0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

‘Move On’ Dari Corona, Begini Kondisi Terkini Kota Wuhan

China sudah menyelesaikan periode lockdown. Wuhan, kota dimana pandemi corona pertama berpusat kembali dibuka pada Rabu (8/4).

Kondisi Terkini Kota Wuhan Setelah Lockdown Berakhir

Untuk pertama kalinya sejak 76 hari yang kemudian, warga lokal diperbolehkan untuk pergi keluar rumah meski dengan pengawasan ketat dari otoritas kesehatan lokal. Simak kondisi terkini kota Wuhan di sini!

Wuhan berhasil melaksanakan pembatasan yang karenanya mampu menghemat tingkat jerawat Covid-19 di sana menjadi mendekati nol.

Transportasi lazim ditangguhkan, bisnis tutup, dan jutaan penduduk dikurung di rumah.

Melansir dari CNN, Presiden Tiongkok Xi Jinping mendatangi Wuhan pada 10 Maret 2020, memuji kota dan orang-orangnya yang menuruti aturan.

Kondisi Terkini

Semenjak lockdown rampung, Wuhan kembali hidup dan aktivitas warga nampak berangsur wajar .

Menghimpun aneka macam sumber, CekAja membagikan keadaan terkini kota tersebut setelah move on dari virus corona:

1. Izin keluar dengan isyarat hijau

Melansir Time, 11 juta masyarakatKota Wuhan sudah diizinkan untuk memulihkan acara mereka.

Warga diizinkan keluar kalau mereka bisa memperlihatkan aba-aba hijau di ponsel mereka, yang memberikan bahwa mereka sehat atau dokumen yang memperlihatkan argumentasi berpengaruh untuk bepergian.

Kode pelacakan hijau tersebut mengartikan kondisi sehat dan belum berkontak dengan pasien terinfeksi Covid-19.

Otoritas lokal menganjurkan warga untuk tetap berada di lingkungannya, serta tidak meninggalkan kota atau provinsi.

Hal itu demi menangkal gelombang kedua bisul yang berasal dari masalah impor dan warga konkret tanpa gejala.

(Baca Juga: Mengenal Pentingnya Ventilator Bagi Pasien Covid-19)

2. Pertunjukan cahaya di Sungai Yangtze

Berakhirnya lockdown kolam momen kemenangan bagi seluruh penduduk Wuhan.

Mereka pun merayakan hal tersebut dengan menyelenggarakan pentascahaya di sepanjang pesisir Sungai Yangtze, sambil mengibarkan bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan Tiongkok secara akapela.

Sementara itu, puluhan gedung pencakar langit juga memperlihatkan animasi petugas kesehatan selaku bentuk apresiasi, sebab sudah bekerja keras menyelamatkan lebih dari ribuan pasien Covid-19.

3. Ribuan orang keluar dari Wuhan

Suka cita berakhirnya lockdown di Wuhan, juga mengundang antusiasme warga untuk meninggalkan kota tersebut.

Dilaporkan Reuters, sebanyak 55 ribu orang dimengerti eksklusif meninggalkan Wuhan dengan kereta api.

Beberapa warga bahkan rela pergi menggunakan mobil eksklusif dan mengantre cukup panjang di jalan.

Mereka yang mau meninggalkan kota wajib lewat pengecekan kesehatan, mirip thermal check, arahan hijau di ponsel, serta dokmen medis.

4. Akhirnya mampu mengubur mayit

Ketika berbulan-bulan isolasi sarat , pemerintah melarang pemakaman mayat.

Ribuan orang yang meninggal alasannya virus corona dan sebab-sebab lain hanya disimpan di rumah duka.

Hal ini pastinya dikerjakan untuk menekan penyebaran Covid-19.

Setelah lockdown berakhir, semua jasad dibawa langsung dari rumah sakit ke rumah duka untuk dikremasi.

Pada akhir Maret, warga lokal pun dapat mengambil debu kerabat mereka dari rumah duka dan menempatkan debu-abu itu di daerah peristirahatan.

5. Pasar binatang liar dibuka lagi

Seolah tak kapok, Wuhan kembali membuka pasar binatang liar yang selama ini disangka sebagai sumber awal merebaknya virus corona.

Di sana, aneka macam hewan liar dijual untuk dikonsumsi manusia. Hewan liar tersebut mulai dari kelelawar, trenggiling, serigala, ular, anjing, monyet, kucing dan masih banyak lagi.

Padahal banyak orang telah mengutuk keberadaan pasar ini alasannya adalah selain tidak higienis, pedagang dinilai kerjam terhadap binatang yang semestinya dipelihara.

Sebelumnya, wabah SARS juga disangka berasal dari pasar hewan.

Bahkan sebuah studi Universitas Hong Kong yang diterbitkan pada 2007, menggambarkan budaya makan hewan liar di China seperti ‘bom waktu’ untuk virus gres.

(Baca Juga: 7 Orang ini Mendadak Tajir Melintir Berkat Corona)

Lockdown memang sudah rampung di Wuhan. Walaupun demikian, pakar kesehatan China mendesak seluru penduduk untuk terus berlatih hati-hati.

Melansir CNN, Zeng Guang, kepala jago epidemiologi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, mengatakan bahwa Negeri Tirai Bambu belum 100% menawarkan final dari pendemi tersebut.

Para hebat kesehatan boleh memprediksi demi kewaspadaan bareng . Namun, mari berdoa biar wabah virus ini secepatnya selsai di seluruh dunia. Jiayo!

Virus corona bukan hanya mengancam kesehatan. Tapi juga mempunyai efek pada penghasilan seseorang.

Di periode paceklik ini, JULO siap membantu segala kebutuhanmu melalui dukungan online optimal Rp15 juta. Yuk, ajukan segera lewat CekAja.com!