0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Perjalanan Karier Dan Lagu Terpopuler Didi Kempot Yang Meninggalkan Sobat Ambyar Dikala Lagi Sayang-Sayangnya

Penyanyi dan penulis lagu campursari legendaris Dionisius Prasetyo alias Didi Kempot menghembuskan nafas terakhir Selasa (5/5), pukul 07.30 WIB di Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo, Jawa Tengah. Sampai dikala ini, penyebab meninggalnya laki-laki kelahiran Surakarta, 31 Desember 1966 diduga alasannya serangan jantung.

Sontak berita duka tersebut merambat ke banyak sekali platform media umum. Ribuan penggemar Didi Kempot mengucapkan bermacam-macam doa guna melepas idolanya.

Di ranah Twitter sendiri, sampai pukul 10.16 WIB tercatat empat cuitan terbanyak yang dituliskan netizen Indonesia terkait dengan meninggalnya musisi tersebut, adalah: Didi Kempot sebanyak 168 ribu cuitan, #SobatAmbyarBerduka sebanyak 22.200 cuitan, Lord Didi 16.500 cuitan, dan Innalillahi sebanyak 31.900 cuitan.

Dalam bertahun-tahun terakhir, laki-laki yang kerap disapa Pakdhe Didi sukses menggaet jutaan penggemar segala umur berkat lantunan lagu-lagu berbahasa Jawa dengan tema cinta dan patah hati.

Sehingga tak aneh jika Didi Kempot menemukan gelar ‘the Godfather of Broken Heart’ dari Sadboys dan Sadgirls penggemarnya yang tergabung dalam komunitas ‘Sobat Ambyar’.

Untuk menghormati Lord Didi Kempot, berikut adalah fakta perjalanan karier serta lagu-lagu terbaik sang Maestro yang meninggalkan kita semua ketika sedang sayang-sayangnya.

1. Keluarga seniman

Didi ialah putra dari seniman Ranto Edi Gudel atau lebih diketahui dengan Mbah Ranto. Selain itu, Didi juga ialah adik kandung dari Mamiek Prakoso, pelawak senior grup Srimulat.

2. Pengamen jalanan

Suaranya yang merdu serta kemampuannya dalam menulis lagu, membuatnya konsentrasi mengasah talenta bermusiknya sejak kecil. Ia merintis kariernya semenjak tahun 1984, dengan bermodalkan ukulele dan gendang untuk mengamen di kota kelahirannya, Surakarta.

Pada 1987, Didi memberanikan diri mengadu nasib di Jakarta menyusul jejak sang abang yang lebih dahulu merantau. Ia kerap mengamen bersama teman-temannya di kawasan Slipi, Palmerah, Cakung, sampai Senen dan menamakan grupnya Kelompok Pengamen Trotoar, yang kalau disingkat menciptakan Kempot, nama panggung yang kesudahannya dipakai Didi hingga ketika ini.

3. Album perdana

Bersama grup Kempot yang dibentuknya, Didi memberanikan diri merekam lagu-lagunya dan menitipkannya ke beberapa perusahaan rekaman di Jakarta. Selama 2 tahun terus menerus mendapat penolakan, karenanya label Musica Studio’s kepincut untuk memproduksi album perdana Didi Kempot.

Tepat di tahun 1989, Didi meluncurkan album pertamanya dengan lagu andalan Cidro. Lagu patah hati yang ditulisnya menurut pengalaman Didi, yang cerita asmaranya tidak disetujui orang tua sang kekasih.

Lagu itu pulalah yang menciptakan Didi dipanggil oleh KBRI di Suriname, Amerika Selatan pada tahun 1993 guna menggelar konser pelepas rindu ratusan warga lokal yang banyak keturunan Indonesia.

4. Konsisten bikin lagu ambyar

Tidak puas dengan pencapaian menggelar konser pertama di mancanegara, suami dari penyanyi dangdut Yan Vellia menjaga konsistensi dalam berkarya dan terus membuat lagu-lagu patah hati yang membuatambyar. Didi berdalih sengaja menentukan menulis lagu-lagu patah hati alasannya setiap orang pernah mengalaminya.

