0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Penting Dia tips Memperbaiki E-Ktp Salah Data Beserta Syarat Dan Alurnya!

Kartu Tanda Penduduk atau KTP menjadi salah satu barang wajib selaku bukti keabsahan identitas. Beberapa tahun terakhir, Indonesia juga telah memberlakukan KTP Elektronik atau e-KTP. Sebagai warga negara Indonesia, mempunyai e-KTP akan mendapatkan sejumlah fasilitas. Termasuk cara memperbaiki data e-KTP yang salah.

Cara Memperbaiki e-KTP Salah Data Beserta Syarat dan Alurnya

Data yang sudah terekam di e-KTP berbentukNIK, tanggal lahir, nama lengkap, dan yang lain. Namun, tidak disangkal jika terdapat kesalahan saat input data-data tersebut. Kesalahan data pada e-KTP mungkin tidak bisa dianggap enteng. Kesalahan biasa yang terjadi contohnya selaku berikut.

  • NIK e-KTP tidak sesuai dengan NIK Kartu Keluarga,
  • NIK Kartu Keluarga berlainan dengan tanggal lahir di sertifikat kelahiran,
  • Nama lengkap di e-KTP berlainan dengan nama lengkap di akta kelahiran atau Kartu Keluarga.
  • Tanggal lahir di e-KTP berlawanan dengan tanggal lahir di sertifikat kelahiran atau Kartu Keluarga,
  • Ejaan nama lengkap salah ketik di e-KTP,
  • Dan sebagainya.

Kesalahan data di e-KTP ini dapat menghambat problem manajemen dan legalitas. Misalnya, pemilik e-KTP tidak dapat mencairkan BPJS Ketenagakerjaan (BPJS Jamsostek), tidak bisa registrasi di aplikasi Layanan Paspor Online untuk pembuatan paspor, dan masih banyak lagi. Oleh sebab itu jikalau ada kesalaha, kita mesti mengenali cara memperbaiki data e-KTP yang salah.

Meskipun e-KTP berlaku seumur hidup, tetapi memperbaiki data e-KTP masih mungkin dijalankan.Hal ini mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2013 wacana Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 wacana Administrasi Kependudukan Pasal 64 ayat (8).

Pasal tersebut berisi bahwa dalam hal terjadi perubahan komponen data, rusak, atau hilang, penduduk pemilik KTP elektronika (e-KTP) wajib melaporkan kepada instansi pelaksana untuk dikerjakan pergeseran atau penggantian.

(Baca Juga: Cara Mengurus Surat Keterangan Pengganti KTP Elektronik)

Bagaimana mekanisme cara memperbaiki data e-KTP yang salah?

Menurut ayat (9), penduduk pemilik e-KTP wajib melapor pada instansi pelaksana melalui camat atau lurah/kepala desa. Tempo waktu pelaporan paling lambat 14 hari dan melengkapi surat pernyataan penyebab terjadinya rusak atau hilang.

Namun, apakah dengan memperbaiki data e-KTP salah, artinya pemilik harus melakukan perekaman retina dan sidik jari? Tentu saja tidak. Memperbaiki data e-KTP tidak sama menciptakan e-KTP dari nol. Artinya, Anda tidak perlu melakukan perekaman ulang. Melainkan mengubah data yang salah input atau yang perlu diubah saja.

Bagaimana cara memperbaiki data e-KTP yang salah? 

1. Siapkan dokumen pendukung

Cara memperbaiki data e-KTP yang salah yakni sebelum mengurus dan memperbaiki data e-KTP, semestinya siapkan dokumen-dokumen pendukung. Seperti e-KTP, Kartu Keluarga, sertifikat kelahiran, ijazah, surat nikah (bila ada), dan sebagainya.

2. Datangi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil)

Setelah mempersiapkan dokumen pendukung, kemudian datangilah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Untuk ketika ini, ada beberapa daerah yang sudah bisa melayani dan memperbaiki data e-KTP tingkat kelurahan pada domisili Anda.

3. Sortir dokumen-dokumen yang membutuhkan pengubahan data

Dokumen yang telah dibawa, sebaiknya disortir. Mana yang membutuhkan pengubahan data. Misalnya jika Anda ingin mengganti status perkawinan, maka siapkan surat nikah atau putusan pengadilan.

Jika Anda ingin menambah gelar akademik, siapkanlah ijazah Anda. Bagaimana bila ingin mengganti alamat domisili? Sertakan surat keterangan RT/RW. Surat informasi ini juga mampu diurus sampai tingkat kelurahan. Jika Anda ingin mengubah status pekerjaan, sertakanlah surat keterangan dari instansi. Begitu pula jikalau Anda mualaf atau pindah agama. Sertakanlah fotokopi salinan surat informasi dari pemuka agama semoga mampu memperbaiki data e-KTP.

