0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Pinjaman Dana Untuk Bisnis Kain Tradisional Indonesia

Mengajukan dukungan dana untuk bisnis kain tradisional Indonesia, rasanya sungguh wajar dilaksanakan oleh para pengusaha. Mengingat, modal yang diperlukan untuk menyanggupi biaya buatan, seperti berbelanja bahan baku sampai melaksanakan acara pemasaran, membutuhkan biaya yang sangat besar.

Pinjaman Dana untuk Bisnis Kain Tradisional Indonesia

Saat ini pun, perbankan dan perusahaan financial technology telah sungguh menjamur di Indonesia. Kamu sebagaipelaku usaha di sektor riil, mampu memanfaatkannya selaku sumber pembiayaan untuk mendapatkan dukungan dana.

Terlebih, kini likuiditas atau ketersediaan pendanaan di perbankan yang diberikan Bank Indonesia telah dilonggarkan, ialah hampir Rp300 triliun. Dengan begitu, masyarakat termasuk para pelaku bisnis, bisa memanfaatkan fleksibilitas yang diberikan BI untuk mengajukan perlindungan modal usaha.

Tidak terkecuali untuk kau, yang sedang atau baru ingin mengerjakan bisnis di bidang kain tradisional, kau mampu mempergunakan momen tersebut untuk mengajukan pertolongan dana, untuk bisnis kain tradisional Indonesia.

Sekilas Tentang Pinjaman Dana

Jika melihat definisi dari OJK, perlindungan dana merupakan sejumlah dana yang disediakan pihak bank untuk para nasabahnya, dan disertai dengan pinjaman bunga yang mesti dilunaskan nasabah di waktu yang telah dijanjikan dengan cara angsuran atau dicicil.

Pinjaman sendiri, sejatinya berisikan dua jenis, yakni bantuan dengan agunan (jaminan) dan tunjangan tanpa agunan. Untuk derma dengan agunan, umumnya kamu mesti memperlihatkan jaminan yang cocok dengan jumlah bantuan yang diajukan.

Namun, sebelum memutuskan untuk mengajukan pemberian dana untuk bisnis kain tradisional Indonesia, kau perlu memilih lembaganya terlebih dulu, apakah kau akan mengajukan derma dana lewat perbankan atau lewat perusahaan financial technology.

(Baca Juga: Pinjaman Modal Usaha Terbaik)

Apabila kamu berencana ingin mengajukan tunjangan dana melalui fintech, tentukan bahwa fintech tersebut telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jika melihat data OJK, hingga 29 Juni 2020, total perusahaan fintech yang sudah berizin dan terdaftar di OJK ada sebanyak 158 perusahaan.

Dari jumlah perusahaan yang sudah terdaftar di OJK tersebut, kau bisa memilih satu di antaranya yang paling cocok dengan kebutuhan, sebagai layanan fintech yang akan dipakai dalam mengajukan santunan dana untuk bisnis kain tradisional Indonesia.

Tetapi kamu tetap mesti berhati-hati, karena banyaknya eksistensi perusahaan fintech dikala ini, menciptakan beberapa pihak tidak bertanggung jawab kian menjamur dalam memanfaatkan suasana tersebut.

Oleh alasannya itu, dikala hendak mengajukan pertolongan dana untuk bisnis kain tradisional Indonesia, kau perlu menganalisa apalagi dulu kredibilitas perusahaan fintech dan memastikan bahwa perusahaan tersebut sudah terdaftar secara resmi di OJK.

