: JKTDZ/SE/70010/2020 ihwal Ketentuan Pembayaran Take Home Pay Terkait Pandemi Covid-19.

Dalam surat edaran tersebut diterangkan bahwa besaran pemotongan gaji karyawan Garuda Indonesia tidaklah sama pada setiap level. Pemotongan gaji sebesar 50 persen dari take home pay dikerjakan terhadap mereka yang ada di level direksi dan komisaris.

Sementara untuk vice president, captain, first officer, flight service manager menerima pemotongan gaji sebesar 30 persen. Adapun honor senior manager dipotong sebesar 25 persen dan para flight attendant, expert, serta manager dipotong sebesar 20 persen.

Kemudian untuk level duty manager dan supervisor menerima pemotongan gaji sebesar 15 persen dan staf serta siswa menerima serpihan honor sebesar 10 persen. Pemotongan gaji ini mulai berlaku pada April hingga Juni mendatang.

Namun demikian, direksi Garuda Indonesia berjanji sesudah krisis akibat Corona berlalu dan semua berjalan wajar , maka perusahaan akan membayarkan belahan honor selama 3 bulan tersebut. Selain itu, dalam surat edaran tersebut juga dijelaskan bahwa pembayaran THR akan tetap dengan nominal yang serupa sebelum pemotongan diberlakukan.

2. Matahari Department Store

Matahari Department Store - Prihatin Perusahaan Besar Mulai Potong Gaji Karyawan di Tengah Pandemi

Selain penerbangan, industri lainnya yang terpukul akhir pandemi Corona adalah ritel. Tak heran bila kemudian salah satu pemain besar dalam industri ritel Indonesia, PT Matahari Department Store Tbk memotong gaji para karyawannya balasan pandemi Corona ini.

Kondisi ritel yang menurun tajam selama Maret 2020 ditambah dengan ketidakpastian akhir pandemi Corona memaksa Matahari melaksanakan pemangkasan honor para karyawannya. Sebelumnya, mereka juga sudah menutup seluruh gerainya yang ada di Indonesia lantaran pandemi Corona ini.

Selain itu, Matahari juga menerapkan cuti tak berbayar bagi para karyawannya untuk tetap bisa bertahan di tengah krisis saat ini. Adapun pemotongan gaji terbesar diterima oleh karyawan di level manajer senior.

Tak cuma itu, jam kerja para karyawan pun ikut dikurangi imbas dari pandemi Corona ini. Matahari juga sekarang mencoba untuk memotong segala beban usaha demi membuat keuangan perusahaan tetap stabil. Beban usaha itu di antaranya adalah penghematan ongkos sewa melalui kolaborasi dengan pemilik mal, penurunan beban penjualan untuk jangka menengah, dan juga melarang adanya perjalanan dinas.

3. Lion Air Group

Lion Air Group - Prihatin Perusahaan Besar Mulai Potong Gaji Karyawan di Tengah Pandemi

Maskapai penerbangan yang lain yang turut terdampak pandemi Corona adalah Lion Air Group. Adapun kebijakan yang diambil oleh Lion Air Group lebih ekstrem daripada PT Garuda Indonesia (Persero).

Lion Air Group memutuskan untuk meliburkan karyawannya tanpa digaji mulai permulaan pekan ini. Hal itu ditentukan direksi dan manajemen Lion Air Group guna meminimalisir beban perusahaan dalam menghadapi pandemi Corona.

Pandemi Corona telah menciptakan Lion Air Group menghentikan banyak penerbangan baik rute domestik maupun internasional. Kondisi tersebut membuat Lion Air Group minim pendapatan selama pandemi Corona ini berlangsung.