0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Penyelesaian Bagi Kalian Yang Tidak Mampu Bayar Bpjs Kesehatan

Beberapa orang mengalami kendala dalam mengeluarkan uang asuransi kesehatan, mereka mengeluhkan jika asuransi premi nya cukup mahal, sehingga cuma mampu dimiliki oleh orang yang bergaji besar saja, atau orang yang keadaan ekonominya menengah ke atas. Oleh karena itu wajar kalau selama ini orang yang mengenal asuransi pun mereka dari kelas menengah ke atas.

tidak bisa bayar BPJS Kesehatan

Nah, untuk mengatasi keluhan seperti ini, solusinya ialah ketika ini di Indonesia sudah ada asuransi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Biaya premi yang dibebankan pada penduduk pun termasuk ringan, bahkan untuk masyarakat dengan ekonomi lemah pun bisa ditanggung oleh pemerintah, alias gratis. Pemerintah memang memperkenalkan asuransi ini dengan nama BPJS Kesehatan. Kaprikornus tak perlu mengeluh lagi dengan premi asuransi swasta yang katanya mahal, karena asuransi dari pemerintah lebih terjangkau atau bahkan gratis.

Namun asuransi kesehatan milik negara yakni BPJS Kesehatan dikabarkan sedang defisit sekarang ini. Ini membuat banyak orang cemas sebab sebagian besar penduduk Indonesia mempunyai asuransi kesehatan BPJS Kesehatan. Ada ketakutan bila BPJS Kesehatan ini tak mampu dipakai lagi, atau mampu dipakai tetapi untuk perkara tertentu saja. Kondisi defisit yang dialami oleh BPJS Kesehatan mempunyai beberapa faktor penyebabnya antara lain:

  • Banyaknya akseptor BPJS Kesehatan yang tidak membayar iuran atau menunggak iuran
  • Adanya kecurangan dari pihak Rumah Sakit yang melaporkan kategori yang bukan sebaiknya. Misal seharusnya ada peristiwa kategori B dilaporkan menjadi klasifikasi A oleh Rumah Sakit
  • Kecurangan pelaporan jumlah karyawan yang dijalankan oleh perusahaan
  • Pelayanan BPJS Kesehatan jumlahnya lebih banyak dibanding jumlah akseptor
  • Banyak data yang tidak sesuai karena tidak otomatis di perbaharui. Nah data yang tidak sesuai ini memang sering terjadi, pernah sebuah ketika ada pasien bernama A dirawat di rumah sakit, dan akan menggunakan BPJS Kesehatan yang dia miliki, namun balasannya ditolak, sebab data di Kartu Keluarga nya berbeda dengan rekam data yang ada di BPJS Kesehatan.

(Baca Juga: Cara Kerja Asuransi Jiwa Unit Link)

Dari peristiwa-peristiwa di atas pastinya menciptakan BPJS Kesehatan dilanda defisit yang mungkin mengancam bagaimana pelayanannya terhadap anggota atau akseptor. Untuk itu dibuatlah beberapa kebijakan demi menyelamatkan BPJS Kesehatan. Salah satunya yakni memaksimalkan premi BPJS Kesehatan sebesar 100%. Kebijakan ini menuai banyak pro dan kontra. Yang pro akan kebijakan ini menilai kenaikan ini diperlukan mampu menutupi defisit BPJS Kesehatan selama ini. Sedangkan yang kontra menilai kenaikan ini hanya akan menciptakan rakyat kecil makin susah menerima layanan kesehatan secara patut.

Konsekuensi dari kebijakan tersebut ialah banyak yang tidak mampu bayar BPJS Kesehatan. Rincian dari peningkatan tarif premi BPJS Kesehatan adalah:

  • Kelas III yang tadinya Rp25.000 menjadi Rp42.000 per bulannya
  • Kelas II yang tadinya Rp51.000 menjadi Rp110.000 per bulannya
  • Kelas I yang tadinya Rp80.000 menjadi Rp160.000

Selain kebijakan kenaikan tarif premi yang harus dibayarkan, Pemerintah juga mengeluarkan kebijakan peningkatan untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang tadinya Rp23.000 menjadi Rp42.000 per bulannya. Penerima Bantuan Iuran sendiri adalah kelompok masyarakat yang sungguh-sungguh tidak mampu bayar BPJS Kesehatan yang ditanggung Pemerintah. Jadi para PBI ini tetap memiliki keanggotaan BPJS Kesehatan cuma saja dibayar oleh Pemerintah. Syaratnya ialah harus dari keluarga miskin.

