0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Mekanisme Melakukan Swab Test Untuk Mendeteksi Virus Corona

Bagi kau yang saat ini tengah berencana untuk berkunjung ke tempat tinggal sakit untuk mendeteksi adanya virus corona Covid-19, maka mekanisme melakukan swab test memang seharusnya dimengerti.

Prosedur melakukan swab test

Di era pandemi mirip ketika ini, wajar apabila kita khawatir terinfeksi virus corona yang diketahui sangat berbahaya ini, apalagi untuk kelompok rentan dengan tingkat risiko yang lebih tinggi.

Maka dari itu, biar kita dan keluarga mampu merasa lebih aman dan tersadar, selain dengan melaksanakan sejumlah cara pencegahan, melaksanakan tes juga mampu dijalankan, guna mengetahui apakah terdapat virus corona di dalam badan kita atau tidak.

Untuk dikala ini, terdapat dua sistem deteksi virus corona yang mampu dijalankan, adalah rapid test dan PCR (Polymerase Chain Reaction) swab test. Namun, di dalam kesempatan kali ini kita akan membahas hanya ihwal prosedur melakukan swab test. Yuk disimak gotong royong.

Apa itu Swab Test?

Dilansir dari situs sehatq.com, PCR (Polymerase Chain Reaction) atau yang sering disebut sebagai swab test ialah salah satu sistem pemeriksaan untuk mendeteksi virus corona, yang mana petugas medis akan mengambil sampel apus dari saluran pernapasan, misalnya mirip hidung dan tenggorokan.

(Baca Juga: Remdesivir, Obat Corona yang Digunakan di Amerika Serikat)

Sampel ini kemudian dibawa untuk diperiksa di bawah mikroskop guna mengetahui ada atau tidaknya DNA virus corona di dalam tubuh sang pasien. Meskipun cuma mengandung materi genetik dengan jumlah yang sedikit, metode investigasi satu ini nyatanya bisa melipatgandakan DNA atau RNA seseorang.

Mengapa Swab Test Perlu Dilakukan?

Walaupun terdapat satu sistem investigasi lagi yang bisa dilakukan, ialah rapid test, tetapi swab test ternyata bisa menawarkan hasil faktual yang jauh lebih cepat dengan diagnosa yang bisa segera ditentukan.

Oleh alasannya adalah itu, rapid test acap kali hanya menjadi sistem investigasi permulaan sedangkan swab test menjadi sistem untuk menunjukkan hasil simpulan yang dapat terkonfirmasi.

Siapa Saja yang Perlu Melakukan Swab Test?

Sebelum melakukan mekanisme swab test, terperinci kamu mesti tahu terlebih dulu perihal siapa saja yang perlu melaksanakan sistem pemeriksaan satu ini.

  • Orang dalam pemantauan (ODP)
  • Pasien dalam pengawasan (PDP)
  • Orang yang mempunyai riwayat kontak fisik dengan pasien Covid-19
  • Pasien dengan hasil rapid test nyata

Waktu yang Tepat untuk Melakukan Swab Test

Prosedur melaksanakan swab test sudah dapat dijalani sejak dua hari sesudah kamu mengalami tanda-tanda infeksi virus corona. Sementara itu, hasil investigasi sudah mampu kamu peroleh beberapa hari kemudian.

Seberapa Sering Kamu Harus Menjalani Prosedur Swab Test?

Pada biasanya, frekuensi swab test perlu dilaksanakan lebih dari sekali untuk bisa menerima hasil diagnosa yang lebih valid. Namun, jarak pengambilan sampel ini berlainan-beda dan tergantung status dari setiap pasien, sebagaimana berikut ini:

  • ODP dan PDP

Pengambilan sampel dari ODP dan PDP perlu dilakukan setidaknya sebanyak dua kali berturut-turut, yakni pada hari pertama dan kedua. Langkah ini juga bisa dilakukan kalau keadaan pasien telah makin memburuk.

  • Orang yang mempunyai riwayat kontak fisik dengan pasien Covid-19

Sementara itu, prosedur swab test pada orang yang mempunyai riwayat kontak fisik dengan pasien Covid-19 dilakukan pada hari pertama dan hari ke-14.

Prosedur Melakukan Swab Test

Pada umumnya, yang bisa dipakai pada mekanisme melakukan swab test yaitu apus tenggorokan di belakang hidung (nasofaring) atau belakang mulut (orofaring). Namun, swab test dengan menggunakan sampel nasofaring biasanya lebih dianjurkan sementara untuk sampel orofaring sering kali dijadikan selaku prosedur alternatif semata.