Keuntungan Pinjaman Dana untuk Bisnis

Meski kadang kala terlihat seram, namun melakukan bantuan dana untuk bisnis kain tradisional Indonesia nyatanya memberikan banyak keuntungan. Adapun beberapa laba yang hendak kamu peroleh tersebut, di antaranya yaitu:

  • Memberikan fasilitas dalam melakukan penemuan bisnis
  • Menggaji karyawan
  • Memperluas jangkauan pasar
  • Melakukan renovasi kantor atau menyewa gedung baru
  • Memperbarui perlengkapan atau inventaris kantor
  • Sebagai dana darurat untuk mempertahankan bisnis tetap berjalan kondusif, bila mengalami kondisi darurat

9 Jenis Kain Tradisional Indonesia

Setelah di pembahasan sebelumnya kamu sudah mengetahui beberapa hal terkait santunan dana beserta kelebihannya, maka di pembahasan kali ini kamu akan mengetahui apa saja jenis-jenis kain tradisional Indonesia.

Pasalnya, jenis-jenis kain ini menjadi hal penting yang juga perlu kau amati, sehabis sumbangan dana untuk bisnis kain tradisional Indonesia. Karena mirip yang dimengerti, jenis-jenis kain tradisional Indonesia ada banyak dan sungguh beragam.

Lantas, apa saja jenis kain tradisional Indonesia tersebut? Pada kesempatan kali ini, CekAja.com akan mengulas sembilan jenis kain tradisional Indonesia paling terkenal khusus untuk kamu. Simak tolong-menolong, yuk!

1. Kain Ulos

Kain Ulos - Pinjaman Dana untuk Bisnis Kain Tradisional Indonesia

Jenis kain tradisional Indonesia pertama yang terkenal adalah kain ulos. Jenis kain tradisional yang satu ini, dikembangkan secara turun temurun oleh suku Batak, Sumatera Utara. Kain ulos sendiri intinya bukan kain sembarangan, alasannya setiap kainnya memiliki filosofi tersendiri yang mendalam.

Terlebih, kain ulos hanya boleh dikenakan di program-program atau momen tertentu saja. Sehingga, kain tradisional yang satu ini memang bukan kain yang diciptakan asal pilih. Terlihat dari harga yang ditawarkan untuk satu jenis kain ini condong begitu mahal.

Maka dari itu, sangat wajar apabila para pelaku bisnis mengajukan bantuan dana untuk bisnis kain tradisional Indonesia, kalau ingin memakai kain ulos sebagai salah satu jenis kain yang hendak dijual.

2. Kain Batik

Kain Batik - Pinjaman Dana untuk Bisnis Kain Tradisional Indonesia

Meski saat ini jenis kain batik telah sangat banyak didapatkan, tetapi batik tidak pernah luput dari perhatian para pelaku bisnis kain tradisional Indonesia. Hal tersebut dikarenakan, kain batik memiliki daya tarik yang sangat menarik .

Bagaimana tidak, proses pembuatan kain yang satu ini cukup susah sebab mesti di gambar secara manual, di atas kain mori memakai lilin yang terletak pada canting.

Motif serta corak yang digambar di kain memiliki makna sendiri, dan biasanya corak tersebut menjadi salah satu ciri khas batik daerah tertentu.

Sulitnya proses pembuatan kain batik ini, membuat harga jualnya kerap kali menjulang tinggi. Dengan demikian, tidak aneh kalau para pelaku bisnis rela mengajukan pemberian dana untuk bisnis kain tradisional Indonesia dan mengoleksi beberapa jenis kain batik yang sangat indah.

3. Kain Songket Palembang

Kain Songket Palembang - Pinjaman Dana untuk Bisnis Kain Tradisional Indonesia

Selain dua jenis kain di atas, kain songket Palembang nyatanya juga mampu memikat para pelaku usaha kain tradisional. Yang mana, para pelaku usaha ini rela melaksanakan sumbangan dana untuk bisnis kain tradisional Indonesia, dan memborongnya untuk dijadikan koleksi.

Sebagai jenis kain tradisional pertama di Indonesia, kain songket Palembang dibentuk dengan cara ditenun memakai banyak sekali jenis macam benang.

Salah satu dari benang yang digunakan untuk menenun kain ini yakni benang emas, yang merupakan hasil jual beli antara bangsa Tiongkok dengan India.

