0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Menabung Atau Berbelanja Asuransi: Lebih Pilih Mana? Yuk Intip Spesifikasinya!

Satu dari sekian banyak orang, mungkin pernah terjebak di antara kesalahpahaman, dikala berbelanja asuransi. Pasalnya, banyak pihak asuransi yang menjanjikan bahwa, membeli asuransi sama saja seperti menabung di bank. Hanya saja, asuransi mampu ditambahkan dengan faedah sumbangan jiwa atau kesehatan. Memang iya? Tapi, jika dipikir-pikir lagi, kau lebih pilih menabung atau berbelanja asuransi?

Menabung atau Membeli Asuransi: Lebih PIlih Mana? Yuk Intip Spesifikasinya!

Kedua produk finansial tersebut sejatinya sama-sama memperlihatkan manfaat, namun pastikan faedah dari menabung atau membeli asuransi, mesti disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi finansial kita.

Jika ditanya lebih pilih menabung atau membeli asuransi, lebih baik simak perbedaan dan spesifikasi dari masing-masing produk berikut ini. Dengan begitu, kamu jadi mampu paham, mana produk yang kamu perlukan serta, semoga tidak terjebak dalam kesalahpahaman lagi.

A. Menabung

Pengertian Menabung atau Tabungan

Hal yang akan dibahas pertama yakni tentang pemahaman menabung (aktivitas) atau simpanan (produk/hasil dari menabung). Tabungan jika dikerjakan sendiri (bukan di bank), ialah suatu pemasukan yang tidak dihabiskan atau ditangguhkan untuk dimakan. Kegiatan menabung sendiri, mampu menolong menghemat biaya-biaya pengeluaran berkala di tiap bulannya.

Sementara, bila dalam konteks perbankan, simpanan ialah simpanan yang penarikannya, hanya mampu dilaksanakan berdasarkan syarat tertentu, yang pastinya sudah disepakati baik dari nasabah dan pihak bank.

Sedangkan Menurut Undang-undang No 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan,Tabungan yaitu simpanan yang penarikannya hanya dapat dilaksanakan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan /atau alat yang lain yang dipersamakan dengan itu.

Produk-produk tabungan di bank juga sangat beragam, tergantung jenis yang dibutuhkan nasabah. Sebut saja seperti Tahapan BCA, Tabungan BNI Taplus, Tabungan BRItama BRI, dan masih banyak lagi program simpanan yang ditawarkan setiap bank.

(Baca Juga: Cara Mengajukan Asuransi Online dengan Praktis dan Cepat)

Tujuan Menabung di Bank

Adapun menabung di bank bukan hanya untuk pamer semata, bahwa kau mempunyai rekening tabungan di suatu bank. Karena, menabung di bank juga mempunyai beberapa tujuan yang sungguh berguna adalah:

  1. Digunakan selaku kegiatan penyisihan sebagian hasil pemasukan nasabah, untuk dikumpulkan sebagai cadangan hari ke depan, yang lebih baik.
  2. Digunakan selaku alat untuk melakukan transaksi bisnis atau usaha individu / kelompok.

Perhitungan Bunga Tabungan di Bank

Berbeda dengan menabung sendiri di rumah, menabung di bank pastinya mempunyai perhitungan sendiri, yaitu berupa bunga. Sehingga, uang yang ditabungkan, mungkin sewaktu-waktu akan meningkat atau bahkan menurun. Adapaun perkiraan bunga simpanan di bank yaitu sebagai berikut:

  • Metode Saldo Terendah

Pada metode ini besarnya bunga simpanan dihitung dari jumlah saldo paling rendah pada bulan laporan, kemudian dikalikan dengan suku bunga per tahun kemudian dikalikan dengan jumlah hari pada bulan laporan, dan dibagi dengan jumlah hari dalam satu tahun.

Misalnya untuk menghitung bunga pada bulan Mei, maka besarnya bunga dijumlah : Bunga tabungan = * 31/365 * saldo paling rendah pada bulan Mei

  • Metode Perhitungan Bunga Berdasarkan Saldo Rata-rata

Pada perkiraan bunga di tata cara berikutnya ini di mana, bunga dalam satu bulan dihitung menurut saldo rata-rata dalam bulan berlangsung. Nah, saldo rata-rata dihitung menurut jumlah saldo tamat tabungan setiap hari dalam bulan berlangsung, dibagi dengan jumlah hari dalam bulan tersebut.

  • Metode Perhitungan Bunga Berdasarkan Saldo Harian

Seperti namanya, dalam metode ini, bunga yang dihitung adalah dari saldo harian. Bunga simpanan dalam bulan berlangsung dijumlah dengan menjumlahkan hasil perhitungan bunga setiap harinya.

B. Membeli Asuransi

Pengertian Asuransi

Asuransi ialah sebuah metode, yang dimanfaatkan untuk merendahkan terjadinya kehilangan atau kerugian finansial, dengan menyalurkan risiko tersebut dari seseorang ke pihak asuransi.

Asuransi dalam Undang-Undang No.2 Th 1992 tentang perjuangan perasuransian yaitu kontrakantara dua pihak atau lebih. Dengan mana pihak penanggung mengikat kan diri kepada tertanggung, dengan mendapatkan premi asuransi, untuk menunjukkan penggantian terhadap tertanggung sebab kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan.

