0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Penting! Berikut tips Menerima Kartu Asuransi Nelayan

Sebagai negara Maritim Indonesia dikelilingi oleh lautan yang luas. Luas total daerah Indonesia yakni 7,81 juta km2 yang berisikan 2,01 juta km2 daratan, 3,25 juta km2 lautan, dan 2,55 juta km2 Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Indonesia ialah negara dengan luas perairan lebih besar ketimbang luas daratan.

Penting! Berikut Cara Mendapatkan Kartu Asuransi Nelayan

Tak heran bila sebagian besar penduduk Indonesia berprofesi sebagai nelayan, utamanya mereka yang tinggal di pesisir pantai semenjak berabad-kala silam. Melakoni pekerjaan sebagai nelayan bukan cuma dilakukan untuk mencari nafkah semata, tetapi menjaga tradisi dan budaya Indonesia selaku seorang pelaut.

Namun nelayan bukanlah profesi yang mudah, dalam pekerjaannya penuh dengan resiko. Digulung ombak, tertabrak terumbu karang atau bahkan menghadapi cuaca ekstrim di tengah bahari yang mampu membahayakan nyawa. Sekali melaut mampu saja nyawa tak kembali.

(Baca juga: Cara Memilih Asuransi yang Tepat Saat Wabah Corona)

Karena resiko pekerjaan yang tinggi, profesi nelayan pun memerlukan perlindungan khusus. Penting bagi nelayan memiliki asuransi jiwa khusus yang dapat mengurangi beban keluarga ketika mereka mesti kehilangan mata pencaharian balasan tragedi yang menimpa selama mencoba mendapatkan ikan.

Asuransi untuk Nelayan

Bagi Indonesia nelayan memang jadi salah satu aspek kunci dalam industri kelautan dan perikanan, dengan menghadirkan hasil tangkapan yang segar dan bermutu tinggi. Sayangnya hal ini belum diinbangi dengan keadaan nelayan Indonesia yang belum sejahtera.

Usaha nelayan sungguh dipengaruhi oleh aspek alam, yang menimbulkan hasil buatan mereka tidak menentu. Apalagi buat usaha nelayan kecil, selain belum efisien dalam memanfaatkan teknologi perikanan terbarukan, produktivitas usaha mereka juga masih tergolong rendah.

Melihat tingginya beban resiko yang ditopang para nelayan, pemerintah melalui Direktorat Perizinan dan Kenelayanan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan [KKP] akibatnya mengeluarkan produk pertolongan premi dalam bentuk kartu asuransi nelayan.

Asuransi ini dibentuk untuk memenuhi kewajiban pemerintah sesuai dengan  Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2016. Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam. Hal itu diwujudkan melalui program Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN).

BPAN ni juga menjadi salah satu acara prioritas KKP yang juga sejalan dengan Nawacita nomor lima adalah memajukan kualitas hidup insan Indonesia.

Selain selaku bentuk kedatangan negara, kartu asuransi nelayan juga menjadi bentuk apresiasi pemerintah dengan menunjukkan hak-hak bantuan bagi mereka

Siapa yang Berhak Mendapat Asuransi Nelayan?

Mereka yang berhak menerima asuransi nelayan yaitu nelayan kecil dan nelayan tradisional.

  • Nelayan kecil

Adalah mereka yang melaksanakan penangkapan ikan untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari saja bukan untuk komoditi dayang, baik yang tidak menggunakan kapal penangkapan ikan, maupun yang menggunakan kapal penangkapan ikan berukuran terbesar 10 (sepuluh) Gross Tonnage.

  • Nelayan tradisional

Adalah mereka yang melakukan penangkapan ikan dengan cara-cara tradisional, di perairan yang merupakan hak Perikanan tradisional yang sudah dimanfaatkan secara turun-temurun sesuai dengan budaya dan kearifan setempat.

Selain nelayan ada pula industri kelautan lain yang menjadi sasaran peserta asuransi nelayan yaitu pembudidaya ikan, meliputi pembudidaya ikan kecil dan petambak garam, meliputi petambak garam kecil.

Pada tahun 2017, KPP menargetkan acara BPAN diberikan terhadap 500.000 nelayan untuk menerima manfaat asuransi ini. Apa saja cakupan manfaat asuransi nelayan tersebut?

