0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Pentingnya Memiliki Asuransi Untuk Anak Semenjak Dini

Belum banyak masyarakat Indonesia yang menyadari bahwa asuransi bukan cuma berperan melindungi pemegang polisnya, tetapi juga dapat memproteksi seluruh anggota keluarga terutama bawah umur. Asuransi untuk anak dapat menjadi perencanaan keuangan di kurun depan ketika belum dewasa tumbuh dan memerlukan biaya pendidikan yang tak sedikit.

Pentingnya Memiliki Asuransi untuk Anak Sejak Dini

 

Kehadiran asuransi untuk anak juga mampu memberikan nilai investasi saat kita memilih produk unit-link. Artinya kian besar jumlah premi yang dibayar maka kemungkinan laba yang didapat juga semakin tinggi.

Namun itu hanyalah “bonus” yang diberikan oleh asuransi karena tetap manfaat utamanya adalah menjamin keadaan finansial pemegan polis tetap aman dikala resiko datang.

Jenis-Jenis Asuransi untuk Anak

Tidak sedikit para orang renta yang menyadari pentingnya asuransi untuk bawah umur mereka. Bukan hanya produk asuransi pendidikan yang mereka pikir penting, proteksi lain mirip kesehatan juga tidak luput dari perhatian para orang bau tanah. Setidaknya menurut para orang renta di Indonesia berikut ini yakni jenis asuransi yang mampu dipilih untuk melindungi anak-anak:

1. Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa ialah jenis perlindungan yang wajib dimiliki oleh Anda yang sudah berkeluarga. Asuransi jiwa menjanjikan uang pertanggungan ketika pemegang polis meninggal dunia atau mengalami cacat permanen yang menjadikannya tak bisa lagi bekerja.

Uang Pertanggungan tersebut mampu digunakan untuk banyak hal, seperti pengganti pendapatan bulanan, warisan, biaya pendidikan anak, dan lain-lain. Premi asuransi jiwa rata-rata sungguh terjangkau dengan skema pembayaran bulanan dan tahunan.

2. Asuransi jiwa dwiguna

Ini yaitu jenis asuransi jiwa yang menawarkan tunjangan jiwa sekaligus memperlihatkan faedah berupa dana pendidikan anak. Menurut laman OJK, asuransi dwiguna yaitu proteksi yang menawarkan jumlah duit pertanggungan ketika tertanggung mengalami risiko dalam abad tertentu.

Sekaligus menunjukkan seluruh uang pertanggungan kalau ia masih hidup pada kala selesai pertanggungan. Namun alasannya adalah memperlihatkan faedah ganda, besar premi yang mesti dibayar juga lebih tinggi dibanding asuransi jiwa.

3. Asuransi kesehatan

Asuransi kesehatan juga penting diberikan terhadap anak, untuk menentukan ia senantiasa mendapatkan perawatan medis maksimal saat sakit. Asuransi kesehatan juga melindungi keuangan keluarga dikala lebih dari satu anggota keluarga jatuh sakit secara bersama-sama.

Biasanya asuransi kesehatan akan memberikan manfaat berupa rawat inap, rawat jalan sampai santunan ajal. Anda dapat membeli asuransi kesehatan individu untuk anak tersayang, atau melindungi seluruh keluarga dengan asuransi kesehatan keluarga.

Asuransi kesehatan keluarga yakni produk proteksi yang melindungi hingga 5 anggota keluarga dalam 1 polis. Sehingga jumlah premi yang dibayar mampu lebih terjangkau dengan satu kali pembayaran saja setiap bulannya.

4. Asuransi Pendidikan

Jika pada asuransi jiwa dwiguna ada manfaat perhiasan berbentukasuransi pendidikan, tidak ada salahnya bila Anda membeli asuransi pendidikan secara terpisah.

Asuransi pendidikan yakni jenis proteksi yang melindungi keadaan finansial Anda dari resiko melambungnya dana pendidikan anak. Umumnya asuransi pendidikan disediakan dalam produk berjangka mulai dari 5, 10,15 hingga 20 tahun

Itulah 4 jenis asuransi untuk anak yang bisa Anda rencanakan sejak dini untuk menjamin kehidupan kurun depannya tenteram dan tenang.

(Baca juga: Asuransi yang Tepat Untuk Pekerja Medis di Kala Corona Merajarela)

Setiap orang renta niscaya mengharapkan pendidikan terbaik untuk anak-anaknya. Karena itulah antisipasi matang harus dikerjakan semenjak dini, bahkan semenjak anak baru lahir ke dunia. Persiapan dini mesti dijalankan mengingat ongkos pendidikan yang senantiasa naik tiap tahunnya. Kenaikannya bahkan bisa meraih 15-20% per tahun, setara dengan peningkatan harga properti.

