0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Penting Usia Ideal Untuk Menikah, Kamu Tergolong?

Berbicara tentang usia ideal untuk menikah, setiap orang tentu memiliki kriterianya tersendiri. Ada yang menentukan menikah di usia muda, tetapi gak sedikit pula yang menentukan menikah di usia 25 tahun keatas.

Pernikahan bukan semata-mata “siapa yang cepat”. Momen ini seharunsya menjadi sesuatu yang sakral dan bukan cuma dilandasi atas dasar “suka sama suka”, tetapi lebih pada kesiapan lahir dan batin.

Mengapa mesti siap lahir dan batin? Jawabannya simple.

Sebab, siapapun yang berani untuk melangkah ke jenjang serius pasti mengharapkan rumah tangga yang mampu dibina sampai akhir hayat memisahkan.

Enggak kebayang bukan jikalau yang terjadi sebaliknya?

Benarkah Usia Bukan Halangan untuk Menikah?

Kapan kawin?”, Kamu pasti sering mendengar ucapan itu baik dari saudara terdekat kan.

Meski singkat, ucapan tersebut enggak seharusnya dilontarkan, alasannya kadang membuatyang mendengarnya emosi.

Perkara ucapan “kapan kawin” atau “buruan kawin agar tak jadi perawan renta”, enggak sedikit dari kita yang balasannya memutuskan untuk menikah, cuma karena ingin menghindari olok-olokan tersebut.

Padahal, menikah bukan cuma diukur dari usia saja lho.

Lebih dari itu, kita juga mesti merencanakan diri begitupun finansial, supaya masalah-masalah rumah tangga yang biasa terjadi mampu dikesampingkan.

Syarat Menikah Direvisi untuk Meminimalisir Perceraian

Sudah menjadi belakang layar biasa bila usia ideal untuk menikah di Indonesia adalah kurang dari 20 tahun, utamanya pada wanita.

Bahkan nih, beberapa diantaranya terkesan memuliakan ijab kabul dini dengan banyaknya dalil yang diyakini.

Ironis memang, apalagi sebab menikah di usia muda bukanlah sesuatu yang sepantasnya dikerjakan.

Terlebih kalau argumentasi menikah hanya didasari atas adab istiadat, hamil diluar nikah, atau sekedar rasa suka sama suka.

Nah untungnya, dikala ini pemerintah cepat tanggap menanggulangi isu tersebut. Pemerintah kembali merevisi batas usia sekurang-kurangnyaseorang wanita yang ingin menikah.

Pembaharuan aturan itu tertuang dalam UU No 6 tahun 2019 Tentang Perkawinan. Isi aturannya menerangkan bahwa umur ijab kabul pada wanita adalah 19 tahun.

Peraturan tersebut mulai berlaku sejak awal 2020.

Adanya pembaharuan hukum wacana perkawinan ini, diperlukan dapat menekan laju angka perceraian di Indonesia, terlebih dengan argumentasi ketidakcocokan usia hingga kondisi finansial.

(Baca Juga: 9 Syarat Nikah di KUA bagi Calon Pasutri)

Lantas, Berapa Usia Ideal untuk Menikah?

Walaupun hukum menikah sudah diperbarui, tetapi enggak sedikit juga dari penduduk yang menentukan untuk menikah di atas usia 19 tahun.

Sebab, berdasarkan beberapa asumsi di masyarakat mengatakan, masalah menikah seharusnya dijalankan ketika telah mapan secara ekonomi, minimal telah memiliki rumah.

Nah, untuk dijadikan kriteria bagi kamu, seperti yang dikutip CekAja dari banyak sekali sumber, berikut ini tabel usia ideal untuk menikah dalam sudut pandang ekonomi dan kurun depan, via ayonikah.com.

Dari tabel di atas, kita bisa tahu kalau usia ideal untuk menikah yang paling awam yakni 25 tahun.

Apabila prediksi tabel sesuai dengan realitanya, memiliki arti mampu dikatakan dikala pertama kali kamu melahirkan, maka usiamu berada di angka 27 tahun.

Pada tabel tersebut juga, kita mampu menyaksikan bahwa rentang usia ideal untuk menikah adalah 25 hingga 28 tahun.

