0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Potensial Jadi Pandemi, Seperti Apa Flu Babi Jenis Gres?

Dunia kembali geger dengan kemunculan virus lain asal Tiongkok. Covid-19 belum selesai, flu babijenis baru telah didapatkan. Melansir dari Kompas.com, temuan itu diungkap oleh sebuah penelitian yang diterbitkan PNAS jurnal sains di Amerika Serikat pada Senin, (29/6).

Flu Babi Jenis Baru Berpotensi Pandemi

Virus dengan nama G4 atau Genotip 4 ini dibilang mampu menular dari babi ke manusia, serta memiliki potensi mengakibatkan pandemi dalam waktu bersahabat. “Virus G4 memiliki semua ciri penting dari kandidat virus pandemi,” sebut peneliti dalam studi, mengutip Euro News.

Walaupun masih prasangka dan belum ada data niscaya terkait virus G4 tersebut, kita tetap perlu berhati-hati mengantisipasi kemungkinan penyebarannya. Jangan sampai kadung mewabah sampai menyantap banyak korban seperti virus corona dikala ini.

Kasus Positif Flu Babi Terbaru

Pandemi flu babi pertama berjalan selama 2009-2010. Adapun upaya pencegahan kala itu, salah satunya dikerjakan melalui vaksinasi rutin. Setelah WHO menyatakan pandemi abses H1N1 rampung, virus tersebut pun dianggap selaku flu musiman biasa.

Seperti de javu, WHO mengakui bahwa flu babi kembali dalam pengawasan ketat. Virus G4 secara genetik ialah turunan dari strain H1N1, penyebab flu babi yang sebelumnya mewabah. Namun, ada sejumlah perubahan gres pada flu yang virusnya berjulukan lengkap G4 EA H1N1 ini. Menurut pada ilmuwan, virus G4 mampu berkembang dan berkembang biak di sel-sel yang melapisi susukan udara insan.

Flu babi jenis gres tersebut ditemukan kembali lewat serangkaian penelitian yang dikerjakan oleh ilmuwan di area peternakan, tepatnya pada 10 provinsi di Tiongkok. Menurut tes darah yang menawarkan antibodi manusia, sekitar 10,4% pekerja di rumah pemotongan binatang dan industri tersebut telah terinfeksi flu babi. Tes yang lain menunjukkan 4,4% dari populasi biasa juga tampaknya positif mengidap virus tersebut.

Peneliti memperoleh bahwa virus flu babi ini banyak yang bermutasi, sehingga menghasilkan virus jenis baru. Akan tetapi, kesempatanberkembangnya wabah virus G4 masih terus dievaluasi oleh peneliti terkait. Hal ini dikerjakan sebagai langkah awal untuk menangkal terjadinya pandemi seperti Covid-19.

(Baca Juga: Daftar Negara yang Mewajibkan Asuransi Perjalanan Luar Negeri)

Penularan dan Gejala Flu Babi

Penularan dan Gejala Flu Babi - Berpotensi Jadi Pandemi Seperti Apa Flu Babi Jenis Baru

Seperti virus influenza yang lain, flu babi menyerang sel-sel pada hidung, tenggorokan, dan paru-paru insan. Penularan virus ini pun termasuk sederhana, ialah melalui percikan dahak atau air liur penderita flu babi saat batuk atau bersin. Seseorang juga dapat tertular virus ini saat menyentuh benda yang telah tercemar droplet tersebut. Kalau ada yang menyebut penularannya terjadi lewat daging babi, itu hoax ya.

Ketika dulu menjadi pandemi, flu babi sering terjadi pada belum dewasa, dan orang dewasa muda. Gejala flu babi seperti dengan penyakit flu umumdan biasanya timbul sekitar 1-3 hari sesudah seseorang terinfeksi virus penyebabnya. Gejala flu babi antara lain:

  • Demam
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung meler atau tersumbat
  • Mata lembap dan merah
  • Badan terasa pegal-pegal
  • Sakit kepala
  • Diare
  • Mual dan muntah

Lebih Ganas dan Belum Ada Vaksinnya

Virus G4 kabarnya jauh lebih ganas dibandingkan dengan flu burung terdahulu. Studi PNAS menunjukkan bahwa virus ini mampu menghinggapi sel-sel manusia, terutama yang melapisi trakea. Dengan melekat di tabung penguhubung akses pernapasan bagian atas dan bagian bawah serta paru-paru, virus G4 bisa dengan mudah mengusik pernapasan.

BBC mewartakan, vaksin influenza yang ada sekarang banyak dijual sepertinya tidak mampu melindungi seseorang dari paparan virus G4. Sehingga hal ini mendesak pemerintah China untuk memantau para pekerja yang melakukan pekerjaan di industri yang mempunyai kontak dengan hewan babi.

(Baca Juga: Pilih Asuransi Pendidikan atau Pinjaman Pendidikan? Cek Bedanya di Sini!)

Tips Mencegah Penularan Flu Babi

Meski info seputar virus G4 masih sangat minim, tak ada salahnya kalau langkah-langkah pencegahan dilakukan semenjak dini. Apalagi penelitian juga menunjukkan bahwa kekebalan yang didapat manusia dari paparan flu musiman tidak memperlihatkan derma dari flu babi jenis gres.

Hampir sama dengan upaya menghalangi Covid-19, penyebaran virus flu babi dapat dicegah dengan melakukan tindakan berikut:

  • Menutup hidung dan mulut dengan tisu saat batuk atau bersin, lalu secepatnya buang tisu tersebut ke tempat sampah.
  • Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 70%.
  • Tidak menjamah mata, hidung, atau mulut sebelum mencuci tangan.
  • Menjaga jarak atau menghalangi kontak dengan orang yang sakit.
  • Menghindari hingar bingar atau kerumunan orang, terutama pada area di mana virus flu babi sedang merebak.

Kehadiran suatu penyakit memang sulit diprediksi. Begitu jatuh sakit, kita bukan hanya tersiksa secara fisik, tetapi juga dibebani oleh tingginya biaya pengobatan di rumah sakit. Maka itulah, asuransi kesehatan kian penting untuk dimiliki.

Ciputra Life siap memberi perlindungan terbaik untukmu melalui beragam produk asuransi kesehatannya. Asuransi kesehatan mahal? Tenang, ada premi dengan harga Istimewa melalui acara Receh. Dengan mempunyai asuransi ini, kau pun akan mendapat pelayanan kesehatan yang lebih baik, gesit, dan berkualitas. Makanya, yuk miliki asuransi Ciputra Life sekarang juga dengan mengajukannya eksklusif lewat CekAja.com!