0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Pahami 6 Penyebab Mual Di Jam Kritis Puasa Beserta tips Mengatasinya

Kemungkinan timbulnya banyak sekali macam penyakit pencernaan selama puasa cukup besar, salah satunya yang kerap kali menghampiri yakni rasa mual. Untuk menanggulangi hal tersebut, kau perlu mengenali terlebih dahulu apa saja penyebab mual di jam kritis puasa.

Ketahui 6 Penyebab Mual di Jam Kritis Puasa beserta Cara Mengatasinya

6 Penyebab Mual di Jam Kritis Puasa

Perubahan acuan makan, tidur dan kegiatan selama puasa, mungkin jadi aspek utama yang menyebabkan timbulnya rasa mual, utamanya di jam-jam kritis puasa.

Namun ternyata, ada beberapa faktor pendukung yang lain yang menimbulkan mual makin terasa menyakitkan hingga mengganggu kegiatan puasa mu.

Oleh alasannya itu, sebelum terserang rasa mual, ada baiknya kau mengenali terlebih dahulu apa saja penyebab mual di jam kritis puasa, seperti yang sudah CekAja.com rangkum untuk kamu di bawah ini.

1. Mengonsumsi Makanan yang Tidak Sehat

Penyebab rasa mual di jam kritis puasa yang pertama adalah disebabkan oleh konsumsi kuliner yang tidak sehat, baik dikala sahur maupun berbuka.

Beberapa acuan masakan tidak sehat, yang kadang-kadang dimakan adalah gorengan dan kuliner dengan cita rasa pedas.

Gorengan sendiri telah ditentukan tidak baik untuk tubuh, terlebih bila dimakan secara berlebihan. Pasalnya, gorengan memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi.

Apabila kamu mengonsumsi gorengan atau pun makanan yang digoreng yang lain, dengan minyak berlebih utamanya pada ketika sahur, maka perut akan mencerna semua kuliner tersebut lebih lambat dari biasanya.

Kemudian untuk kuliner pedas, sudah diketahui secara jelas dapat mengganggu proses pencernaan.

Terlebih bagi orang-orang yang mempunyai riwayat gangguan pencernaan, kuliner dengan cita rasa pedas tersebut telah niscaya menjadi larangan besar untuk dimakan.

Hal itu dikarenakan, masakan pedas mampu mengakibatkan naiknya asam lambung ke tenggorokan, gastritis hingga ke tukak lambung.

Jika penyakit tersebut dinilai akan kambuh, maka gejala permulaan yang hendak ditunjukkan ialah mual-mual, yang kemudian berlanjut muntah.

(Baca Juga: 8 Masalah Kesehatan yang Sering di Bulan Puasa)

2. Dehidrasi

Penyebab rasa mual di jam kritis puasa yang kedua yaitu kehilangan cairan tubuh . Dimana, hal tersebut mampu terjadi jika badan mu kelemahan asupan air putih.

Jika dehidrasi sudah menyerang, maka badan mu akan kehilangan energi dan menjadi cepat letih.

Hal tersebut pastinya menyebabkan perut bab bawah terasa sakit, alasannya adalah adanya tekanan yang terjadi berulang-ulang. Dengan begitu, rasa mual pun tidak apat tertahankan.

Oleh alasannya adalah itu, sebisa mungkin kamu tetap memadai keperluan badan mu akan air putih, semoga terhindar dari dehidrasi.

3. Langsung Tidur Sehabis Makan

Bergegas tidur sesudah makan sahur, nyatanya juga menjadi salah satu penyebab rasa mual di jam kritis puasa.

Pasalnya, ketika sahur kau pasti mengonsumsi kuliner dalam jumlah yang tidak sedikit, untuk memadai kebutuhan energi selama berpuasa.

Apabila sesudah sahur kau eksklusif tidur, maka kamu tidak memberikan ruang untuk semua masakan mu tercerna dengan baik.

Alhasil, asam lambung akan naik dan terjadi heartburn, yang pastinya sungguh berbahaya untuk badan.