Di Palembang sendiri, kain songket ini umumnya dipakai di program-acara besar, mirip upacara budbahasa, perayaan ijab kabul pengantin Palembang, dan lain sebagianya. Kain songket Palembang juga menjadi salah satu jenis kain tradisional, yang mempunyai kualitas terbaik di Indonesia.

4. Kain Gringsing

Kain Gringsing - Pinjaman Dana untuk Bisnis Kain Tradisional Indonesia

Sebagai salah satu ciri khas Desa Tenganan, kain gringsing mempunyai bentuk tenun ikat. Konon katanya, bagi warga lokal kain ini diandalkan selaku penolak bala, yang sifatnya melindungi jasmani dan rohani. Oleh alasannya itu, kain gringsing sungguh disakralkan oleh masyarakat Desa Tenganan Pegringsingan.

Kain gringsing terbuat dari tiga jenis warna, yakni kuning, merah dan hitam yang disebut selaku tridatu. Setiap helai dan warna dari kain gringsing ini, ialah simbol keselarasan hidup dan penghormatan terhadap leluhur yang telah mewariskan budaya adiluhung kain gringsing ini, terhadap penduduk Desa Tenganan Pegringsingan, Bali.

Sakral serta dalamnya filosofi yang dimiliki kain gringsing ini, membuat harga jualnya sangat tidak murah, yakni sekitar Rp500 ribu sampai Rp20 juta untuk sehelai kainnya.

5. Kain Sasirangan

Kain Sasirangan - Pinjaman Dana untuk Bisnis Kain Tradisional Indonesia

Jenis kain tradisional Indonesia yang kelima ialah kain sasirangan. Kain tradisional yang berasal dari Kalimantan Selatan ini, dibentuk oleh penduduk suku Banjar menggunakan kain mori, yang selanjutnya digambar dengan motif atau corak yang sungguh indah.

Setelah itu, kain mori tersebut akan disirang sesuai dengan motif atau corak yang telah dibentuk. Sirang sendiri ialah suatu proses penjahitan kain dengan tangan, kemudian dijelujurkan benangnya. Dilakukannya proses sirang ini, menjadi permulaan mula terbentuknya nama kain sasirangan.

6. Kain Lurik

Kain Lurik - Pinjaman Dana untuk Bisnis Kain Tradisional Indonesia

Jika dilihat dari coraknya, kain lurik mungkin terlihat sangat sederhana dan tidak terlampau sulit pembuatannya. Hal tersebut dikarenakan, corak dari kain lurik sendiri hanya berbentukgaris lurus sederhana.

Namun ternyata, kain tradisional Indonesia yang satu ini yang dibuat dari bahan yang sangat beragam, adalah mulai dari serat sutera, serat kapas, serat kayu, sampai serat sintetis.

Dan seiring perkembangan zaman, motif dari kain lurik pun kian beragam. Ada yang bermotif sulur ringin polos abang, yuyu sekandang, lintang kumelap dan lain sebagainya.

Kain lurik pun memiliki satu keunggulan yang menjadi daya tarik para pelaku usaha, yaitu fungsinya yang sangat luas dan cocok digunakan untuk semua usia dan kelompok.

7. Kain Tenun Dayak

Kain Tenun Dayak - Pinjaman Dana untuk Bisnis Kain Tradisional Indonesia

Kain tenun Dayak juga menjadi salah satu jenis kain tradisional Indonesia paling terkenal. Hal tersebut dikarenakan, jenis kain yang satu ini mempunyai motif dan corak yang sungguh indah. Terlebih, proses pengerjaan kain tenun Dayak pun tidak sembarang pilih, sebab dibentuk melalui mimpi para penenunnya.

Yang mana, mimpi tersebut nantinya akan dituangkan menjadi suatu gambar di atas kain tenun. Mimpi yang dialami para penenun pun bermacam-macam, mulai dari mimpi wacana kehidupan, insan, binatang, flora, sampai mimpi wacana tuhan.

