0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Mengenal Arti Dan Pengertian Mortgage Dalam Bantuan

Istilah mortgage terkadang didengar dalam produk kredit ataupun pemberian di bank. Pada tahun 2008 ungkapan mortgage menjadi terkenal seantero dunia karena jadi penyebab dari krisis keuangan global pada tahun itu yang berasal dari krisis subprime mortgage di Amerika Serikat atau kredit perumahan yang diberikan terhadap debitur dengan sejarah kredit yang buruk dan bahkan belum memiliki sejarah kredit sama sekali.

Mengenal Arti Dan Pengertian Mortgage

Sebenarnya apa itu mortgage? Kita mungkin pernah mendengar namun tidak tahu dan tidak memahami apa itu mortgage. Walaupun kita tidak melakukan pekerjaan dalam sektor keuangan, tetapi tidak ada salahnya untuk memahami apa itu mortgage agar jika sebuah saat kita terlibat dalam pembiayaan mortgage, kita sudah tidak gila lagi dengan perumpamaan tersebut.

Contents

Apa itu Mortgage?

Mortgage dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan hipotek. Pengertian dari hipotek yakni instrumen utang yang dilaksanakan dengan menunjukkan hak tanggungan properti dari peminjam ke pemberi tunjangan selaku jaminan atas keharusan pembayaran utang.

Dalam hipotek, peminjam masih bisa memakai ataupun mempergunakan properti tersebut. Nantinya, jika utang atau kewajibannya telah dibayar lunas maka tanggungan akan properti tersebut akan gugur.

Hipotek lazimnya dipakai oleh seseorang ataupun pelaku bisnis untuk berbelanja properti ketika tidak mempunyai cukup duit. Nilai pembelian properti tersebut tidak butuhdibayar lunas di wajah. Sebagai gantinya, peminjam mesti melunasi utang tersebut selama kurun tertentu yang lazimnya beberapa tahun ditambah dengan bunga tunjangan. Jika utang tersebut sudah lunas, maka peminjam akan bebas dan properti tersebut bisa diambil lagi keseluruhan haknya

Karena hipotek termasuk juga selaku hak atau klaim atas properti, maka ketika meminjam uang, peminjam akan memakai properti tersebut sebagai jaminan. Artinya, jika peminjam gagal untuk membayarkan utangnya atau berhenti membayar hipotek, maka pemberi pinjaman boleh menguras properti yang dijadikan jaminan tersebut.

Hipotek merupakan salah satu instrumen utang dimana jaminannya ialah berbentukproperti. Hipotek lazimnya bekerjasama dengan kepemilikan rumah. Pinjaman ini mampu menolong seseorang untuk membeli rumah walaupun tidak mempunyai cukup uang.

(Baca Juga: bisnis-dan-usahamu-lewat-influencer-simak-kiatnya-disini/”>Genjot Usahamu Lewat Influencer, Apa Saja Kiatnya?)

Secara sederhana, mortgage atau hipotek itu umum ada dalam Kredit Pembelian Rumah (KPR). Peminjam menjaminkan properti yang dibelinya terhadap bank sebagai aset atas santunan KPR untuk pembelian rumah tersebut. Setelah sehabis kurun kredit, maka properti tersebut sepenuhnya akan menjadi milik peminjam kredit.

Hipotek juga dikenal sebagai “hak atas properti” atau “klaim atas properti”. Jika peminjam berhenti membayar hipotek, bank mampu menguras properti yang bersangkutan.

Dalam hipotek perumahan, seorang pembeli rumah prospektif rumahnya ke bank. Bank mempunyai klaim atas rumah kalau pembeli rumah gagal atau ceroboh mengeluarkan uang hipotek.

Dalam kasus penyitaan, bank dapat menghalau penyewa rumah dan menjual rumah tersebut dengan memakai pemasukan dari penjualan tersebut untuk menghapus utang hipotek.

Sebagian besar hipotek dengan tingkat bunga tetap memiliki rentang waktu 15 hingga 30 tahun.

Pinjaman hipotek memungkinkan kita untuk mengeluarkan uang suatu rumah dengan angsuran.

Setelah kita mengajukan permintaan hipotek, pemberi pinjaman hipotek akan memegang kepemilikan properti sampai kita, selaku pembeli mampu mengeluarkan uang cicilan.

