0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Masker Atau Face Shield, Manakah Yang Lebih Efektif Menghalangi Covid-19?

Lebih baik masker atau face shield? Pertanyaan ini mungkin kadang kala muncul di benak kamu di kala pandemi mirip saat ini.

Virus corona Covid-19 yang telah menyebar ke seluruh penjuru dunia semenjak permulaan tahun memang membuat banyak orang menjadi was-was.

Bagaimana tidak? Virus satu ini dianggap sangat mematikan sebab sudah merenggut hingga ratusan ribu jiwa dari banyak sekali negara dengan sistem penularan yang begitu cepat.

Walaupun belum dipastikan mampu mencegah virus, namun penggunaan masker menjadi satu hal yang masuk ke dalam protokol kesehatan dan sudah disarankan secara resmi oleh WHO biar mampu dipatuhi oleh seluruh lapisan penduduk . 

Hanya saja, alih-alih mencegah penyebaran virus, penggunaan masker yang acap kali salah justru membuat peluangpenularan virus di penduduk makin meningkat. 

Nah, banyak orang yang ketika ini lebih menentukan face shield alasannya dianggap lebih nyaman, mudah dilepas-pasang, mampu dipakai kembali, serta mudah dibersihkan.

Namun, sesungguhnya mana sih yang lebih efektif dalam mencegah penyebaran virus, masker atau face shield?

Penasaran dengan jawabannya? Yuk disimak penjelasan berikut ini wacana manakah yang lebih baik, masker atau face shield?

Masker

Ketika membicarakan wacana penyeleksian masker atau face shield dalam menangkal corona, kamu tentu mesti mengetahui dulu wacana klarifikasi dari masing-masing alat perlindungan tersebut.

Nah, ketika membicarakan masker, N95 diklaim selaku salah satu jenis masker yang dianggap paling ampuh dalam menghalangi paparan virus. 

Kemudian, diikuti pula dengan masker bedah yang hanya diusulkan untuk para tenaga medis saja.

Sementara itu, untuk penduduk biasa yang tidak melaksanakan kontak eksklusif dengan pasien terinfeksi, mereka hanya dianjurkan untuk menggunakan masker kain saja.

(Baca Juga: Cara Memilih Masker Asli)

Hal itulah yang membuat penggunaan masker kain menjadi kian marak di kalangan penduduk dari hari ke hari.

Selain harganya yang sangat terjangkau, masker kain juga mampu diproduksi sendiri dengan begitu mudah, dapat dibersihkan, dan mampu dipakai berkali-kali, sehingga tidak boros pula. Hanya saja, makin kesini, efektivitas dari masker kain justru turut dipertanyakan. 

Mengutip dari Prevention, yaitu suatu makalah yang diterbitkan oleh National Academy of Sciences, Engineering, and Medicine pada permulaan bulan April, menemukan bahwa masker kain ternyata mampu menangkap tetesan pernapasan yang besar serta tak adanya bukti untuk bisa menangkal masuknya paparan virus SARS-CoV-2, yang merupakan penyebab dari virus yang kita kenal dikala ini. 

Sementara itu, untuk masker bedah jelas juga teruji efektivitasnya. Sebab, permukaan masker bedah yang menutup hidung dan ekspresi mempunyai kesanggupan dalam menyerap cairan atau droplet yang keluar.

Ditambah lagi bahwa bagian luar masker, justru mempunyai sifat anti-air yang membuat cairan luar tak bisa masuk ke dalam verbal.

Walaupun tingkat efektivitas masih tergolong jauh, kalau ketimbang masker bedah, tetapi penduduk tetap dianjurkan untuk menggunakan masker kain saat bepergian ke luar rumah.

Jadi, manakah yang lebih baik, masker atau face shield? Nah, sebelum mengetahui jawabannya, yuk kita pahami dahulu klarifikasi lebih lanjut mengenai face shield.

Face Shield

Untuk bisa menentukan antara masker atau face shield, kau juga perlu mengenali klarifikasi ihwal face shield terlebih dulu. Dilansir dari CNN Indonesia, face shield merupakan sebuah plastik bening berupa tameng yang dipasang pada paras .

Ketika digunakan, maka face shield ini akan mampu menutup hampir sebagian besar permukaan tampang, mirip mata sampai dagu, namun juga dengan menyisakan beberapa celah yang tetap terbuka.

Banyak ilmuwan yang menilai bahwa face shield ini akan menjadi alat sumbangan yang penting dimiliki oleh masyarakat, khususnya di abad pandemi mirip saat ini.