Oleh alasannya adalah itu, harga yang ditawarkan untuk sehelai kain tenun Dayak cukup mahal, yakni berkisar Rp150 ribu. Meski begitu, para pelaku perjuangan yang bergerak di bidang kain tradisional tetap membeli, bahkan mengusahakan memakai derma dana untuk bisnis kain tradisional Indonesia ini.

8. Kain Besurek

Kain Besurek - Pinjaman Dana untuk Bisnis Kain Tradisional Indonesia

Jenis kain tradisional Indonesia yang kedelapan ialah kain besurek. Jenis kain yang berasal dari tempat Bengkulu ini memiliki corak kaligrafi atau abjad Arab gundul. Corak kaligrafi ini muncul balasan dari imbas kebudayaan Islam yang masuk ke Bengkulu.

Teknik pengerjaan kain besurek intinya sama dengan teknik pembuatan kain batik Jawa. Namun, yang membedakannya yaitu warna yang digunakan untuk mewarnai kain besurek lebih cerah dan beragam dibandingkan kain batik Jawa.

Oleh alasannya adalah itu, kain besurek secara visual tampaksangat mempesona dan unik. Sehingga, tak heran bila banyak dari usahawan yang tertarik dengan performa kain besurek, dan rela mengajukan bantuan dana untuk bisnis kain tradisional Indonesia yang satu ini.

9. Kain Tapis

Kain Tapis - Pinjaman Dana untuk Bisnis Kain Tradisional Indonesia

Terakhir ada kain tapis yang menjadi kain tradisional Indonesia paling terkenal. Kain tradisional yang satu ini memiliki proses pengerjaan yang sungguh unik, karena dibuat secara manual oleh para pengrajinnya dengan cara disulam.

Tidak hanya itu, yang menciptakan menawan kain tapis yaitu hasil dari pembuatan kain ini, merupakan cerminan kepribadian dari para pengrajinnya. Oleh alasannya itu, tak heran jika waktu yang dibutuhkan untuk menciptakan sehelai kain tapis cukup usang, yaitu sekitar beberapa bulan.

Kain tapis juga yang dibuat dari beberapa susun kain berwarna gelap. Yang mana, warna gelap dari kain tersebut tidak berasal dari pewarna tekstil, melainkan berasal dari pewarna alami. Dengan demikian, warna gelap yang dimiliki kain tapis tidak gampang luntur ataupun cepat rusak, meski dicuci berkali-kali.

(Baca Juga: 34 Pakaian Adat dari Berbagai Provinsi)

Pinjaman Dana untuk Bisnis Kain Tradisional Indonesia

Pada pembahasan sebelumnya, kau telah mengetahui delapan jenis kain tradisional Indonesia. Semua jenis kain tersebut, memiliki corak dan penampilan yang sungguh indah, sehingga sangat cocok untuk dijadikan koleksi bisnis.

Namun, untuk membeli semua jenis kain tradisional tersebut, kau harus memiliki dana yang cukup besar. Kamu bisa mengajukan derma dana untuk bisnis kain tradisional Indonesia, dan berbelanja semua jenis kain tradisional tersebut.

Sebab, dengan sumbangan dana, semua keperluan terkait bisnis kain tradisional mampu terpenuhi dengan baik. Mulai dari proses buatan, pembelian sejumlah kain tradisional yang hendak dijual, sampai berbagai macam kegiatan penjualan mampu dilakukan dengan mudah, apabila kamu memiliki dana berlebih.

Kamu juga bisa mengajukan santunan dana untuk bisnis kain tradisional Indonesia, secara online lewat CekAja.com. Karena di sana, kau bisa mengajukan jumlah dana yang mau dipinjam sesuai dengan kebutuhan.

Tidak cuma itu, mengajukan perlindungan dana di CekAja.com pun mudah, cepat dan aman sebab sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi, buat kau yang ingin mengajukan dukungan dana untuk bisnis kain tradisional Indonesia, tunggu terlebih? Yuk, ejekan sekarang!