0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Planning Pengganti Cobaan Nasional, Nadiem Makarim Terapkan Di 2021

Rencana pengganti cobaan nasional tahun 2021 sudah diumumkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Ia memastikan kalau tahun 2020 menjadi tahun terakhir dilaksanakannya cobaan nasional (UN).

rencana pengganti ujian

Lantas, apa saja isi dari planning pengganti cobaan nasional tersebut? Di bawah ini CekAja.com akan mengulasnya khusus untuk kau. Simak bersama-sama, yuk!

Rencana Pengganti Ujian Nasional

Sesuai dengan yang diumumkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, planning pengganti ujian nasional sejatinya akan berbentuk desain Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter pada 2021.

Asesmen Kompetensi Minimum sendiri akan terkonsentrasi menjadi dua bab, diantaranya yaitu akan terfokus pada kesanggupan literasi dan numerasi.

Di mana, pada kesanggupan literasi, siswa akan diuji kemampuannya dalam mengetahui konsep bacaan.

Sedangkan pada kesanggupan numerasi, siswa akan diuji kemampuannya dalam mengaplikasikan konsep hitungan ke dalam konteks yang aktual maupun absurd.

Melalui konsep Asesmen Kompetensi Minimum ini, siswa dibutuhkan tidak lagi terbebani dengan hafalan materi-materi pembelajaran, namun justru mampu melahirkan daya evaluasi yang didasarkan pada suatu informasi.

Nah, kesanggupan analisa tersebut yang nantinya berkhasiat untuk menyelesaikan aneka macam macam problem, baik persoalan secara personal maupun profesional atau dalam bidang pekerjaan.

Dalam pembuatannya, rancangan Asesmen Kompetensi Minimum dijalankan melalui kerja sama dengan beberapa organisasi, salah satunya ialah Organization for Economic Co-operation and Development (OECD).

Dalam kerja sama tersebut, Mendikbud beserta beberapa organisasi lainnya sudah mengambil sejumlah ide dari banyak sekali asesmen dari seluruh dunia. Maka dari itu, tata cara penilaiannya pun akan mengacu pada tolok ukur internasional.

Di mana, persyaratan internasional yang dijadikan contoh yakni Programme for International Student Assessment (PISA) dan Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS).

Selain Asesmen Kompetensi Minimum, Mendikbud juga akan melakukan Survei Karakter. Sejatinya, Survei Karakter dijalankan untuk menilai penanaman nilai Pancasila serta implementasinya di lingkungan sekolah.

Penilaian penanaman serta implementasi Pancasila tersebut diantaranya mencakup mutu pembelajaran, kemampuan bahu-membahu, kebebasan beropini, kolaborasi, curiosity, nasionalisme, perilaku bullying sampai abjad keilmiahannya.

(Baca Juga: Selama Corona, 5 Kebijakan Pemerintah Ini Tuai Pro dan Kontra)

Sistem Pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter

Sebagai bagian dari planning pengganti cobaan nasional, Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter mempunyai tata cara pelaksanaan yang terbilang unik.

Sebab, Untuk metode pelaksanaannya sendiri rencananya akan diselenggarakan di pertengahan jenjang sekolah.

Jadi, untuk siswa SD (Sekolah Dasar), Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter akan dilakukan di kelas 4.

Untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), Asesmen akan dilaksanakan di kelas 8, dan untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) akan dikerjakan di kelas 11.

Melalui tata cara tersebut, maka hasil Asesmen nantinya tidak akan dijadikan selaku nilai penentu kelulusan.

Sebab, hasil Asesmen tidak akan berhubungan jika dipakai untuk menilai pencapaian siswa atau pun syarat masuk ke jenjang pendidikan selanjutnya.

Justru, hasil Asesmen dapat dipakai oleh pihak sekolah untuk mengenali dan memeriksa keperluan belajar siswa. Sehingga pihak sekolah dapat memperbaiki metode dari proses berguru mengajar.

Terlebih, Kemdikbud juga akan menawarkan perlindungan dalam bentuk alokasi dana atau SDM sesuai dengan keperluan setiap sekolah.

Menariknya, hasil Asesmen juga dapat mendeteksi sejak dini permasalahan pendidikan serta menjadi cermin dari kualitas pendidikan nasional.

Contoh Soal Asesmen Kompetensi Minimum

Seperti yang sudah dikenali sebelumnya, bahwa kriteria yang digunakan dalam Asesmen Kompetensi Minimum yaitu standar internasional.

Dimana, kriteria penilaiannya terletak pada kemampuan analisa siswa yang didasarkan pada suatu isu.

