0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Perlukah Santunan Dana Darurat? Alasan Kamu Harus Punya Dana Darurat

Kehidupan sudah pasti akan menghadapi ketidakpastian. Ketidakpastian itu bisa datang-datang tiba tanpa pemberitahuan. Padahal keperluan insan juga banya. Salah satu argumentasi untuk menghadapi ketidakpastian ini yaitu dengan memiliki dana darurat. Lalu apakah dana darurat itu? Jika kita tidak memilikinya perlukah pemberian dana darurat? Untuk lebih jelasnya yuk kita simak pembahasan di bawah ini.

perlukah pinjaman dana darurat?

Keadaan darurat, terjadi bermacam-macam dan berdasarkan sifatnya jelas tidak mampu diprediksi. Ketika hal darurat itu terjadi, mereka dapat merusak stabilitas keuangan kita. Misalnya saja pengobatan penyakit atau kecelakaan secara tiba-tiba, kehilangan pekerjaan yang tidak terduga, atau bahkan perbaikan rumah atau mobil yang mengejutkan dapat mengganggu keadaan keuangan keluarga kita sehari-hari kalau kita tidak siap dan tidak mempunyai dana darurat.

Meskipun kondisi darurat tidak senantiasa mampu disingkirkan, namun memiliki simpanan darurat mampu menghilangkan sebagian problem keuangan dalam menanggulangi kejadian-kejadian tak terduga ini.

Apa itu dana darurat?

Dana darurat yaitu simpanan atau rekening bank terpisah yang digunakan untuk menutupi atau mengimbangi biaya dari suasana yang tidak terduga. Seharusnya tidak dianggap sebagai tabungan simpanan atau dihitung sebagai bab dari rencana tabungan jangka panjang untuk biaya kuliah, mobil gres, atau piknik. Alih-alih, dana ini berfungsi selaku dana pengaman, yang cuma dipakai saat krisis keuangan terjadi dalam keluarga. Kamu mesti mengetahui perlukah dukungan dana darurat?

Berapa yang mesti kita irit biar mempunyai dana darurat?

Sementara ukuran dana darurat terang akan bervariasi tergantung pada pola hidup setiap orang, biaya bulanan, pendapatan, dan tanggungan, aturan praktisnya ialah untuk menyisakan setidaknya tiga hingga enam bulan pengeluaran. Jumlah yang terasa besar ini mungkin terlihat seram pada awalnya, tetapi idenya ialah untuk menyisakan sejumlah kecil setiap satu atau dua minggu untuk membangun tujuan tersebut. Kita mungkin juga ingin menimbang-nimbang untuk menyesuaikan jumlah berdasarkan pada keharusan tagihan kita, keperluan keluarga, stabilitas pekerjaan, atau aspek yang lain.

Nah, di mana kita harus menaruh dana darurat itu?

Tabungan darurat paling baik ditempatkan di rekening bank yang menghasilkan bunga, seperti rekening simpanan yang menghasilkan bunga, yang dapat diakses dengan gampang tanpa pajak atau penalti. Kekhawatiran dengan menempatkan simpanan darurat kita dalam reksa dana, saham, atau aset yang lain yakni bahwa mereka mungkin kehilangan nilai jikalau dana perlu diakses dengan cepat.

Pada dasarnya duit atau dana darurat adalah setumpuk duit yang disisihkan untuk menutupi keadaan finansial yang mengagetkan atau tiba-tiba dalam kehidupan kau. Karena kejadian tak terduga ini bisa membuat stres dan mungkin akan memerlukan biaya yang banyak. Beberapa hal berikut ini adalah keadaan darurat yang paling kerap yang dihadapi orang:

Kehilangan pekerjaan

Siapa yang siap datang-tiba kehilangan pekerjaannya? Tidak ada. Sebuah pekerjaan yang menjadi tempat kita bergantung bisa saja datang-datang tidak ada entah karena aspek eksternal atau aspek internal dari diri sendiri. Jika ada dalam keadaan mirip ini, maka mau tak mau memang dana darurat harus digunakan, karena menganggur sebulan saja itu akan menguras banyak ongkos. Jika ada dana darurat, setidaknya kita akan lebih tenang, sembari mencari pekerjaan gres, ada penopang finansial yang pasti.

