0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Penting Daftar Bank Yang Telah Pangkas Bunga Kartu Kredit

Dampak negatif masuk dan merebaknya Covid-19 di tanah air tidak hanya mengganti kehidupan sosial penduduk , tetapi juga menggoyang perekonomian. Masyarakat menengah bawah ialah kaum yang paling terdampak. Ancaman pemutusan hubungan kerja tanpa pesangon, cuti yang tidak dibayar dan pembatasan jam kerja memaksa mereka untuk lebih berhemat menekan pengeluaran.

Ini daftar Bank yang Sudah Pangkas Bunga Kartu Kredit

Alhasil daya beli penduduk makin menurun, khususnya untuk pemenuhan keperluan sekunder mirip gadget dan furniture. Beberapa produk perbankan yang umum ramai dipakai untuk transaksi keperluan sekunder pun mulai sepi peminat, salah satunya adalah kepemilikan kartu kredit.

Anjuran social distancing dan hukum Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menekan pengguna kartu kredit untuk lebih bijak membeli. Hanya menggunakannya dikala terdesak saja, sehingga transaksi kian jarang terjadi.

Bahkan sebab kondisi ekonomi yang kian tidak menentu ini perbankan terancam tidak mampu merealisasikan targetnya menerima nasabah gres.

(Baca juga: bisnis-perbankan-kartu-kredit-saat-corona”>Untung Rugi Bisnis Perbankan Kartu Kredit Saat Corona)

Masyarakat yang tinggal di tengah pandemi lebih memilih “menabung” dibanding berhutang dengan kartu kredit demi kebutuhan yang tidak mendesak.

Karena alasan inilah akibatnya Bank Indonesia melakukan relaksasi kredit di sektor kartu kredit, dengan harapan mampu mendorong nasabah usang dan baru untuk terus bertransaksi menggunakan kartu kredit.

BI memutuskan untuk pangkas bunga kartu kredit, nilai pembayaran minimum kartu kredit, dan besaran denda keterlambatan pembayaran kartu kredit, yang berlaku mulai 1 Mei 2020. Adapun rinciannya yakni sebagai berikut:

  • Pemangkasan bunga kartu kredit dari 2,25% menjadi 2% perbulan
  • Pemangkasan minimum pembayaran kartu kredit dari 10% menjadi 5% perbulan
  • Pemangkasan denda keterlambatan pembayaran kartu dari 3% menjadi 1% perbulan
  • Perpanjangan jangka waktu pembayaran

Daftar Bank yang Sudah Pangkas Bunga Kartu Kredit

Sejak Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI memutuskan untuk melonggarkan kebijakan kartu kredit, satu persatu perbankan milik pemerintah dan swasta mulai mengimplementasikan kebijakan ini. Meski tercatat belum semua bank melakukan pangkas bunga kartu kredit , tetapi cepat atau lambat keputusan sama akan mereka buat.

Pemangkasan bunga kartu kredit, sebenarnya bagi perbankan seperti dua mata koin, di sisi lain dapat mendorong kegiatan penggunaan kartu kredit, namun di segi lain lagi menggerus laba mereka nyaris dua kali lipat, sementara biaya operasional tetap sama, belum lagi senantiasa ada resiko gagal bayar dari para nasabahnya.

Karena itu, kebijakan pemangkasan suku bunga kartu kredit yang dicanangkan hingga Desember 2020 ini diamini banyak pihak tidak menjinjing pergeseran signifikan. Belanja penduduk akan tetap menurun seiring dengan pandemi Corona yang makin tidak terkendali.

Meski begitu, selaku perbankan yang taat pada aturan pemerintah dan pastinya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ada beberapa deretan perbankan yang sudah berkomitmen dan menentukan kebijakan pemangkasan suku bunga kartu kredit dilakukan.

Adapun beberapa bank yang telah melaksanakan pangkas bunga kartu kreditnya ialah sebagai berikut:

1. CIMB Niaga

Tak perlu waktu usang bagi CIMB Niaga untuk mengikuti kode dari Bank Indonesia memangkas suku bunga kartu kredit untuk para nasabahnya. Sementara itu untuk biaya-ongkos lain mirip annual fee tidak mengalami perubahan. Di website resmi CIMB Niaga, per Mei 2020 nasabah akan mendapat kebijakan kelonggaran bunga dan ongkos kartu kredit selaku berikut:

  • Pembayaran minimum 5% atau Rp 50 Ribu untuk jenis kartu kredit Reguler dan Rp 100 Ribu untuk jenis kartu premium dan special.
  • Biaya Keterlambatan Pembayaran: 1% dari Total Tagihan (termasuk transaksi yang dijadikan cicilan) yakni minimum sebesar Rp 75 ribu dan maksimum Rp 100 Ribu.
  • Bunga retail dan tarik tunai menjadi 2%.