Pada 1996, ia menulis dan merekam lagu berjudul Layang Kangen di Rotterdam, Belanda dan menetap disana selama dua tahun lamanya. Setahun sehabis pulang ke Indonesia atau tepatnya pada 1999, ia merilis lagu Stasiun Balapan yang melegenda.

(Baca juga: 15 Lagu Dangdut Terlaris di Indonesia Hits Sepanjang Masa)

Setelah tren musik campursari sempat meredup, Didi kembali meroket sehabis mengeluarkan lagu Kalung Emas pada 2013 kemudian. Berlanjut pada 2016, penyanyi asal Solo tersebut mengeluarkan lagu Suket Teki yang juga menjadi lagu favorit para Sobat Ambyar.

5. Tulis 700 lagu dan rekam 24 album

Setidaknya ada lebih dari 700 lagu patah hati yang ditulis oleh Didi Kempot. Sebagian besar lagu tersebut memakai Bahasa Jawa yang merupakan bahasa kawasan asal sang legenda.

Di beberapa lagunya Didi juga kerap memakai nama-nama kawasan di lagu-lagunya, seperti Stasiun Balapan, Terminal Tirtonadi, Tanjung Mas Ninggal Janji dan lain sebagainya.

Ketertarikannya membuat lagu dengan menyebut nama daerah, alasannya adalah beliau percaya sebuah kawasan niscaya punya kenangan tersendiri bagi setiap orang.

Meski tidak semua lagu yang dituliskannya masuk ke dalam album yang dirilisnya, Didi Kempot sangat produktif memproduksi album loh. Setidaknya ada 24 album rekaman yang dibuatnya sejak album Cidro pada 1989 hingga album Didi Kempot Live Studio Session yang dirilis 2018 lalu.

6. Rajin mampu penghargaan

Selama lebih dari 30 tahun berkarya, Didi menghiasi 13 tahun diantaranya dengan berbagai piagam penghargaan yang sukses dimenangkan atau masuk dalam nominasi.

Dimulai dari tahun 2001, di mana dia menyabet penghargaan Anugerah Musik Indonesia untuk kategori Artis Solo Pria Terbaik dan Penyanyi Terbaik.

Sampai terakhir tahun 2019 lalu, beliau menyabet penghargaan Indonesian Dangdut Award untuk tiga klasifikasi yakni Lagu Dangdut Terpopuler, Penyanyi Dangdut Solo Pria Terpopuler, serta Penghargaan Khusus Maestro Campursari.

7. Gelar ‘the Godfather of Broken Heart’

Adalah komunitas Sobat Ambyar yang mentahbiskan gelar Bapak Patah Hati Nasional alias the Godfather of Broken Heart kepada Didi Kempot.

Komunitas ini terdiri dari belum dewasa muda yang terbentuk pertama kali pada sebuah program Musyawarah Nasional Solo Sad Bois Club, suatu fanbase Didi Kempot di Solo pada 15 Juni 2019.

Pengalaman patah hati yang sering dialami generasi milenial, menciptakan lagu-lagu Didi Kempot semakin terkenal dan sukses menggaet pendengar dari banyak sekali generasi.

Kehadiran Sobat Ambyar juga membuat para penggemar karya Didi Kempot menjadi lebih terencana dan menggabungkan para Kempoters serta Sad Boys dan Sad Girls ke dalam satu barisan.

8. Brand Ambyarssador Shopee

Tahun lalu bintang sepakbola klub Juventus asal Portugal Cristiano Ronaldo, bisa dikatakan sungguh beruntung berdampingan dengan Didi Kempot menjadi duta merek marketplace raksasa Shopee di Indonesia.

Ya, Desember 2019 lalu, Didi resmi diangkat selaku brand ambyarssador untuk Shopee Indonesia. Ia pun sukses menyemarakkan acara TV Show Shopee 12.12 Birthday Sale silam dengan membawakan lagu-lagu hits seperti Pamer Bojo, Sewu Kutho, dan yang lain. Di awal tahun ini, Didi turut mewarnai kampanye diskon Shopee 2.2 Men Sale.

9. Konser amal Covid-19 dan lagu Ojo Mudik

Didi Kempot diketahui sebagai musisi yang rendah hati dan senantiasa antusiasdalam menolong sesama. Beberapa konser amal digelar Didi untuk membantu warga di aneka macam kota yang sedang terkena bencana alam.