Darurat medis atau gigi

Memiliki keadaan kesehatan yang stabil memang menjadi cita-cita semua orang namun ada kalanya kita merasakan sakit atau kecelakaan. Kejadian yang tiba-datang ini pasti akan memerlukan ongkos yang banyak. Jika kau tidak punya dana darurat bisa jadi ini membuat kau stres. Misalnya saja sakit gigi datang datang dan ternyata mesti membuatmu melaksanakan operasi kecil pada gigi mu, maka terperinci perawatan untuk gigi dikala ini memang tergolong mahal.

Perbaikan rumah yang tidak terduga

Rumah yang sudah bangkit tegak dan stabil mampu saja mengalami kerusakan alasannya adalah faktor usia. Kemungkinan rumah untuk direnovasi setelah waktu lama juga harus dipikirkan dengan dana darurat ini. Selain itu jikalau pergantian demam isu, rumah juga acap kali membutuhkan perhatian, contohnya kalau di trend kemarau semua baik-baik saja, tetapi saat musim hujan datang, maka datang datang ada bagian bagian rumah yang bocor dan terang membutuhkan perbaikan.

Masalah mobil atau kendaraan

Sama mirip rumah, problem kendaraan beroda empat atau kendaraan yang kau miliki juga menjadi perhatian penting dikala mengalami duduk perkara. Apalagi bila telah usang mempunyai mobil atau motor dan tidak pernah di Service. Tidak hanya itu, kerusakan kendaraan beroda empat atau motor yang berasal dari luar mirip kecelakaan juga perlu dipikirkan. Dan untuk kendaraan beroda empat sendiri, telah mampu dipastikan biayanya tak sedikit. Jadi dana darurat sungguh dibutuhkan untuk menghadapi hal semacam ini. Jadi menurut kamu perlukah sumbangan dana darurat?

Biaya perjalanan yang tidak direncanakan

Terkadang kita mampu datang-datang melaksanakan sebuah perjalanan panjang yang tidak dijadwalkan sama sekali. Misalnya saja ada keluarga yang sakit atau meninggal, kita harus pergi ke kawasan keluarga itu. Ini tergolong perjalanan yang tak direncanakan. Beruntung jika dekat, namun jika jauh, terang ini akan menguras kantong.

Jika kita sedang berada dalam kondisi di atas tetapi tidak mempunyai dana darurat pasti sudah bisa dibayangkan bagaimana sulitnya kan? Maka dari itu merencanakan dana darurat ialah hal yang penting. Kali ini kita melanjutkan ke pentingnya mempunyai dana darurat untuk menghadapi hal- hal di luar perkiraan. Apa saja itu?

  • Menghindari hutang

Salah satu pentingnya mempunyai dana darurat yakni untuk menyingkir dari hutang. Dengan dana darurat pasti kita bisa memadai keperluan itu tanpa mempunyai hutang. Bayangkan saja jika harus mempunyai hutang untuk hal yang darurat apalagi yang jumlahnya banyak niscaya akan merubah sedikit planning keuangan kamu untuk membayarnya.

  • Membantu menjaga tingkat stres  turun

Tidak mengherankan bahwa ketika kehidupan mendatangkan kondisi darurat, itu mengancam kesejahteraan finansial kau dan menimbulkan stres.  Jika kamu hidup tanpa dana darurat, kau hidup di ujung “finansial” yang berharap dapat bertahan tanpa mengalami krisis.

Dengan dipersiapkannya dana darurat memberi kau rasa percaya diri bahwa kau bisa menanggulangi salah satu peristiwa tak terduga dalam hidup ini tanpa menambah kegelisahan perihal uang.

Kamu tidak membelanjakan sesuai keinginanmu.

Apakah kamu pernah mendengar ungkapan “di luar persepsi, di luar pikiran.” Itu cara terbaik untuk menyimpan duit darurat kau. Jika duit tunai hanya sejauh kartu debit saja, kau mungkin tergoda untuk menggunakannya untuk sesuatu yang remeh mirip gaun desainer atau TV layar lebar yang bukan darurat.

Menjaga uang keluar dari jangkauan langsung kau bermakna kau tidak mampu membelanjakannya dengan niat, tidak peduli seberapa besar cita-cita kamu. Dan dengan meletakkannya di akun terpisah, kau akan tahu persis berapa banyak yang kau miliki  dan berapa banyak yang masih perlu kau tabung.

