0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Menyelisik Tentang Penghentian Operasional Commuter Selama Psbb

5 Pemerintah Daerah yang gres saja menggelar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), meminta agar operasional layanan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter milik PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) tidak boleh.

Menelisik Wacana Penghentian Operasional Commuter Selama PSBB

Adalah Pemerintah Kota Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor, pemkot Depok, Pemerintah Kabupaten Bekasi dan pemkot Bekasi yang mengajukan permohonan tersebut. Masih membludaknya jumlah penumpang si ular besi menjadi salah satu alasannya.

Munculnya perihal tersebut digadang-gadang juga dipicu oleh acara PSBB di DKI Jakarta yang dinilai perlu perbaikan.

Masih banyaknya warga dari tempat penyangga Ibukota yang bepergian ke daerah Jakarta dikarenakan kantor tempatnya bekerja tidak melaksanakan work from home (WFH).

(Baca Juga: 3 Daerah Ini Ditolak PSBB-nya Oleh Menkes Terawan)

Jika dilihat dari peraturan PSBB Jakarta, terdapat beberapa sektor industri yang dikecualikan.

Diantaranya adalah keuangan, bursa imbas, teknologi isu, logistik, pangan, minyak dan gas bumi, barang pertanian, obat-obatan dan beberapa sektor industri yang lain.

Pun tetap berlangsung mirip biasa, namun sektor industri tersebut mesti menjalankan protokol Kesehatan yang ketat.

Seperti menghemat jumlah orang di kantor, menjaga jarak dan merencanakan fasilitas untuk cek suhu tubuh juga hand sanitizer.

1. Banyak perkantoran yang belum tutup

Memasuki PSBB hari ke-5, wilayah Jakarta belum juga lengang. Jumlah penumpang di KRL pun masih ramai.

Masih adanya perusahaan yang belum menutup operasionalisasinya dituding menjadi biang keladi terjadinya hiruk pikuk yang ada di Ibukota.

Melansir Kompas.com, sekitar 200 perusahaan besar diizinkan beroperasi oleh Kementerian Perindustrian.

Padahal perusahaan-perusahaan tersebut masuk dalam klasifikasi perusahaan yang mesti menghentikan operasionalisasinya era PSBB.

Hal itu menjadikan Jakarta tetap tampakramai walaupun dikerjakan PSBB. Apalagi banyak juga pekerja yang aktivitasnya sehari-hari berada di Ibukota, tetapi berdomisili di wilayah penyangga.

Untuk itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terus melaksanakan penilaian.

Bahkan Anies mengatakan bakal mencabut izin perjuangan perusahaan diluar sektor yang dikecualikan dalam PSBB , jikalau masih badung membuka operasionalisasinya.

2. Kereta api, moda sejuta umat

Sudah sejak lama, kereta api menjadi idola bagi masyarakat. Murahnya biaya dan luasnya jangkauan operasinal menjadi salah satu faktor yang menciptakan kereta api terus disayang oleh khalayak luas.

Apalagi sesudah layanan kereta api berbenah, akomodasi diperbaharui, jumlah kereta diperbanyak, waktu tempuh terus dijaga ketepatannya membuat orang kian menggandrungi kereta api selaku moda transportasi sehari-hari.

Dalam hukum PSBB, memang jumlah penumpang dibatasi. Namun perlu dikenang, kereta api terutama Commuter Line berhenti di setiap stasiun untuk menaikkan atau menurunkan penumpang.

Nah tampaknya hal tersebut yang masih belum mampu di hukuman dengan baik. Sehingga perihal physical distancing susah untuk dilakukan abad berada di dalam Commuter Line.

Jumlah penumpang Commuter Line pada tahun 2019 saja meraih 336 juta, artinya saban hari Commuter Line mengangkut nyaris 1 juta penumpang.

3. Penghentian operasional Commuter Line tidak sejalan dengan tawaran Presiden

Presiden Joko Widodo dikala mengumumkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyatakan bahwa tidak ada larangan dan penutupan saluran dari dan keluar Jakarta.

Artinya, ihwal penghentian operasionalisasi Commuter Line dikhawatirkan bakal berseberangan dengan hukum PSBB itu sendiri.

Membincang Novel Corona atau Covid-19, memang tidaklah mudah. Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan dan dilihat secara jeli efek dan juga proses atas kebijakan yang dilakukan.

Namun begitu, hadirnya wacana tersebut merupakan buah dari kekhawatiran bertambahnya episentrum penyebaran Covid-19.

(Baca Juga: Aturan PSBB Terbit: Ini Daftar Larangan dan Kegiatan Usaha yang Boleh Beroperasi)

Sampai ketika ini, bermacam-macam isu menyebutkan bahwa episentrum penyebaran Covid-19 berada di Jakarta. Jumlah korban terjangkitnya juga meraih setengah dari jumlah korban terjangkit secara nasional.

Sejatinya, kebijakan apapun tidak mampu berlangsung tanpa gangguan kalau tidak ada kolaborasi dari penduduk , tergolong kau.

Oleh sebab itu, perlu tugas serta penduduk untuk mampu bahu-membahu menekan laju penyebaran virus tersebut.

Salah satunya yaitu dengan kesadaran sarat untuk mempertahankan jarak dan menghalangi kegiatan di luar rumah.

Selain itu, untuk menjaga keadaan keuangan kamu, menjalankan bisnis secara mandiri sepertinya bisa dilaksanakan. Urusan modal, jangan ragu terusan Uang Teman.