0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Penurunan Bunga Kartu Kredit Ketika Corona, Penting Rinciannya

Saat pandemi Corona mulai menyerang Indonesia, tidak dapat dibantah bahwa kedatangannya menghipnotis sendi kehidupan, pergantian sosial dan ekonomi tak dapat dielakkan dengan ratusan perusahaan kecil dan menengah yang dilaporkan melarat. Di Tengah lesunya keadaan ekonomi Indonesia karena daya beli masyarakat yang mulai menurun, pemerintah menjajal memberi stimulus.

Penurunan Bunga Kartu Kredit Saat Corona, ini Rinciannya

Kebijakan yang pro kelompok bawah dibentuk supaya roda bisnis tidak mandek. Terutama bagi mereka yang punya karyawan mencapai ribuan. Sebab, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran tidak bisa dibendung dikala daya beli penduduk terus melemah. PHK dikenali juga dapat memperlihatkan imbas domino yang menyebabkan PHK massal bahkan kemungkinan tanpa pesangon.

Karena itu kendari negara terus merugi, pemerintah terus menunjukkan sejumlah subsidi untuk mendukung jalannya ekonomi negara, khususnya di beberapa tempat yang masuk dalam zona merah Covid-19. Beberapa kebijakan ekonomi yang sudah diterapkan antara lain keringan pembiayaan leasing dan juga hutang kredit bank.

(Baca juga: Membeli Kebutuhan Saat Corona dengan Kartu Kredit)

Namun, kedua stimulus ini nyatanya belum dinikmati memberikan pengaruh nyata. Terbukti masih banyak masyarakat yang merasa beban hidupnya kian berat, hingga memutuskan untuk mencari peruntungan di kampung halaman, yang membuat daerah-tempat asal menjadi sarang para pengangguran beban negara.

Demi menjaga sisa-sisa individu yang masih bertahan di kawasan zona merah dengan biaya hidup yang tak sedikit, pemerintah lewat Bank Indonesia menawarkan stimulus lain, ialah berbentukberbentukpenurunan bunga kartu kredit.

Penurunan Bunga Kartu Kredit ditengah Pandemi Corona

BI menetapkan untuk menurunkan batas maksimum suku bunga kartu kredit, nilai pembayaran minimum kartu kredit, dan besaran denda keterlambatan pembayaran kartu kredit.

Selain mempertahankan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 4,5%, Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 13 April-14 April 2020 menetapkan untuk melonggarkan kebijakan kartu kredit. 

Aturan ini resmi diberlakukan mulai permulaan Mei 2020. Diharapkan dengan adanya stimulus ini belanja penduduk tetap terjaga sehingga transaksi belanja terus terjadi. Ada beberapa poin penting yang mesti kita ketahui perihal hukum penurunan bunga kartu kredit ini, berikut ulasannya:

  • Penurunan suku bunga kartu kredit menjadi 2% perbulan

Sebelum BI mengeluarkan hukum penurunan suku bunga kartu kredit, dimengerti bahwa Indonesia yaitu negara yang mematok suku bunga kartu kredit terbesar di dunia. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan rata-rata suku bunga kartu kredit yang dipatok bank penerbit di Indonesia meraih 26,6 persen per tahun. 

Sementara, hukum batas yang diperkenankan sebesar 27 persen per tahun atau mempunyai arti 2,25 persen per bulan. Sebelumnya, batas maksimum suku bunga kartu kredit dipatok sebesar 2,25% per bulan.

Namun mulai Mei 2020 mendatang, batas maksimum suku bunga kartu kredit diturunkan menjadi 2% per bulan atau 24% per tahun. 

  • Penurunan minimum pembayaran kartu kredit menjadi 5% perbulan

Sudah dalam bertahun-tahun terakhir rata-rata perbankan di Indonesia yang mencetak kartu kredit memilih nilai pembayaran minimum kartu kredit sebesar 10% dari total tagihan kartu kredit. Angka ini dinilai mampu menambah beban nasabah yang kemungkinan menyusut pendapatannya sebab wabah Corona.

Demi mempertahankan daya beli terhitung awal Mei 2020, nilai pembayaran minimum kartu kredit turun 50% menjadi 5% dari total tagihan. Kebijakan ini berlaku hingga 31 Desember 2020. Tentunya bagi pengguna kartu kredit yang masih mempunyai tagihan cicilan ini menjadi kabar yang sangat menyenangkan.