2. Mandiri

Bank BUMN yang satu ini juga lekas mengubah ketentuan suku bunga kartu kredit para nasabahnya yang berlaku 1 Mei – 31 Desember 2020. Berikut detail pergeseran suku bunga & biaya keterlambatan pembayaran:

  • Suku bunga dari 2.25% per bulan menjadi 2% per bulan.
  • Biaya keterlambatan pembayaran dari 3% atau maksimal Rp 150.000,00 menjadi 1% atau optimal Rp 100.000,00.
  • Minimum pembayaran dari 10% menjadi 5% dari saldo terutang atau Rp 50.000,- mana yang lebih besar.

Perubahan suku bunga mulai berlaku untuk transaksi Mandiri Kartu Kredit yang dijalankan sejak 1 Mei 2020. Pemberlakuan ongkos keterlambatan pembayaran yang gres, berlaku untuk tagihan Mandiri Kartu Kredit yang jatuh tempo mulai 1 Mei 2020.

Perubahan suku bunga berlaku untuk transaksi pembelanjaan dan penarikan tunai (cash advance). Perubahan minimum pembayaran berlaku untuk tagihan Mandiri Kartu Kredit mulai tanggal cetak (billing cycle) 1 Mei 2020. Informasi tentang jumlah minimum pembayaran juga akan tercantum di lembar tagihan nasabah.

3. BNI

PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk sebagaiBank BUMN juga ikut pangkas bunga kartu kredit yang terhitung mulai aktif 1 Mei 2020. Rincian kebijakan pemangkasan nya yakni suku bunga turun dari semula 2,25 persen menjadi 2 persen per bulan. Pemangkasan ini berlaku era 1 Mei 2020 hingga 31 Desember 2020.

Kelonggaran juga diberikan untuk batas minimum pembayaran yang turun dari 10 persen menjadi 5 persen dari total tagihan. Kemudian denda keterlambatan turun dari semula 3 persen atau maksimal Rp 150 ribu menjadi 1 persen atau maksimal Rp 100 ribu. Selain itu, BNI juga memperpanjang rentang waktu pembayaran bagi nasabah terdampak.

4. BCA

Salah satu bank swasta tanah air, BCA juga tak butuh waktu lama untuk memutuskan memangkas suku bunga kartu kredit mereka. Sesuai kebijakan Bank Indonesia dalam abad darurat COVID-19 ini, maka mulai tanggal 1 Mei 2020, suku bunga, batas minimum pembayaran dan denda keterlambatan pembayaran Kartu Kredit BCA akan disesuaikan menjadi sebagai berikut:

  • Suku bunga pembelanjaan & penarikan tunai dari 2,25% per bulan menjadi 2% per bulan.
  • Batas minimum pembayaran dari 10% dari total tagihan atau min. Rp 50 ribu ditambah transaksi cicilan & tunggakan (bila ada), menjadi 5% dari total tagihan atau min. Rp 50 ribu ditambah transaksi cicilan & tunggakan (kalau ada).
  • Denda keterlambatan pembayaran dari 3% dari total tagihan atau maks. Rp 150 ribu menjadi 1% dari total tagihan atau maks. Rp 100 ribu.

5. BRI

PT Bank Rakyat Indonesia memang belum gencar menginfokan soal pergantian suku bunga kartu kredit bagi para nasabahnya. Namun pihak BRI memastikan akan segera menyampaikan kebijakan ini baik lewat sambungan telepon langsung, SMS dan Whatsapp maupun aneka macam media daring seperti sosial media dan email.

Direktur Konsumer Bank BRI Handayani menyampaikan bahwa BRI sungguh mendukung kebijakan ini untuk menjaga sustainability dari bisnis kartu kredit. BRI pun telah siap untuk menyesuaikan denah kartu kredit sesuai dengan kebijakan BI per tanggal 1 Mei 2020.

Bagi Anda pemilik kartu kredit BRI jenis apapun mampu menelepon contact center dan jaringan cabang di seluruh Indonesia untuk menerima isu lebih lanjut terkait kebijakan pemangkasan suku bunga ini.

