0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Pentinglah Pergantian Dunia Pendidikan Di Tengah Pandemi Covid-19

Perubahan dunia pendidikan di tengah pandemi Covid-19 masih sungguh dirasaka  sampai saat ini. Hanya dalam waktu hitungan bulan, mau tak ingin Kemendikbud mesti mengubah arah kebijakannya guna menolong acara berguru-mengajar berlangsung efektif meski dari rumah.

Perubahan Dunia Pendidikan di Tengah Pandemi

Laju penyebaran Covid-19 di Indonesia, tentunya menciptakan pemerintah harus melaksanakan berbagai upaya untuk segera menuntaskan pandemi, biar seluruh sektor kehidupan tak lagi mengalami periode susah, termasuk dunia pendidikan.  

Betapa tidak, sejak kemunculannya pada awal maret di tanah air, sejumlah sekolah maupun perguruan tinggi terpaksa ditutup dan mengganti tata cara belajar menjadi daring. Hal ini terang saja menyebabkan sejumlah pengaruh, baik positif maupun negatif untuk penerima ajar dan tenaga pengajar.

Kemendikbud Minta Guru supaya Tak Fokus Pada Kurikulum

Salah satu efek yang paling tampakatas pergeseran dunia pendidikan di tengah pandemi Covid-19 ialah keefektifan proses belajar-mengajar. Pasalnya, tidak semua peserta didik bisa mengikuti keadaan dengan tata cara pendidikan yang baru ini, apalagi pada jenjang sekolah dasar (Sekolah Dasar).

Anak-anak yang berada pada jenjang pendidikan ini sungguh rentan dalam hal tidak mendapatkan bahan mencar ilmu yang merata, jika tak ada kerjasama yang bagus antara guru maupun pihak orangtua.

Maka dari itu, pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meminta semoga para guru tidak cuma fokus dalam mengejar target kurikulum saja. Namun juga membekali siswa dengan kesanggupan hidup yang diperkuat dengan nilai-nilai abjad. Tujuannya tak lain agar metode belajar jarak jauh tidak lagi menambah beban para guru, siswa, maupun orangtua.

Penyesuaian pembelajaran ini juga sudah diterangkan sebagaimana dalam Surat Edaran Nomor 2 tahun 2020 tentang Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di lingkungan Kemendikbud, serta dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 wacana Pencegahan Covid-19 pada Satuan Pendidikan.

(Baca Juga: Asuransi Pendidikan Anak di Tengah Pandemi Covid-19)

Kebijakan Baru Atas Perubahan Dunia Pendidikan di Tengah Pandemi

Tidak hanya menanggapi problem kurikulum, dibawah naungan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, adalah Nadiem Makarim, pihak Kemendikbud pun turut mengeluarkan kebijakan baru guna meminimalisir penyebaran virus corona di ranah pendidikan. Berikut beberapa kebijakannya:

1. Pembatalan UN 2020

Pembatalan UN 2020

Perubahan dunia pendidikan di tengah pandemi Covid-19 juga turut dirasakan oleh akseptor didik pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengan Atas/Sekolah Menengah kejuruan di Indonesia, yang mana pihak Kemendikbud resmi membatalkan pelaksaan ujian nasional untuk tahun pedoman 2019/2020.

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 wacana Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease.

Dalam laman resmi Kemendikbud ini dijelaskan bahwa syarat penentu kelulusan bagi peserta didik dalam kurun darurat penyebaran virus corona ialah dengan menyelenggarakan cobaan sekolah, yang mampu dikerjakan secara online.

Jika terdapat sekolah yang tidak siap untuk mengadakan ujian sekolah online, maka ujian ini bisa dijalankan dalam bentuk portfolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, dan bentuk asesmen jarak jauh lainnya.

2. Sekolah online gratis lewat platform pendidikan 

Sekolah online gratis

Guna menunjang proses berguru yang berkualitas bagi para akseptor bimbing, Kemendikbud dikenali juga melakukan kerjasama dengan aneka macam pihak supaya pembelajaran bisa secara daring. Beberapa di antaranya yang telah bergabung dalam program ini ialah Google Indonesia, Ruangguru, Kelas Pintar, Quipper, Microsoft, Zenius, dan Sekolahmu.

