0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Menikah Ketika Wabah Corona Boleh Saja, Penting Aturannya Dari Kementerian Agama

Penyebaran Covid-19 alias virus Corona masih terjadi di Indonesia. Kondisi ini menjadikan banyak calon pasangan yang berniat menggelar akad dan resepsi ijab kabul mengernyitkan dahi seraya mengajukan pertanyaan: “Gimana nasib pesta pernikahan gue ya?”

Buat kamu yang bermaksud menikah dalam waktu dekat, jangan cemas. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, menyatakan Kantor Urusan Agama (KUA) tetap melayani pernikahan.

“Pencatatan nikah tetap dapat dijalankan oleh KUA. Tentunya kita mengeluarkan hukum, bagaimana proses tersebut mampu dilaksanakan dengan tetap memperhatikan pencegahan penyebaran Covid19,” kata Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kamaruddin Amin, dikutip dari laman Kementerian Agama.

Ia mengungkapkan aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Dirjen Bimas Islam tentang Imbauan dan Pelaksanaan Protokol Penanganan Covid-19 pada Area Publik di Lingkungan Direktorat Jendeal Bimbingan Masyarakat Islam yang dikeluarkan pada Kamis (19/3) lalu.

Apa saja sih aturan pelaksanaan pernikahan yang dibentuk pemerintah untuk menghalangi penyebaran Covid-19. Secara garis besar, ada dua aturan penyelenggaraan pernikahan di KUA serta di luar KUA. Simak dan patuhi aturannya demi kebaikan bareng yuk:

Aturan Menyelenggarakan Pernikahan di KUA

1. Jumlah orang dalam prosesi pernikahan dibatasi 

KUA diminta Kementerian Agama untuk menghalangi jumlah orang yang mengikuti prosesi akad nikah. Jumlah anggota keluarga dari kedua mempelai yang boleh masuk ke ruangan optimal 10 orang saja.

Dengan pembatasan jumlah orang yang diizinkan menjadi saksi ijab kabul kalian, sekarang waktunya bagi kalian untuk mensosialisasikan kebijakan tersebut terhadap seluruh sanak keluarga.

Jangan hingga pada hari-H pernikahan, terlampau banyak anggota keluarga yang menyambangi KUA sehingga tidak diperbolehkan masuk oleh petugas. Beri pemahaman terhadap mereka, bahwa kebijakan ini demi kebaikan dan kesehatan bareng .

2. Wajib membersihkan tangan dan menggunakan masker

Kementerian Agama juga meminta kedua kandidat pengantin (catin) serta seluruh anggota keluarga yang masuk ke ruangan menjadi saksi akad nikah untuk mengikuti prosesi apalagi dulu, yaitu mencuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer serta menggunakan masker.

3. Wajib memakai sarung tangan dan masker ketika pernikahan

Aturan selanjutnya, petugas KUA, Wali Nikah, serta catin Laki-laku wajib menggunakan sarung tangan dan masker dikala pernikahan.

Aturan Menyelenggarakan Pernikahan di Luar KUA

Sementara, untuk pencegahan penyebaran Covid-19 pada pelayanan ijab kabul di luar KUA, kamu juga harus memperhatikan beberapa aturan berikut:

1. Ruang terbuka atau ruangan berventilasi

“Lakukan di kawasan terbuka atau di ruangan yang berventilasi sehat,” ungkap Kamaruddin.

2. Jumlah saksi prosesi akad nikah juga maksimal 10 orang

Meskipun mengadakan pernikahan di luar KUA, kamu juga diwajibkan untuk membatasi jumlah saksi komitmen ijab kabul optimal 10 orang.

3. Tetap wajib basuh tangan, serta menggunakan masker dan sarung tangan

Catin, petugas KUA, serta para saksi pernikahan juga tetap diwajibkan mencuci tangan, memakai masker, serta menggunakan sarung tangan selama mengikuti prosesi pernikahan.

Selain menerbitkan aturan sistem ijab kabul tersebut, Kamaruddin juga mengumumkan bahwa untuk mencegah penyebaran virus Corona maka untuk sementara waktu pihaknya akan menghapus semua jenis pelayanan selain pelayanan administrasi dan pencatatan nikah di KUA.

Tujuannya untuk meniadakan peluangkontak jarak bersahabat serta membuat kerumunan.

“Misalnya, untuk tutorial perkawinan bagi catin, konsultasi perkawinan, tutorial klasikal dan sebagainya, untuk sementara kita hentikan,” jelasnya.

Bagaimana? Sudah paham kan beberapa hukum melangsungkan pernikahan secara aman di tengah merebaknya Covid-19? Ikuti proposal dan kebijakan pemerintah demi kebaikan bareng ya.

Toh kau dan pasangan bisa menggelar pesta resepsi ijab kabul sesudah nanti wabah ini selesai. Karena yang terpenting dari pernikahan yakni Sakinah, Mawaddah, dan Warrahmah-nya bukan?

Setelah nanti kondisi telah aman, kau mampu menyiapkan resepsi pernikahan bareng pasangan dengan mencari Gedung serta layanan Catering, dan grup musik pengiring musik untuk keperluan resepsi tersebut.

Manfaatkan Kredit Tanpa Agunan (KTA) digibank dari Bank DBS untuk ongkos pesta kamu.

KTA digibank yakni layanan kredit individual untuk memenuhi segala jenis keperluan mirip ongkos pendidikan, pernikahan, embel-embel modal perjuangan, berlibur bareng keluarga, membeli piranti gres untuk kelengkapan rumah dan kebutuhan yang lain.

Ajukan KTA digibank sekarang juga sesuai kebutuhan lewat CekAja.com, prosesnya cepat dan syaratnya gampang.