0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Perbedaan Pertolongan Online Legal Dan Ilegal, Calon Nasabah Wajib Tahu!

Dengan kedatangan teknologi internet, meminjam uang kini telah tidak sulit lagi, alasannya adanya penyedian jasa keuangan berupa pertolongan online. Namun, sebelum kamu mantap mengajukan perlindungan ke salah satu pinjol pilihanmu, ada baiknya pahami dulu perbedaan tunjangan online legal dan ilegal, berikut ini.

perbedaan pinjaman online legal dan ilegal, calon nasabah wajib tahu

Pasalnya, santunan online sekarang kian digemari penduduk Indonesia, dan hal tersebut pun dibarengi dengan menjamurnya sumbangan online ilegal, yang aktivitasnya belum diawasi pihak berwenang. Mengapa hal tersebut mampu terjadi? 

Perusahaan Pinjaman Online Wajib Terdaftar di OJK

Untuk bisa menjadi suatu perusahaan perlindungan online yang legal, mereka harus mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Terlebih, bantuan online ialah jasa, yang melibatkan uang atau finansial di dalamnya, sehingga sangat penting untuk menyelidiki apakah perusahaan sumbangan online yang kau pilih, sudah terdaftar di OJK.

Tugas Umum OJK

OJK sendiri mempunyai peran untuk melaksanakan pengaturan dan pengawasan, terhadap acara keuangan di sektor perbankan, pasar modal, IKNB, termasuk perusahaan pertolongan online.

Dengan mengantongi izin dari OJK sebuah lembaga keuangan dipastikan sudah terikat oleh peraturan dari OJK. Sehingga, peraturan tersebut mampu melindungi hak-hak pelanggan, agar mereka mampu melakukan kegiatan keuangan dengan kondusif.

Tidak hanya soal perizinan OJK, untuk lebih lengkapnya lagi, mari simak perbedaan bantuan online legal dan ilegal berikut ini.

(Baca Juga: Cara Bank Menyetujui Pinjaman Dana Kita Sampai Cair)

Perbedaan Pinjaman Online Legal dan Ilegal

1. Perizinan dari OJK

Otoritas Jasa Keuangan

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bahwa setiap sektor yang memiliki aktivitas keuangan, tergolong perusahaan derma online sampai fintech, wajib mendaftarkan diri ke OJK. Nah, buat kamu yang ingin tau, apakah perusahaan pemberian online pilihanmu legal atau ilegal, kamu bisa memastikannya dengan cara berikut.

Perbedaan perlindungan online legal dan ilegal terkait perizinan OJK, sungguh gampang dicek. Kamu mampu mengusut nama perusahaan pinjaman online legal di situs resmi OJK. Jika ada, memiliki arti perusahaan pemberian online tersebut legal dan kondusif.

Tidak hanya itu, kau juga mampu mengetahuinya dengan menganalisa di situs perusahaan sumbangan online yang bersangkutan. Situs pemberian online legal lazimnya mencantumkan logo OJK di bab bawah website. Jika tidak ada, dipastikan situs pertolongan online tersebut ilegal.

2. Identitas dan Kredibilitas Perusahaan Pinjaman Online

Identitas dan Kredibilitas Perusahaan Pinjaman Online

Perbedaan pertolongan online legal dan ilegal berikutnya, bisa dilihat dari identitas dan kredibilitas perusahaan perlindungan online itu sendiri. 

Untuk tunjangan online legal, alasannya sudah terdaftar, mereka akan memberikan info yang terperinci. Mulai dari alamat kantor, kantor cabang, email, media sosial, pengelola perusahaan, kontak, sampai CS atau layanan pelanggan. 

Pinjaman online resmi juga lebih memiliki kredibilitas yang bagus. Semua hal tersebut bisa dilihat dari testimoni, sampai review dari nasabah sebelumnya.

Sedangkan dukungan online ilegal, lazimnya takut untuk memberikan lokasi alamat yang asli. Bahkan, mereka lazimnya hanya mempunyai kontak berupa nomor HP yang kadang tidak cuma satu.

3. Bunga

Bunga

Tidak cuma soal identitas, gosip jumlah bunga juga wajib untuk diberitahu dengan terang. Lantas bagaimana perbedaan dukungan online legal dan ilegal, terkait soal bunga?

Perusahaan pinjaman online legal, pasti akan menawarkan berita dengan terperinci, soal jumlah bunga, dan ongkos-ongkos yang lain. Biasanya, ongkos tunjangan berkisar antara 0,05 persen sampai dengan 0,8 persen per hari, dengan maksimum pengembalian 100 persen, (termasuk ongkos denda) dari pemberian pokok.

