0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Parents, Penting 6 tips Memberi Edukasi Virus Corona Pada Anak

Coronavirus mampu menyerang siapapun tanpa pandang bulu. Meski lebih banyak diderita orang sampaumur, namun belum dewasa juga berpeluang tertular COVID-19. Hal ini terbuki dengan adanya dua orang pasien corona yang masih berusia 2 tahun. Dengan begitu, orangtua perlu memberi edukasi virus corona terhadap sang buah hati.

Cara Memberi Edukasi Virus Corona Pada Anak

Namun, mengedukasi anak perihal virus corona bukan masalah mudah. Pertama-tama yang pasti, jangan memberikan cemas meskipun situasinya sekarang terhitung “berhati-hati”. Sebab jika orang bau tanah terlihat khawatir, kecemasan bawah umur dapat meningkat.

Selanjutnya tak perlu galau, tinggal beri pemahaman ihwal apa itu virus corona dan ajarkan upaya pencegahan COVID-19, seperti yang dihimbau oleh tenaga medis dan Bahan Kesehatan Dunia (WHO). Menghimpun aneka macam sumber, berikut penjelasan selengkapnya:

1. Jelaskan apa itu virus corona

Langkah pertama yang bisa dijalankan orangtua untuk menawarkan edukasi ihwal wabah COVID-19 terhadap bawah umur, yaitu ceritakan segala hal ihwal virus corona dengan beri tahu apa itu virus, mengapa dinamakan corona, dan balasannya jika tertular.

Kamu mampu menarasikannya sembari memperlihatkan gambar-gambar yang lebih kids friendly dari internet, guna menggambarkan mirip apa perwujudan virus tersebut.

Jurnal perihal virus corona untuk anak juga mulai banyak dirilis, kau bisa mencarinya melalui akun-akun parenting di media sosial.

2. Corona mampu dicegah dan disembuhkan

Wabah corona telah menciptakan bawah umur tak bisa ke sekolah, orangtua pun sampai ada yang mesti melakukan pekerjaan dari rumah. Kondisi ini bisa saja menciptakan anak di kursi SD-sebab sudah mengerti jadi khawatir, belum lagi status corona kini sudah menjadi bencana nasional.

Daripada terlalu fokus pada risiko maut balasan corona, beri anak pengertian bahwa virus corona bisa dicegah dan disembuhkan jika mematuhi ajuan dari dokter.

3. Penularannya lewat apa saja

Setelah itu, beri tahu virus corona ini menular lewat apa saja. Mengapa mesti hingga mempertahankan jarak denan orang lain dan #dirumahaja? Hal ini alasannya adalah penularan COVID-19 amat sederhana.

Layaknya flu, jelaskan bila seseorang bisa tertular cuma melalui cipratan bersih atau batuk. Begitupun permukaan di daerah biasa yang sering terjamah orang lain mirip pegangan tangga atau gagang pintu.

Anak juga dianjurkan untuk tidak bersalaman, alasannya virus juga bisa ditularkan melalui sentuhan tangan. Dengan begitu, anak jadi lebih bisa mawas diri, serta mengetahui kenapa sekolah mereka hingga mesti diliburkan sementara.

(Baca Juga: Virus Corona Adalah Penyakit yang Bisa Sembuh Sendiri. Ini Faktanya!)

4. Ajarkan cara pencegahannya

Mulai ajarkan si kecil langkah-langkah pencegahan yang mampu beliau kerjakan, agar terhindari dari penularan virus corona.

Pertama tentu dengan tekun mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, gunakan masker ketika sakit, serta mandi lebih bersih.

Contohkan juga bagaimana budbahasa batuk dan higienis yang bagus, yaitu mengarahkan siku ke ekspresi supaya cipratannya tidak mengenai orang lain.

5. Terapkan teladan hidup sehat

Langkah berikutnya ialah mengajak anak untuk menerapkan pola hidup sehat. Terapkan acuan hidup sehat bukan hanya mempertahankan kebersihan diri dan lingkungan, tetapi juga dengan konsumsi kuliner sehat dan berkala olahraga.

Ketimbang berbelanja berkarton-karton mie instan, tunjukkan pada anak jika menyetok oat, buah-buahan, atau roti gandum jauh lebih menyehatkan terutama di musim wabah penyakit mirip ini.

Jangan ragu mencoba beberapa resep kuliner sehat untuk disantap setiap hari. Libatkan anak untuk ikut membuatnya semoga dia lebih inovatif!

(Baca Juga: Sejak Ada Social Distancing, 5 Hal Unik Ini Terjadi di Indonesia)

6. Sampaikan manfaat berada #dirumahaja

Selain mengedukasi anak tentang virus corona, orangtua juga perlu memberi pemahaman wacana pentingnya berada di rumah selama 14 hari dan social distancing.

Bisa dimulai dari mengapa aktivitas sekolah ditiadakan sementara dan menghindari pergi ke mall dikala final pekan. Agar si kecil tak merasa jenuh, orangtua pun punya potensi berkolaborasi dengan anak untuk merancang acara bersama-sama.

Walaupun terlihat belum paham, tapi pada dasarnya bawah umur lebih singkat memahami dikala diajarkan sesuatu.

Apalagi jika terus dibiasakan, input pengetahuan di atas dapat menjadi ilmu yang hendak terus mereka ingat dan dipraktekkan.

Dari semua edukasi yang diberikan, perlu dikenang anak pada akibatnya juga akan senantiasa mencontek perilaku orangtua.

Maka dari itu, tentukan ibu dan ayah juga konsisten melakukan kebiasaan-kebiasaan baik dalam mempertahankan kebersihan. Bukan cuma di trend virus corona ini saja, namun seterusnya.

Dapatkan pinjaman online maksimal Rp8 juta dari UangTeman yang siap membantumu selama wabah virus corona terus meluas. Ajukan secara online melalui CekAaja.com, lebih cepat dan mampu tetap #dirumahaja.