Maka dari itu, alangkah lebih baik apabila sesudah sahur kamu tunggu satu sampai dua jam untuk masakan mu tercerna dengan baik. Setelah itu, kamu baru bisa tidur kembali dengan hening.

4. Terlalu Banyak Tekanan

Penyebab rasa mual di jam kritis puasa yang keempat adalah frustasi atau banyaknya tekanan yang sedang kamu alami. Jika kamu sedang berada dalam keadaan tersebut, maka tidak heran kalau kerap kali kau mencicipi mual.

Hal itu terjadi sebab sistem pencernaan secara berulang menerima tekanan, yang menjadikan ulu hati menjadi terusik. Akibatnya, kamu akan menjadi lebih singkat lapar, haus dan balasannya perut mu akan merasakan nyeri lambung secara terus-menerus.

Namun, hal semacam itu bisa kau cegah dengan senantiasa berpikiran faktual. Selain itu, kamu juga bisa melaksanakan hal-hal mengasyikkan yang kamu senangi. Dengan begitu, kamu mengalihkan segala anggapan negatif yang menghampiri.

Adapun beberapa tanda-tanda yang memberikan kalau kamu sedang frustasi, di antaranya yakni terjadinya pergeseran perilaku hingga rasa sulit untuk tidur dan beristirahat.

5. Mengonsumsi Makanan secara Berlebihan

Penyebab rasa mual yang kelima yakni berlebihan mengonsumsi kuliner saat sahur. Hal ini mampu terjadi bila kamu tetap memaksa masuk masakan ke dalam perut, ketika lambung telah tidak sanggup menampung dan mencerna makanan.

Jika telah begitu, maka sistem pencernaan pun akan memaksa kuliner tersebut keluar dari tubuh. Dan salah satu caranya adalah dengan menawarkan gejala mual sebelum makanan tersebut keluar melalui muntah.

6. Terlalu Banyak Mengonsumsi Kafein

Penyebab mual di jam kritis puasa yang terakhir yakni terlalu banyak mengonsumsi kafein. Di mana, kafein sendiri telah terbukti tidak baik disantap ketika perut dalam kondisi kosong.

Pasalnya, kafein dapat membuat badan kekurangan cairan tubuh. Akibatnya, tubuh menjadi lebih cepat lelah dikala beraktivitas alasannya adalah kadang kala merasa haus. Jika sudah begitu, asam lambung akan naik secara otomatis dan kau akan merasa mual.

Tips Mencegah Mual ketika Puasa

Pada pembahasan sebelumnya kamu sudah mengenali enam penyebab mual di jam kritis puasa. Selanjutnya, kau akan mengenali beberapa kiat untuk menghindari dan mengatasi rasa mual saat puasa yang hendak diulas secara lengkap di bawah ini.

Perbanyak Minum Air Putih

Tips menghalangi mual saat puasa yang pertama adalah perbanyak konsumsi air putih. Hal ini berguna agar badan mu terhindar dari dehidrasi. Sehingga badan mu akan lebih berpengaruh dan tetap berenergi selama berpuasa.

Kamu bisa mengonsumsi air putih setiap harinya dengan pola 2-4-2. Maksud dari pola tersebut adalah 2 gelas air putih saat berbuka puasa, 4 gelas air putih ketika malam hari sebelum tidur dan 2 gelas saat sahur.

Adanya pola tersebut sungguh membantu dalam pembagian konsumsi air putih semoga tetap sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan, ialah 30-60 mililiter, namun tidak terasa berat dikala dilakukan.

Selain itu, ada baiknya bila air putih yang kamu konsumsi adalah air putih hangat. Sebab, air putih hangat akan menciptakan perut mu terasa lebih hangat. Sehingga, tubuh mu pun akan terasa lebih nyaman.

Perhatikan Jenis Makanan yang Dikonsumsi

Sebelum mengonsumsi masakan dikala sahur maupun berbuka, pastikan apalagi dahulu bahwa masakan tersebut kondusif untuk kau konsumsi, terlebih bagi perut dan metode pencernaan mu.