Berbeda dengan sumbangan online ilegal, lazimnya jarang memperlihatkan informasi tentang bunga dan ongkos-ongkos lainnya, sehingga tidak transparan. Bahkan, pinjol ilegal bisa membebankan bunga yang lebih besar  da berkali-kali lipat, dari derma pokok pada umumnya.

4. Sistem Penagihan Pinjaman

Sistem Penagihan Pinjaman

Adapun untuk soal penagihan pertolongan, perbedaan pemberian online legal dan ilegal, pasti jauh berlawanan. Jika kau meminjam dana di perusahaan sumbangan resmi, lalu kamu telat membayar tagihan. Nah, pihak derma akan menerima risiko (maksimum 90 hari) akan masuk dalam daftar hitam atau blacklist. 

Sedangkan di perusahaan perlindungan online ilegal, kalau kamu terlambat mengeluarkan uang atau tidak mampu melunasi tagihan, maka kau akan mendapatkan duduk perkara. Hal tersebut terjadi alasannya kurun penagihan tidak mempunyai batas waktu.

Tidak cuma itu, penagihan juga akan diselingi dengan ancaman, pencemaran nama baik, penghinaan, sampai mengembangkan data pribadi.

5. Persyaratan Pengajuan sampai Pencairan Pinjaman

Persyaratan Pengajuan hingga Pencairan Pinjaman

Hal selanjutnya ini juga sungguh krusial, dalam sebuah pemasokjasa keuangan, di mana perbedaan persyaratan pemberian online legal dan ilegal sungguh terlihat.

Jika kau pernah melihat atau mendapatkan promo sumbangan online ilegal, maka kau akan melihat bahwa tolok ukur pengajuan dan pencairannya sungguh terlampau gampang. Sebut saja hanya perlu menyerahkan KTP dan nomor rekening.

Tentu saja hal tersebut pantas dicurigai. Bahkan, beberapa di antaranya banyak yang memberi iming-iming pencairan dana yang cepat, cuma hitungan jam.

Pasalnya, meski sumbangan online diketahui lebih simpel, namun untuk soal standar juga mesti lengkap. Perusahaan santunan online legal juga tentunya akan menyeleksi kandidat peminjam.

Mereka tidak asal-asalan untuk menawarkan pinjaman. Karena, jika peminjam tidak terang, mereka takut akan mendapatkan masalah ke depannya bagi peminjam maupun pihak dukungan online.

Sehingga kandidat nasabah akan dipilih ketat, dimintai identitas lengkap, pekerjaan, honor, hingga jumlah perlindungan. Jika kandidat nasabah tidak memenuhi tolok ukur, bisa saja pengajuan pinjamannya ditolak.

Nah, itu beliau beberapa isu yang mungkin bisa berguna untuk kamu. Terlebih, bagi kamu yang berniat untuk mengajukan sumbangan lewat online.

(Baca Juga: Cara Tepat Agar Pinjaman BNI Langsung Disetujui)

Cari Pinjaman Online Legal di CekAja.com Saja!

Pinjaman Online Legal

Namun, bila mesti mencari satu per satu perusahaan sumbangan online legal, yang bisa kau pilih, mungkin hal tersebut akan sedikit merepotkan. Mau yang lebih praktis, dengan hanya mendatangi satu situs saja? Ajukan saja pinjamanmu lewat situs CekAja.com.

CekAja.com ialah suatu situs perbandingan untuk kegiatan finansial, di mana calon nasabah mampu menemukan banyak produk perlindungan online, dari banyak sekali perusahaan P2P, hingga perbankan terbaik di Indonesia. Untuk kemanannya, CekAja.com dijamin sudah mengantongi izin dari OJK, sebagai fintech legal.

Kamu bisa memilih, menyaksikan gosip lengkap terkait produk perlindungan online, membandingkan dengan produk lainya, sampai mengajukan secara online.

Cara Ajukan Pinjaman Online Melalui CekAja.com

Tidak hanya itu, CekAja.com juga bisa menolong kamu untuk mampu menerima produk yang tepat dengan keperluan dan kesanggupan finansial kamu loh, begini caranya:

  • Kunjungi situs CekAja.com
  • Pilih menu Kredit & Pinjaman
  • Pilih hidangan Kredit Tanpa Agunan (KTA)
  • Selanjutnya akan timbul kolom kotak, kemudian klik “Cek Aja di Sini”
  • Setelah itu, kamu bisa mengisi form kelengkapan isu, mulai dari jumlah perlindungan, rentang waktu, penghasilan, pekerjaan, hingga beberapa tahap pertanyaan.
  • Selanjutnya kamu submit, dan CekAja.com akan mencarikan dukungan yang tepat untuk kau. 

Bagaimana, mudah bukan mengajukan pertolongan online lewat CekAja.com? Yuk, kepoin situsnya sekarang juga!