  • Penurunan denda keterlambatan pembayaran kartu menjadi 1% perbulan

Denda keterlambatan pembayaran tagihan kartu kredit juga kerap kali menambah beban nasabah kartu kredit, utamanya ketika di tengah pandemi seperti sekarang ini.

Bagi pengusaha yang mengandalkan pendapatan harian denda keterlambatan yang terus berjalan semakin menciptakan hutang membengkak.

Beruntung kini BI menurunkan denda keterlambatan pembayaran kartu kredit, dari semula 3% perbulan  dari tagihan kartu kredit atau optimal sebesar Rp 150 Ribu menjadi 1% dari total tagihan atau optimal Rp 100.000. Kebijakan ini juga berlaku sementara hingga 31 Desember 2020. 

  • Perpanjangan rentang waktu pembayaran

Selain menurunkan sejumlah suku bunga, BI juga menetapkan untuk mendukung kebijakan para penerbit kartu kredit untuk memperpanjang rentang waktu pembayaran bagi nasabah yang terdampak virus corona atau Covid-19.

Mekanisme perpanjangan rentang waktu pembayaran ini akan disesuaikan dengan kebijakan masing-masing penerbit. Kebijakan ini berlaku mulai 1 Mei 2020 sampai 31 Desember 2020.

Itulah beberapa poin penting tentang penurunan bunga kartu kredit yang ditetapkan oleh BI. Pemerintah berharap kebijakan ini dapat menghemat beban bagi para pemegang kartu kredit yang memiliki pengaruh secara eksklusif oleh Covid-19.

Keunggulan Penggunaan Kartu Kredit ditengah Wabah Corona

Sejauh ini menurut data BI sampai Februari 2020, nilai transaksi kartu kredit sebesar Rp25,87 triliun. Nilai transaksi tersebut menurun sekitar 0,21 persen secara tahunan.

Sedangkan, volume transaksi kartu kredit meraih 27 juta. Volume naik sekitar 3,52 persen secara tahunan. Namun di tengah lesunya kondisi ekonomi seperti kini ini bukan mustahil baik nilai transaksi maupun volume transaksi kartu kredit akan terus menurun.

BI berharap  keringanan di segmen kartu kredit dapat mendongkrak ekonomi masyarakat di tengah pandemi virus corona, adalah dengan mendorong belanja domestik penduduk dengan kartu kredit.

Sayangnya bagi sejumlah kalangan stimulus dalam bentuk penurunan bunga kartu kredit ini dinilai cuma menguntungkan golongan menengah atas dengan kartu kredit limit besar.

(Baca juga: Review Kartu Kredit Maybank White Card, Banyak Fitur dan Manfaatnya) 

Pasalnya bagi kaum menengah kepemilikan kartu kredit umumnya hanya digunakan untuk pencicilan beberapa barang glamor seperti gadget dan furniture, sementara untuk belanja kebutuhan domestik rumah tangga lebih banyak masih menggunakan kartu debit dan uang cash.

Sementara sosialisasi tentang faedah kartu kredit juga tidak gencar dilaksanakan, sehingga kaum menengah masih enggan menggunakan kartu kredit untuk transaksi apapun. Padahal di kala pandemi seperti sekarang ini, penggunaan kartu kredit lebih dianjurkan dan lebih menguntungkan.

Berikut ialah beberapa keunggulan belanja dengan kartu kredit dibanding cash dan debit:

1. Banyak potongan harga belanja

Salah satu keunggulan kartu kredit yang sulit Anda temukan pada produk perlindungan lain ialah potongan harga belanja yang berlimpah. Mulai dari diskon serpihan belanja, voucher belanja di merchant tertentu bahkan bantuan cashback untuk pembelian barang tertentu.

Karena itu pengerjaan kartu kredit idealnya diadaptasi kebutuhan dan kebiasaan belanja kita. Jika sering belanja keperluan domestik pilihlah kartu kredit belanja, selain bisa mampu harga lebih murah Anda juga bisa menghimpun lebih banyak poin reward yang mampu ditukar dengan berbagai produk.

2. Limit Besar

Beda dengan kartu debit yang cuma mampu dibelanjakan sesuai dengan isi rekening simpanan. Kartu kredit ini mampu menunjang kebutuhan Anda yang besar, asalkan tidak lebih dari limit yang dipilih.

Umumnya limit optimal yang diberikan penerbit ialah 3x jumlah pemasukan bulanan nasabah. Andapun mampu mendapatkan barang-barang yang dibutuhkan tanpa harus khawatir rekening tabungan habis.

