0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Panduan tips Berbelanja Kacamata Dengan Bpjs Kesehatan

Ketika saya masih kanak-kanak dan duduk di bangku sekolah, saya diberi peran di sekolah untuk menulis laporan ihwal Peregrine Falcon. Satu fakta menarik tentang burung ini adalah bahwa ia cukup cepat. Ketika burung menyaksikan mangsa (kadang-kadang dari jarak lebih dari satu mil), dia bahkan dapat masuk ke dalam penyelaman dari ketinggian, mencapai kecepatan lebih dari 200 mph, dan menangkap mangsanya. Makara Peregrine selaku salah satu jenis binatang yang cepat ini dilengkapi dengan mata yang bagus, dan kelancaran hidup mereka sungguh bergantung pada penglihatan yang bagus. Burung-burung ini mungkin tidak membutuhkan lensa korektif, mirip kacamata dan kontak lensa yang kini sangat dipercaya manusia di lingkungan modern. Ini mengakibatkan pertanyaan yang agak menarik: Mengapa begitu banyak insan memakai kacamata?

cara membeli kacamata dengan bpjs kesehatan

Apa yang aku maksudkan dalam masalah ini bukanlah degradasi visi secara umum seiring bertambahnya usia, kesanggupan melihat akan menurun. Karena seiring bertambahnya usia organisme, semua sistem biologis mereka akan rusak dan gagal dengan mutu yang menurun, dan mata terang tidak terkecuali dalam hal ini. Yang terpenting, semua metode ini akan rusak, lebih atau kurang, pada saat bersama-sama. Misteri yang ditimbulkan oleh penglihatan manusia yang sering buruk sungguh berbeda, sebab penglihatan yang buruk mampu berkembang di permulaan kehidupan saat seseorang masih muda, seringnya bahkan sebelum pubertas. Ketika Anda memperhatikan perkembangan maladaptif yang terang di permulaan kehidupan mirip itu, itu memerlukan jenis penjelasan lain.

Contents

Jenis rabun pada manusia

Jadi, apa yang mungkin menjelaskan mengapa ketajaman visual manusia tampak begitu dini di permulaan kehidupan, hingga lebih dari 20 persen sampaumur memakai kacamata. Secara biasa ada empat keadaan yang lazimnya menjadikan orang perlu kacamata untuk menyaksikan dengan terperinci. Mereka ialah miopia, hiperopia, astigmatisme, dan presbiopia. Semua keadaan ini merupakan jenis kesalahan bias dan tidak patologis. Miopia yaitu nama lain untuk “rabun jauh”. Orang yang rabun jauh mengalami kesusahan melihat jauh, contohnya melihat rambu-rambu jalan raya dikala mengemudi. Mereka umumnya tidak kesusahan melihat dari erat untuk hal-hal seperti membaca atau menjahit.

Mata dengan miopia atau hiperopia terlalu panjang atau terlalu pendek untuk memfokuskan cahaya pribadi ke retina. Gejala miopia termasuk mata letih atau menyipit dikala menjajal untuk fokus pada sesuatu yang jauh. Ini terjadi karena mata mereka lebih panjang dari lazimnya yang mengakibatkan gambar difokuskan di depan retina, bukan langsung di atasnya. Miopia biasanya dimulai pada kurun kanak-kanak dan berkembang hingga mata berhenti berkembang. Dalam beberapa kasus terus memburuk sampai cukup umur. Miopia cenderung berlangsung dalam keluarga dan dirawat dengan kacamata, lensa kontak, atau operasi laser seperti lasik.

Sedangkan Hyperopia yakni nama lain untuk rabun jauh. Orang yang rabun jauh memiliki lebih banyak kesulitan menyaksikan hal-hal dari bersahabat ketimbang jauh. Gejala rabun bersahabat termasuk pusing atau kelelahan mata dikala melaksanakan tugas akrab mirip membaca atau menjahit. Hiperopia terjadi dikala mata lebih pendek dari lazimnya , menjadikan cahaya menjadi fokus di belakang retina, bukan langsung di atasnya. Sebagian besar anak terlahir rabun jauh, namun beberapa tumbuh lebih besar saat mata mereka memanjang secara alami selama kemajuan. Kacamata, lensa kontak, dan operasi mata seluruhnya merupakan perawatan untuk rabun bersahabat. Jika sebuah resep mempunyai “plus” di depannya (+1.50) ini memperlihatkan bahwa itu untuk rabun bersahabat.

Dalam kondisi yang memang sudah mewajibkan seseorang menggunakan kacamata alat bantu penglihatan ini memang wajib dimiliki, biar aktivitas mampu kembali dilakukan dengan normal. Namun ternyata tak siapa pun mampu berbelanja kacamata terbaiknya, atau mungkin kacamata makin hari harganya makin mahal?