Namun dalam periode cicilan tersebut, kamu masih mampu menempati properti yang seakan-akan milik kita sendiri.

Objek-objek mortgage (hipotek)

Objek-objek yang bisa dijadikan hipotek antara lain benda-benda tak bergerak yang mampu dipindahtangankan beserta segala perlengkapannya.

Objek mortgage lainnya ialah hak pakai hasil atas benda-benda tersebut beserta segala perlengkapannya, hak numpang karang dan hak perjuangan, bunga tanah baik yang dibayar dengan uang maupun yang harus dibayar dengan hasil tanah, bunga seperti semula, serta pasar-pasar yang diakui oleh pemerintah, beserta hak-hak asli ialah yang melekat padanya.

Sifat dan ciri khas mortgage

Mortgage atau hipotek memiliki ciri khas, antara lain absolut, yakni hak yang mampu dipertahankan terhadap permintaan siapapun.

Sifat lain dari mortgage yakni Droit de suite atau zaaksgevolg, artinya hak yang selalu mengikuti bedanya di tangan siapa pun benda tersebut berada (Pasal 1136 ayat (2), Pasal 1198 KUH Perdata).

Kemudian, mortgage juga mempunyai sifat Droit de Preference yakni seorang memiliki hak untuk didahulukan pemenuhan piutangnya di antara orang berpiutang yang lain (Pasal 1133, 1134 ayat (2) KUH Perdata). Di sini hak jaminan kebendaan tidak besar lengan berkuasa oleh kepailitan ataupun oleh penyitaan yang dilakukan atas benda yang bersangkutan.

Selain itu, ciri khas dari mortgage yaitu Accesoir artinya hipotek ialah perjanjian tambahan yang keberadaannya tergantung pada persetujuanpokoknya ialah utang-piutang.

Ciri lainnya ialah Ondeelbaar adalah hipotek tidak dapat dibagi-bagi alasannya hipotek terletak di atas seluruh benda yang menjadi objeknya, artinya sebagian hak hipotek tidak menjadi hapus dengan dibayarnya sebagian utang (Pasal 1163 ayat (1) KUH Perdata).

Kemudian, ada juga ciri mortgage yang mengandung hak untuk pelunasan utang (verhaalsrecht) saja. Kaprikornus, tidak mengandung hak untuk mempunyai bendanya. Namun kalau diperjanjikan, kreditur berhak menjual benda jaminan yang bersangkutan atas kekuasaan sendiri (eigenmachtige verkoop/parate execusi) jika debitur teledor (Pasal 1178 ayat (1) dan (2) KUH Perdata).

Cara mengadakan mortgage

Menurut ketentuan pasal 1171 KUH Perdata, hipotek hanya dapat diberikan dengan suatu sertifikat otentik, kecuali dalam hal-hal yang dengan tegas ditunjuk oleh undang-undang.

Dari ketentuan Pasal 1171 KUH Perdata tersebut, bila seseorang akan memasang hipotek, maka perjanjian pemasangan hipotek mesti dibentuk dalam bentuk sertifikat resmi.

Seperti dalam hal hipotek atas tanah maka kesepakatanpemasangan atau pembebanannya harus dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) setempat.

Pihak yang mampu menjadi PPAT ialah:

  • Notaris yang sudah ditunjuk oleh Menteri Dalam Negeri menjadi PPAT.
  • Mereka yang bukan notaris, tetapi yang sudah ditunjuk oleh Menteri Dalam Negeri menjadi PPAT.
  • Camat yang secara ex officio menjadi PPAT

Contoh lain ialah hal hipotek atas kapal, maka yang berwenang menciptakan akta pemasangan hipotek yakni Pejabat Pendaftaran dan Pencatatan Balik Nama di tempat kapal yang bersangkutan didaftarkan.

Akta hipotek yang sudah dibentuk harus didaftarkan di Kantor Pendaftaran Tanah setempat dan di Kantor Pendaftaran Kapal.

Asas Hipotek

Asas-asas hukum yang penting dibentuk dalam hipotek antara lain Asas Publiciteit, asas yang mengharuskan bahwa hipotek tersebut mesti didaftarkan di dalam register umum, supaya mampu diketahui oleh pihak ketiga/umum. Akta dari Hipotek mesti didaftarkan ke Seksi Pendaftaran Tanah.