4. Serahkan syarat-syarat yang diharapkan ke petugas Dukcapil atau kelurahan

Dokumen-dokumen yang ingin diubah sudah disortir, kemudian serahkan syarat-syarat yang diperlukan ke petugas Dukcapil atau kelurahan.

5. Tunggu resi pengambilan e-KTP

Dokumen yang telah diserahkan diproses pihak Dukcapil. Dinas Dukcapil akan menawarkan resi pada Anda untuk pengambilan e-KTP . Tunggulah sekitar 14 hari kerja untuk pengambilan e-KTP gres.

Beberapa sumber menyampaikan, waktu pemrosesan resi e-KTP ini berbeda-beda di setiap Dukcapil. Ada yang satu hari selesai, ada pula yang akhir dengan waktu kurang 1 ahad. Hal ini dipengaruhi ketersediaan blangko KTP antrian atau sumber daya lain yang diperlukan untuk memperbaiki data e-KTP.

6. Waspada pungutan liar

Pada dasarnya, proses memperbaiki data e-KTP tidak memungut biaya sepeserpun alias gratis. Namun, mungkin ada saja ongkos pelengkap di luar proses perbaikan data e-KTP. Misalnya duit fotokopi dokumen. Biaya ini pun juga tergantung kantor Kecamatan domisili Anda.

Untuk menghindari kecurigaan terhadap pungutan liar, pastikan biaya aksesori tersebut betul-betul dipakai untuk mendukung proses administrasi. Seperti ongkos fotokopi. Bila perlu, tolaklah pungutan-pungutan seperti itu, alasannya adalah sebaiknya fotokopi dokumen warga tergolong bab anggaran kantor Kelurahan.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 wacana Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 ihwal Administrasi Kependudukan, proses memperbaiki data e-KTP tidak dipungut biaya sama sekali.

Jika ada pungutan liar dalam pengerjaan dokumen kependudukan, akan dikenakan sanksi sesuai undang-undang yang serupa pada pasal 95 B. Sanksi tersebut antara lain pidana penjara paling usang 6 tahun. Atau, denda paling banyak Rp75 juta.

7. Ambil e-KTP gres

Untuk pengambilan e-KTP baru, semestinya bawalah e-KTP usang dan Kartu Keluarga. Datanglah sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Jika Anda akan mengambil e-KTP baru, pastikan semua data sudah benar diubah. Termasuk NIK KTP, nama lengkap, alamat, tanggal lahir, agama, status pekerjaan, dan data-data yang berkaitan. Selain itu, sesuaikan NIK dengan sertifikat kelahiran. Pastikan NIK di e-KTP sama persis dengan NIK di Kartu Keluarga Anda.

Jangan lupa, amati detail penulisan nama lengkap Anda di e-KTP. Baik dari penggunaan abjad, tanda titik, tanda koma, spasi, dan gelar. Jangan hingga penulisan data di nama lengkap salah lagi.

(Baca Juga: Cara Mengurus E-KTP Hilang)

Proses mudah dan mudah

Meskipun kelihatannya rumit dan butuh menyediakan waktu, namun proses memperbaiki data e-KTP salah ternyata mudah dan mudah. Bahkan kini, Dukcapil meluncurkan ATM Dukcapil atau disebut Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM). Mesin ADM dapat menolong Anda untuk mencetak e-KTP, Kartu Keluarga, Kartu Identitas Anak (KIA), sertifikat kelahiran, dan sertifikat akhir hayat.

Keuntungan mesin ADM yakni, meskipun Anda mengelola perbaikan data e-KTP salah dan data kependudukan ke kantor Dukcapil atau lewat situs Dukcapil. Tetapi, Anda mampu mencetak dokumen model gres secara mampu berdiri diatas kaki sendiri di mesin ADM. Hanya 1-2 menit saja, Anda menerima cetakan e-KTP baru tanpa antri dan diskriminasi.

Di mana saja Anda dapat mengakses mesin ADM? Mesin ADM tersebar di ruang publik mirip mal, kantor pemerintahan, pasar, stasiun kereta, terminal, bandara, dan daerah-daerah strategis lainnya.

Nah, itulah pembahasan 7 cara memperbaiki data e-KTP yang salah data. Kini, Anda tidak perlu khawatir lagi untuk mengorganisir administrasi perbaikan data e-KTP. Bila Anda ingin mengganti kembali data-data di e-KTP, segeralah perbarui data.

Dengan menjadi masyarakat yang sadar administrasi kependudukan, Anda mudah mendapatkan terusan yang memerlukan Kartu Keluarga, e-KTP, KIA, dan sertifikat kelahiran. Semoga bermanfaat!