(Baca Juga: Ciri-Ciri Mata Minus)

Nah disinilah faedah asuransi dipakai. Asuransi kesehatan memiliki fungsi untuk melindungi pemilik polis dari duduk perkara-persoalan kesehatan. Demikian juga dengan BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan selaku yang mengadakan pelayanan jaminan kesehatan penduduk juga berupaya sarat dalam melayani dengan baik dan lengkap untuk pesertanya. Dalam prosesnya pelayanan yang dimudahkan ini akan lebih bisa membuka jalan masuk masyarakat ke fasilitas-akomodasi kesehatan yang sudah ada.

Selain mengcover ongkos-biaya pengobatan suatu penyakit atau langkah-langkah medis, BPJS Kesehatan juga mengcover pembelian kacamata loh. Kaprikornus bagi akseptor yang memiliki dilema kesehatan mata dan harus menggunakan kacamata maka mampu menggunakan BPJS Kesehatannya. BPJS Kesehatan akan memberikan subsidi bagi peserta yang membutuhkan kacamata. Layanan subsidi ini tentu ada ketentuan dan kebijakannya. Dalam tulisan ini kita juga akan menunjukkan isu mengenai cara membeli kacamata dengan BPJS Kesehatan yang mungkin masih banyak yang belum tahu.

Sebelum membicarakan mengenai cara berbelanja kacamata dengan BPJS Kesehatan ada baiknya kita tahu dulu macam gangguan penglihatan yang mampu mengakibatkan kita memakai kacamata. Gangguan kesehatan pada mata ini ternyata menjadi gangguan yang banyak terjadi pada masyarakat. Diantara sobat atau kerabat kita niscaya telah banyak yang menggunakan kacamata kan? Nah apa saja sih gangguan penglihatan itu? Simak dibawah ini.

Miopi (rabun jauh)

Ini adalah gangguan penglihatan yang sungguh banyak terjadi pada masyarakat. Umumnya mereka menyebutnya dengan mata minus. Miopi ini adalah kelainan dari refraksi mata yang mengakibatkan kaburnya pandangan kita akan benda-benda yang jauh. Saat ini ada banyak anak-anak maupun orang cukup umur yang mengalami miopi atau rabun jauh. Ketidakmampuan kita untuk menyaksikan benda-benda di jarak yang jauh kadang menciptakan tanda-tanda-tanda-tanda tertentu seperti sering sakit kepala, mata yang kelelahan, sering memicingkan mata untuk melihat benda yang jauh, sering berkedip, sering mengucek mata.

Penyebab dari miopi ini sering disebutkan karena bola mata yang lebih panjang dari wajar sehingga dikala memfokuskan cahaya ke retina malah gagal. Beberapa faktor dipercayai meningkatkan kondisi ini misalnya alasannya genetic, kurang sinar matahari, kurang vitamin D atau kebiasaan dikala membaca atau menonton tv yang terlalu erat. Penderita miopi ini mampu dibantu dengan menggunakan kacamata minus.

Hipermetropi (rabun bersahabat)

Gangguan pandangan ini kebalikan dengan miopi. Jika miopi tidak mampu untuk melihat benda yang jauh maka hipermetropi tidak mampu melihat benda dekat. Mereka mampu menyaksikan benda-benda yang jauh dengan terang. Hipermetropi ini tidak sama loh dengan presbiopi meskipun sama-sama sukar melihat benda yang bersahabat. Pada hipermetropi lazimnya terjadi karena bentuk lensa mata tidak normal sedangkan presbiopi alasannya adalah kakunya otot-otot di sekeliling lensa akibat penuaan. Penderita hipermetropi dan presbiopi mampu dibantu penglihatannya dengan menggunakan kacamata sehabis pemeriksaan ketajaman pandangan untuk memilih lensa kacamata yang harus digunakan.

Astigmatisme

Selain rabun jauh dan rabun bersahabat, gangguan mata lainnya ialah astigmatisme. Ini ialah kelainan pada kelengkungan kornea mata. Penderitanya mempunyai persepsi yang tidak jelas baik itu untuk jarak bersahabat maupun jarak jauh. Sering juga disebut mata silinder. Gejala yang identik dengan mata silinder adalah penderita tidak bisa melihat garis lurus sebab distorsi penglihatannya. Kaprikornus jikalau kau merasa sukar memilih apakah itu garis lurus atau sedikit miring coba secepatnya periksakan ke dokter ya. Sama seperti dua gangguan mata lainnya, penderita mata silinder mampu dibantu dengan kacamata.