1. Prosedur Melakukan Swab Test Melalui Hidung

  • Pasien akan diminta untuk meniup napas melalui hidung untuk menentukan apakah terdapat sumbatan atau tidak.
  • Setelah itu, pasien akan diminta untuk sedikit mendongak ke atas dan alat swab berbentuk mirip cotton bud dengan tangkai panjang akan dimasukan ke dalam lubang hidung pasien hingga meraih bagian belakang hidung.
  • Kemudian dokter akan mengambil sampel dengan cara menyapukan dan memutar alat swab tersebut selama beberapa detik.

2. Prosedur Melakukan Swab Test Melalui Tenggorokan

  • Pasien akan diminta untuk membuka mulut selebar-lebarnya.
  • Kemudian dokter akan memasukan alat swab ke dalam mulut pasien sampai meraih bagian belakang tenggorokan. Swab dihentikan menyentuh pengecap.
  • Dokter akan mengambil sampel dengan menyapukan dan memutar alat swab tersebut selama beberapa detik.

Prosedur melaksanakan swab test telah final. Kemudian, alat swab tersebut akan dimasukan ke dalam tabung khusus dan segera diantarkan ke laboratorium untuk dilakukan PCR. Metode investigasi satu ini mungkin akan terasa tidak nyaman bagi sebagian orang. Namun, agar bisa memperlihatkan hasil yang memuaskan, memang sungguh diusulkan untuk setiap pasien agar tetap kooperatif sampai mekanisme pengambilan sampel akhir dikerjakan.

Mengetahui Hasil Swab Test Corona

Hasil swab test biasanya akan keluar dalam periode waktu dua hari sejak pemeriksaan dijalankan. Dalam hal ini, pasien akan mendapatkan dua kemungkinan hasil, yakni:

  • Positif

Hasil faktual menerangkan adanya infeksi virus corona yang dialami oleh pasien. Bila kau mendapatkan hasil ini dari laboratorium regional, maka Laboratorium Pusat Penyakit Infeksi lazimnya akan melakukan konfirmasi ulang.

  • Negatif

Sebaliknya, hasil negatif justru menandakan bahwa tidak ada abses corona di dalam badan. Namun, hasil tes pemeriksaan negatif pada sampel tunggal, khususnya yang berasal dari hidung dan tenggorokan, belum tentu mengindikasi ketiadaan jerawat.

Oleh sebab itu, prosedur swab test corona tidak cukup bila dilaksanakan satu kali. Pengulangan tes tetap perlu dilaksanakan sesuai dengan anjuran dari dokter maupun tenaga medis.

Apa yang Harus Dilakukan Apabila Hasil Swab Test Positif?

Inilah yang paling ditakutkan oleh sebagian besar orang, yakni apabila swab test pertanda hasil aktual. Nah, kalau pasien memperlihatkan hasil kasatmata pada swab test, maka hal pertama yang harus dilaksanakan ialah dengan menjalani isolasi di ruangan khusus guna menerima perawatan medis oleh para tenaga hebat.

Kemudian, sampel jaringan dari pasien akan diambil setiap hari untuk diperiksa perkembangannya. Pasien gres boleh keluar dari ruang isolasi jika investigasi sampel telah membuktikan hasil negatif sebanyak dua kali berturut-turut.

Sedangkan untuk pasien dengan hasil swab test negatif akan dirawat sesuai dengan penyebab gejala penyakit yang mereka alami.

(Baca Juga: Pilihan Asuransi Terbaik Saat New Normal)

Kaprikornus, sekarang kau telah tahu kan ihwal prosedur melaksanakan swab test pada pasien. Walaupun tampaksangat sederhana, namun pemeriksaan dari swab test itu sendiri dianggap memberikan rasa yang kurang tenteram pada tubuh. Selain itu, ongkos swab test itu sendiri memang tergolong tidaklah murah. Kamu perlu merogoh kocek sampai jutaan rupiah untuk menjalani satu kali mekanisme swab test saja.

Tahukan kau? Sekarang telah tidak mengecewakan banyak lho asuransi kesehatan yang menawarkan kemudahan untuk investigasi virus corona yang bisa kau jadikan opsi. Dengan premi yang terjangkau, kau bahkan mampu sedikit berhemat bila ingin melaksanakan swab test atau rapid test. Maka dari itu, yuk secepatnya lindungi diri dan keluarga dengan asuransi kesehatan hanya di CekAja.com.