3. Bantuan operasional sekolah (BOS) dan BOP yang fleksibel

Bantuan operasional sekolah

Selain sekolah online gratis, Kemendikbud juga merilis kebijakan baru atas pergantian dunia pendidikan di tengah pandemi corona, yakni kelonggaran terhadap tunjangan operasional (BOS) dan BOP. Kebijakan ini sudah ada dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 19 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 perihal Juknis BOS Reguler.

Dalam Permendikbud tersebut diterangkan jikalau sekolah mampu memakai dana BOS Reguler untuk pembiayaan langganan daya dan jasa, yang mana penggunaannya tidak lagi dibatasi dari sisi persentase. Begitupun dengan pembayaran gaji untuk guru honorer, yang mana dianggap jauh lebih fleksibel dan tidak lagi dibatasi seperti sebelumnya, adalah optimal 50 persen.

4. Adanya acara sukarelawan tenaga medis

sukarelawan tenaga medis

Perubahan dunia pendidikan yang lain yang dibentuk oleh Kemendikbud yaitu relokasi sumber daya untuk memerangi virus corona di Indonesia. Kebijakan ini dibuat dalam bentuk Program Sukarelawan Mahasiswa Kedokteran dan Kesehatan, yang mana telah terkumpul sampai lebih dari 15 ribu relawan di banyak sekali penjuru Indonesia.

Nantinya, relawan-relawan ini akan diperintahkan untuk melaksanakan sederet program preventif dan promotif, yaitu lewat komunikasi maupun edukasi terhadap penduduk terkait isu corona.

(Baca Juga: 4 Pinjaman Dana Pendidikan Terjangkau)

Tantangan Belajar Secara Daring dan Kaitannya dengan Pinjaman Dana di Tengah Pandemi

Tantangan Belajar Secara Daring

Meski dituntut untuk bisa menyesuaikan diri dengan tata cara belajar daring atau online. Namun enggak sedikit dari pihak orangtua murid dan tenaga pendidik yang masih mencicipi kesusahan akan hal ini. Terlebih dari segi menyediakan perangkat belajar, seperti internet maupun laptop untuk menunjang proses pembelajaran.

Menurut laman resmi Media Indonesia, metode berguru online yang kini menimbulkan perubahan pendidikan di tengah pandemi Covid-19 ini berpeluang memunculkan kesenjangan sosial ekonomi, sebab sudah lebih dari 2 juta pekerja yang di PHK. Sehingga, banyak orangtua murid yang merasa kesusahan untuk menunjukkan kesempatan pendidikan bagi belum dewasa mereka.  

Jika terus-menerus begini, kemungkinan kondisi paling jelek pun mampu saja terjadi, yang mana para orangtua justru dihadapkan pada dua masalah sekaligus, yaitu menafkahi keluarga atau membiayai pendidikan anak.

Makanya enggak heran jika tren meminjam dana tunai di tunjangan online atau bank kini semakin menjamur. Karena hal ini dianggap sebagai satu-satunya jalan keluar atas urusan ekonomi yang dihadapi.

Namun, pemerintah menghimbau saat meminjam dana, penduduk dapat lebih cermat dalam menentukan mana penyedia tunjangan yang berkualitas dan mana yang dianggap abal-abalan. Pinjaman yang berkualitas sejatinya sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Kiat Memilih Pinjaman Dana Tunai, Lewat Aggregator Financial

Salah satu tips untuk memilih kredibilitas dari penyedia sumbangan yakni dengan menggunakan layanan dari aggregator financial, mirip CekAja.com.

Lewat CekAja, kau bisa melaksanakan perbandingan apalagi dulu akan produk-produk derma tunai yang paling sesuai keperluan, baik dari segi bunga maupun abad tenornya.

Untungnya lagi, di CekAja, kau mampu mengajukan dukungan dari produk bank atau produk pinjaman kilat yang tergolong mitra unggulan. Yuk, kunjungi laman utama CekAja.com kini juga, lalu kerjakan perbandingan dan olok-olokan secara online dengan metode cicilan ringan dan bunga rendah.