0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Penting 3 Alasan Bank Tolak Kpr Milenial Dan 5 tips Menyiasatinya

Milenial, generasi yang ketika ini mendominasi masyarakat Indonesia, disebut administrasi Perusahaan Umum (Perum) Pembangunan Perumahan Nasional masih akan kesulitan mempunyai rumah sendiri. Pasalnya, pihak bank sebagaipenyalur kredit pemilikan rumah (KPR) banyak menolak pengajuan pertolongan dari milenial tersebut.

Direktur Pemasaran Perumnas, Anna Kunti Pratiwi mencatat, sekitar 70 persen pemesanan rumah yang tiba ke perusahaannya gagal di tahap pengajuan KPR. Usut punya usut, para pemesan tersebut berusia 35 tahun ke bawah dan masuk klasifikasi usia milenial.

Hmm.. ada kaitannya sama gaya hidup milenial yang konsumtif nggak ya? Simak yuk, 3 alasan pihak bank menolak mencairkan KPR bagi milenial.

1. Gagal di BI Checking

BI Checking yaitu Informasi Debitur Individual (IDI) Historis yang mencatat tanpa kendala atau macetnya pembayaran kredit (kolektabilitas) seseorang. Ternyata banyak milenial gagal menerima KPR karea tersandung dilema ini.

(Baca juga: Terkendala Bank Saat Nyicil Rumah? Kuy Coba KPR Tanpa BI Checking!)

Parahnya, kebanyakan milenial yang gagal di BI Checking karena masalah kebiasaan kredit konsumtif. Misalnya ialah kartu kredit untuk jalan-jalan atau barang elektronika, kredit kendaraan, dan masih banyak lagi.

2. Tidak punya slip gaji

Alasan lain milenial tidak bisa atau gagal dalam pengajuan KPR karena mereka tidak punya slip gaji. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang lebih senang bekerja formal, milenial suka pekerjaan informal alias freelance dengan pendapatan yang tidak rutin.

Padahal, perbankan sungguh sulit untuk menunjukkan kredit kalau tidak ada pendapatan berkala yang tertuang dalam slip gaji. Pasalnya, tanpa pendapatan berkala , bank tidak mampu mengukur kesanggupan bayar atas pertolongan yang diberikan.

Kondisi ini bisa menimbulkan adanya kredit macet/bermasalah bagi perbankan, atau diketahui dengan non performing loan (NPL).

3. DP terlalu besar

Bukan cuma milenial, masalah down payment (DP) atau duit wajah kerap menjadi masalah bagi sebagian besar masyarakat untuk mampu membeli rumah. Bagi milenial misalnya, kesusahan mereka menabung dan menghimpun DP yakni sebab banyaknya pengeluaran konsumtif. Meski begitu, saat ini telah mulai banyak perbankan yang merenggangkan DP utamanya bagi milenial.

Meski begitu, bukan memiliki arti milenial tidak punya keinginan untuk mampu memiliki rumah. Kalau memang telah niat untuk mempunyai rumah cobalah beberapa hal ini selaku langkah pertama persiapan.

1. Kumpulkan berita permulaan

Risetlah yang banyak, terlebih zaman sekarang untuk menerima wawasan soal KPR hanya perlu mencarinya secara online. Cari tahu perihal proses pengajuan, besaran bunga dan cicilan, atau penalti. Kumpulkan gosip dari beberapa bank sekaligus semoga mampu mempunyai rujukan yang memadai sebelum memberanikan diri mengajukan KPR.

2. Bandingkan

Informasi yang cukup sangat tepat jika kamu mulai melakukan perbandingan untuk mencari yang terbaik. Pada tahap ini, setidaknya sudah harus mempunyai dua atau tiga opsi bank yang mungkin akan mendapatkan pengajuan KPR kamu. Dengan cara ini, kalau menerima penolakan dari bank pertama, bisa mengajukan ke bank lain.

