0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Menolak Melarat, 5 Perjuangan Penting Justru Laris Saat Social Distancing

Pemerintah kini telah memberlakukan social distancing demi menekan penyebaran COVID-19. Sebagian masyarakat yang bisnisnya bergantung pada hiruk pikuk, tentu merasa kesulitan untuk menghasilkan pundi-pundi duit mirip umumnya. Bahkan sejumlah bisnis terancam bangkrut. Namun sebaliknya ada juga perjuangan yang justru semakin melambung tinggi di tengah keadaan pandemi global ini. Lantas, apa saja perjuangan yang laris ketika social distancing? 

Usaha yang Laris Saat Social Distancing

Kebijakan social distancing sudah mengganti kebiasaan penduduk dalam beraktivitas. Kegiatan dan acara di luar, sekarang sudah tidak mampu dilakukan. Sekolah atau kerja semua dilaksanakan dari rumah secara online. Kecuali mereka yang kebetulan ada kebutuhan mendesak, barulah diperbolehkan untuk keluar rumah, semisal keluar untuk membeli. 

Apa yang kini sangat diharapkan, di situlah ladang laba bagi pemilik usaha tersebut. Selain masker dan hand sanitizer, usaha-perjuangan berikut ini juga tetap bertahan, malah makin laris diburu oleh penduduk .

1. Apotek

Apotek - Menolak Bangkrut 5 Usaha Ini Justru Laris Saat Social Distancing

Salah satu perjuangan yang laku dikala social distancing ini ialah apotek. Demi membentengi badan dari penularan COVID-19, orang-orang pastinya memerlukan bermacam-macam produk kesehatan. Kebutuhan yang dicari orang dikala ini yakni, masker, obat-obatan sampai vitamin untuk mengembangkan imun badan. 

Beberapa waktu lalu, pembelian masker di sejumlah apotek Tanah Air mengalami kenaikan semenjak virus corona masuk. Obat seperti chloroquine atau pil kina pun kosong. Kalau pun ada, harganya naik drastis kalau memang benar dapat menyembuhkan pasien dari COVID-19.

2. Jasa Ekspedisi

Jasa Ekspedisi - Menolak Bangkrut 5 Usaha Ini Justru Laris Saat Social Distancing

Kekhawatiran akan terserang virus corona, menimbulkan banyak orang mulai mengganti banyak kebiasaan. Semisal, aktivitas belanja berbagai keperluan mesti dikerjakan secara online. Hal ini memiliki pengaruh positif pada jasa ekspedisi yang makin diincar jutaan konsumennya.

Seperti dilansir galamedia.com, upaya jasa ekspedisi Ninja Xpress mengantisipasi serta meminimalisir hal tersebut ialah dengan memperluas jangkauan wilayah layanan on-demand. Dari yang tadinya menjangkau Pulau Jawa saja menjadi ke seluruh kawasan Indonesia. Mudah, para pelaku usaha di sektor logistik yang lain pun kian ketiban untung.

(Baca Juga: Hal yang Harus Dipersiapkan Saat Isolasi Diri di Rumah)

3. Tukang Sayur

Tukang Sayur - Menolak Bangkrut 5 Usaha Ini Justru Laris Saat Social Distancing

Sayur-sayuran sekarang juga makin diburu orang. Alasannya yaitu, penduduk sekarang banyak yang sudah mulai peduli kepada kesehatan. Dengan rutin mengkonsumsi sayuran, diyakini mampu untuk mempertahankan badan mereka dari serangan penyakit tergolong COVID-19.

Seperti dilaporkan CNNindonesia.com, adanya kebijakan pemerintah kepada warganya ketika ini dicicipi oleh salah satu pedagang sayur di Kompleks Puri Ganda Asri, Bogor, Jawa Barat. Setelah ada social distancing, omsetnya meningkat hingga 75 persen. Tak hanya itu, seorang CEO Founder CEO sekaligus Founder Etanee, Cecep Wahyudin mirip dilansir wartaekonomi.co.id, semenjak penduduk dihimbau untuk tak keluar rumah, order produk pertanian di food marketplace tersebut justru melambung tajam.

4. Swalayan

Swalayan - Menolak Bangkrut 5 Usaha Ini Justru Laris Saat Social Distancing

Beberapa waktu lalu, masyarakat jadi ramai-ramai memborong sembako alasannya panic buying akhir virus corona di Indonesia. Untuk mempertahankan komoditi tetap tersedia, pemerintah karenanya menghalangi penjualan di setiap swalayan. Empat materi pokok yang dibatasi pembeliannya di toko supermarket yaitu beras maksimal 10 Kilogram (Kg), gula maksimal 2 Kg, minyak goreng optimal 4 liter, mie instan optimal 2 dus.

Namun, jangan salah. Dengan adanya hukum tersebut, orang-orang malah lebih sering membeli kebutuhan sembako mereka. Swalayan pun menjadi kawasan yang langganan disambangi orang-orang untuk berbelanja keperluan sehari-hari. Apalagi sekarang dengan terus berdiam di rumah memungkinkan orang jadi lebih konsumtif, sehingga stok masakan mesti terus ada.

5. Rempah-rempah dan jamu herbal

Rempah-rempah dan jamu herbal - Menolak Bangkrut 5 Usaha Ini Justru Laris Saat Social Distancing

Akibat pasien virus corona yang terus bertambah hingga ribuan, sekarang banyak orang yang berusaha mengembangkan kekebalan tubuh lewat mengonsumsi jamu herbal mirip Empon Empon. Hal ini membuahkan keuntungan tersendiri bagi penjual rempah-rempah sebagai bahan pengerjaan minuman tradisional tersebut. Seperti dilansir suarabanyuurip.com, penjual rempah-rempah di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang mengalami kenaikan omset 100 kali lipat dibanding hari lazimnya . 

Di Pasar Kota Bojonegoro, ada salah satu penjual rempah-rempah yang mengaku biasanya sehari cuma bisa memasarkan 1-2 kg rempah-rempah. Penjualannya berkembangdrastis semenjak virus corona mewabah. Ia mampu menjual 30 sampai 40 kg. Rempah-rempah yang banyak dikejar antara lain jahe, kunyit, temulawak, kayu manis, cengkeh, serai, dan gula merah. 

Ada banyak faktor kenapa beberapa usaha lesu dan lainnya melejit, salah satunya ada produk dan barang yang sedang menjadi kebutuhan orang banyak orang. Sebaliknya, beberapa perjuangan terhambat alasannya acara yang dibatasi.

Jangan hingga kebutuhan dalam bertransaksi keuangan ikut terbatas. Miliki kartu kredit BNI untuk membuat lebih mudah pembayaranmu saat belanja di supermarket. Nikmati pula banyak sekali promo menariknya. Apply secara online, yuk lewat CekAja.com!

(Baca Juga: Bulan Juni, Virus Covid-19 Dipredriksi Akan Berakhir)