Memang untuk jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas pemerintah memberikan dispensasi berupa pinjaman pendidikan. Namun , hal tersebut tak berlaku lagi dikala memasuki jenjang perguruan tinggi.

Bahkan untuk PTN (Perguruan Tinggi Negeri) saja masih ada duit pangkal yang mesti dibayar, jumlahnya tidak kecil bisa meraih lebih dari Rp 20 Juta, itu untuk jurusan-jurang kurang favorit sementara untuk fakultas populer mirip kedokteran dan pertambangan angkanya bisa mencapai ratusan juta.

Sebagai orang tua tentunya kita tak mau biaya menjadi kendala anak untuk menggapai mimpinya. Berbagai upaya mesti dikerjakan demi menawarkan yang terbaik untuk anak. Opti yang bisa kita pilih yaitu membuka simpanan anak, investasi dan membeli asuransi pendidikan anak. Ketiganya sama-sama menunjukkan manfaat jaminan pendidikan anak sampai sekolah tinggi tinggi, tetapi dengan resiko yang berlawanan-beda.

Pentingnya Memiliki Asuransi untuk Anak Sejak Dini

Menyiapkan asuransi pendidikan untuk anak sejak dini penting bagi para orang bau tanah untuk memastikan anak mendapatkan pendidikan optimal tanpa mengusik planning keuangan keluarga. Beberapa faedah lain memiliki asuransi untuk anak sejak dini antara lain:

  • Asuransi membuat Keuangan Keluarga Lebih Terencana

Biaya pendidikan acap kali tak terduga, bukan cuma uang pangkal atau biaya semesteran yang mesti dibayar namun juga ada biaya penunjang lain contohnya untuk pembelian buku, iuran sekolah dll yang jumlahnya tidak sedikit.

Iuran semacam ini sering kali mengganggu kas keuangan keluarga jika sebelumnya tidak disediakan. Adanya asuransi ada alokasi budget khusus yang mampu dimanfaatkan tanpa mengganggu kas utama. Sehingga kebutuhan lain tidak terusik.

  • Asuransi Menjamin Masa Depan Anak

Karena ongkos pendidikan selalu naik setiap tahun, kita harus lebih siap menawarkan dana untuk menyokong mimpi-mimpi anak. Jangan sampai mempunyai fatwa “gimana nanti”.

Justru mulai semenjak dini Anda selaku orang bau tanah mesti menimbang-nimbang bagaimana nanti keluarga menghadapi kondisi tagihan biaya pendidikan anak yang tinggi.

Asuransi mampu menolong Anda membiayai pendidikan anak sampai pendidikan tinggi, bahkan dalam keadaan Ada tak lagi melakukan pekerjaan dan berpenghasilan. Karena pihak asuransi telah mengambil resiko untuk membiayai anak Anda hingga lulus perguruan tinggi tinggi.

  • Asuransi dapat Melindungi Orang Tua

Selain menjamin kala depan pendidikan anak dengan menyediakan dana yang diperlukan. Asuransi pendidikan anak juga sekaligus mampu melindungi orang renta dari resiko finansial yang kemungkinan terjadi.

Ketika mereka mengalami bencana alam yang mengakibatkan cacat permanen sehingga tak bisa lagi melakukan pekerjaan , atau petaka yang menyebabkan kehilangan nyawa.

Asuransi pendidikan menjamin pemegang polis menerima asuransi jiwa yang mampu dimanfaatkan untuk keperluan medis maupun pemakaman.

  • Asuransi dapat Berperan Sebagai Investasi

Asuransi pendidikan ini berlainan dengan simpanan pendidikan, alasannya adalah asuransi pendidikan menjanjikan adanya return hasil investasi yang mereka kelola dengan memutarnya di instrumen keuangan seperti reksadana dan saham. Tentunya kian lama rentang waktu pembayaran premi maka keuntungan yang bisa didapat semakin besar.

Tips Memilih Asuransi Pendidikan untuk Anak

Setelah mengetahui pentingnya asuransi pendidikan untuk anak, Anda tentu saja ingin segera membeli premi yang paling sesuai. Ada banyak perusahaan asuransi di Indonesia yang memperlihatkan produk asuransi pendidikan. Sehingga Anda harus betul-betul memikirkan dan menentukan yang terbaik.

Setidaknya ada persyaratan baku yang harus Anda rencanakan sebelum memutuskan membeli polis asuransi. Berikut diantaranya:

1. Menghitung Biaya Pendidikan

Langkah permulaan ketika ingin memilih premi asuransi yakni mengkalkulasikan besar biaya pendidikan yang diperlukan terutama saat si kecil nanti memasuki jenjang perguruan tinggi.

Hitung dengan cermat berapa dana masuk Sekolah Dasar, SMP, dan Sekolah Menengan Atas, bahkan sampai perguruan tinggi tinggi yang masuk dalam daftar target Anda. Rancanglah dimana kemungkinan si kecil akan menempuh pendidikannya.

