0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Mengetahui Pemahaman Dan Fungsi Apd Sesuai Kebutuhannya

Maraknya wabah virus corona di Indonesia, menciptakan tenaga kesehatan di seluruh Indonesia kekurangan supply APD. Oleh alasannya itu, sekarang banyak sekali warga, penggagas atau pun influencer yang menggalang dana untuk membantu menyanggupi keperluan APD bagi para tenaga kesehatan. Namun, apakah sejatinya mereka tahu pengertian dan fungsi APD itu sendiri?

pengertian dan fungsi apd

Pengertian dan Fungsi APD

Sejatinya, APD merupakan kependekan dari Alat Pelindung Diri. Di mana, APD digunakan untuk melindungi diri dari berbagai macam ancaman. Fungsi yang dimiliki APD pun berlawanan-beda sesuai dengan jenisnya.

Lantas, apa saja pemahaman dan fungsi APD itu sendiri? Di bawah ini beberapa ulasan yang telah CekAja.com rangkum khusus untuk kau. Simak gotong royong, yuk!

(Baca Juga: Tips Persiapkan Dana Antisipasi Lockdown Ketika Wabah Corona Meluas)

Pengertian APD

Sebelumnya kamu sudah mengenali sekilas definisi APD. Sebenarnya, APD atau yang juga diketahui dengan Personal Protective Equipment merupakan alat-alat yang digunakan untuk melindungi keselamatan pekerja ketika melakukan pekerjaan yang memiliki potensi atau berisiko kecelakaan atau ancaman.

Menurut Permenaker nomor 8 tahun 2010, APD sendiri didefinisikan selaku suatu alat yang memiliki kemampuan untuk melindungi seseorang, guna mengisolasi sebagian atau seluruh badan dari potensi bahaya di daerah kerja.

Peraturan yang diberikan Menteri Ketenagakerjaan tersebut merupakan landasan aturan serta bimbingan, untuk kita mengetahui dan menerapkan pinjaman dengan alat pelindung diri (APD).

Tidak hanya itu, memakai alat pelindung diri juga seharusnya diadaptasi dengan keperluan pekerjaan serta potensi bahaya dan risiko pekerjaan. Hal tersebut memiliki kegunaan semoga APD yang digunakan dapat efektif melindungi diri pekerja.

Fungsi APD

Fungsi utama dari APD sendiri yakni untuk melindungi para pekerja dari banyak sekali bahaya risiko dan bahaya ketika melakukan pekerjaan . Namun, fungsi APD sendiri sebenarnya berlainan-beda sesuai dengan jenis APD itu sendiri.

Sebagai salah satu syarat penting dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, maka Alat Pelindung Diri (APD) digolongkan ke dalam tiga jenis, yakni APD bagian kepala, APD bab tubuh dan APD bab anggota tubuh lainnya.

Pada perkara virus corona sendiri, APD sangat memiliki kegunaan untuk melindungi diri dan menghalangi dari penularan virus corona.

Di mana, penularan virus sendiri mampu terjadi melalui droplet atau air liur pasien yang terinfeksi virus corona.

APD yang digunakan tenaga medis sendiri bernama hazmat suit. Hazmat yang ialah singkatan dari Hazardous Material” ini memang sengaja didesain untuk melindungi pemakainya dari zat-zat atau pun bahan yang akan membahayakan badan.

Jenis-jenis APD

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, alat pelindung diri (APD) terbagi menjadi tiga bab, ialah APD bab kepala, APD bab tubuh dan APD bab tubuh lainnya. Tiga bagian tersebut selanjutnya akan diulas secara lengkap di bawah ini.

APD Bagian Kepala

APD bagian kepala sejatinya terbagi menjadi enam jenis, diantaranya adalah:

a. Topi Pelindung (Safety Helmet)

APD bab kepala yang pertama yakni topi pelindung. Topi yang umumnya berupa helmet ini digunakan untuk melindungi kepala dari kejatuhan benda-benda ajaib maupun paparan bahaya dari pemikiran listrik.

Topi yang seringkali digunakan oleh petugas gudang atau teknisi mesin ini, seharusnya dirancang sesuai dengan ukuran kepala.

Hal tersebut berkhasiat tidak cuma agar tenteram saat dikenakan, tetapi juga semoga mampu melindungi kepala penggunanya secara efektif.