Kemudian Asas Specialiteit, ialah asas yang mengharapkan bahwa hipotek hanya mampu diadakan atas benda-benda yang ditunjuk secara khusus. Benda-benda tak bergerak yang mana terikat sebagai tanggungan. Misalnya: Benda-benda yang dihipotekkan itu berwujud apa, di mana letaknya, berapa luasnya/besarnya dan perbatasannya.

Lalu, ada juga Asas tak mampu dibagi-bagi (Ondeelbaarheid), ini memiliki arti bahwa hipotek itu menambah beban seluruh objek/benda yang dihipotekkan dalam keseluruhannya atas setiap benda dan atas setiap bagian dari benda-benda bergerak. Dengan dibayarnya sebagian dari utang, tidak meminimalkan/meniadakan sebagian dari benda yang menjadi tanggungan.

Janji dalam mortgage

Di dalam persetujuanHipotek, lazim diadakan janji-janji yang bermaksud melindungi kepentingan kreditur supaya tidak dirugikan. Janji-janji demikian harus tegas-tegas dicantumkan dalam sertifikat Hipotek, yaitu:

  1. Janji untuk menjual atas kekuasaan sendiri, pasal 1178 KUH Perdata.
  2. Janji wacana sewa, pasal 1185 KUH Perdata.
  3. Janji untuk tidak dibersihkan, pasal 1210 KUH Perdata.
  4. Janji tentang Asuransi, pasal 297 KUHD.

Hak dan kewajiban antara pemberi dan penerima mortgage

Sejak terjadinya pembebanan hipotek, maka sejak ketika itulah muncul balasan bagi kedua belah pihak. Akibat hukum itu, muncul hak dan keharusan kedua belah pihak.

Hak pemberi hipotek:

  • Tetap menguasai bendanya
  • Mempergunakan bendanya
  • Melakukan langkah-langkah penguasaan, asalkan tidak merugikan pemegang hipotek
  • Berhak menerima uang dukungan

Kewajiban pemberi hipotek:

  • Membayar pokok beserta bunga perlindungan duit dari jaminan hipotek
  • Membayar denda atas keterlambatan melakukan pembayaran pokok pertolongan dan bunga

Penghapusan Mortgage

Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata ada 3 (tiga) cara berakhirnya hipotek, adalah:

  1. Dengan berakhirnya perikatan pokok, jadi apabila utang yang dijamin dengan hak hipotek itu lenyap; mampu sebab utang itu dilunasi, bisa juga alasannya perikatan pokoknya lenyap yang disebabkan oleh daluarsa yang membebaskan seorang dari sebuah keharusan (daluarsa ekstraktif).
  2. Karena pelepasan hipoteknya oleh siberpiutang, jadi kalau kreditur yang bersangkutan melepaskan dengan sukarela hak hipoteknya; pelepasan dengan sukarela ini tidak diputuskan bentuk hukumnya, namun pasti harus secara jelas dan tegas. Tidaklah cukup dengan menginformasikan maksud hendak melepaskan hak hipotek oleh pemegang hipotek terhadap sembarang orang misalnya kepada pihak ketiga. Biasanya pelepasan ini dijalankan dengan pemberitahuan kepada pemilik dari benda yang terikat dengan hak hipotek itu.
  3. Karena penetapan tingkat oleh hakim; jadi apabila dengan perantaraan oleh hakim diadakan pembagian duit pendapatan lelang dari benda yang dihipotekkan itu terhadap para kreditur; kreditur yang tidak kebagian pelunasan piutangnya kehilangan hak hipoteknya oleh karena pencucian.

Sementara itu, hapusnya hipotek diluar ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata antara lain karena:

  1. Dengan musnahnya benda yang dihipotekkan itu, misalnya dengan lenyapnya tanah yang ialah objek hak hipotek itu oleh sebab tenggelam atau tanah longsor.
  2. Dari banyak sekali peraturan tersebut diatas mampu juga disimpulkan cara-cara penghapusan hak hipotek seperti misalnya dalam pasal 1169 KUH Perdata: bila pemilik benda bergerak yang dihipotekkan itu cuma mempunyai hak bersyarat atas benda tersebut dan hak bersyarat itu terhenti.
  3. Dengan berakhirnya rentang waktu hak hipotek tersebut diberikan, maka hapuslah hak hipotek tersebut.

Demikian ialah pengertian dari mortgage supaya mampu menjadi pengertian dan pengetahuan.