Sementara untuk rentang usia pernikahan yang termasuk cukup dan waspada ada diantara 29-33 tahun.

Terus, bagaimana jikalau sudah mapan tetapi sampai memasuki usia 30 tahun keatas belum kunjung menikah? Akan sangat susah bukan untuk menjawabnya?

Sebenarnya usia ideal untuk menikah itu balik lagi pada diri masing-masing.

Ada yang merasa sudah siap lahir batin meski baru lulus kuliah, dan ada pula yang merasa siap ketika mapan dari sisi honor maupun kepemilikan harta benda.

Tanda-Tanda Kamu Siap Menikah

Membahas wacana usia ideal untuk menikah belum lengkap rasanya jika tidak membicarakan gejala seseorang yang siap menikah.

Ingatlah, pernikahan bukan cuma diukur dari usia saja ya, alasannya enggak siapa pun yang telah “matang” dari segi usia siap menikah.

Terus, apa saja sih tanda-tanda siap menikah? Berikut ini CekAja sajikan informasinya khusus untuk kamu:

  • Memiliki komitmen yang tinggi kepada pasangan
  • Paham akan prioritas dalam hidup
  • Bisa menerima perbedaan pendapat, apalagi dari pasangan
  • Mampu mengendalikan emosi dikala tengah bercekcok
  • Saling terbuka dan jujur untuk perihal komunikasi
  • Punya visi dan misi serupa akan era depan
  • Tidak mementingkan perasaan dan sebaliknya menggunakan logika ketika mengambil keputusan
  • Mampu mengendalikan keuangan sendiri
  • Time management yang lebih teratur

(Baca Juga: 7 Dekorasi Pernikahan Sederhana nan Murah)

Persiapkan Hal Ini saat akan Menggelar Pesta Pernikahan

Tadi telah kita diskusikan perihal usia ideal untuk menikah hingga gejala siap menikah itu sendiri.

Sekarang, saatnya kita mengulas mengenai berbagai persiapan hal yang mesti dilaksanakan dikala akan menggelar pesta ijab kabul.

Penasaran? Yuk, simak ulasannya di bawah ini.

  • Konsep pernikahan
  • Budget menggelar pesta, termasuk akad nikah dan resepsinya
  • Budget untuk catering
  • Lokasi menggelar pesta akad nikah
  • Dekorasi pernikahan
  • Desain usul dan souvenir ijab kabul
  • Busana pengantin
  • Mas kawin ijab kabul
  • WO atau panitia pelaksana pesta pernikahan
  • Daftar tamu yang hendak dipanggil

Jika semua hal di atas sudah dikerjakan tergolong memenuhi usia ideal untuk menikah, rasanya enggak ada lagi kendala untukmu menggelar perhelatan suci ini.

Namun, berlainan kondisinya ya bila finansial kau dan pasangan masih “abu-debu” tetapi tetap ingin menikah.

Yuk, Wujudkan Pernikahan Impian Kamu dengan CekAja!

Jika kondisi tersebut yang kamu alami, CekAja.com siap menolong kalian mewujudkan pesta akad nikah yang didambakan. Bagaimana caranya?

Tentu saja dengan santunan dana tunai. Di CekAja, tersedia banyak sekali produk finansial, mulai dari perlindungan P2P lending sampai KTA dari berbagai mitra bank ternama di Indonesia.

Kedua produk tersebut tentu saja sudah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan, sehingga keamanannya enggak perlu kamu khawatirkan lagi.

Malahan, baik derma P2P lending maupun KTA di CekAja sama-sama mempunyai tolok ukur pengajuan yang praktis dengan proses cepat dan bunga rendah.

Masih galau mau pilih produk bantuan yang mana? Jangan khawatir!

Lewat CekAja pula, kamu bisa membandingkan seluruh produk perlindungan terbaik yang sekiranya paling pas dengan keperluan, dan sesuai dengan bujet kamu.

Yuk, miliki kini juga pemberian tunai dari CekAja dan nikmati seluruh keuntungannya untuk mewujudkan pesta pernikahan impianmu.