Penggantian tersebut ialah tanggung jawab aturan pihak ke tiga, yang mungkin akan diderita tertanggung, yang muncul dari sebuah insiden yang tidak niscaya, atau memperlihatkan sebuah pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

Untuk jenisnya, asuransi mempunyai berbagai jenis, diantaranya ialah Asuransi Jiwa, Asuransi Kesehatan, Asuransi Pendidikan, Asuransi Kendaraan, Asuransi Perjalanan, Asuransi Properti dan lain-lain.

Produk Asuransi Bisa Dibeli di Mana?

Kini, produk asuransi bisa kau dapatkan di beberapa daerah, khususnya di media online mulai dari marketplace C2C (Customer to Customer), B2C (Business to Customer), platform milik perusahaan asuransi, melalui fintech, atau platform online lainnya.

Perhitungan Asuransi

Jika menabung alhasil berupa pemasukan, berlainan dengan asuransi yang hasilnya adalah berbentuknilai pertanggungan. Adapun perkiraan pendapatan atau pertanggungan produk asuransi berlawanan dengan menabung. Agar lebih paham, mari contoh perkiraan pertanggungan kepada produk asuransi jiwa.

Ada tiga tata cara yang digunakan untuk mengkalkulasikan pertanggungan asuransi jiwa.

  • Metode Human Life Value

Metode Human Life Value merupakan metode di mana duit pertanggungan mutlak dihitung berdasarkan pemasukan bulanan, lalu dikali dengan lama dana tersedia untuk menopang hidup, tanpa mengamati faktor bunga maupun kemajuan dana jika uang pertanggungan disimpan dalam produk perbankan.

  • Metode Income Based Value

Selanjutnya ada tata cara Income Based Value, dimana tata cara ini menghitung uang pertanggungan dengan memperhitungkan besarnya bunga atau return kalau uang pertanggungan yang diterima disimpan dalam produk perbankan.

  • Metode Financial Needs Based Value

Metode Financial Need Based Value ada tata cara selanjutnya di mana besar uang pertanggungan, mempunyai kisaran minimal sama dengan besarnya duit keperluan tertentu ketika ini (present value) dikali dengan 150%. Sedangkan uang pertanggungan maksimal ialah sebesar uang di era mendatang (future value) dikali dengan 80%.

Simulasi perhitungan:

– Usia kepala keluarga: 35 tahun

– Penghasilan per bulan: Rp5 juta

– Jumlah keluarga: 1 istri dan 1 anak (usia 9 tahun)

Jika sang ayah meninggal maka besarnya UP adalah sebagai berikut:

  • Human Life Value= Rp 5 juta x 12 x 5 =Rp 300 juta

Itu artinya jikalau diambil sebesar Rp5 juta setiap bulannya, akan bertahan selama 5 tahun untuk ongkos hidup bila sang ayah meninggal dunia (tanpa menjumlah bunga atau kemajuan dana).

  • Income Based Value= (Rp 5.000.000 x 12) / 6% = Rp 1 miliar

6% dari mana? Karena bila uang pertanggungan diterima, maka dana tersebut ditempatkan pada instrumen investasi pendapatan tetap mirip ORI (Obligasi Ritel Indonesia), reksadana pemasukan tetap, bukan pada deposito.

Sehingga, secara historis memiliki kinerja setahun pada kisaran 6 persen s/d 8 persen. Kaprikornus, uang sebesar Rp 1 miliar akan menghasilkan Rp 5 juta setiap bulannya karena Rp 1 miliar x (6% / 12) = Rp 5 juta.

  • Financial Needs Based Value

Nah sistem ini untuk memproteksi ongkos pendidikan kelak jika sang ayah meninggal. Misalkan ongkos pendidikan di universitas sekarang yakni Rp 200 juta, maka 9 tahun lagi ongkos pendidikan menjadi sekitar Rp 550 juta dengan perkiraan peningkatan 12% setiap tahunnya. Sehingga, duit pertanggungan untuk memproteksi ongkos pendidikan yaitu sebesar Rp 550 juta.

(Baca Juga: Gaji UMP Tetap Bisa Menabung Puluhan Juta, Ini Caranya!)

Nah, itu beliau perbedaan, spesifikasi, pemahaman, sampai pola perhitungan pemasukan dan pertanggungan dari menabung atau membeli asuransi.

Sama-sama memiliki faedah yang manis, namun sekali lagi mesti disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi finansial mu juga ya. Karena bila ditanya mau pilih menabung atau membeli asuransi, hanya dirimulah yang mampu memilih.

Adapun saat ini, banyak produk tabungan atau investasi dan asuransi yang bisa kau pilih. Atau, kamu mau melakukan perbandingan di antara produk-produk tersebut dalam satu situs web? Tentunya saja bisa!

Kamu mampu melaksanakan perbandingan produk tabungan atau investasi dan asuransi, melalui situs CekAja.com. Selain itu, kamu juga bisa pribadi mengajukan produk finansial yang kamu minati. Sangat mudah dan mudah bukan?

Yuk, tunggu apa lagi? Segera kunjungi situs CekAja.com dan rasakan gampangnya mencari info, membandingkan sampai mengajukan produk finansial yang kau harapkan.