Nah pentingnya dana darurat ini juga untuk mempertahankan kondisi finansial kau nantinya. Besarnya dana darurat yang mesti dikumpulkan juga berlainan-beda tiap orang. Bahkan status juga mensugesti loh. Idealnya seorang lajang yang tidak memiliki tanggungan harus menghimpun paling tidak 6 kali dari jumlah pengeluarannya tiap bulan. Sedangkan bagi yang telah menikah dan belum mempunyai anak besarnya dana darurat idealnya 9 kali pengeluaran bulanannya. Bagi pasangan yang sudah menikah dan memiliki seorang anak besarnya dana darurat idealnya mesti 12 kali dari pengeluaran bulanannya.

(Baca Juga: Tips Cara Menggunakan Dana Pinjaman)

Nah mengenang pentingnya dana darurat yang diperlukan ketika kita dalam kondisi terdesak, lalu perlukah derma dana darurat? Jika kita tidak memiliki dana darurat maka pertanyaan perlukah pinjaman dana darurat ini biasanya muncul. Banyak dari penduduk yang tidak mempunyai dana darurat pada kondisi terdesak akan berupaya untuk menutupinya dengan cara menjual aset atau melaksanakan dukungan dana darurat. Ibaratnya kita belum sedia payung dikala musim hujan tiba, pastinya akan sangat kewalahan.

Jika tidak ada pilihan lain dalam menyanggupi keperluan darurat maka mengambil pinjaman dana darurat juga tidak masalah dan bisa menjadi suatu pilihan. Tapi kita juga mesti ingat bahwa jangan meminjam secara sembarang pilih. Hindari rentenir atau dukungan dari lembaga yang ilegal sebab cuma akan memperbesar duduk perkara menjadi lebih rumit. Lebih baik untuk meminjam terhadap kerabat yang masih ada kekerabatan darah alasannya biasanya mereka tidak akan mengambil bunga untuk bantuan itu.

Jadi sudah tahu kan jawaban “perlukah perlindungan dana darurat?” Nah untuk menghemat sumbangan meski untuk dana darurat seharusnya kita mesti berusaha untuk secepatnya mengumpulkan dana darurat sedini mungkin. Dengan begitu kita memiliki dana yang bisa mengcover keadaan darurat. Lalu bagaimana caranya untuk mengumpulkan dana darurat secara dini? Ikuti kiat ini ya!

  • Menetapkan sasaran bulanan

Tetapkan sendiri berapa jumlah duit yang mau kau sisihkan untuk dikumpulkan sebagai dana darurat. Membiasakan menabung di tempat yang terpisah dari rekening yang umum kmau pakai akan lebih efektif. Mau lebih gampang? Gunakan kemudahan auto-debet biar duit yang kamu sisihkan pribadi tersimpan di rekeningmu.

  • Jangan buang uang recehmu

Tidak jarang kita selalu menerima uang kecil yang nominalnya kadang kala menciptakan kita menyepelekannya. Bahkan kadang kita seperti tidak memerlukannya. Jangan begitu ya! Karena uang receh bila kau rajin mengumpulkannya maka nilainya mampu menciptakan kamu kagetloh. Yang penting ialah kau harus tekun mengumpulkannya.

  • Cek uang sisa bulanan kamu

Cara kau mengontrol uang bulanan menjadi landasan bagaimana kau akan menghimpun dana darurat mu. Dengan mengecek sisa uang bulanan kamu maka kau bisa memasukkannya ke dana darurat. Pastinya kamu mesti tahan keinginan belanja yang tidak penting ya.

  • Pangkas pengeluaran tidak penting

Memangkas separuh atau bahkan menghilangkan sebagian pengeluaran kau bila dirasa bukan sesuatu yang diperlukan. Dengan begini peluang untuk menghimpun dana darurat akan lebih banyak loh. Memikirkan mana yang menjadi prioritas dan mana yang bukan harus kamu terapkan dalam hal ini.

Nah itu ia penjelasan perihal dana darurat dan sampai pertanyaan perlukah sumbangan dana darurat? Dengan merencanakan dana darurat sejak dini anak pertanyaan itu bisa dijawab dengan tanggapan “tidak perlu”. Tapi akan lain halnya jika kita tidak memiliki dana darurat, mengambil derma dana darurat bisa menjadi sebuah opsi. Kaprikornus sudah rencanakan dana darurat kamu kali ini?