Terakhir, tepatnya pada 11 April 2020 lalu, Didi Kempot menggandeng KompasTV untuk membantunya menyiarkan konser amal dari rumah.

Tujuan dari konser tersebut tidak lain untuk mengumpulkan donasi yang seluruh dananya disalurkan untuk penanganan pandemi Covid-19 alias virus Corona di Indonesia.

Dana yang terkumpul tidak main-main, totalnya mencapai Rp7,6 miliar, dan sudah disalurkan kepada relawan dan pihak-pihak yang membutuhkan.

(Baca juga: Ragam Aksi Sosial Relawan Corona di Indonesia yang Inspiratif)

Bisa dibilang konser Didi Kempot merupakan konser amal yang mengumpulkan kontribusi terbesar sepanjang sejarah industri musik nasional.

Tidak hanya itu, Didi juga menolong pemkot Solo untuk menekan penyebaran virus Corona dengan cara yang sangat dikuasainya, ialah menulis lagu berjudul Ojo Mudik.

Dilansir dari kanal YouTube Didi Kempot, lagu itu berisi usul semoga masyarakat melawan virus Corona dengan mempertahankan jarak, bersungguh-sungguh cuci tangan, berada di rumah saja, dan tidak pulang kampung pada musim Idulfitri tahun ini.

Video yang diunggah pada 28 April 2020 kemudian sudah dilihat sebanyak 619.593 kali sampai kemarin, Senin (5/5). dan sempat menjadi video nomor 25 terpopuler di Indonesia.

5 Lagu Populer Didi Kempot

Dari 700-an lagu yang ditulisnya, beberapa lagu melekat bersahabat di benak para penggemar Didi Kempot alasannya adalah mewakili pengalaman patah hati yang pernah mereka alami. Berikut yakni 5 lagu Didi Kempot yang paling ambyar:

1. Cidro

Lagu Cidro yang dibuat Didi Kempot di awal dirinya merintis karier di dunia musik, kembali nge-hits sesudah diaransemen ulang pada 2017 silam.

Cidro menceritakan pengalaman eksklusif Didi Kempot yang patah hati alasannya adalah keterkaitannya tidak direstui orang tua sang kekasih. Lebih parahnya lagi, sehabis ingkar komitmen, sang kekasih juga meninggalkan dirinya.

2. Stasiun Balapan

Pada tahun 1999, hampir seluruh radio dan stasiun televisi di Indonesia memutar lagu Stasiun Balapan milik Didi Kempot.

Masih bernuansa patah hati, Didi melantunkan lirik yang menceritakan pedihnya melepas kepergian kekasih dari stasiun kereta api di kota Solo, hingga akhirnya pujaan hatinya tersebut lupa untuk kembali.

3. Pamer Bojo

Anggota Sobat Ambyar niscaya pernah merasakan ditinggal menikah oleh kekasih atau mantan. Tidak heran bila lagu Pamer Bojo dari Didi Kempot ini sungguh populer alasannya adalah menceritakan ihwal seseorang yang sangat setia menunggu kembalinya sang kekasih.

Namun ternyata saat bertemu telah menikah dengan orang lain. Auto nangis gak sih dengernya? Cendol dawet.. cendol dawet..

4. Sewu Kuto

Lagu Sewu Kuto juga terkenal sebab menceritakan usaha seseorang dalam mencari kekasihnya yang pergi tanpa memberi kabar. Rasa rindu yang berkecamuk, menjadikannya memutuskan untuk mencari sang pujaan hati hingga lewat lebih dari 1.000 kota (Sewu Kuto).

5. Suket Teki

Saking populernya lagu ini, hingga banyak penyanyi lain membawakan lagu Suket Teki milik Didi Kempot. Beberapa diantaranya ialah Nella Karisma dan Via Vallen.

Lirik dari lagu ini mengisahkan tentang seseorang yang patah hati balasan dikhianati oleh pasangannya. Rasa sakit itulah yang menjadikannya untuk menyerah dan berkorban perasaan dengan pamit mundur dari upaya memperjuangkan sang kekasih.

Selamat jalan Pakdhe Didi Kempot, the Godfather of Broken Heart jutaan Sobat Ambyar di Indonesia. Karyamu akan senantiasa dilantunkan setiap kali kami patah hati.