Oleh karena itu, soal-soal yang sekiranya akan dikeluarkan pun merupakan soal-soal dongeng yang akan menguji kemampuan analisa siswa.

Melansir katadata.co.id, Nadiem memperlihatkan teladan soal untuk menguji kesanggupan analisa siswa menggunakan bahasa (literasi).

Pada soal tersebut, terdapat teks yang berisi info tentang suatu urusan beserta gambarnya.

Melalui soal tersebut, siswa diminta untuk berbagi argumen sesuai dengan persoalan yang cocok dengan soal yang tertera. Di bawah ini ialah pola soalnya:

Tema teks 1: Perubahan Iklim

Baca dengan seksama info berikut dan jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.

APA AKTIVITAS MANUSIA YANG MENYEDIAKAN PERUBAHAN IKLIM?

Pembakaran kerikil bara, minyak dan gas alam, serta deforestasi dan aneka macam macam praktek pertanian dan industri, mengganti komposisi atmosfer dan berkontribusi kepada pergeseran iklim.

Aktivitas insan ini sudah mengakibatkan kenaikan fokus partikel dan gas rumah beling di atmosfer. Unsur utama yang berkontribusi kepada perubahan suhu ditunjukkan pada Gambar 1.

Peningkatan fokus karbon dioksida dan metana mempunyai efek terhadap pemanasan. Peningkatan fokus partikel memiliki efek pendinginan dalam dua cara yang diberi nama “Partikel” dan “Efek Partikel di Awan”.

Pertanyaan 1: Gunakan isu pada Gambar 1 untuk berbagi argumen dalam mendukung penghematan emisi karbon dioksida dari acara manusia yang disebutkan di atas.

(Baca Juga: Selain Corona, Ini Alasan Pemerintah Hapus Ujian Nasional 2020)

Masalah pada Format Ujian Nasional

Rencana pengganti cobaan nasional sejatinya menjadi upaya dalam memperbaiki tata cara atau format dari cobaan nasional. Karena nyatanya, pada format ujian nasional itu sendiri ada beberapa persoalan yang terjadi.

Beberapa problem tersebut di antaranya yakni, ujian nasional dilihat terlalu berkonsentrasi pada kemampuan menghafal saja. Yang di mana, kesanggupan menghafal tersebut justru menambah beban siswa, guru dan orang renta.

Selain itu, cobaan nasional sendiri juga dinilai tidak menyentuh patokan kesanggupan pengembangan kognitif serta huruf siswa. Sebab, cobaan nasional cuma berisi hal-hal yang mengukur kemampuan berpikir tingkat rendah.

Maka dari itu, guru menjadi tidak termotivasi untuk menggunakan metode pengajaran yang lebih efektif, guna menunjukkan dan berbagi kemampuan berpikir siswa ke tingkat yang lebih tinggi.

Belum tamat sampai disitu, cobaan nasional juga dinilai kurang maksimal bila dipakai sebagai alat untuk memperbaiki mutu pendidikan secara nasional. Hal tersebut disebabkan oleh jadwal pelaksanaannya yang dijalankan di selesai jenjang pendidikan.

Dengan begitu, nilai cobaan nasional tidak dapat digunakan untuk mengidentifikasi atau menilai apa saja kebutuhan belajar yang bahwasanya diperlukan oleh siswa. Sehingga, tunjangan yang nantinya akan diberikan pun tidak cocok dengan apa yang diperlukan.

Oleh karena itu, dengan adanya planning pengganti cobaan nasional, para tenaga pengajar diharapkan dapat lebih termotivasi, untuk memperlihatkan tata cara pengajaran yang lebih kreatif serta merujuk pada pengembangan daya evaluasi siswa.

Selain itu, siswa juga diharapkan mampu lebih mengembangkan kesanggupan analisa lewat latihan-latihan soal.

Di mana, siswa mampu berlatih melakukan soal lewat buku pelajaran yang dimiliki atau pun kursus tutorial belajar.

Jika kamu ingin belajar dengan lebih gampang, kau bisa mengikuti beberapa kursus bimbingan mencar ilmu online.

Hanya saja, kau perlu berlangganan terlebih dahulu dan membayar sejumlah biaya yang telah diputuskan.

Kamu bisa membayarnya memakai beberapa tata cara pembayaran yang diberikan, salah satunya ialah kartu kredit. Melalui kartu kredit, kamu bisa mengeluarkan uang ongkos tersebut dengan gampang.

Namun, kalau kamu belum memiliki kartu kredit, jangan cemas. Sebab, sekarang kau mampu mengajukan kartu kredit dengan gampang dan proses yang cepat cuma di CekAja.com. Jadi, tunggu terlebih? Yuk, usikan sekarang!