Jika kita merasa tidak bisa bayar BPJS Kesehatan ketika ini maka ada beberapa solusi yang mampu ditawarkan antara lain:

1. Menurunkan kelas perawatan

Jika kita terpaksa tidak mampu bayar BPJS Kesehatan yang sudah naik tarif preminya maka ada satu solusi yang mampu dikerjakan ialah menurunkan kelas perawatan. Misal sekarang kita memiliki BPJS Kesehatan di kelas II yang semula cuma membayar Rp51.000 setiap bulannya menjadi Rp110.000 tiap bulan ingin menurunkan kelas perawatan sebab tidak mampu bayar BPJS Kesehatan di kelas II tersebut. Kita mengharapkan turun ke kelas III sebab lebih memungkinkan untuk membayarnya. Perubahan kelas perawatan ini bisa terjadi dengan syarat keanggotaan mesti sudah 1 tahun dan semua anggota keluarga akan ikut turun kelas juga dan perubahan yang dijalankan di bulan berjalan akan diberlakukan untuk bulan selanjutnya.

Syarat dan dokumen yang diharapkan untuk melakukan perubahan kelas perawatan yaitu selaku berikut:

  • KTP
  • KK
  • Kartu BPJS Kesehatan
  • Formulir Perubahan Data Peserta
  • Tidak mempunyai tunggakan iuran

Nah  proses pergantian kelas perawatan ini kamu bisa kerjakan dengan cara sebagai berikut:

Aplikasi Mobile JKN

Peserta bisa melakukan pergeseran kelas cuma di ponsel pintar dengan memakai aplikasi mobile JKN. Masuk dengan memakai akun penerima dan eksklusif klik menu ubah data penerima selanjutnya isi dengan benar pergeseran datanya.

BPJS Kesehatan Care Center 1500 400

Peserta BPJS Kesehatan mampu menghubungi dengan nomor di atas dan memberikan harapan untuk pergantian kelas perawatan yang diharapkan. Jika diminta data berikan dengan benar.

Mobile Customer Service

Ini yakni pelayanan publik yang bisa melayani unek-unek apapun. Peserta tinggal mengunjungi Mobile Customer Service sesuai dengan jam yang sudah ditentukan, mengambil dan mengisi Formulir Daftar Isian Peserta selanjutnya mengantri untuk dilayani.

Mall Pelayanan Publik

Sistemnya nyaris sama dengan memakai Mobile Customer Service cuma saja biasanya ini berada di mall-mall dan keramaian. Isi secepatnya formulirnya dan antri untuk mendapatkan layanan BPJS Kesehatan.

Kantor Cabang/Kantor Kabupaten

Peserta bisa mendatangi kantor cabang atau mampu juga ke kantor kabupaten dan mengambil formulir FDIP lalu mengambil nomor antri di loket perubahan data.

2. Mengajukan sebagai PBI

Kenaikan iuran sebesar 100% mungkin bagi peserta kelas III yaitu hal yang tak masuk nalar. Banyaknya jumlah peningkatan ini tentu akan memberatkan bagi para peserta kelas III yang mempunyai penghasilan rendah. Solusinya kalau kita sungguh-sungguh tidak mampu bayar BPJS Kesehatan untuk kelas III yakni dengan mengajukan diri selaku Penerima Bantuan Iuran (PBI). Caranya kau cuma mesti mendatangi Kantor Dinas Sosial untuk menerima surat keterangan miskin dan nantinya Pemerintah akan membayar iurannya.

Solusi untuk yang tidak mampu bayar BPJS Kesehatan sudah diulas diatas. Untuk terus menerima faedah dari BPJS Kesehatan maka sebaiknya kita tidak menunggak pembayaran iurannya. Tahukah kau jika ternyata ada hukuman dan denda jika kita menunggak pembayaran iuran/premi BPJS Kesehatan? Jika belum tahu cek di sini dulu.

Status keanggotaan dilarang sementara

Jika kamu memiliki tunggakan BPJS Kesehatan, maka kau tidak akan dikenakan denda atas keterlambatan pembayaran iurannya. Tapi kartu akan dihentikan sementara keanggotaannya jika menunggak 1 bulan dihitung dari tanggal 10. Dan jikalau akseptor sudah melunasi semua tunggakannya maka kartu keanggotaan bisa diaktifkan kembali semoga kita mampu menerima keuntungannya.