Jika dilihat menurut perlindungannya kepada arus listrik, topi pelindung pada dasarnya terbagi menjadi tiga, yaitu helmet tipe general, helmet tipe electrical dan helmet tipe conductive.

b. Kacamata Pelindung (Safety Glass)

APD bab kepala yang selanjutnya yaitu kacamata pelindung. Sesuai dengan namanya, kacamata ini berfungsi untuk melindungi mata dari bubuk, ancaman benda tajam, silaunya sinar matahari, sampai percikan materi kimia.

Kacamata pelindung sendiri sejatinya terbagi menjadi dua, ialah kacamata biasa atau yang disebut dengan safety spectacle dan kacamata dengan bentuk yang menempel ada paras atau safety goggles.

c. Penutup Telinga (Ears Muff)

Ketiga ada penutup telinga yang masuk ke dalam bab APD bagian kepala. Penutup telinga sendiri memiliki kegunaan selaku pelindung indera pendengaran dari bunyi-suara berintensitas tinggi.

Terdiri dari Head Band dan Ear cup yang terbuat dari bantalan busa, Ears Muff ini bisa mengurangi intensitas suara hingga 20 – 30dB.

Tidak hanya itu, Ears Muff juga mampu melindungi bagian luar pendengaran dengan bantal busa yang dimilikinya. Umumnya, penutup indera pendengaran ini dipakai Generator dan Teknisi Mesin.

d. Penyumbat Telinga (Ears Plug)

Penyumbat indera pendengaran menjadi salah satu bagian dari APD bab kepala. Memiliki fungsi yang serupa dengan penutup indera pendengaran, tetapi Ears Plug hanya mampu mengurangi intensitas bunyi hingga 10 – 15dB saja.

Biasanya, Ears Plugs digunakan oleh para pekerja yang aktivitasnya berada di kawasan produksi dan sering mendengar suara mesin tinggi, salah satunya ialah seperti Surface Mount Technology (SMT).

e. Respirator

Respirator berfungsi selaku pelindung alat pernapasan, mirip hidung dan lisan dari berbagai macam ancaman, mirip abu, partikel mist dan fume, uap, gas, bau materi kimia atau pun alat solder.

APD yang satu ini pada umumnya dipakai oleh operator pengecatan, teknisi solder dan lain sebagainya.

f. Masker

Di antara kamu pasti telah tidak abnormal lagi dengan masker. APD bagian kepala yang satu ini sejatinya tidak memiliki fungsi yang berlawanan dengan respirator.

Sebab, masker berkhasiat untuk melindungi hidung dan mulut sebagaialat pernapasan supaya terhindar dari abu, gas, atau pun materi kimia yang lain yang berbahaya.

Yang membedakan masker dan respitori yaitu terletak pada bahan yang digunakan. Pasalnya, masker umumnya dibuat menggunakan materi kertas sekali pakai atau pun kain yang mampu dicuci.

(Baca Juga: Asuransi yang Tepat Untuk Pekerja Medis di Kala Corona Merajarela)

APD Bagian Tubuh

Jenis alat pelindung diri yang selanjutnya yakni APD bagian tubuh. APD yang satu ini berisikan lima jenis, yaitu:

a. Apron

Sebagai salah satu alat pelindung diri, Apron berfungsi untuk melindungi diri dari suhu panas dan percikan bahan-materi kimia berbahaya.

Tidak hanya itu, apron juga lazimnya dipakai untuk proses antisipasi bikinan bahan-materi kimia, diantaranya seperti perekat (adhesive), oli dan minyak.

b. Wearpack

Alat pelindung diri bab tubuh yang kedua ialah wearpack. APD yang satu ini umumnya dipakai oleh pekerja tambang, bengkel, pemadam kebakaran dan pekerjaan yang lain yang memiliki risiko ancaman tinggi.

Bentuk dari wearpack itu sendiri biasanya menutupi bab leher sampai mata kaki. Hal tersebut ditujukan untuk melindungi seluruh bagian badan pemakai, biar terhindar dari percikan bensin, api, panas, minyak dan sebagainya.

c. Jas Hujan

Mungkin di antara kau cuma mengenali kegunaan jas hujan selaku pelindung diri dari hujan. Namun nyatanya, fungsi utama dari jas hujan ialah sebagai pelindung badan dari percikan semua jenis air dikala bekerja.