Kamu bisa memanfaatkan layanan perbandingan KPR dari CekAja.com, toko finansial pertama di Indonesia yang mau membuat lebih mudah kau dalam menemukan produk KPR yang tepat dengan keperluan dan tentu saja kemampuan bayar kamu.

3. Pilih bank terbaik

Pilih bank terbaik dan datangi dengan yakin diri serta pastinya dengan penampilan yang menawan. Penampilan yang rapi ini juga akan membantu kau apalagi jikalau pemahaman kamu soal KPR telah mencukupi.

Tanyakan pada petugas secara detail mengenai berbagai hal yang dianggap penting. Misalnya, jumlah dana KPR yang mampu ditemukan, jumlah duit paras yang wajib disiapkan, besaran bunga, hingga tenor sumbangan. Jangan lupa untuk menanyakan biaya-biaya yang akan timbul kalau KPR disetujui.

4. Lengkapi kriteria KPR

Ada banyak standar dokumen yang diminta oleh bank saat mengajukan KPR. Jenis dokumen ini terdiri atas dokumen eksklusif, catatan penghasilan, dan bukti kepemilikan rumah yang hendak ditransaksikan.

Secara lebih rinci, berikut ini yakni ketentuan dan patokan pengajuan KPR yang lazimnya diminta oleh bank.

  • Fotokopi KTP (suami istri)
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Surat informasi kerja dan slip gaji asli
  • Fotokopi rekening Koran 3 Bulan terakhir
  • Fotokopi NPWP Pribadi / SPT PPH 21

Selain itu, kau perlu merencanakan Dokumen Jaminan Properti, yang meliputi: sertifikat, IMB, PBB dan dokumen lain terkait legalitas rumah yang mau dibeli. Proses ini akan lebih singkat kalau developer rumah yang hendak dibeli telah kerjasama dengan bank.

Biasanya bank sudah memeriksa legalitas developer tersebut. Pengambilan kredit di bank yang sudah melakukan pekerjaan sama dengan developer juga relatif lebih gampang. Apalagi jikalau status rumah masih indent atau belum jadi, biasanya cuma bank yang sudah bekerjasama dengan developer yang hendak menawarkan KPR.

5. Proses komitmen

Proses janji berarti kamu akan segera memiliki rumah sebab semua tolok ukur kredit telah disetuui oleh bank. Biasanya bank akan menunjuk notaris untuk mengurus semua patokan, tetapi calon pembeli rumah harus mengeluarkan uang biayanya.

Tarif notaris ini mencakup jasa pengurusan dokumen Perjanjian Kredit (PK), Akta Jual Beli (AJB), biaya balik nama, pajak, cek sertifikat, Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT), dan lain-lain. Kemudian, tanda tangan janji kredit.

(Baca juga: 3 Jenis KPR untuk Milenial! Dp Mulai 1 Persen)

Proses ini dilakukan di hadapan notaris di waktu yang sudah ditetapkan. Ada beberapa pihak yang harus hadir ketika tanda tangan janji kredit, antara lain: pihak pembeli, pedagang , perwakilan bank, dan notaris. Saat semua proses berjalan lancar, maka dokumen kesepakatan kredit akan ditandatangani dan pihak bank akan mentransfer dana ke pihak pedagang .

Sedangkan notaris akan mengorganisir proses balik nama sertifikat nama, AJB ke pemilik rumah gres. Surat-surat itu juga nantinya akan diserahkan notaris ke bank bersama-sama dengan surat izin mendirikan bangunan (IMB) selaku jaminan kredit dan biasanya memakan waktu tiga sampai enam bulan sesudah janji kredit.

Pernah ditolak pengajuan KPR-mu oleh bank? Jangan patah semangat ya. Ikuti 5 kiat di atas semoga kesempatan kamu memiliki rumah sendiri semakin besar.

Dapatkan beragam tips dan gosip menarik yang lain seputar KPR dan properti yang berfaedah untuk kau lewat CekAja.com.