Sebisa mungkin hindari mengonsumsi masakan dengan cita rasa pedas, asam dan jenis kuliner lainnya yang mampu menyebabkan rasa mual dan gangguan pencernaan.

Ada baiknya ketika berbuka, kamu konsumsi apalagi dahulu jenis masakan anggun dan ringan, mirip biskuit, roti, pisang, puding dan kudapan lainnya.

Pasalnya, makanan-makanan ringan semacam itu tidak hanya mempunyai cita rasa yang lezat saja, tetapi juga mudah dicerna sehingga aman untuk pencernaan dan tidak menciptakan mual.

(Baca Juga: Ini 8 Tips Menjaga Stamina saat Puasa)

Mengunyah dengan Perlahan

Tips selanjutnya yakni kau perlu mengunyah masakan yang kau konsumsi secara perlahan. Sebab, jika kamu mengunyah masakan tersebut dengan terburu-buru, kamu mampu saja tersedak. Akibatnya, kamu akan merasa mual dan lalu muntah. Sangat tidak baik bukan?

Maka dari itu, mengunyah masakan secara perlahan sangat penting untuk kamu kerjakan. Pasalnya, hal tersebut tidak cuma berkhasiat untuk melancarkan metode pencernaan saja, tetapi juga mampu menciptakan mu tidur dengan nyaman.

Hindari Tidur Sehabis Makan

Tidur sehabis makan pun menjadi hal penting yang harus kau perhatikan. Pastikan kau tidak melakukannya sehabis makan sahur atau pun berbuka. Sebab, hal itu menunjukkan imbas yang tidak baik untuk tubuh khususnya kepada metode pencernaan.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya juga, bahwasannya jikalau tidur setelah makan cuma akan membuat metode pencernaan menjadi terusik dan kamu akan merasa mual-mual saat bangkit tidur.

Melakukan Teknik Pernapasan

Tips mencegah mual saat puasa yang terakhir yakni melaksanakan teknik pernapasan. Kamu bisa melaksanakan teknik ini selaku cara untuk menangkal perut dari rasa mual. Karena faktanya, kalau kau bisa menertibkan pernapasan dalam, maka mual yang kamu rasakan akan hilang.

Cara untuk melaksanakan teknik yang satu ini pun sungguh gampang, adalah kamu cuma perlu tidur telentang, kemudian letakkan bantal di bawah leher dan dengkul.

Setelah itu, kamu bisa menaruh kedua tangan mu di atas perut, tepatnya di bawah tulang rusuk dengan posisi saling mengunci.

Kemudian tarik napas yang dalam menggunakan pernapasan perut atau diafragma secara perlahan. Kamu bisa mencicipi jari-jari kedua tangan mu akan saling berpisah satu sama lain ketika bernapas. Dengan begitu, maka praktik pernapasan yang kau lakukan telah dipastikan benar.

Nah, beberapa tips tersebut bisa langsung kau terapkan ketika sahur nanti, biar puasa mu berjalan dengan lancar dan tidak lagi terusik oleh rasa mual. Terlebih, kau juga sudah mengenali apa saja yang menjadi penyebab mual di jam kritis puasa.

Oleh karena itu, sungguh penting bagi kamu mengamati apa saja faktor yang mengakibatkan timbulnya rasa mual, seperti jenis kuliner yang mau dikonsumsi misalnya. Dengan begitu, kau perlu memperhatikan kuliner apalagi dulu sebelum menyantapnya.

Pastikan makanan tersebut merupakan masakan yang sehat, biar badan tersadar dengan baik selama puasa. Namun, menjaga makanan saja rasanya tidak cukup. Akan lebih baik kalau kau juga melindungi diri dengan asuransi kesehatan.

Kamu tidak perlu cemas jikalau belum memilikinya. Sebab, kamu mampu mengajukannya dengan proses yang gampang dan cepat melalui CekAja.com, Perusahaan financial technology yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi, tunggu terlebih? Yuk, usikan sekarang!