Itulah beberapa perbankan tanah air yang telah menginformasikan secara resmi kebijakan pemangkasan suku bunga kartu kredit. Perbankan milik pemerintah maupun BUMN dipastikan akan secepatnya menyusul dan sudah mengumumkan terhadap para nasabahnya terkait kebijakan ini.

Plus Minus Pemangkasan Suku Bunga

Pemangkasan suku bunga kartu kredit tentu saja menjadi kabar bangga dan angin segar bagi beberapa pihak, khususnya pemegang kartu kredit yang kebetulan terdampak eksklusif oleh Covid-19.

Baik karena kehilangan pekerjaan atau mengalami pembatasan jam kerja yang menimbulkan pendapatan bulanannya menyusut atau bahkan hilang sama sekali.

Namun selain mendatangkan laba, nyatanya kebijakan ini juga ada minusnya terutama untuk bisnis perbankan kartu kredit, berikut ulasan plus minus pemangkasan suku bunga kartu kredit:

Plus

  • Mendorong transaksi nasabah

Adanya kebijakan pelonggaran suku bunga kartu kredit baik untuk bunga santunan, denda keterlambatan maupun transaksi tarik tunai dapat mendorong nasabah untuk sering memakai kartu kredit sebagai alat transaksi sekaligus menjadi stimulus semoga belanja terus terjadi.

  • Antisipasi gagal bayar

Pemangkasan suku bunga kartu kredit tentunya dapat merenggangkan beban nasabah yang selama sebelum Covid-19 saja sudah kesusahan membayar cicilan kartu kredit. Sehingga pemangkasan suku bunga ini efektif mencegah terjadinya kredit macet yang mampu merugikan perbankan akibat nasabah yang tidak mampu mengeluarkan uang hutangnya.

  • Perpanjang waktu pelunasan

Plus lain dari kebijakan pemangkasan suku bunga dalam perpanjangan waktu pelunasan, sehingga nasabah yang terdampak Covid-19 secara eksklusif mampu bernafas lega lantara diberi waktu lebih panjang untuk menyelesaikan cicilan hutang, bank pun mampu lebih aman sebab resiko gagal bayar semakin kecil.

Minus

  • Target penambahan nasabah tidak mampu diraih

Ini mungkin menjadi efek yang paling dicicipi oleh perbankan, dikala situasi ekonomi semakin tidak stabil masyarakat lebih memilih menggunakan duit cash dan menangguhkan hutang kepemilikan beberapa barang. Besar kemungkinan perbankan tidak dapat meraih sasaran pertumbuhan nasabah gres bahkan sampai simpulan tahun 2020.

  • Transaksi yang kian berkurang

Memang di tengah pandemi Corona, pemilik kartu kredit lebih sering memakai kartu kredit untuk belanja online. Namun jumlahnya tidak sebanyak mereka yang belanja dengan kartu debit atau cash, sehingga laba dari transaksi kartu kredit ini susah diciptakan. Sementara pemangkasan berbagai bunga juga sudah lebih dahulu menciptakan pemasukan bank turun.

  • Hanya mampu dicicipi nasabah tertentu

Sebenarnya kebijakan pemangkasan suku bunga kartu kredit ini diakui banyak pihak cuma dicicipi oleh golongan tertentu saja, yaitu mereka yang berpenghasilan menengah ke atas.

Sebab orang-orang berpenghasilan rata-rata biasanya jarang menggunakan kartu kredit untuk pemenuhan keperluan sehari-hari sehingga kebijakan ini tidak lantas mengubah kehidupan mereka secara langsung.

Itulah beberapa plus minus dari kebijakan pemangkasan suku bunga kartu kredit yang telah ditetapkan BI. Meski ada sejumlah perbankan yang gelisah akan aturan ini dan menganggap justru mampu membunuh bisnis perbankan.

Namun BI tetap bersikeras bahwa kebijakan ini akan mampu menyelamatkan semua pihak, setidaknya kelompok menengah ke bawah yang beresiko menciptakan generasi miskin usai pandemi Corona reda.

Makara, bagi Anda pemilik kartu kredit tidak ada salahnya sering bertransaksi menggunakan kartu kredit untuk pemenuhan keperluan domestik rumah tangga. Toh laba mirip potongan harga belanja dan redeem poin tetap mampu dinikmati. Bijaklah dalam menggunakan kartu kredit dan petik keuntungannya, senantiasa gunakan toko finansial yang aman dan terpercaya untuk mengajukan kartu kredit. Seperti Cekaja.com yang sudah bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).