Pada beberapa merek tertentu, jas hujan mungkin di design tidak hanya mampu menahan air, tetapi juga tahan akan panas dan api. Salah satunya adalah jas hujan yang umum digunakan oleh para pemadam kebakaran.

d. Pelampung

Kata pelampung rasanya sudah tidak abnormal di dengar di indera pendengaran. Sebagian orang mungkin akan berpikir, kalau pelampung ialah alat yang dipakai para tim penyelamat di segi kolam renang atau pun pesisir pantai.

Namun faktanya, pelampung tersebut cuma lah satu dari berbagai macam pelampung yang berfungsi selaku APD. Pasalnya, ada empat jenis pelampung APD, yakni offshore life atau pelampung yang berkhasiat di perairan terbuka.

Kemudian ada jenis pelampung buoyancy control device, yang tingkat terapungnya dapat diatur sesuai kebutuhan dan impian, lalu ada near shore vest yang mampu dipakai di perairan hening.

Terakhir ada flotation aid yang ialah jenis pelampung paling sering dan banyak digunakan orang, alasannya adalah memiliki bentuk yang sangat nyaman dan mampu menunjang proses evakuasi di kondisi air hening.

e. Rompi Pengaman

Jenis APD bab badan yang terakhir yakni rompi pengaman. Berbeda dari rompi umumnya, rompo ini bisa menimbulkan cahaya supaya para pekerja lapangan dapat terlihat dikala bekerja di malam hari.

Kemampuan timbulnya cahaya tersebut, disebabkan oleh penggunaan materi polyester pada rompi yang memang didesain khusus menggunakan suplemen reflector.

APD Bagian Tubuh Lainnya

Jenis APD yang terakhir adalah APD bab tubuh lainnya. Di mana, APD ini terbagi menjadi tiga jenis, yaitu selaku berikut.

a. Sarung Tangan (Hand Gloves)

Sarung tangan memiliki fungsi dan tugas yang sungguh penting bagi para pekerja, yang pekerjaannya berafiliasi dengan proses pemanasan, benda tajam, maupun larutan kimia.

Bagi mereka, sarung tangan wajib dipakai secara intensif, supaya tangan terlindungi dari beberapa risiko berbahaya yang mungkin saja terjadi.

Sejatinya, setiap perusahaan mempunyai aturan dan jenis sarung tangan apa yang harus digunakan para pegawainya.

Sebab, sarung tangan terdiri dari empat jenis, diantaranya ialah sarung tangan dengan bahan dasar katun atau cotton gloves, kemudian sarung tangan kulit atau leather gloves, sarung tangan karet atau rubber gloves, dan sarung tangan yang memang didesain khusus untuk pekerja yang melakukan pekerjaan di daerah dengan ajaran listrik.

b. Sabuk Pengaman (Safety Belt)

Jenis APD kedua untuk bagian tubuh yang lain yakni sabuk pengaman. Biasanya, APD yang satu ini digunakan oleh pekerja yang bekerja di atas ketinggian.

Sabuk pengaman ini akan melindungi mu dari risiko jatuh dari ketinggian, dengan cara mengikatkan tali di bab pinggang mu.

b. Sepatu Pelindung (Safety Shoes)

Jenis APD yang terakhir yaitu sepatu pelindung. Sepatu yang memiliki bentuk seperti sepatu boots ini umumnya dipakai untuk melindungi kaki mu dari risiko terkena cairan kimia, benturan benda berat, bacokan benda tajam dan sebagainya.

Kamu bisa menciptakan sepatu pelindung memakai material yang cocok dengan kebutuhan. Kamu mampu menggunakan material yang tahan panas, tahan kepada bahan kimia, listrik atau pun tahan selip.

Nah, beberapa pemahaman dan fungsi APD beserta jenis-jenisnya telah kau ketahui di atas. Untuk mampu menerima beberapa jenis APD tersebut, kamu bisa membelinya secara online di e-commerce atau pun toko-toko kesehatan.

Terlebih, kamu juga bisa memakai kartu kredit sebagai sistem pembayarannya. Kamu tidak perlu khawatir bila belum memiliki kartu kredit.

Sebab, sekarang kau mampu mengajukannya dengan gampang dan proses yang cepat cuma di CekAja.com. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, usikan sekarang!