Bahkan, suatu postingan dari JAMA Network mengungkapkan bahwa pelindung tampang mampu menciptakan penduduk mempertahankan jarak fisik satu sama lain secara otomatis, sehingga membantu dalam meminimalkan risiko penularan Covid-19. Apalagi kalau dikombinasikan dengan rutin mencuci tangan.

Umumnya, face shield digunakan oleh para tenaga medis rumah sakit, yang mana penggunaannya itu sendiri juga turut diikuti dengan masker.

Namun, ternyata pelindung muka yang juga telah mulai banyak dipakai oleh orang ini tidak sesempurna yang kita bayangkan.

Sebuah penelitian memperoleh bahwa 4 persen dari partikel yang dihasilkan oleh batuk justru mampu masuk melalui bab bawah face shield yang terbuka.

Namun, spesialis penyakit menular dari John Hopkins Center, Amesh, A Adalja beropini bahwa face shield dinilai lebih kondusif dibandingkan cuma memakai masker saja.

Manakah yang Lebih Baik, Masker atau Face Shield?

Setelah mengenali klarifikasi mengenai efektivitas, lebih baik masker atau face shield, maka memang dapat ditarik kesimpulan bahwa kedua alat perlindungan tersebut memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing, yang mana bisa kau lihat berikut ini:

Kelebihan dan Kekurangan Masker

  • Dapat dipakai untuk menahan droplet atau percikan batuk yang bisa ditularkan dari penderita Covid-19 ke orang lain.
  • Harga lebih terjangkau, bahkan mampu diproduksi sendiri dengan begitu gampangnya.
  • Praktis dicuci dan mampu dipakai beberapa kali, sehingga tidak akan terlalu boros.
  • Membantu dalam mengurangi sampah masker. Karena, masker bedah memang hanya bersifat sekali pakai dan mesti segera dibuang setelah pemakaian pertama.
  • Tidak diusulkan untuk tenaga medis, sebab kesempatan penularan virus justru semakin besar yang diakibatkan oleh virus yang menempel dan bertahan di permukaan masker.

Kelebihan dan kelemahan Face Shield

  • Bahan plastik pada face shield sukar ditembus oleh virus dan cairan apapun
    Tidak mengganggu pernapasan, tidak membatasi bunyi, serta lebih nyaman dipakai.
  • Praktis dibersihkan, sehingga bisa digunakan secara berulang.
  • Bisa digunakan berbarengan dengan APD lainnya, seperti masker.
  • Tidak mempunyai segel yang baik atau rapat, sehingga mempermudah droplet atau aerosol masuk melalui celah yang terbuka.

Adalja yang merupakan mahir dalam penyakit menular mengungkapkan bahwa bahu-membahu, face shield lebih baik dari masker kain maupun berbagai jenis masker yang lain.

Sebab, tak cuma bisa menangkal penyebaran virus, tetapi juga menutupi bagian mata, yang menciptakan area mata itu sendiri menjadi lebih terproteksi dari abses.

Sehingga, kalau kamu bertanya, manakah yang lebih efektif, masker atau face shield? Untuk dikala ini, jawabannya ialah Face Shield, khususnya dalam menghalang masuknya virus ke dalam tubuh melalui mata, verbal, dan hidung.

Namun, selaku bentuk antisipasinya, diusulkan untuk tidak hanya menggunakan face shield saja, melainkan juga masker secara bersamaan.

Meski begitu, efektivitas antara masker atau face shield belum memiliki observasi dengan hasil yang konkrit.

(Baca Juga: Kesalahan Memakai Masker)

Jadi, kamu lebih menentukan masker atau face shield? Nah, selain melindungi diri dengan selalu mematuhi protokol kesehatan yang telah diputuskan, memiliki perlindungan tambahan seperti asuransi kesehatan juga ialah satu hal yang perlu dijalankan lho.

Bukan untuk melindungi diri dari penularan penyakit, melainkan lebih terhadap pemberian dalam hal finansial, ketika sebuah saat kau membutuhkan dana untuk melaksanakan pengobatan di rumah sakit.

Bingung memilih asuransi kesehatan terbaik? Janganlah cemas. Sebab, CekAja.com sudah hadir untuk memberikanmu kemudahan.

Melalui CekAja.com, kamu mampu melaksanakan perbandingan tentang asuransi kesehatan manakah yang sekiranya paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan dalam membayar premi. 

Selain itu, proses pengajuan yang dilakukan sepenuhnya lewat online juga pastinya memberikanmu fasilitas, karena tak perlu lagi menyempatkan waktu ke luar rumah, khususnya di kala pandemi seperti dikala ini. Kaprikornus, tunggu apa lagi? Yuk segera olok-olokan asuransi kesehatanmu hanya di CekAja.com.