3. Program Cicilan

Nah satu lagi kelebihan dari kartu kredit yaitu program cicilan. Tentunya acara ini sungguh mempunyai arti ketika pandemi corona menggerus sebagian besar penghasilan Anda.

Dana yang ada di rekening tabungan khusus dijadikan dana darurat, sementara untuk kebutuhan belanja kita mampu gunakan kartu kredit, dengan pembayaran sketsa cicilan sehingga tidak membebani pendapatan bulanan Anda.

4. Program Pinjaman Dana Tunai

Jika Anda memerlukan cash dalam situasi darurat seperti ini, untuk menunjang kehidupan sehari-hari Anda bisa memanfaatkan loan on phone yang disediakan beberapa penerbit kartu kredit.

Biasanya besar dukungan maksimum yang dapat diperoleh yakni 50% dari sisa limit. Dana ini bisa Anda pergunakan misalnya untuk pengobatan di rumah sakit yang membutuhkan dan besar atau untuk memutar bisnis yang telah kian susah.

5. Praktis Transaksi Online

Memang sekarang telah ada fitur internet banking dan mobile banking yang mampu dipakai untuk belanja di berbagai situs e-commerce tanah air. Sayangnya tidak untuk e-commerce dengan pasar global mirip Alibaba dan Amazon.

Keduanya menetapkan kartu kredit selaku media pembayaran yang sah. Tentunya ini membuat lebih mudah kita mendapatkan beberapa barang yang merepotkan dijumpai di e-commerce lokal.

Saat Corona, Hindari Kartu Kredit untuk 3 Hal ini

Kartu kredit memang menawarkan manfaat yang banyak terutama untuk memenuhi kebutuhan harian terkait pangan dan papan. Terlebih di suasana mirip sekarang yang menuntut adalah pembatasan sosial dan pembatasan acara, sebisa mungkin segala hal yang menyangkut keperluan pribadi hendaknya dijalankan dari dalam rumah.

Nah kartu kredit mampu menjadi alternatif pembayaran untuk belanja keperluan dari dalam rumah, yakni secara online. Namun, ditengah pandemi besar mirip sekarang ini kita mesti sungguh bijak menggunakan santunan, jangan sampai Corona selsai namun kita justru terbelit hutang.

Berikut ialah beberapa hal yang mesti dikesampingkan soal penggunaan kartu kredit di tengah pandemi Covid-19:

  • Jangan pakai untuk hutang barang sekunder

Saat krisis ekonomi seperti kini ini, dengan peta ekonomi yang masih buram sudah seharusnya kita lebih memperketat pengeluaran. Meski kartu kredit menunjukkan kemudahan limit besar upayakan dana didalamnya hanya dipakai untuk belanja keperluan penting.

Tunda dulu keinginan untuk beli baju baru, gadget baru, atau beberapa barang lain yang tidak mendesak untuk dimiliki.

  • Hindari tarik tunai

Jika masih mampu menyanggupi kebutuhan dengan belanja online semestinya minimalisir belanja online yang mendorong Anda untuk melaksanakan tarik tunai kartu kredit.

Sebab kian sering melaksanakan penarikan bunga yang dibebankan makin besar dan ini bekerjsama mampu dipergunakan untuk belanja keperluan lain. Hindari juga loan on phone untuk keperluan sekunder yang mampu ditunda sesudah Corona reda.

  • Jangan Habiskan limit sekaligus

Bagi Anda yang berkurang pendapatan bulanannya alasannya terkena imbas langsung Covid-19 memang keberadaan kartu kredit bisa menjadi penyelamat. Anda bisa pakai untuk menutup keperluan harian.

Namun tetap harus diminimalisir belanja Anda, jangan hingga limit habis dalam jangka beberapa bulan saja. Gunakan kartu kredit untuk belanja kebutuhan mendesak dan berhemat di tengah pandemi seperti kini ini.

Itulah beberapa hal yang harus Anda hindari terkait penggunaan kartu kredit selama wabah Corona berjalan. Kendati penurunan bunga kartu kredit telah diturunkan sampai 50%, tetapi jangan dijadikan alasan untuk menyanggupi kebutuhan yang memuaskan nafsu belanja Anda.

Ingat, kita tidak tahu kapan pandemi ini rampung, seharusnya siapkan kartu kredit untuk kala-kala darurat. Jika belum mempunyai kartu kredit, anda bisa mengakses website toko finansial yang aman dan terpercaya mirip Cekaja.com yang telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).