0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Mengenal Pulau Sebaru Kecil, Area Privat Di Ujung Jakarta Yang Jadi Lokasi Karantina

Banyak turis yang mengenal Pulau Sebaru Kecil sebagai surganya pecinta scuba diving. Namun, baru-baru ini pulau yang katanya seindah Bunaken tersebut, ramai diperbincangkan alasannya adalah menjadi daerah karantina bagi awak kapal pesiar World Dream yang terindikasi virus Corona atau COVID-19.

mengenal pulau sebaru

Pulau Sebaru Kecil masuk dalam formasi Kepulauan Seribu yang letaknya tidak terlalu jauh dari pusat Jakarta.

Karena, asumsi waktu tempuh menuju Pulau Sebaru Kecil cuma sekitar 1,5 jam menggunakan speedboat, dari arah Pantai Mutiara Pluit, Jakarta Utara.

Keindahan bawah lautnya yang masih tersadar sampai kini, menciptakan pulau privat tersebut ramai dikunjungi oleh para wisatawan untuk sekedar melaksanakan acara bawah air.

Perairan pulau yang masih jernih dengan dikelilingi terumbu karang, serta aneka macam jenis ikan hias mirip ikan badut, menyebabkan Pulau Sebaru Kecil selaku destinasi wisata menawan bagi para penyelam.

(Baca Juga: Corona Masuk Indonesia, Konsumsi 5 Makanan Penangkalnya!)

Tempat Karantina Awak Kapal Pesiar World Dream

Sebelum banyak orang mengenal Pulau Sebaru Kecil sebagai lokasi karantina, pulau yang terletak di ujung Jakarta ini bisa dikatakan masih jarang terjamah oleh pelancong, kecuali para penyelam.

Gak bisa dipungkiri, kepopuleran Pulau Sebaru memang masih sungguh jauh dibandingkan dengan Pulau Pramuka, mengingat faktanya pulau tersebut tidak berpenghuni.

Meski begitu, terdapat sejumlah akomodasi berbentukpenginapan kecil yang bagian dalamnya mempunyai beberapa kamar tidur.

Hal inilah yang menjadi pendapatPemerintah Indonesia untuk mengobservasi 188 WNI awak kapal pesiar World Dream.

Sebelumnya dikenali, aktivitas operasional kapal pesiar World Dream secara paksa dihentikan dari lokasi terakhirnya, adalah Hong Kong semenjak 9 Februari 2020.

Hal ini menyusul dengan adanya isu perihal salah seorang penumpang yang aktual terinfeksi wabah Corona di kapal tersebut.

Sesuai protokol WHO, Pemerintah Indonesia melaksanakan pengamatan kepada 188 WNI selama kurang lebih 14 hari.

Mereka dipulangkan ke negara asal terhitung semenjak 28 Februari. Tujuannya sendiri untuk meminimalisir risiko terinfeksi virus Corona.

Pelayanan kesehatan yang diberikan pemerintah sebenarnya tidak jauh berlawanan dengan sebelumnya di Natuna.

Namun, berdasarkan penuturan salah satu sumber yang beredar, seluruh kemudahan yang tersedia di Pulau Sebaru jauh lebih lengkap.

Terlebih karena, delapan bangunan yang ada disana pernah diperuntukkan sebagai tempat rehabilitasi.

Tempat Eks Rehabilitasi Narkotika

Jauh sebelum menjadi kawasan pengamatan virus Corona, Pulau Sebaru Kecil dikenal sebagai eks lokasi rehabilitasi pecandu narkoba.

Bahkan pulau tak berpenduduk itu masih menyimpan sejumlah sarana dan prasarana pendukung untuk menyanggupi segala keperluan rehabilitasi.

Seperti yang dikutip dari CNN Indonesia, berdasarkan Bupati Kepulauan Seribu, Husein Murad, Pulau Sebaru Kecil memang tidak berpenghuni sejak bangunan yang ada di pulau tersebut digunakan, sebagai pusat rehabilitasi pada 2006 silam.

Selain Sebaru, 3 Pulau Ini juga Menjadi Tempat Karantina

Dengan banyaknya info yang beredar, mungkin hampir sebagian masyarakat Indonesia baru mengenal Pulau Sebaru Kecil, yang kini menjadi daerah karantina.

Tapi, tahukah kau jikalau sesungguhnya masih ada 3 pulau yang lain yang dulu pernah dijadikan lokasi karantina?

Ketiga pulau ini masih berada dalam deretan Kepulauan Seribu, adalah Pulau Bidadari, Pulau Onrust, dan Pulau Cipir.

Pulau Bidadari dulunya dipakai untuk mengkarantina penderita kusta atau lepra.

Hal ini terbukti dengan adanya sejarah tentang pemindahan panti kusta yang sebelumnya dibangun di Angke Fort.

Tetapi alasannya adalah risiko penularan, panti tersebut alhasil dipindahkan ke Pulau Purmerend, nama Pulau Bidadari pada zaman dahulu.

Berbeda halnya dengan Pulau Bidadari, saat memasuki kurun ke-20, Pulau Onrust dipakai selaku sentra sanatorium TBC.

Enggak hanya itu, pulau yang letaknya tidak jauh dari Pulau Bidadari tersebut, juga sempat digunakan selaku rumah sakit karantina haji.

Sebelum hasilnya digunakan sebagai lokasi tahanan politik dan penampungan gelandangan maupun pengemis.

Serupa dengan Pulau Onrust, Pulau Cipir pernah dijadikan selaku kawasan karantina haji bagi jemaah yang gres menunaikan ibadah ke Arab Saudi.

Karantina ini dijalankan pada abad penjajahan Belanda, yakni sekitar tahun 1911 sampai 1933, dengan tujuan semoga para jemaah tidak menenteng penularan penyakit berbahaya dari daerah Timur Tengah.

Nah, itulah sekilas ulasan menawan perihal Pulau Sebaru Kecil yang sekarang tengah dipakai sebagai tempat karantina virus Corona.

Seperti yang kita ketahui, virus dengan nama ilmiah COVID-19 ini memang sedang marak diperbincangkan, sebab tingkat penularannya yang tergolong cepat.

Maka dari itu, jangan pernah lupa untuk senantiasa mempertahankan kesehatan dengan rutin mencuci tangan dan menggunakan masker kalau keadaan badan sedang tidak sehat.

Serta tidak lupa juga untuk melaksanakan derma extra dengan melengkapi diri sendiri menggunakan asuransi dari CekAja.com.