Kemudian, cari gosip berapa jumlah ongkos tahunan yang dibutuhkan. Dengan begitu Anda bisa lebih mudah menentukan premi bulanan yang harus diambil dan jenis asuransi yang mesti dibeli.

2. Pilih Premi Paling Sesuai dengan Kondisi Finansial

Setelah mengkalkulasikan berapa ongkos yang diperlukan, waktunya untuk mencari jenis asuransi yang menyediakan manfaat yang Anda butuhkan. Biasanya asuransi pendidikan ini ditawarkan dari mulai premi rendah yakni Rp 100 ribu/bulan hingga jutaan perbulan.

Anda bandingkan saja mana yang paling pas dengan kondisi keuangan dikala ini. Idealnya asuransi pendidikan tidak menguras lebih dari 10% pemasukan bulanan Anda.

3. Pilih Skema Pembayaran Paling Ringan

Biasanya perusahaan asuransi menunjukkan pembayaran premi asuransi pendidikan secara bulanan dan tahunan. Jika Anda tipikal orang yang merepotkan menabung sebaiknya pilih metode pembayaran bulanan.

Ada pula bagan pembayaran triwulan dan semesteran, pembayaran premi tahunan akan cukup berat alasannya nilainya diakumulasikan selama 12 bulan.

4. Pilih Jangka Waktu Paling Tepat

Rata-rata asuransi pendidikan memperlihatkan rentang waktu pertanggungan antara 5, 10,15, hingga 20 tahun. Sesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan anak.

Jika Anda berbelanja premi asuransi pendidikan saat anak masih berusia 1 tahun dengan planning santunan sampai beliau perguruan tinggi tinggi maka Anda bisa mengambil jangka waktu 15 tahun atau 20 tahun.

Namun jika baru memulai membeli asuransi pendidikan saat anak memasuki usia sekolah dasar jangka waktu 5 atau 10 tahun juga sudah cukup.

5. Pilih Proses Klaim Paling Praktis

Satu hal terpenting mengenai asuransi pendidikan ialah memutuskan bahwa pembayaran klaimnya tidak berbelit-belit. Mekanisme pencairan dana asuransi pendidikan ini umumnya cuma dapat dilaksanakan satu kali, yakni dikala era pembayaran polis rampung atau dikala pemegang polis meninggal dunia namun ahli waris tak ingin melanjutkan premi.

Jangan aib untuk mengajukan pertanyaan kepada pihak perusahaan asuransi perihal hal ini, jangan hingga saat nanti Anda memerlukan dana pendidikan justru dana tidak bisa ditarik alasannya keengganan Anda untuk mencari berita.

6. Hitung Resikonya

Beda dengan tabungan pendidikan yang berfungsi memuat duit Anda secara bersiklus, asuransi pendidikan ini akan menjadi milik perusahaan asuransi dan dikelola sesuai dengan keinginan perusahaan.

Karena pengelolaan inpula, umumnya ada ongkos administrasi yang dibebankan sehingga besar nilai pertanggungan yang diterima biasanya kurang dari ekspektasi.

Terlebih kalau yang Anda pilih yakni jenis asuransi unit-link. Memang mampu jadi laba yang disediakan asuransi unit-link ini besar, tetapi bukan mustahil malah merugi karena manajer keuangan yang kurang lihai melakukan kelola keuangan. Anda harus pahami hal ini sebelum kesudahannya berkata menyesal dan mengaku dirugikan oleh pihak asuransi.

7. Pastikan Perusahaan Asuransi kredibel

Sebelum menetapkan untuk menentukan asuransi yang mana, pastikan jikalau perusahaan asuransi incaranmu ini kredibel dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan.

Atau jika ragu menentukan sendiri Anda bisa menyewa konsultan keuangan, lazimnya mereka lebih paham mana perusahaan yang punya nilai bagus dan tidak. Atau bandingkan dengan situs broker asuransi yang kini telah marak di Indonesia. Cara ini lebih efektif dan juga gratis.

Itulah beberapa tips memilih asuransi pendidikan untuk anak. Ingat, biaya pendidikan anak selalu meningkat setiap tahun, kadang besar kenaikannya tidak diimbangi dengan peningkatan pemasukan Anda.

Asuransi hadir dengan memberi solusi menawarkan biaya pendidikan, menentukan si kecil mampu terus menggapai mimpinya meski kondisi finansial Anda tidak berada dalam titik terbaiknya. Memilih asuransi yang sempurna untuk anak adalah hal penting, Cekaja.com memberikan ragam pilihan asuransi yang mampu anda fikirkan. Prosesnya sungguh cepat dan terjamin keamanannya, alasannya adalah Cekaja sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jadi tunggu apa lagi?