Manfaat Asuransi Nelayan

Senada dengan asuransi jiwa yang berlaku untuk setiap pekerja di Indonesia. Asuransi nelayan juga menunjukkan pemberian yang sama seperti tunjangan maut dan sumbangan kesehatan. Menyadur dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, asuransi nelayan memberikan faedah berupa:

  • Santunan untuk kecelakaan akhir acara penangkapan ikan sejumlah Rp 200.000.000 kalau menimbulkan ajal,
  • Santunan untuk kecelakaan akhir aktivitas penangkapan ikan sejumlah Rp 100.000.000 apabila menimbulkan cacat tetap, dan
  • Santunan untuk kecelakaan akibat acara penangkapan ikan sejumlah Rp 20.000.000 untuk biaya pengobatan.
  • Santunan kecelakaan akibat selain melakukan aktivitas penangkapan ikan, diberikan manfaat  perorang sejumlah Rp 160.000.000 bila menjadikan akhir hayat (tergolong kematian balasan selain kecelakaan/akhir hayat alami),
  • Santunan kecelakaan balasan selain melakukan acara penangkapan ikan, diberikan faedah perorang sejumlah Rp 100.000.000 untuk yang mengalami cacat tetap, dan ongkos pengobatan sebesar Rp 20.000.000.

Program jaminan santunan atas risiko Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam juga telah ditetapkan lewat Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2016.

Dengan landasan tersebut, KKP akan terus berusaha mewujudkan kesejahteraan bagi para pelaku utama di sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu dari tiga pilar utama pembangunan kelautan dan perikanan Indonesia.

KKP menyebutkan, realisasi Program asuransi bagi nelayan kecil melalui fasilitasi dukungan Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN) sampai Agustus 2019 telah meraih Rp 388 miliar. Rencananya KKP akan terus mengembangkan jumlah peserta BPAN untuk menjamin kemakmuran para nelayan.

Syarat Penerima Asuransi Nelayan

Tidak semua nelayan mampu menerima fasilitas asuransi, cuma mereka yang menyanggupi patokan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2016 yang bisa mendapatkannya. Syarat tersebut antara lain:

  • Nelayan berusia maksimal 65 tahun
  • Memiliki Kartu Nelayan
  • Tidak pernah mendapatkan acara asuransi dari Kementerian, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, atau pernah mendapatkan acara asuransi dari pihak Kementerian, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota yang periode pertanggungannya telah akhir atau jenis risiko yang ditanggung berlawanan.
  • Tidak memakai alat penangkapan ikan terlarang
  • Menggunakan kapal penangkap ikan dengan ukuran paling besar 10 GT (Gross Tonnage)
  • Mendaftar diri melalui situs satudata.kkp.go.id

Seperti diketahui, asuransi bagi nelayan atau Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN) sudah dikerjakan sejak 2016. Tujuan dibuatnya asuransi bagi nelayan antara lain untuk menawarkan jaminan derma dari berbagai resiko yang dialami nelayan pada periode yang hendak datang. Seperti kecelakaan dikala melaut yang menimbulkan sakit kritis atau kehilangan nyawa.

Cara Mendapatkan Kartu Asuransi Nelayan

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP menyampaikan, nelayan yang menyanggupi kriteria mendapatkan sumbangan Premi Asuransi Nelayan, mampu mendaftar melalui Dinas Perikanan setempat, penyuluh perikanan dan secara online.

Untuk mendaftar secara online lewat laman: satudata.kkp.go.id. langkah-langkahnya ialah sebagai berikut:

  • Buka halaman satudata.kkp.go.id. dan lengkapi data register untuk membuat akun
  • Verifikasi akun akan diantarmelalui email Anda
  • Setelah akun terverifikasi Anda akan dialihkan ke halam Aplikasi Kusuka & BP
  • Pilih pemohon perseorangan
  • Bila NIK tidak ditemukan maka klik “Daftar” Kusuka
  • Isi data di form Kusuka,isi data blok khusus nelayan lalu kirim
  • Lanjut pengajuan dengan membuka kembali aplikasi BP
  • Pilih permohonan perseorangan, sisi 16 digit NIK lalu Cek Nik
  • Klik permintaan pinjaman dan pilih pemberian “Premi Asuransi Nelayan”. kemudian klik tombol “Ajukan”.
  • Blok “alokasi pinjaman pemohon” isi “Daftar Paket” dentrang kotek “Premi Asuransi Bagi Nelayan” dan klik OK
  • Klik tombol simpan untuk mengantarkan pengajuan pertolongan ke unit eselon teknis terkait
  • Anda mampu mengawasi sudah sejauh mana proses aplikasi atau pengajuan dengan melihatnya pada hidangan “Riwayat Pengajuan”.
  • Setelah riwayat pengajuan terlihat selesai kunjungi kantor dinas kelautan setempat untuk melakukan verifikasi.

Itulah cara mendapatkan kartu asuransi nelayan. Memang kemudahan teknologi menolong kartu asuransi nelayan, hingga menerimanya. Namun jika tidak terbiasa mengajukan aplikasi melalui teknologi Anda bisa menyambangi kantor dinas perikanan lokal.