Denda yang mesti dibayar

Selama ini memang BPJS tidak memberikan denda bagi mereka yang tidak mampu bayar BPJS Kesehatan dengan tertib tiap bulannya. Tapi dalam hukum terbaru ada denda yang mengikutinya ialah 2,5% dari biaya rawat inap yang dikali dengan jumlah bulan tunggakannya jikalau sehabis 45 hari keanggotaan aktif kembali dan dirawat inap di Rumah Sakit. Lama bulan maksimal tertunggak ialah 12 bulan dan denda paling tinggi yang dikenakan yaitu 30 juta. Berikut adalah klarifikasi dan simulasi untuk denda yang terdapat di hukum terbaru BPJS Kesehatan.

Peserta yang menunggak 2 bulan berturut

Peserta yang menunggak iuran selama 2 bulan berturut-turut harus mengeluarkan uang iuran 2 bulan tanpa denda keterlambatan sebab tidak sedang dirawat jika ingin keanggotaannya kembali aktif. Misal pada kelas II mempunyai arti mesti membayar Rp110.000 x 2 = Rp220.000,-.

Peserta menunggak 2 bulan dan dirawat satu ahad sehabis bayar iuran

Untuk perkara seperti ini anak hukum denda akan berlaku karena akseptor dirawat inap di Rumah Sakit. Jika peserta dirawat 7 hari dan menghabiskan biaya Rp7 juta maka dendanya dihitung 2,5% x Rp7 juta x 2 = Rp350.000. Kaprikornus peserta harus mengeluarkan uang tunggakan iuran 2 bulan ditambah dengan dendanya.

Demi menjaga biar kita tetap mendapatkan faedah dari BPJS Kesehatan maka semestinya kita mengeluarkan uang iurannya tiap bulan. Jika tidak bisa bayar BPJS Kesehatan maka solusinya telah disebutkan diatas. Nah selanjutnya bagaimana cara mengeluarkan uang iuran BPJS Kesehatan? Berikut ini adalah cara mengeluarkan uang iuran BPJS Kesehatan yang bisa kita kerjakan.

(Baca Juga: Cara Mudah Daftar Online & Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan)

  • Bayar di kantor BPJS lokal. Kita tinggal mendatangi kantor BPJS dan mencari loket untuk pembayaran.
  • Bayar melalui mitra perbankan. Kita mampu bayar melalui bank BRI, BNI, BCA, BTN dan Mandiri. Caranya juga beragam bisa melalui ATM, mobile banking dan internet banking. Tentu saja ini lebih efisien daripada antri. Pembayaran juga mampu dilakukan dengan cara autodebet ialah pemotongan dari tabungan secara otomatis tiap bulannya. Dengan ini kita tidak perlu khawatir telat bayar.
  • Bayar melalui ritel Indomaret dan Alfamart. Kita tinggal mengatakan kalau ingin bayar iuran BPJS ke kasir saja. Jangan lupa untuk selalu menenteng kartu akseptor BPJS Kesehatan ya!
  • Bayar melalui kantor pos. Sepertinya telah jarang yang mempergunakan cara seperti ini tapi mampu juga kita coba. Datang saja ke kantor pos dan cari loket untuk pembayaran. Jalur pembayaran ini bisa kau tempuh saat outlet pembayaran lain sedang sarat .
  • Bayar online melalui aplikasi fintech seperti Dana, Traveloka, Gopay, OVO dan Tokopedia. Kita mampu dapat bonus atau cashback loh bila bayar lewat aplikasi ini. Ini mempesona kan bagi kamu pecinta cashback dan promo, memanfaatkan jasa pembayaran ini akan sangat menguntungkan bagi kau.

Sekian penjelasan dari iuran BPJS Kesehatan dari solusi tidak mampu bayar BPJS Kesehatan sampai denda dan sanksi jika menunggaknya. Untuk bisa terus mendapatkan faedah pelayanan BPJS Kesehatan ini pasti kita harus rajin membayar iurannya tiap bulan mirip tata cara asuransi lainnya.

Dengan mengeluarkan uang iuran tiap bulan ternyata bukan hanya kita saja yang hendak mencicipi manfaatnya tetapi juga untuk warga yang tidak bisa. Makara argumentasi terlebih yang membuatmu tidak mampu bayar BPJS Kesehatan bila kau mampu?

Jangan lupa kau yang belum memiliki asuransi, segera proteksi dirimu dengan asuransi kesehatan lengkap dengan proses mudah hanya di Cekaja.com.