(Baca Juga: Asuransi Selebriti Paling Mahal di Dunia)

Nah bila kau merasa memiliki salah satu dari tiga gangguan mata diatas dan ternyata harus menggunakan kacamata jangan cemas alasannya adalah BPJS akan membantu subsidi kacamatanya. Agar pembelian kacamata kita bisa di cover oleh BPJS Kesehatan maka kita mesti melihat 3 syarat pentingnya adalah:

  • Harga kacamata

Karena layanan yang diberikan terhadap peserta yang membutuhkan kacamata ini berbentuksubsidi maka besar kecilnya jumlah dana yang diberikan tentu akan diubahsuaikan dengan ketentuan besaran subsidi yang sudah ditentukan. Jumlah dana subsidi ini ditentukan sesuai dengan kelas keanggotaan akseptor di BPJS Kesehatan. Untuk perlu diketahui dalam BPJS Kesehatan ada 3 kelas yang memiliki iuran dan jaminan yang berlainan pula. Mereka yakni kelas I, kelas II, dan kelas III. Yang termurah adalah yang kelas III. Kaprikornus besarnya dana subsidi ini untuk masing-masing kelas antara lain:

  • Kelas I : Rp300.000
  • Kelas II : Rp200.000
  • Kelas III : Rp150.000
  • Waktu pembelian kacamata

Pembelian kacamata dengan BPJS Kesehatan memang telah diatur tergolong kapan kita bisa berbelanja kacamata dengan BPJS ini. Karena BPJS Kesehatan telah menentukan waktu untuk pembelian kacamata maka kita tidak bisa membeli kacamata kapanpun kita mau. Ketentuan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan tentang waktu pembelian ini yakni hanya sekali dalam 2 tahun. Makara kita tidak mampu membeli kacamata tiap tahunnya loh. Jika terpaksanya kita mesti membeli kacamata lebih dari sekali dalam 2 tahun maka itu tidak akan dibantu oleh BPJS kesehatan. Jadi rawat dan simpan dengan hati-hati kacamata kita ya.

  • Ukuran lensa

Setiap kacamata pasti memiliki ukuran lensa yang mesti digunakan. Itu juga dikelola dalam ketentuan BPJS Kesehatan. Makanya kita mesti perhatikan dengan benar ukuran lensa kita. Ukuran lensa yang bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan yaitu:

  • Lensa spheris min 0,5 dioptri
  • Lensa silindris min 0,25 dioptri

Cara membeli kacamata dengan BPJS Kesehatan

Untuk berbelanja kacamata yang akan ditanggung oleh BPJS tentu ada prosedur yang mesti dipatuhi. Melalui prosedur yang tepat maka kita bisa lebih mudah menerima jaminan pembelian kacamata ini. berikut ini yakni cara membeli kacamata dengan BPJS Kesehatan yang mesti ditempuh:

1. Datang ke Fasilitas Kesehatan Pertama

Setiap kita akan memakai layanan BPJS niscaya kita akan lebih dahulu untuk tiba ke kemudahan kesehatan pertama seperti Puskesmas atau Klinik yang sudah ditunjuk oleh BPJS Kesehatan. Begitu pula kalau kita akan berbelanja kacamata loh. Di faskes 1 ini kita mesti mengambil surat referensi untuk ke dokter seorang ahli mata atau ke poliklinik mata.

2. Datangi dokter spesialis mata atas rujukan

Setelah menerima surat referensi dari faskes 1 kita selanjutnya mendatangi dokter seorang ahli mata yang ditunjuk untuk melaksanakan pemeriksaan. Setelah itu kita akan diberikan resep untuk membeli kacamata yang mesti kita pakai.

3. Legalisir resep dokter

Setelah menerima resep untuk membeli kacamata jangan lupa untuk legalisir ya. Kita bisa pergi ke loket BPJS untuk meminta cap petugas disana. Dengan begini resep yang dituliskan bisa digunakan untuk membeli kacamata.

4. Datang ke optik terdekat

Langkah berikutnya tentu pergi ke optik terdekat yang sudah berhubungan dengan BPJS Kesehatan. Dengan menunjukan resep yang telah dilegalisir tadi maka kacamata yang kita butuhkan mampu secepatnya disiapkan. Dan jangan lupa untuk selalu menenteng fotokopi KTP serta kartu BPJS Kesehatan kita ya sebab dua hal ini lazimnya ditanyakan saat akan berbelanja kacamata.

Nah itu dia cara berbelanja kacamata dengan BPJS Kesehatan yang mungkin belum banyak orang yang tahu. Memanfaatkan dengan optimal layanan BPJS Kesehatan tentu harus sesuai dengan prosedurnya. Kaprikornus patuhi semua mekanisme yang telah diputuskan semoga lebih mudah dalam mengurus pelayanan jaminan kesehatan. Semoga dengan goresan pena ini bisa membantu yang sedang gundah cara berbelanja kacamata dengan BPJS Kesehatan.