Mereka akan memandu Anda dari mulai mendaftar keanggotaan mandiri, menghimpun persyaratan berkas hingga mendapatkan kartu asuransi nelayan dalam bentuk fisiknya.

Pendaftar Asuransi Nelayan Lesu

Masyarakat yang tinggal di pesisir pantai, seringnya telat menerima isu yang berasal dari pemerintah pusat. Hal inilah yang membuat para nelayan Indonesia belum mengetahui pentingnya mempunyai asuransi.

Sebagian besar nelayan enggan mengikuti program asuransi alasannya adalah ada kekhawatiran kalau terjadi risiko kerja saat melaut yang bakal menikmati asuransinya yakni istri mereka.

Pola pikir mirip inilah yang menghambat pertumbuhan angka asuransi nelayan. Bahkan pada kuartal 2020 ini jumlah akseptor asuransi nelayan di beberapa tempat seperti Tabab justru terus menurun. Meski di beberapa daerah juga mengalami kenaikan penerima namun jumlahnya tidak signifikan.

Faktor apa yang membuat para nelayan enggan mengambil premi asuransi? Berikut diantaranya:

Faktornya Lesunya Pendaftar Asuransi Nelayan:

1. Kurangnya Sosialisasi

Banyak nelayan mengakui bahwa berita tentang asuransi untuk nelayan ini masih minim. Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) dinilai kurang menunjukkan sosialisasi yang informatif, dan cuma terkesan seruan semata tanpa memberikan lebih lanjut gosip mengenai faedah dari asuransi.

Sistem jemput bola yang dilakukan oleh DPK dengan menyambangi satu persatu rumah nelayan, dinilai kurang efektif dan terlalu mencampakkan waktu.

Alhasil dalam satu tahun jumlah peserta tidak mengalami kenaikan mempunyai arti. Sementara sosialisasi secara masalah oleh Kementerian KKP juga jarang dijalankan.

2. Pola Pikir Masyarakat

Karena penerima asuransi nelayan ini diwajibkan mengeluarkan uang premi. Banyak yang keberatan karena merasa beban hidup mereka saja sudah tinggi, ditambah dengan kewajiban mengeluarkan uang premi. Padahal jumlah preminya sangat terjangkau dan dapat melindungi setiap penerima polis dari kerugian finansial karena pekerjaan selaku nelayan.

Perlu dimengerti, nelayan cuma menerima subsidi asuransi dari pemerintah selama satu tahun. Setelah itu semoga tetap aktif nelayan mesti melaksanakan perpanjangan sendiri.

Selain itu, bagi sebagian penduduk asuransi juga tidak memperlihatkan keuntungan langsung. Sebab duit pertanggungan nantinya menjadi miliki keluarga dan istri bukan nelayan pribadi. Sementara setiap bulan para nelayan harus membayarkan premi.

Uang pertanggungan ini diberikan dalam bentuk perlindungan, dicairkan ketika pemegang polis meninggal dunia dan atau mengalami kecelakaan kerja yang menjadikan cacat permanen.

3. Pendaftaran yang Sulit

Sebagian besar nelayan tradisional tidak mengenyam pendidikan tinggi, bahkan masih banyak tidak mampu baca tulis. Kurangnya wawasan juga berimbas pada contoh pikir mereka yang sulit mengikuti kemajuan zaman, termasuk ketika pendaftaran asuransi nelayan ini dibuka.

Pemerintah sudah memberi akomodasi dengan membuka registrasi online. Namun masih banyak nelayan yang tidak mengetahui. Mereka baru bersedia membuka polis asuransi ketik disambangi pribadi oleh dinas perikanan lokal.

Pendaftaran via online dianggap susah dan merepotkan, mengingat fasilitas internet di daerah pesisir pantai juga relatif minim. Plus persyaratan dokumen yang mesti dikumpulkan menciptakan waktu mereka tersita banyak sehingga sebagian besar nelayan berpandangan bahwa asuransi yaitu hal yang tidak berguna.

Itulah beberapa aspek yang menjadikan rendahnya minat nelayan memiliki asuransi. Mari kita sama-sama sejahterakan nelayan Indonesia dengan menunjukkan sosialisasi sesederhana apapun perihal penting nya asuransi untuk nelayan Indonesia.

Untuk anda yang ingin menciptakan asuransi, Cekaja.com memiliki beragam jenis asuransi yang dapat anda pilih sesuai dengan keperluan. Proses yang cepat, dan keamanan yang terjamin, sebab menggunakan teknologi mutakhir sehingga anda tidak perlu khawatir. Selain itu, Cekaja.com juga telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).